Samba Server: Pengertian, Fungsi, & Cara Install di Ubuntu

10

Siapa diantara Anda penggemar Samba? Pada artikel ini kita tidak akan membicarakan tentang Samba yang jadi tren fashion, melainkan Samba Server, salah satu software paling fundamental di dunia jaringan dan infrastruktur.

Artikel ini akan menjadi panduan yang akan mengupas tuntas apa itu Samba Server, bagaimana cara kerjanya, fungsinya yang vital, hingga langkah praktis instalasinya di Ubuntu. Mari kita mulai!

Apa Itu Samba Server?

Secara sederhana, Samba Server adalah implementasi software gratis dan open source dari protokol SMB (Server Message Block), atau yang kini lebih dikenal sebagai CIFS (Common Internet File System).

SMB merupakan protokol jaringan yang dikembangkan oleh Microsoft untuk memungkinkan berbagai perangkat dalam suatu jaringan mengakses file, printer, dan sumber daya lain yang ada pada server, terutama di lingkungan Windows.

Di sinilah Samba berperan sebagai jembatan. Samba Server memungkinkan sistem operasi berbasis Linux atau Unix untuk memahami dan berkomunikasi menggunakan protokol SMB/CIFS ini.

Cara Kerja Samba Server?

pengertian DNS server

Secara umum, Samba bekerja melalui dua komponen utama yang berjalan sebagai daemon (layanan latar belakang) di sistem operasi host Linux/Unix:

1. smbd (Samba Daemon)

smbd adalah daemon utama yang bertugas menyediakan layanan file sharing dan print sharing.

Ketika klien Windows (atau klien lain yang mendukung SMB) ingin mengakses shared folder di server Linux, koneksi tersebut akan ditangani oleh smbd.

Daemon ini menerima permintaan koneksi pada port standar SMB (biasanya TCP 445 dan/atau 139), mengelola autentikasi pengguna, serta memastikan keamanan dan kelancaran transfer data.

2. nmbd (NetBIOS Name Server Daemon)

nmbd bertugas menangani layanan penamaan dan penjelajahan jaringan (network browsing).

Protokol NetBIOS (Network Basic Input/Output System) adalah sistem penamaan lama yang masih digunakan di jaringan Windows untuk mengidentifikasi komputer.

Fungsi Samba Server

Berikut beberapa fungsi utama Samba Server yang membuatnya populer, jauh melampaui sekadar alat berbagi folder sederhana:

Cross-platform Interoperability

Samba memungkinkan perangkat Linux, Windows, dan macOS untuk:

  • Mengakses Shared Folder: Server Linux dapat membagikan folder-nya agar bisa diakses, dibaca, dan ditulis oleh klien lain tanpa masalah kompatibilitas protokol.
  • Mengamankan Akses: Setiap share dapat dikonfigurasi dengan izin akses (permission) yang ketat. Anda bisa menentukan siapa yang hanya boleh membaca (read-only) dan siapa yang boleh menulis (read/write).

Print Sharing

Selain file, Samba juga dapat berfungsi sebagai print server yang diakses oleh klien Windows. Server Linux bisa mengelola print queue dan melayani permintaan pencetakan dari seluruh jaringan, sangat efisien untuk menghemat sumber daya.

Primary Domain Controller (PDC)

Dalam konfigurasi yang lebih kompleks, Samba dapat bertindak sebagai PDC (Primary Domain Controller) atau BDC (Backup Domain Controller), bahkan meniru fungsi Active Directory (AD).

Artinya, Samba bisa mengelola autentikasi terpusat untuk pengguna dan komputer di jaringan. Pengguna cukup login sekali ke domain Samba dan langsung bisa mengakses berbagai sumber daya jaringan.

Backup Support

Karena integrasinya yang mulus dengan sistem operasi klien, Samba sering digunakan sebagai target backup terpusat. Perangkat lunak backup di Windows bisa langsung mengirim data ke folder bersama di server Linux, memanfaatkan kestabilan dan keamanan Linux untuk menyimpan data penting.

Cara Install Samba Server di Ubuntu

Sebelum instalasi, pastikan dua hal ini sudah siap:

Prasyarat Awal

Sistem Operasi Linux (Ubuntu Server):

 Instal Ubuntu Server (misalnya versi 22.04 LTS) di mesin fisik, Virtual Machine seperti VirtualBox/VMware, atau di layanan Cloud (AWS, Azure, DigitalOcean). 

Tips: Gunakan Virtual Machine kalau kamu masih belajar — lebih aman dan nggak mengganggu sistem utama.

Akses Terminal dan Hak Administrator (sudo):

Pastikan kamu bisa mengakses command line interface (CLI) dengan hak sudo. Seluruh langkah di bawah ini membutuhkan akses tersebut.

Jika kedua prasyarat di atas sudah terpenuhi, kita bisa mulai instalasi!

