Hermes Agent: Panduan AI Agent untuk Otomatisasi Tugas

4
Hermest Agent
Hermest Agent

Hermes Agent adalah AI agent open-source yang dirancang untuk membantu menjalankan berbagai tugas secara lebih mandiri, mempertahankan konteks pekerjaan, menggunakan tools, serta menjalankan otomatisasi secara berkelanjutan. Berbeda dari chatbot yang umumnya menunggu pertanyaan baru pada setiap sesi, AI agent ini dapat menyimpan percakapan, memori, dan skill sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan tanpa selalu memulai dari awal.

Bagi Anda yang tertarik menggunakan AI untuk otomatisasi, coding, riset, atau pekerjaan berulang, memahami cara kerja Hermes Agent menjadi langkah penting sebelum melakukan deployment. Selain mengetahui fiturnya, Anda juga perlu mempertimbangkan kebutuhan sistem dan apakah penggunaan VPS diperlukan untuk membuat agent tetap aktif.

Apa Itu Hermes Agent?

Hermes Agent adalah AI agent otonom open-source yang dikembangkan oleh Nous Research. Sistem ini menggunakan Large Language Model  sebagai bagian dari proses penalaran dan dilengkapi berbagai tools, sistem memori, kemampuan membuat skill, serta dukungan untuk menjalankan tugas secara berkelanjutan. Hermes Agent tersedia di bawah lisensi MIT sehingga kode sumbernya dapat digunakan dan dikembangkan sesuai ketentuan lisensi tersebut.

Konsep AI agent ini berbeda dari chatbot AI biasa. Ketika chatbot umumnya berfokus pada memberikan respons terhadap instruksi yang diberikan, Hermes Agent dirancang untuk menjalankan rangkaian pekerjaan dengan memanfaatkan tools yang tersedia, mempertahankan konteks lintas sesi, dan menjalankan tugas yang dijadwalkan.

Hermes Agent juga dapat berinteraksi melalui berbagai platform, termasuk terminal dan sejumlah platform komunikasi. Dengan satu agent yang memiliki memori yang sama, Anda dapat melanjutkan pekerjaan melalui lingkungan yang berbeda tanpa harus selalu memberikan kembali seluruh konteks pekerjaan.

Karakteristik tersebut membuat AI agent ini relevan untuk alur kerja yang membutuhkan kontinuitas. Jika Anda memiliki pekerjaan yang dilakukan berulang kali atau membutuhkan agent tetap tersedia, pembahasan berikutnya tentang cara kerja Hermes Agent akan membantu Anda memahami bagaimana proses tersebut berlangsung.

Bagaimana Cara Kerja Hermes Agent?

Cara kerja Hermes Agent secara sederhana dimulai dari instruksi yang diberikan pengguna, kemudian agent menentukan langkah yang diperlukan menggunakan model AI. Setelah itu, agent dapat menjalankan tools, membaca hasilnya, menyimpan informasi yang relevan ke memori, dan melanjutkan proses sampai tugas yang diberikan selesai.

Instruksi dapat diberikan melalui terminal, platform komunikasi yang terhubung, atau otomatisasi yang sudah dijadwalkan. Hermes Agent kemudian mempertimbangkan konteks yang tersedia, termasuk memori dan tools yang dapat digunakan, sebelum menentukan tindakan berikutnya.

Setelah rencana terbentuk, Hermes Agent dapat menjalankan berbagai tools seperti terminal dan browser. Hasil dari setiap tindakan dapat digunakan kembali dalam proses berikutnya sehingga agent tidak hanya menghasilkan jawaban, tetapi juga dapat melakukan serangkaian tindakan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Proses tersebut kemudian terhubung dengan sistem memori. Hermes Agent dapat menyimpan percakapan, memori, dan skill sehingga informasi yang relevan dapat digunakan kembali pada sesi berikutnya. Dalam situs resmi Hermes Agent, disebutkan bahwa data tersebut tetap tersimpan ketika proses agent dihentikan, meskipun tugas yang membutuhkan agent aktif tidak akan berjalan selama prosesnya berhenti.

Dengan mekanisme tersebut, Hermes Agent dapat digunakan untuk pekerjaan yang terdiri dari beberapa tahap dan berlangsung dalam jangka waktu panjang. Dari sini, Anda dapat melihat bahwa kemampuan agent bukan hanya bergantung pada model AI, tetapi juga pada tools, memory, automation, dan lingkungan tempat agent dijalankan.

