Mengenal Usability Testing:  Arti, Metode, dan Manfaatnya

1634

Saat ini, hampir semua orang berinteraksi dengan produk digital, baik itu aplikasi, website, atau software. Namun, pernahkah kamu merasa frustasi karena fitur yang sulit diakses atau tombol yang tidak jelas fungsionalitasnya? Di sinilah usability testing mengambil perang penting. Usability testing memastikan bahwa produk digital mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Di artikel ini, kita akan membahas apa itu usability testing, metode apa saja yang bisa digunakan, manfaatnya, serta langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menjalankannya. Mari kita mulai pembahasannya!

Apa Itu Usability Testing 

Usability testing

Usability testing adalah proses yang dirancang untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan sebuah produk oleh penggunanya. Dalam usability testing, pengguna akan diminta melakukan tugas-tugas tertentu dengan produk yang diuji, sementara tim penguji mengamati bagaimana cara mereka menyelesaikan tugas tersebut.

Misalnya, tim penguji bisa melihat apakah pengguna menemukan kesulitan saat mencari tombol login atau apakah ada navigasi produk yang membingungkan.

Tujuan utama dari usability testing adalah untuk mendapatkan feedback yang nyata dari pengguna. Feedback ini nantinya akan digunakan untuk memperbaiki produk dan memastikan produk tersebut benar-benar nyaman untuk digunakan oleh target pengguna. 

Bayangkan kamu membuat sebuah aplikasi yang keren, tapi ternyata sulit dipahami oleh pengguna. Dengan usability testing, masalah-masalah seperti ini bisa ditemukan sejak awal sebelum produk diluncurkan. Pada akhirnya yang membuat pelanggan setia menjadi pengguna sebuah produk adalah pengalaman positif yang mereka dapatkan saat menggunakan produk tersebut. 

Manfaat Usability Testing 

Usability testing punya banyak manfaat, dan sebagian besar manfaat ini bisa langsung dirasakan baik oleh tim pengembang maupun pengguna produk. Berikut ini adalah beberapa manfaat utama dari usability testing:

1. Meningkatkan Pengalaman Pengguna (User Experience)

Usability testing membantu mengidentifikasi dan memperbaiki masalah dalam aplikasi, sehingga meningkatkan pengalaman pengguna dan membuat mereka lebih puas dan meningkatkan loyalitas. 

2. Meminimalkan Biaya dan Waktu Pengembangan

Dengan mealkukan usability testing sejak awal oengembangan, kamu bisa menemukan dan mengatasi masalah-masalah kecil sebelum mereka jadi lebih besar. Hal ini akan membantu menghemat biaya dan menghindari perbaikan besar yang bisa mengganggu waktu peluncuran produk. 

3. Meningkatkan Kepuasan Pengguna

Dengan melakukan pengujian, kita bisa mendapatkan feedback yang jauh lebih jelas dan konkret daripada hanya mengandalkan asumsi atau teori semata. 

4. Memastikan Aksesibilitas

Dengan usability testing, kamu memastikan bahwa produk mu benar-benar dapat diakses oleh semua kalangan, misalnya, pengguna dengan gangguan penglihatan atau disabilitas motorik. Ini bukan hanya soal inklusivitas, usability testing memastikan produk mu dapat digunakan oleh sebanyak mungkin orang.

Metode Usability Testing 

Ada beberapa metode dalam usability testing yang dapat disesuaikan dengan tujuan, anggaran, dan kebutuhan proyek kamu. Berikut adalah metode-metode usability testing yang umum digunakan:

Moderated atau Unmoderated Testing

Pada metode ini, seorang moderator atau penguji akan memandu peserta untuk melakukan serangkaian tugas yang telah ditentukan. Moderator juga akan mengajukan pertanyaan dan mengamati bagaimana peserta berinteraksi dengan produk. 

Keuntungan dari metode ini adalah jika peserta kebingungan atau menemui masalah, moderator bisa segera memberikan penjelasan atau arahan, jadi tes tetap bisa berjalan lancar. Namun, metode ini memerlukan lebih banyak waktu dan tenaga, karena kamu harus mengkoordinasikan jadwal dan interaksi langsung dengan peserta. 

Lalu bagaimana dengan unmoderated testing? Sebaliknya, metode ini lebih santai dan mandiri. Peserta diberi instruksi tentang tugas yang harus dilakukan, tapi mereka melakukannya tanpa bantuan dari moderator. Mereka bisa melakukan tes ini kapan saja dan di mana saja.

Setelah selesai, hasil pengujian akan dianalisis tanpa ada interaksi langsung antara moderator dan peserta. Metode ini lebih efisien dalam hal waktu dan biaya karena tidak memerlukan banyak koordinasi, namun kelemahannya, kamu mungkin tidak bisa menangkap masalah-masalah yang lebih mendalam atau emosional yang bisa saja muncul selama tes. 

Remote atau In-Person Testing

Remote testing memungkinkan peserta untuk menguji produk dari jarak jauh, menggunakan perangkat mereka sendiri di mana saja, jadi tidak perlu lagi bertatap muka langsung untuk melakukan tes. Keuntungannya, tentu saja, fleksibilitas.

Dengan metode ini kamu bisa menguji produk di berbagai perangkat dan kondisi jaringan yang mungkin digunakan oleh orang-orang di dunia nyata. Namun, metode ini memiliki keterbatasan, yaitu sulit menangkap live reaction dari peserta atau menangani kendala teknis yang muncul selama tes. 

