Apa Itu iFrame? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

0
113

Setiap pengguna website pasti kerap menemukan suatu konten di dalam blog atau website yang tidak hanya berupa artikel. Bahkan pada website – website perusahaan konten – konten tersebut dapat berupa video atau Google Maps. Di dalam dunia website, hal ini dinamakan sebagai elemen iFrame.

Para desainer website pasti pernah mendengar istila apa itu iFrame. Bahkan tak jarang mereka menggunakannya untuk mengembangkan website sesuai dengan permintaan klien. Memang iFrame ini menjadi elemen yang hampir digunakan oleh semua website profesional untuk menambah atau mendukung keterangan serta informasi yang lebih detail.

Perlu diketahui bahwa seiring dengan perkembangan era, website kini tidak hanya dibangun menggunakan artikel yang bersifat tekstual saja. Hampir semua website bisnis atau perusahaan pasti juga menggunakan konten – konten yang lebih menarik seperti animasi, video, atau media lainnya.

Disinilah kemampuan desainer dalam menggunakan sumber daya atau elemen website yang ada. Kini mereka dapat memanfaatkan tools iFrame untuk menambahkan media – media penting di dalam website mereka. Elemen iFrame ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan di bidang desain web.

Mungkin para desainer amatir masih ada yang baru pertama kali mendengar tools – tools yang dapat mempercantik tampilan website mereka. Termasuk tools iFrame yang sangat berguna untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan oleh pengguna website nantinya.

Hal itu sangat wajar sebab sebagian besar website memang menggunakan konten tekstual sebagai konten utama mereka. Terutama website – website dinamis yang selalu memperbarui atau mengupdate informasi baru secara berkala.

Namun hal media – media seperti video akan sering dijumpai pengguna saat mengunjungi website – website resmi yang bersifat statis. Misalnya seperti video Company Profile pada website perusahaan dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, para desainer perlu mengenal elemen – elemen dalam dunia desain web seperti iFrame. Sebab jika nanti membutuhkan tambahan media yang ingin dimasukkan ke dalam website, desainer dapat melakukannya dengan sangat mudah.

Pada artikel kali ini akan dijelaskan lebih detail mengenai pengertian apa itu iFrame, fungsi elemen tersebut, dan bagaimana cara menggunakannya dalam desain website. Berikut adalah penjelasannya.

Apa Itu iFrame?

apa itu iframe

Hal mendasar yang harus diketahui oleh para desainer sebelum menggunakan iFrame adalah pengertiannya. Elemen iFrame adalah sebuah tag HTML yang memungkinkan para desainer untuk bisa memasukkan konten – konten eksternal ke dalam halaman website. Konten – konten yang dimaksud dapat berupa halaman website lain, video, animasi, maps, hingga dokumen lainnya. 

Singkatnya, saat desainer mengaktifkan iFrame, maka secara otomatis halaman homepage akan menampilkan halaman web sekunder yang ditautkan. Elemen ini akan memunculkan konten – konten dari sumber lain sesuai dengan tautan yang ditambahkan desainer.

Menariknya, proses penautan konten eksternal ini tidak mengharuskan desainer untuk menambahkan layout baru pada website. Sehingga konten media yang ditambahkan melalui iFrame bisa ditambahkan di bagian website mana saja sesuai dengan keinginan.

Berbeda dengan elemen atau widget lainnya yang harus disediakan layout di bagian tertentu pada struktur website.

Inilah alasan mengapa para desainer profesional menggunakan tambahan iFrame pada halaman utama website mereka saat menambahkan konten yang bersumber dari luar website. Sebab desainer tidak perlu melakukan perubahan pada struktur kode atau HTML pada halaman website mereka.

Namun perlu diketahui bahwa dalam menambahkan media eksternal atau iFrame, desainer website harus melakukannya dengan bijak. Sebab jika terlalu banyak menggunakan elemen iFrame, dapat mempengaruhi kualitas atau performa dari website tersebut.

Tidak jauh berbeda saat desainer menggunakan terlalu banyak widget, penggunaan iFrame yang berlebihan akan membuat proses pemuatan konten pada website menjadi lambat.

Sebab ada banyak sekali permintaan yang harus diproses server dengan beban yang cukup berat. Apalagi jika media eksternal yang ditambahkan dalam bentuk video yang notabenenya memiliki ukuran yang besar.

Selain memperlambat kecepatan loading website, konten – konten yang ditambahkan dari iFrame rentan terhadap risiko keamanan online. Sebab desainer terkadang tidak mengetahui apakah tautan atau konten eksternal yang di-embed ke dalam homepage aman atau justru membawa virus yang membahayakan website.

Hal yang harus diketahui oleh desainer adalah konten – konten dari iFrame bukanlah bagian dari struktur website. Meskipun pada kenyataannya itu merupakan bagian dari konten – konten website yang dikembangkan.

Fungsi dan Manfaat iFrame untuk Website

apa itu iframe

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa iFrame sangat membantu para desainer untuk menambahkan konteks pada konten mereka melalui sumber eksternal. Terlebih iFrame memberikan fleksibilitas kepada para desainer tanpa harus mengubah struktur kode di dalam website.