Adapun untuk memudahkan Anda membayangkan bagaimana cara kerja Hermes Agent, berikut alur sederhana untuk memahami prosesnya:

Anda memberikan perintah → Hermes Agent memahami tugas → Agent menentukan langkah → Menggunakan tools yang diperlukan → Mengolah informasi → Menyimpan konteks yang relevan → Memberikan hasil.

OpenClaw vs Hermes Agent: Mana yang Lebih Bagus?
OpenClaw vs Hermes Agent: Mana yang Lebih Bagus?

Apa Saja Fitur Hermes Agent?

Ilustrasi Menggunakan Hermes Agent
Ilustrasi Menggunakan Hermes Agent

Hermes Agent menggabungkan sejumlah kemampuan yang mendukung penggunaan AI agent secara berkelanjutan. Berikut ini beberapa fitur yang terdapat pada Hermes Agent:

1. Persistent Memory

Persistent memory memungkinkan Hermes Agent menyimpan percakapan, memori, dan skill sehingga informasi dari sesi sebelumnya tetap dapat digunakan. Dengan kemampuan ini, Anda dapat melanjutkan pekerjaan tanpa harus memberikan kembali seluruh konteks yang sudah pernah diberikan kepada agent.

Fitur ini bermanfaat untuk pekerjaan yang berlangsung dalam beberapa sesi. Misalnya, ketika Anda mengerjakan sebuah proyek selama beberapa hari, Hermes Agent dapat menggunakan informasi yang tersimpan untuk memahami konteks dan melanjutkan pekerjaan pada sesi berikutnya.

2. Multi-Platform Gateway

Hermes Agent dapat dihubungkan dengan berbagai platform komunikasi seperti Telegram, Discord, Slack, WhatsApp, Signal, email, serta command-line interface. Dengan gateway tersebut, Anda dapat berinteraksi dengan agent melalui platform yang sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini membuat penggunaan Hermes Agent lebih fleksibel karena Anda tidak harus selalu membuka terminal untuk memberikan instruksi. Anda dapat menggunakan platform komunikasi yang sudah biasa digunakan selama integrasi tersebut telah dikonfigurasi.

3. Fokus Otomasi dan Penjadwalan

Hermes Agent mendukung penjadwalan menggunakan bahasa alami untuk menjalankan tugas seperti membuat laporan, melakukan backup, atau menyiapkan briefing. Tugas yang telah dijadwalkan dapat berjalan secara otomatis melalui gateway tanpa perlu terus dipantau secara manual.

Fitur ini cocok untuk pekerjaan yang perlu dilakukan secara rutin pada waktu tertentu. Namun, tugas yang membutuhkan agent aktif tidak akan berjalan ketika agent lokal sedang dihentikan.

4. Tasks Multiplied

Hermes Agent mendukung sub-agent terisolasi yang masing-masing memiliki percakapan, terminal, dan Python RPC script sendiri. Dengan pendekatan ini, pekerjaan dapat dibagi menjadi beberapa proses tanpa seluruh konteks harus berada dalam satu percakapan.

Kemampuan tersebut dapat membantu menangani tugas yang memiliki beberapa bagian dan dapat dikerjakan secara terpisah. Namun, semakin banyak proses yang dijalankan secara bersamaan, semakin penting memastikan perangkat atau server memiliki resource yang memadai.

5. Browser dan Web Control

Hermes Agent mendukung web search, browser automation, vision, image generation, text-to-speech, serta kemampuan reasoning dengan beberapa model. Dengan dukungan tersebut, agent dapat melakukan lebih dari sekadar menghasilkan teks berdasarkan prompt.

Fitur browser dan web control dapat digunakan ketika workflow membutuhkan interaksi dengan halaman web atau pengumpulan informasi secara otomatis. Pengguna tetap perlu memberikan konfigurasi dan akses yang sesuai agar tools tersebut dapat digunakan dengan aman.

Setelah memahami fitur-fitur tersebut, Anda juga perlu melihat sisi lain sebelum menggunakan Hermes Agent. Fleksibilitas dan kemampuan otomatisasi yang ditawarkan tentu memiliki konsekuensi berupa kebutuhan pengelolaan sistem dan resource.

6. Isolated Sandboxing

Hermes menyediakan lingkungan eksekusi terisolasi dengan lima pilihan backend, yaitu local, Docker, SSH, Singularity, dan Modal. Situs resminya juga menyebutkan dukungan container hardening dan namespace isolation untuk membantu mengisolasi proses yang dijalankan agent.

