Search Engine: Pengertian, Fungsi, dan 15+ Contohnya

754
Search Engine
9 min read

Search engine atau mesin pencari tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kalian, bukan? Dewasa ini, semakin banyak orang yang menggunakan mesin pencari untuk berbagai kebutuhan. Bahkan anak kecil pun sering menyebutkan “Google”. Google adalah salah satu mesin pencari yang bisa kamu gunakan kapan saja dan dimana saja.

Akan tetapi, search engine itu sendiri tidak terbatas hanya pada Google. Ada banyak jenis search engine yang digunakan di berbagai belahan dunia, meskipun Google adalah yang paling populer.

Nah, di artikel kali ini kita akan mencoba membahas tentang search engine mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, hingga contoh mesin pencari yang sering dan bisa orang-orang gunakan di berbagai negara.

Apa Itu Search Engine?

Sudah sering membicarakannya tapi masih belum tahu pasti apa yang dimaksud dengan search engine? Jika demikian, maka kamu bisa mencari tahunya sekarang melalui artikel ini.

Secara harfiah, pengertian search engine adalah mesin pencari dimana kita bisa dengan mudah menerjemahkan kata tersebut dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Kita bisa mendefinisikan search engine sebagai alat online yang dirancang untuk mencari website di internet yang berdasarkan pada pertanyaan pengguna.

Mesin pencari atau search engine berfokus pada pengumpulan dan pengorganisiran inormasi di internet sesuai kebutuhan pengguna. Dari sanalah kamu bisa menemukan berbagai website yang mampu menyajikan apapun yang kamu butuhkan. Misalnya saat kamu mengetikkan “sepatu murah” di kolom pencarian mesin pencari, maka mesin pencari tersebut akan menampilkan berbagai hasil dari berbagai website.

Meskipun ada macam-macam search engine di dunia seperti Google, Yahoo, DuckduckGo, prinsip umumnya sama saja yaitu menyediakan jawaban yang sama terlepas dari mesin pencari manapun yang akan kamu gunakan.

Cara Kerja Search Engine

Cara Kerja Search Engine
Cara Kerja Search Engine (sumber: Pixabay – Geralt)

Kamu mungkin penasaran dengan sistem atau cara kerja search engine itu sendiri. Jika benar demikian, mari kita cari tahu bersama. Mesin pencari satu dan lainnya bisa berbeda dalam menyediakan jawaban pada para penggunanya. Namun, pada umumnya semuanya memiliki prinsip yang sama.

Adapun cara kerja dari search engine adalah crawling, indexing, dan ranking.

Crawling

Setiap jenis mesin pencari memiliki bots crawlers yang bertugas memindai atau melakukan scanning isi internet. Crawler tersebut akan mengecek setiap sudut dunia maya mulai dari halaman web, folder, sub halaman, hingga konten lainnya. Dengan kata lain, bots tersebut akan mencari semua hal yang bisa diburu.

Pada dasarnya crawling akan menelusuri isi website berdasarkan tautan yang ditemui. Selain mengurai link atau tautan A, ia juga akan mencari dan menemukan link B, C dan selanjutnya.

Indexing

Kita bisa menyebut indexing sebagai proses validasi penyimpanan konten dari web page di database mesin pencari yang disebut dengan index. Sebut saja sebagai perpustakaan besar dari semua website. Hal ini terjadi saat bot melakukan crawling data.

Website harus terindex oleh mesin pencari agar bisa ditampilkan di hasil pencarian atau SERP (Search Engine Result Page). Yang harus kamu ingat adalah bak crawling maupun indexing tidak hanya terjadi sekali. Keduanya bekerja secara terus menerus agar database selalu fresh sehingga hasil pencarian yang ditampilkan adalah yang paling relevan.

Ranking

Langkah selanjutnya dalam cara kerja mesin pencari adalah ranking, dimana mesin pencari akan menyusul hasil pencarian. Proses ranking dilakukan berdasarkan algoritma masing-masing search engine.

Baca Juga  Prediksi Tren dan Optimalisasi Website dengan SEO (Ulasan Webinar EDD On Air)

Search engine akan memilih hasil yang paling relevan yang kemudian ditampilkan dalam susunan ranking. Konten yang paling sesuai dengan pencarian pengguna internet adalah yang berada di ranking atau hasil pencarian paling atas.

