Setiap website memiliki nilai lebih dari sekadar tampilan halaman. Di dalamnya ada data, konten, hingga reputasi yang sudah dibangun dengan waktu dan biaya.
Namun, risio kehilangan data bisa datang kapan saja, mulai dari serangan hacker, kesalahan teknis, hingga human error sederhana.
Saat hal itu terjadi, solusi tercepat untuk memulihkan website adalah memiliki backup. Sayangnya, banyak pemilik website baru menyadari pentingnya backup setelah menghadapi masalah.
Artikel ini akan membantu Anda memahami apa itu backup website, manfaatnya, hingga cara melakukan backup WordPress dengan berbagai metode.
Daftar Isi
Apa Itu Backup Website?
Seperti halnya backup di aplikasi smartphone, backup website juga memiliki tujuan yang sama: membuat salinan lengkap dari semua data yang ada pada website.
Data apa saja yang termasuk dalam proses backup?
- File website: tema, pkugin, gambar, dan konfigurasi.
- Database: artikel, komentar, akun penggun, hingga pengaturan sistem.
Salinan ini berfungsi sebagai cadangan yang bisa dipulihkan ketika website mengalami kerusakan atau kehilangan data.
Backup dapat disimpan di server hosting, komputer lokal, atau layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive dan Dropbox.
Penting untuk diingat, backup harus dilakukan secara berkala, supaya data yang tersimpan selalu sesuai dengan konsisi terbaru website.
Manfaat Melakukan Backup Website
Backup bukan hanya langkah teknis, tetapi juga strategi untuk menjaga keberlangsungan bisnis digital. Berikut manfaat utamanya:
Perlindungan dari Serangan Cyber
Apa pun ukuran website Anda, baik kecil maupun besar, tetap berisiko diserang. Dengan rutin melakukan backup, website bisa cepat dipulihkan ke kondisi semula.
Mengantisipasi Human Error
Kesalahan konfigurasi, penghapusan file penting, atau update yang gagal bisa mengganggu website. Dengan backup, pemulihan dapat dilakukan tanpa perlu membangun ulang dari awal.
Efisiensi Waktu dan Biaya
Proses membangun website membutuhkan waktu yang panjang, dan biaya yang tidak sedikit. Bayangkan jika semua data hilang, tentu akan lebih banyak sumber daya yang harus dikeluarkan lagi. Backup membantu menghindari atau setidaknya memangkas risiko kerugian tersebut.
Menjaga Kepercayaan Pengguna
Downtime yang lama bisa menurunkan reputasi website di mata pengunjung. Backup memastikan website cepat kembali online saat terjadi gangguan.
Cara Backup Website WordPress
WordPress merupakan CMS yang paling banyak digunakan, dan menawarkan banyak opsi backup.
Berikut tiga metode utama yang bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda.
1. Backup Manual
Metode ini memberikan kontrol penuh terhadap file dan database. Di bawah ini langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk melakukan backup website manual:
- Backup file website
- Akses File Manager melalui cPanel atau gunakan FTP.
- Unduh seluruh file di folder public_html atau direktori root WordPress.
- Backup database
- Masuk ke phpMyAdmin melalui cPanel.
- Pilih database WordPress.
- Klik Export, pilih format SQL, lalu unduh file.
Kelebihan: kontrol penuh dan tidak bergantung pada pihak ketiga.
Kekurangan: lebih teknis dan memakan waktu, terutama jika konten sering diperbarui.
2. Backup Menggunakan cPanel
Bagi Anda yang menghosting website di cPanel, opsi ini cukup praktis dilakukan. Berikut langkah-langkahnya:
- Login ke akun cPanel.
- Temukan menu Backup atau Backup Wizard.
- Pilih Full Backup (seluruh akun hosting) atau Partial Backup (file atau database tertentu).
- Simpan hasil backup ke komputer atau layanan cloud.
Kelebihan: lebih sederhana tanpa perlu instalasi tambahan.
Kekurangan: tidak semua provider hosting mengaktifkan fitur ini secara default.
3. Backup Menggunakan Plugin
Untuk Anda yang mencari cara mudah sekaligus fleksibel, Anda dapat mencoba beberapa plugin backup populer di bawah ini:
- UpdraftPlus
- Duplicator
- All-in-One WP Migration
- BackupBuddy
Jika Anda menggunakan plugin UpdraftPlus, berikut langkah-langkah praktis yang bisa Anda ikuti:
- Install dan aktifkan plugin dari dashboard WordPress.
- Masuk ke Settings → UpdraftPlus Backups.
- Klik Backup Now.
- Pilih media penyimpanan (lokal server atau cloud seperti Google Drive/Dropbox).
- Atur jadwal backup otomatis (harian, mingguan, atau sesuai kebutuhan).
Kelebihan: praktis, mendukung otomatisasi, dan integrasi cloud.
Kekurangan: beberapa fitur lanjutan tersedia hanya di versi berbayar.
Penutup
Backup website bukan sekadar tindakan teknis tambahan, tetapi fondasi penting dalam menjaga keamanan dan kelangsungan website. Kehilangan data sekali saja bisa berdampak besar pada bisnis maupun reputasi Anda.
Mulailah dengan memilih metode yang paling sesuai: manual untuk kendali penuh, cPanel untuk cara yang cepat, atau plugin jika ingin proses otomatis. Yang terpenting adalah lakukan backup secara rutin.
Kapan terakhir kali Anda melakukan backup? Yuk, coba lakukan hati ini, dan jadikan backup sebagai bagian dari strategi pengelolaan website yang berkelanjutan.