Fitur ini menjadi penting ketika Hermes digunakan untuk menjalankan kode atau melakukan eksperimen yang membutuhkan lingkungan eksekusi tertentu. Pengguna dapat memilih backend yang sesuai dengan kebutuhan deployment dan infrastruktur yang tersedia.

Dengan kombinasi fitur tersebut, Hermes Agent dirancang bukan hanya sebagai chatbot, tetapi sebagai AI agent yang dapat mempertahankan konteks, menggunakan kembali skill, menjalankan tugas terjadwal, membagi pekerjaan, berinteraksi dengan web, dan bekerja dalam lingkungan eksekusi yang terisolasi.

Kelebihan dan Kekurangan Hermes Agent

Hermes Agent memiliki sejumlah kemampuan yang membuatnya dapat digunakan untuk workflow AI yang lebih kompleks dan berkelanjutan. Namun, sebelum menggunakannya, Anda juga perlu memahami keterbatasannya agar dapat menyesuaikan penggunaan dengan kebutuhan dan resource yang tersedia.

Aspek Kelebihan Kekurangan
Memory Dapat mempertahankan konteks dan informasi lintas sesi melalui persistent memory. Data dan memory perlu dikelola agar tetap sesuai dengan kebutuhan penggunaan.
Tools Dapat menggunakan berbagai tools untuk membantu menjalankan tugas, seperti terminal dan browser. Semakin banyak tools yang digunakan, semakin banyak konfigurasi dan akses yang perlu diperhatikan.
Otomatisasi Mendukung scheduled automation untuk menjalankan pekerjaan berdasarkan jadwal. Agent dan environment harus tetap aktif agar tugas terjadwal dapat berjalan.
Pengembangan Bersifat open-source dan menggunakan lisensi MIT sehingga memberikan fleksibilitas dalam penggunaan dan pengembangan. Penggunaan secara self-hosted membuat Anda bertanggung jawab terhadap konfigurasi dan pengelolaan environment.
Platform Mendukung interaksi melalui beberapa platform komunikasi yang tersedia. Setiap integrasi dapat membutuhkan konfigurasi dan akses yang berbeda.
Sub-agent Pekerjaan tertentu dapat dibagi menjadi beberapa sub-agent untuk diproses secara paralel. Penggunaan beberapa sub-agent secara bersamaan dapat meningkatkan kebutuhan CPU dan RAM.
Resource Dapat disesuaikan dengan workload yang dijalankan. Kebutuhan CPU, RAM, dan storage dapat meningkat seiring kompleksitas pekerjaan.
Model AI Memberikan fleksibilitas dalam memilih model atau provider yang sesuai dengan konfigurasi yang tersedia. Kemampuan dan hasil agent tetap dipengaruhi oleh model AI yang digunakan.
Deployment Dapat dijalankan pada komputer maupun lingkungan server yang sesuai. Deployment pada server yang aktif terus-menerus membutuhkan pengelolaan resource, keamanan, dan koneksi.
Kemudahan penggunaan Fitur automation dan memory dapat mengurangi pekerjaan manual untuk workflow tertentu. Pengguna baru mungkin membutuhkan waktu untuk memahami instalasi, konfigurasi, dan cara kerja agent.

Dari perbandingan tersebut, Hermes Agent memiliki kemampuan yang cukup luas untuk mendukung workflow AI yang membutuhkan memory, tools, dan otomatisasi. Namun, Anda tetap perlu mempertimbangkan kemampuan teknis dan resource yang tersedia, terutama jika ingin menjalankannya secara self-hosted atau dalam lingkungan yang aktif selama 24 jam.

Karena itu, kebutuhan sistem menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan deployment. Pada bagian berikutnya, Anda dapat melihat resource dan environment apa saja yang perlu disiapkan untuk menjalankan Hermes Agent.

Apa Kebutuhan Sistem untuk Menjalankan Hermes Agent?

Hermes Agent dapat dijalankan pada beberapa lingkungan, termasuk macOS, Linux, dan Windows melalui aplikasi desktop atau environment yang didukung. Situs Hermes Agent juga menyediakan metode instalasi melalui terminal dan aplikasi desktop untuk sistem operasi tertentu.