Proses tersebut tidak butuh waktu yang lama. Seperti yang kamu ketahui bahwa mesin pencari seperti Google akan segera menampilkan hasil pencarian sesaat setelah kamu menekan tombol enter di kolom pencarian. Mesin pencari ternyata bekerja secepat itu bahkan tidak sampai satu detik apabila tidak ada masalah pada koneksi internet di perangkat yang kamu gunakan.

Fungsi Search Engine

Hal menarik lain dari penggunaan mesin pencari adalah fungsinya. Sebagian dari kamu mungkin penasaran apa saja fungsi search engine meskipun sudah begitu lama menggunakannya untuk mencari apapun berdasarkan kebutuhan.

Sebagai software yang bekerja mencari informasi pada database dengan cara mencocokkan informasi dengan keyword, search engine memiliki banyak fungsi, termasuk.

Memudahkan Pencarian Alamat Website atau Blog

Mesin pencari memiliki kapasitas yang besar dan akan terus disesuaikan seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna internet. Pada mesin pencari, ada bermacam-macam informasi yang manusia butuhkan saat mereka menggunakan mesin satu ini.

Sarana Mencari Informasi

Karena kapasitasnya yang sangat besar, mesin pencari mampu memberikan informasi berbagai dengan berbagai bahasa dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, mesin pencari bisa digunakan di berbagai negara di dunia.

Efektif untuk Browsing

Dengan adanya search engine, kamu tidak perlu mencari informasi dengan mengakses website atau blog satu per satu. Mengakses beberapa website tentu memakan waktu yang tidak sebentar, belum lagi kita harus terlebih dahulu mencari tahu website apa saja yang menyediakan informasi yang kita butuhkan.

Jenis-jenis Search Engine

Kamu pasti sudah tahu jika Google adalah contoh mesin pencari yang paling banyak digunakan di Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh atau jenis mesin pencari yang bisa kamu gunakan. Kamu juga bisa menjadikannya sebagai alternatif apabila ingin mencoba mesin pencari lain selain Google.

Google

Google adalah mesin pencari yang berfokus pada Search Engine Optimization (SEO) dan pemasaran yang profesional. Mesin pencari satu ini memiliki interface yang mudah digunakan.

Google melacak aktivitas penggunanya melalui layanannya dan kemudian menyimpan rincian histori pencarian termasuk website yang kamu kunjungi dan lainnya. Setiap harinya, search engine populer ini menerima jutaan trafik dari penggunaan internet yang melakukan pencarian.

Bing

Sebagai mesin pencari garapan Microsoft, kamu bisa dengan bangga menggunakan Bing. Meskipun tidak sebesar Google, tetapi siapa sangka jika Bing masih bisa menguasai pencarian di internet.

Yandex

Jika kamu ingin mencoba search engine lain, maka Yandex bisa melengkapi pencarianmu. Mesin pencari satu ini digunakan oleh lebih dari 45 persen pengguna internet di Rusia. Adapun negara lain yang banyak menggunakan Yandex adalah Kazakhstan, Turki, dan Ukraina. Selain mudah digunakan, search engine ini juga menawarkan beberapa tools yang menarik.

DuckduckGo

duckduckgo
Mesin Pencari DucduckGo

Yang menarik dari DuckduckGo adalah klaimnya tentang perlindungan privasi para pengguna. Dimana tidak ada cookie yang digunakan untuk melacak pencarian. Mesin pencari yang satu ini didirikan di tahun 2008 oleh Gabriel Weinberg di California.

Yahoo

Yahoo sudah dikenal luas sejak lama dan pernah meraih popularitas pada masanya. Yahoo menduduki peringkat keempat situs yang paling sering dikunjungi sampai tahun 2020 (menurut data di Ahrefs). Rata-rata pengunjung bulannya mencapai angka yang fantastis yaitu 30 juta.

Swisscows

Jika bagi kamu privasi sangatlah penting, kamu bisa mempertimbangkan search engine ini. Ya, mesin pencari ini tidak pernah mengumpulkan, menyimpan, atau melacak data demi menghormati privasi para penggunanya. Swisscows menyebut dirinya sebagai search engine semantik yang family-friendly.