Secara umum fungsi utama dari elemen iFrame adalah untuk menambahkan konten atau media eksternal ke dalam halaman website. Menariknya, iFrame tidak hanya bisa menampilkan konten berupa video saja.

Tetapi juga dapat berupa konten atau halaman dari website lain, Maps, hingga dokumen – dokumen berformat PDF, Word, dan format yang didukung lainnya.

Dengan konten – konten eksternal tersebut, pengguna dapat berselancar di dalam website sembari mengeksplorasi konten dari sumber lain tanpa harus meninggalkan website. Ini akan meningkatkan pengalaman pengguna selama berinteraksi di dalam website.

Desainer website juga bisa menambahkan maps interaktif untuk membantu pengguna mencari lokasi fisik dari sebuah perusahaan atau bisnis. Misalnya Google Maps yang menyajikan peta interaktif agar pengguna dapat memperbesar atau memperkecil peta lokasi.

Menariknya lagi, iFrame memungkinkan para desainer untuk mengintegrasikan antara halaman website dengan konten – konten sosial media seperti Facebook, Instagram, hingga video Youtube.

Beberapa konten dari sosial media tersebut bisa di-embed menggunakan iFrame melalui fitur embed yang ada di setiap kontennya. Tak hanya itu, iFrame juga membantu mengisolasi setiap konten eksternal untuk menjaga keamanan saat ditampilkan.

iFrame sangat membantu website untuk menghindari pelanggaran hak cipta. Sebab proses penautan konten eksternal akan secara otomatis mencatut sumber yang digunakan. Meski demikian, secara etis pemilik website tetapi harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik konten untuk menayangkan konten mereka di website.

Penggunaan iFrame biasanya ditujukan agar kapasitas sumber daya website tidak cepat penuh. Hal itu karena konten eksternal yang ditampilkan akan secara otomatis muncul tanpa harus mengunggahnya ke media library. Dengan kata lain, website tetap bisa menampilkan konten sekalipun ukuran file aslinya sangatlah besar.

Cara Membuat atau Menggunakan iFrame pada Website

cara setting mx record di cpanel

Setelah mengetahui apa itu iFrame dan fungsinya, tentu para desainer ingin mencoba menggunakan iFrame pada website. Sebenarnya tidaklah sulit untuk menambahkan konten melalui iFrame.

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa cara kerja iFrame ini adalah memanfaatkan tag HTML yang nantinya akan diletakkan pada halaman yang ingin disematkan konten eksternal.

Dengan kata lain, hal pertama yang harus dilakukan desainer adalah membuat tag HTML iFrame terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah langkah – langkah membuat dan menggunakan iFrame.

Langkah 1: Buat kode HTML menggunakan tag <iframe> yang didalamnya terdapat tautan konten eksternal, dalam hal ini video Youtube. Dalam hal ini desainer harus melakukannya secara manual. Gunakan kode berikut ini untuk membuat kode iFrame.

<iframe src=”https://www.youtube.com/embed/dXBohfjc4WA” width=”680″ height=”480″ allowfullscreen></iframe>

Silahkan ganti tautan berwarna merah dengan tautan video Youtube yang ingin dimunculkan. Kode ini sudah bisa disematkan pada halaman website.

Langkah 2: Desainer juga dapat menggunakan kode embed. Caranya adalah mengklik tombol share pada video Youtube, dan klik embed. Nantinya akan muncul serangkaian kode HTML embed.

Apa Itu iFrame? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya - 2024

Apa Itu iFrame? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya - 2024

Cara ini bisa juga diterapkan saat desainer ingin menambahkan iFrame Google Maps dengan memilih Bagikan dan klik Embed. Setelah itu tambahkan link embed tersebut pada halaman website yang ingin menampilkan Maps atau konten eksternal lainnya.

Manfaatkan Elemen iFrame untuk Meningkatkan Konten Website Anda

Elemen iFrame merupakan cara menampilkan konten eksternal tanpa harus mengubah struktur pada coding website. Melalui elemen ini, desainer web dapat menambahkan berbagai media dari sumber yang beragam.

iFrame sangat berguna bagi desainer web untuk memperkaya informasi pada halaman website. Akan tetapi penggunaannya tetap harus diperhatikan. Sebab jika berlebihan, akan mempengaruhi kecepatan loading website.

Mengetahui apa itu iFrame dan cara membuatnya sangatlah mudah. Desainer web dapat membuatnya secara manual atau bisa membagikan kode embed secara langsung melalui fitur yang ada pada konten yang ingin dibagikan.

Oh iya, ada info menarik untuk Anda. Jika Anda melakukan pembelian domain dan hosting sekarang, Anda berkesempatan memenangkan Wuling AirEV di promo Exavaganza. Mari ciptakan konten website yang memikat dan raih hadiah menarik sekarang juga!

Apa Itu iFrame? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya - 2024