1. Install Paket Samba

Langkah pertama adalah menginstal paket Samba dari repositori resmi Ubuntu.

# Untuk perbarui paket Anda
sudo apt update

# Untuk install paket Samba dan samba-common 
sudo apt install samba samba-common

Setelah instalasi, layanan smbd dan nmbd akan berjalan otomatis.

2. Backup File Konfigurasi Asli

Setiap server Samba memiliki satu file konfigurasi utama yang disebut smb.conf . File ini penting untuk membuat salinan cadangan (backup) sebelum Anda melakukan modifikasi.

# Membuat salinan backup
sudo cp /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.bak

File ini berada di /etc/samba/smb.conf . Di sinilah semua aturan berbagi file, otentikasi, dan pengaturan domain ditentukan.

3. Buat Shared Folder

Selanjutnya, kita akan membuat folder yang akan kita bagikan ke jaringan. Mari kita beri nama data_bersama untuk folder tersebut.

# Membuat folder
sudo mkdir -p /srv/samba/data_bersama

# Menyesuaikan izin kepemilikan
# Kita beri izin kepada user 'nobody' dan group 'nogroup' untuk akses luas, 
# kemudian kita atur izin akses melalui konfigurasi Samba.
sudo chown -R nobody:nogroup /srv/samba/data_bersama
sudo chmod -R 0775 /srv/samba/data_bersama

4. Edit Konfigurasi Samba

Sekarang, kita akan mengedit file konfigurasi utama (smb.conf) untuk mendefinisikan share baru kita. Buka file dengan editor teks favorit Anda, misalnya contoh di bawah ini menggunakan nano:

sudo nano /etc/samba/smb.conf

Gulir ke bagian paling bawah file dan tambahkan definisi share baru Anda. Ini disebut sebagai Share Definition atau section yang diawali dengan tanda kurung siku [ ].

[DataBersamaKu]
comment = Folder Berbagi Utama Kantor
path = /srv/samba/data_bersama
browseable = yes
writeable = yes
guest ok = no
valid users = @smbgroup
force user = smbuser

Penjelasan singkat parameter di atas:

  • [DataBersamaKu]: Nama share yang akan muncul di jaringan klien.
  • comment: Deskripsi singkat.
  • path: Lokasi fisik folder di server Linux.
  • browseable = yes: Memungkinkan klien melihat share ini saat menjelajahi jaringan.
  • writeable = yes: Memungkinkan klien menulis atau mengubah berkas di folder ini.
  • guest ok = no: Menonaktifkan akses tamu (membutuhkan username dan password).
  • valid users: Menentukan pengguna atau grup mana yang diizinkan mengakses. Di sini, kita menggunakan grup smbgroup (akan kita buat).
  • force user: Memastikan setiap berkas yang dibuat akan dimiliki oleh user smbuser di sistem Linux, terlepas dari user klien yang login (ini penting untuk konsistensi izin).

5. Buat Grup dan Pengguna Samba

Kita perlu membuat user sistem Linux (jika belum ada) dan mendaftarkannya ke basis data pengguna Samba. Ingat, user Samba adalah user Linux yang diberi password Samba terpisah.

# Membuat grup Samba (sesuai yang kita definisikan di smb.conf)
sudo addgroup smbgroup

# Membuat user baru di Linux (jika belum ada)
# Dalam kasus ini, kita buat user khusus untuk Samba
sudo useradd -M -s /sbin/nologin smbuser
sudo usermod -aG smbgroup smbuser

# Tambahkan user 'smbuser' ke database password Samba
sudo smbpasswd -a smbuser 
# Anda akan diminta memasukkan password Samba

6. Restart Layanan Samba

Agar konfigurasi baru dapat dimuat dan diterapkan, kita perlu melakukan restart layanan Samba.

sudo systemctl restart smbd nmbd
  1. Uji Akses

Sekarang, dari komputer Windows atau macOS di jaringan yang sama, Anda bisa mencoba mengakses share tersebut melalui file explorer dengan mengetikkan:

\\IP_Server_Ubuntu\DataBersamaku

Anda akan diminta memasukkan username dan password Samba (smbuser dan password yang Anda set di langkah 5). Jika berhasil, Anda telah sukses menginstal dan mengkonfigurasi Samba Server!

Penutup

Melalui panduan ini, kita tahu bahwa Samba Server bukan sekadar alat berbagi file biasa, tapi juga solusi fleksibel untuk integrasi lintas sistem, manajemen domain, hingga backup data yang aman.

Jika Anda ingin mengeksplorasi lebih jauh dan butuh lingkungan server yang powerful, stabil, dan bisa dikustomisasi penuh, Anda bisa coba VPS Exabytes Indonesia.

Dengan performa tinggi dan dukungan penuh untuk Linux maupun Windows, Anda bisa bebas bereksperimen dengan Samba, membangun server file pribadi, atau bahkan mengembangkan infrastruktur jaringan profesional.