Baca Juga  Anchor Text: Definisi, Cara Membuat, Jenis, dan Tips dalam SEO

Wolfram Alpha

Pertama kali mendengar Wolfram Alpha? Ini adalah mesin pencari pengetahun komputasi yang tidak memberikan daftar dokumen atau halaman web sebagai hasil pencarian. Hasil yang akan diperoleh penggunanya berdasarkan pada fakta serta data tentang pertanyaan mereka.

Search engine ini sudah ada selama kurang lebih 12 tahun sejak peluncuran pertamanya di tahun 2009. Hanya saja, warga Indonesia tidak familiar dengan mesin pencari jenis ini.

StartPage

Jika kamu suka dengan hasil pencarian Google tetapi tidak ingin histori pencarian ku dilacak dan disimpan, StartPage bisa menjadi pilihan tepat. Ya, mesin pencari satu ini menyediakan jawaban dari Google.

Search Encrypt

Search Encrypt adalah mesin pencari pribadi yang menggunakan enkripsi lokal untuk memastikan bahwa pencarian para penggunanya benar-benar pribadi. Ia menggunakan kombinasi dari metode enkripsi termasuk enkripsi Secure Socket Layer (SSL) dan enkripsi AES-256.

Gibiru

Klaim dari Gibiru adalah bahwa hasil pencarian yang ditampilkan bersumber dari algoritma Google yang telah dimodifikasi. Para penggunanya bisa mencari berbagai informasi tanpa harus mengkhawatirkan Google akan melacak aktivitas mereka.

OnceSearch

onesearch
Search Engine – OneSearch

Di Januari 2020, Verizon Media meluncurkan mesin pencari yang berfokus pada privasi yaitu OneSearch. Ia menjanjikan bahwa tidak ada pelacakan cookie dan tidak akan membagikan data pribadi pengguna dengan pihak pengiklan. Tidak hanya itu, histori pencarian pengguna juga tidak akan disimpan oleh mesin pencari ini.

Baidu

Di China, Baidu menjadi mesin pencari yang paling populer. Meski bisa kamu akses dari manapun, tapi Baidu hanya menggunakan bahasa Mandarin. Jadi, pengguna internet yang tidak menguasai bahasa tersebut akan kesulitan dalam menggunakan search engine ini.

CC Search

CC Search adalah singkatan dari Common Creative Search, yaitu mesin pencari yang cocok untuk para pelaku di industri kreatif. Konten yang ada di mesin pencari ini bersifat bebas dan ada banyak jenis copyright.

Looksmart

Menjadi salah satu pelopor mesin pencari dan industri periklanan online, Looksmart bisa menjadi opsi search engine lainnya. Mesin pencari ini juga menawarkan iklan PPC atau pay per click untuk mereka yang ingin menayangkan iklan secara online.

Boardreader

Bagi kalian yang tertarik menemukan forum tentang subjek yang spesifik, coba gunakan Boardreader sebagai mesin pencari. Melalui search engine ini, kamu akan menemukan forum yang kamu inginkan.

Ecosia

Ecosia
Ecosia – Search Engine

Jenis mesin pencari yang ini sangat menarik. Yang membedakan Ecosia dengan mesin pencari lainnya adalah search engine ini menyumbangkan keuntungannya untuk penanaman 1 pohon di area yang membutuhkan.

Ask

Sebelumnya, Ask bernama Ask Jeeves dan Ask.com yang beroperasi sebagai platform tanya jawab. Sebagai pengunjung kamu tidak hanya bisa bertanya, tetapi juga menjawab pertanyaan dari pengunjung lainnya. Namun saat ini Ask berfungsi sebagai search engine biasa yang bisa kamu gunakan untuk mencari video yang bersumber dari YouTube.

Kesimpulan

Itu dia informasi seputar search engine, fungsi, serta macamnya. Jika sebelumnya kamu hanya tahu Google dan beberapa jenis search engine populer saja, kini kamu tahu lebih banyak, bukan?

Semua jenis search engine tersebut bisa kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan pencarian. Bahkan beberapa diantaranya sangat cocok untuk kalian yang sangat mengutamakan privasi namun tetap nyaman dalam berselancar di dunia maya.

Jika butuh hosting atau layanan SEO terbaik untuk website yang hendak kalian buat, jangan ragu untuk menghubungi Exabytes ya. Semoga informasi ini bermanfaat dan sampai jumpa di lain kesempatan.

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments