Pernah dengar istilah slow DNS, tapi masih bingung apa sebenarnya fungsinya? Meski sekilas terdengar negatif karena ada kata “slow”-nya, teknologi ini justru punya manfaat tersendiri bagi pengguna internet.
Di balik namanya yang terkesan lambat, slow DNS kerap dimanfaatkan untuk kebutuhan khusus, mulai dari mengakses internet yang lebih stabil, menghemat bandwidth, hingga menjadi alternatif untuk menghindari pembatasan akses atau blokir situs tertentu.
Bagi sebagian pengguna, slow DNS bisa menjadi solusi praktis saat koneksi utama terasa lambat atau akses ke situs tertentu dibatasi.
Maka dari itu, memahami cara kerja dan kegunaannya bisa sangat membantu, terutama di era digital yang menuntut koneksi cepat dan tanpa hambatan.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tentang apa itu slow DNS, bagaimana cara kerjanya, manfaat yang bisa Anda dapatkan, hingga cara mendapatkannya dan menggunakannya secara aman. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Daftar Isi
Apa Itu Slow DNS?
Slow DNS adalah metode koneksi internet yang memanfaatkan DNS (Domain Name System) sebagai jalur tunneling untuk mengakses internet, khususnya saat jaringan sedang dibatasi atau diblokir.
Meskipun namanya mengandung kata “slow”, bukan berarti koneksi yang dihasilkan benar-benar lambat. Istilah ini lebih merujuk pada metode tunneling yang menggunakan port DNS, yang memang bukan jalur utama atau prioritas dalam koneksi internet biasa.
DNS sendiri berfungsi sebagai “buku telepon” internet yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP. Nah, slow DNS memanfaatkan celah dari layanan DNS ini untuk membuat koneksi alternatif ke internet melalui server tertentu.
Biasanya, metode ini digunakan oleh pengguna di wilayah dengan pembatasan jaringan, atau mereka yang mencari koneksi alternatif saat jaringan utama lambat atau diblokir.
Slow DNS bukanlah layanan resmi dari provider, melainkan trik teknis yang memanfaatkan DNS server pihak ketiga dan akun SSH atau VPN.
Cara Kerja Tunnel Slow DNS
Untuk memahami cara kerja slow DNS tunnel, kita perlu melihat bagaimana sistem DNS dan tunneling bekerja:
1. Permintaan DNS sebagai Jalan Masuk
Ketika kamu mengetik sebuah nama situs di browser, sistem akan mengirimkan permintaan ke DNS server untuk mencari tahu alamat IP situs tersebut.
Dalam metode slow DNS, permintaan DNS ini dimodifikasi agar bisa mengandung data tertentu, biasanya berupa permintaan koneksi ke server tertentu.
2. Tunneling Melalui Port DNS (Port 53)
Biasanya, internet bekerja lewat berbagai port seperti 80 untuk HTTP dan 443 untuk HTTPS. Namun pada jaringan yang dibatas, port-port ini bisa diblokir.
Slow DNS menggunakan port 53 (port DNS) yang biasanya tetap terbuka karena dianggap penting oleh sistem jaringan. Di sinilah celah itu dimanfaatkan.
3. Server Perantara
Permintaan tersebut diarahkan ke server DNS khusus (biasanya dimiliki oleh layanan SSH/VPN tertentu) yang bisa membaca data dalam permintaan DNS tersebut, lalu menyambungkannya ke server internet tujuan.
4. Koneksi Balik
Setelah permintaan diterima, server tersebut mengembalikan data ke perangkat pengguna melalui jalur DNS tadi, menciptakan semacam “tunnel” atau terowongan untuk data.
Perlu diingat, karena metode ini tidak dirancang untuk transfer data berat, kecepatannya seringkali tidak sebaik koneksi normal.
Namun untuk aktivitas ringan seperti browsing, chatting, atau membuka media sosial ringan, metode ini masih sangat berguna.
Manfaat Tunnel DNS
Meskipun bukan koneksi tercepat, slow DNS punya beberapa manfaat menarik, terutama dalam kondisi tertentu:
1. Mengakses Internet di Jaringan Terbatas
Banyak sekolah, kantor, atau bahkan wilayah tertentu yang membatasi akses ke situs atau layanan tertentu. Dengan slow DNS, pengguna tetap bisa “menyelinap” keluar dari batasan tersebut.
2. Membuka Situs yang Diblokir
Situs yang diblokir oleh pemerintah atau ISP bisa diakses kembali melalui jalur DNS tunneling. Ini menjadi solusi populer di kalangan pengguna internet yang ingin mengakses konten bebas.