Jika Anda menggunakan deployment self-hosted, beberapa komponen perlu diperhatikan, mulai dari CPU dan RAM hingga storage serta koneksi jaringan. Kebutuhan aktualnya tidak dapat disamaratakan karena sangat bergantung pada jenis model, tools, jumlah tugas, dan workload yang Anda jalankan.

1. CPU dan RAM

CPU dan RAM digunakan untuk menjalankan Hermes Agent beserta tools dan proses pendukungnya. Semakin banyak pekerjaan yang berjalan secara bersamaan, semakin besar pula resource yang perlu disediakan agar sistem tetap responsif.

Untuk penggunaan sederhana, Anda dapat memulai dari resource yang relatif kecil dan melakukan penyesuaian setelah mengetahui beban aktual. Jika Anda menggunakan banyak sub-agent atau menjalankan beberapa proses secara paralel, kebutuhan CPU dan RAM dapat meningkat.

2. Storage

Storage digunakan untuk menyimpan aplikasi dan data yang berkaitan dengan Hermes Agent, termasuk percakapan, memori, dan skill. Hermes menyimpan data tersebut pada direktori data lokal sehingga penyimpanan perlu diperhatikan ketika agent digunakan dalam jangka panjang.

Anda juga sebaiknya memperhatikan kecepatan storage, terutama jika workflow sering melakukan operasi file atau menjalankan proses yang membutuhkan aktivitas baca-tulis secara intensif. Kapasitas yang cukup membantu mencegah masalah ketika data agent terus bertambah.

3. Sistem Operasi

Hermes Agent dapat digunakan pada macOS dan Linux, sementara Windows juga memiliki dukungan melalui aplikasi desktop serta environment yang disediakan. Proyek juga menyediakan panduan penggunaan pada sistem operasi yang didukung.

Jika Anda ingin melakukan deployment pada server, Linux menjadi pilihan yang umum untuk lingkungan server karena sesuai dengan workflow self-hosted dan berbagai backend eksekusi yang tersedia.

4. Model AI dan Koneksi Internet

Hermes Agent membutuhkan model AI untuk menjalankan proses berpikir dan menyelesaikan tugas. Anda dapat menghubungkan agent dengan provider atau endpoint model yang didukung, termasuk penggunaan model melalui layanan API maupun model lokal yang sesuai dengan konfigurasi.

Koneksi internet juga penting ketika workflow membutuhkan akses ke layanan eksternal, web search, platform komunikasi, atau API. Karena itu, stabilitas jaringan perlu diperhitungkan apabila Anda ingin menjalankan Hermes Agent sebagai agent yang aktif sepanjang waktu.

Setelah mengetahui kebutuhan tersebut, muncul pertanyaan yang cukup penting bagi pengguna yang ingin menjalankan Hermes Agent secara berkelanjutan: apakah komputer pribadi sudah cukup, atau Anda perlu menggunakan VPS?

Apakah Hermes Agent Membutuhkan VPS?

VPS untuk Hermest Agent
VPS untuk Hermest Agent

Hermes Agent tidak harus dijalankan menggunakan VPS. Anda bisa menginstalnya pada komputer pribadi atau server lain yang kompatibel. Namun, jika ingin memanfaatkan Hermes Agent untuk menjalankan otomasi AI secara berkelanjutan, penggunaan VPS dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.

Dengan VPS, Anda tidak perlu bergantung pada komputer pribadi yang harus terus menyala agar agent dapat beroperasi. Anda juga dapat mengelola Hermes Agent dari jarak jauh dan menyiapkan lingkungan server khusus untuk menjalankan workflow, tugas terjadwal, serta berbagai integrasi yang dibutuhkan.

Untuk mempermudah kebutuhan tersebut, Exabytes menyediakan NVMe VPS Hermes, layanan VPS yang ditujukan untuk penggunaan Hermes Agent. Dengan memilih server yang sesuai, Anda dapat menyiapkan lingkungan operasional AI agent secara lebih terstruktur tanpa harus menyediakan komputer khusus di rumah atau kantor.

Sebelum menentukan paket, pertimbangkan kebutuhan RAM, CPU, storage, dan jenis workflow yang akan dijalankan. Pemilihan resource yang sesuai membantu Anda menyiapkan lingkungan Hermes Agent yang lebih optimal seiring bertambahnya kebutuhan otomatisasi.

Cara Beli VPS Hermes Agent di Exabytes

Bagi Anda yang ingin menjalankan Hermes Agent dengan lancar dan tanpa gangguan. Anda dapat menggunakan VPS Hermes Agent dari Exabytes. Berikut ini merupakan tata cara yang bisa kamu ikuti:

  1. Buka halaman Hermes Agent melalui tautan berikut ini: https://www.exabytes.co.id/server/nvme-vps-hermes.
  2. Pada halaman tersebut, Anda dapat memilih paket yang dibutuhkan untuk menunjang seluruh keperluan Anda. Lalu, klik tombol “Beli Sekarang.”
    paket vps hermes
  3. Pada halaman billing Exabytes, Anda dapat memilih siklus penagihan yang tersedia. Tak hanya itu, Anda juga perlu melakukan pemilihan konfigurasi terkait operating system, server dan lainnya. Setelah semua konfigurasi selesai, klik tombol “Lanjutkan.”
  4. Pada halaman “Review & Checkout“, Anda perlu mengisi seluruh informasi yang tertera. Tak hanya itu, Anda juga perlu memilih metode pembayaran untuk menyelesaikan proses transaksi. Jika semua sudah terpenuhi, klik “Place Order.”
  5. Selesaikan pesanan dan Anda akan menerima email konfirmasi terkait pembelian VPS Hermes Agent. Tak hanya itu, anda juga akan mendapat invoicing terkait pembelian produk dari Exabytes.

Kesimpulan

Hermes Agent merupakan AI agent open-source yang dapat membantu mengotomatisasi berbagai pekerjaan melalui persistent memory, scheduled automation, pembuatan skill, integrasi tools, dan kemampuan menjalankan workflow bertahap. Fitur-fitur tersebut membuatnya relevan untuk pengguna yang ingin mengembangkan otomatisasi AI sesuai kebutuhan pribadi maupun bisnis.

Untuk menjalankannya, Anda perlu menyiapkan lingkungan yang kompatibel dengan resource CPU, RAM, storage, sistem operasi, serta koneksi internet yang memadai. Kebutuhan tersebut bergantung pada kompleksitas workflow dan konfigurasi model AI yang digunakan.

Jika ingin menjalankan Hermes Agent tanpa bergantung pada komputer pribadi, VPS dapat menjadi solusi untuk menyediakan lingkungan server yang dapat diakses secara remote. Anda dapat mempertimbangkan NVMe VPS Hermes dari Exabytes sebagai pilihan infrastruktur untuk memulai penggunaan Hermes Agent dengan lebih praktis.

Dengan memilih paket VPS yang sesuai, Anda dapat menyiapkan lingkungan untuk menjalankan otomatisasi AI dan menyesuaikan resource berdasarkan kebutuhan. Kunjungi halaman NVMe VPS Hermes Exabytes untuk mempelajari pilihan layanan dan menemukan konfigurasi yang sesuai dengan rencana penggunaan Anda.

 

FAQ

Hermes Agent adalah AI agent open-source yang dikembangkan oleh Nous Research untuk membantu menjalankan berbagai tugas secara lebih mandiri. Hermes Agent menggunakan LLM untuk reasoning dan dilengkapi fitur seperti persistent memory, tools, automated skill creation, penjadwalan tugas, sub-agent, serta browser dan web control.

Hermes Agent merupakan proyek open-source yang tersedia di bawah lisensi MIT. Artinya, kode sumbernya dapat digunakan dan dikembangkan sesuai ketentuan lisensi tersebut, tetapi biaya infrastruktur seperti VPS, penggunaan model melalui API, atau resource lainnya tetap dapat muncul tergantung konfigurasi yang digunakan.

Hermes Agent dikembangkan oleh Nous Research, organisasi yang mengembangkan berbagai proyek terkait AI open-source. Hermes Agent dirancang sebagai AI agent yang dapat menggunakan tools, mempertahankan konteks melalui memory, dan menjalankan workflow secara berkelanjutan.

Hermes Agent adalah AI agent otonom open-source, bukan sekadar chatbot. Sistem ini menggunakan LLM sebagai bagian dari proses reasoning dan dapat menjalankan tools, mempertahankan memory, membuat skill, serta melakukan tugas yang terdiri dari beberapa tahapan.

Hermes Agent berfungsi untuk membantu mengotomatisasi berbagai pekerjaan menggunakan AI, seperti coding, riset, pemrosesan informasi, penggunaan tools, dan tugas berulang yang dapat dijadwalkan. Agent juga dapat mempertahankan konteks pekerjaan melalui persistent memory sehingga workflow dapat dilanjutkan tanpa selalu memulai dari awal.