3. Koneksi Gratis (dalam beberapa kasus)
Beberapa pengguna memanfaatkan metode ini untuk mendapatkan koneksi internet gratis, dengan memanfaatkan DNS server yang tidak dikenakan kuota oleh provider.
4. Privasi Tambahan
Meskipun buka metode terenkripsi penuh seperti VPN, slow DNS tetap menawarkan sedikit privasi karena trafik data kamu tidak langsung terlihat oleh ISP.
5. Backup Koneksi saat Darurat
Saat jaringan utama bermasalah, slow DNS bisa menjadi alternatif untuk tetap terhubung meskipun dengan kecepatan terbatas.
Bagaimana Cara Mendapatkan Slow DNS?
Sebelum dapat mendapatkan layanan slow DNS, Anda perlu membuat akun terlebih dahulu. Tenang saja, prosesnya gratis dan cukup sederhana, tidak membutuhkan waktu lama.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka browser di perangkat Anda, lalu kunjungi situs berikut: http://greenssh.com/ssh-slowdns.
- Setelah halaman terbuka, pilih regional/server yang ingin Anda gunakan dengan mengklik tombol “Select Server”.
- Klik tombol “Create” untuk memulai proses pembuatan akun.
- Isi username dan password sesuai keinginan Anda. Pastikan mudah diingat namun tetap aman.
- Jangan lupa centang kotak “Saya bukan robot” untuk menyelesaikan proses verifikasi captcha.
- Jika semua data sudah sesuai, klik “Create Now”.
Sebagai contoh, berikut tampilan akun yang telah berhasil dibuat:
- Username: pecintakucing
- Password: kucinglvr
Setelah akun selesai dibuat, Anda akan mendapatkan detail login akun SSH over DNS. Simpan informasi ini dengan baik karena akan digunakan untuk mengakses layanan slow DNS.
Cara Menggunakan Akun Slow DNS
Setelah memiliki akun, kini saatnya untuk menggunakannya agar dapat terhubung ke jaringan melalui Slow DNS.
Anda memerlukan aplikasi tambahan bernama HTTP Custom, yang tersedia secara gratis di Google Play Store.
Berikut langkah-langkah penggunaannya:
- Unduh dan install aplikasi HTTP Custom melalui Google Play Store.
- Setelah terpasang, buka aplikasi tersebut.
- Ketuk ikon pengaturan (⚙️) di pojok kanan atas, kemudian pilih opsi “SlowDNS”.
- Masukkan informasi yang diperlukan:
- Public Key: tersedia di halaman pembuatan akun.
Name Server / Hostname: sesuai dengan server pilihan Anda, misalnya Uk01-dns.greenssh.xyz. - DNS: isi dengan 1.1.1.1 (atau alternatif seperti 8.8.8.8 jika diperlukan).
- Public Key: tersedia di halaman pembuatan akun.
- Pada kolom ip:port@user:pass, masukkan kombinasi informasi akun Anda.
Gunakan format seperti berikut:
hostname:port@username:password
Contoh penggunaan:
Uk01-dns.greenssh.xyz:22@greenssh-jogjaistimewa:jogjayk - Jika semua data telah dimasukkan dengan benar, tekan tombol “Connect”.
Apabila berhasil, status koneksi akan berubah menjadi Connected, menandakan bahwa perangkat Anda telah terhubung menggunakan Slow DNS.
Penutup
Slow DNS mungkin terdengar seperti metode yang lambat, tapi pada kenyataannya, ini adalah solusi cerdas bagi banyak orang yang ingin tetap terhubung dalam kondisi terbatas.
Dengan memahami cara kerjanya, manfaat, serta langkah-langkah penggunaannya, Anda bisa menjadikannya sebagai opsi tambahan dalam toolkit koneksi internetmu.
Bukan hanya soal koneksi gratis atau menghindari blokir, slow DNS mengajarkan kita bagaimana teknologi bisa digunakan secara kreatif untuk mengatasi batasan, namun dengan catatan, gunakan dengan tanggung jawab dan etika.
Slow DNS memang bisa menjadi alternatif saat koneksi terbatas, tapi jika kamu mengelola website sendiri, penting untuk memastikan server-mu justru punya akses tercepat dan paling andal.
Di Exabytes, kami menyediakan layanan hosting terbaik dengan infrastruktur cepat, uptime tinggi, dan dukungan teknis 24/7, memastikan websitemu bisa diakses tanpa perlu “trik” tambahan dari sisi pengguna.
Coba layanan hosting Exabytes sekarang dan rasakan performa yang stabil dari sisi server.