Di sisi lain, in-person testing adalah metode yang lebih “terkoneksi langsung”. Dalam pengujian ini, moderator dan peserta bertemu di lokasi yang sama, dan pengujian dilakukan secara tatap muka. 

Keuntungan dari menggunakan metode ini adalah kamu bisa melihat reaksi langsung peserta, ekspresi wajah mereka, bahasa tubuh, bahkan kata-kata yang mungkin terucap. Mengapa hal tersebut penting? Informasi tersebut dapat memberikan kamu wawasan lebih dalam tentang perasaan mereka terhadap produk. Namun, tentu saja, metode ini membutuhkan perencanaan yang lebih matang, seperti pengaturan waktu, tempat, biaya perjalanan, dan lebih banyak tenaga. 

Kualitatif atau Kuantitatif Testing

Jenis pengujian ini memiliki fokus utama yaitu pada cerita dan perasaan peserta saat menggunakan produk. Kamu akan mendalami pengalaman peserta saat menggunakan aplikasi atau website mu, seperti apa yang mereka sukai, dan bagian yang membuat mereka bingung terkait aplikasi mu. 

Data yang dikumpulkan biasanya berupa wawancara, catatan, atau bahkan tanggapan spontan yang memberikan gambaran lebih mendalam tentang pengalaman mereka. Ini sangat berguna ketika kamu ingin mengetahui lebih dalam alasan di balik masalah atau kesulitan yang dialami pengguna.

Seperti yang kita tahu, kuantitatif adalah perhitungan yang berhubungan dengan angka dan statistik. Pada pengujian kuantitatif testing, kamu akan mengumpulkan daya yang lebih terukur, seperti berapa kali mereka membuat kesalahan saat menggunakan produk. Hasilnya memberikan gambaran objektif dan jelas tentang kinerja produk, dan bisa digunakan untuk menganalisis pola atau tren tertentu.

Misalnya, kamu bisa melihat apakah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas semakin lama atau semakin cepat seiring berjalannya waktu, atau apakah  kesalahan yang terjadi cenderung berhubungan dengan fitur tertentu. Ini memberikanmu data yang lebih konkret dan bisa dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan yang lebih terukur. 

Langkah-Langkah Usability Testing 

Melakukan usability testing bukan hanya tentang mengamati pengguna yang berinteraksi dengan produk, tapi di balik itu melibatkan serangkaian langkah terstruktur yang perlu kamu ikuti. Proses ini tidak hanya menguntungkan bagi pengembang,tapi juga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana produk bisa lebih baik. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan. 

1. Menentukan Tujuan Pengujian

Sebelum memulai pengujian, kamu harus tahu dengan jelas tujuan yang ingin kamu capai. Apakah kamu ingin mengetahui apakah pengguna kesulitan menemukan fitur tertentu? Atau mungkin kamu ingin menguji respon pengguna terhadap desain antarmuka yang baru? Menentukan tujuan tes yang jelas akan membimbing seluruh proses dan memastikan bahwa kamu mendapatkan data yang berguna. 

2. Memilih Peserta yang Tepat

Peserta tes harus mewakili pengguna sebenarnya, atau target audience dari produk mu. Jika produk mu adalah aplikasi dengan target pelajar, maka pastikan peserta berasal dari kalangan pelajar atau mereka yang sering menggunakan aplikasi serupa. Dengan memiliki peserta yang sesuai, hasil tes akan lebih valid dan relevan. 

3. Mempersiapkan Script Test

Script test adalah panduan yang akan diikuti oleh peserta selama pengujian. Script ini mencakup tugas-tugas yang akan mereka kerjakan dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.

Script harus jelas dan terstruktur, namun tetap fleksibel agar peserta bisa berinteraksi dengan produk secara alami. Kamu juga perlu menyiapkan pertanyaan yang akan memberi wawasan lebih tentang pengalaman mereka, seperti, “Seberapa mudah kamu menemukan fitur yang kamu cari”.

4. Melakukan Pengujian

Setelah semua siap, saatnya melakukan pengujian. Pada tahap ini, kamu akan melihat secara langsung bagaimana peserta berinteraksi dengan produk.

Amati dengan seksama, apakah mereka kesulitan dalam menyelesaikan tugas tertentu? Apakah mereka merasa bingung atau frustasi? Cobalah untuk menjaga suasana tetap nyaman dan santai agar peserta merasa bebas berinteraksi dengan produk tanpa rasa canggung. Pengujian yang dilakukan dengan cara yang alami akan memberi hasil yang lebih realistis. 

5. Menganalisis Hasil Tes

Setelah pengujian selesai, tahap berikutnya adalah menganalisis hasilnya. Kamu perlu mencari pola suatu masalah yang sering muncul selama tes. Misalnya, berapa banyak peserta mengalami kesulitan pada fitur A? Jika hasil menunjukkan bahwa ada banyak peserta mengalami kesulitan yang sama, mungkin ada yang diperbaiki dari desain atau alur penggunaan.

Kamu juga bisa melihat feedback yang diberikan oleh peserta melalui komentar yang mereka berikan. Semua informasi ini sangat berharga dalam mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki. 

6. Melakukan Perbaikan dan Uji Coba Lanjutan

Dari analisis hasil tes yang sudah kamu tinjau, lakukan perbaikan pada bagian-bagian aplikasi yang diperlukan. Jika perbaikan sudah selesai dilakukan, penting untuk melakukan pengujian lanjutan untuk memastikan bahwa masalah yang ditemukan sudah diatasi.

Jangan ragu untuk melakukan beberapa iterasi, karena setiap pengujian dan perbaikan produk yang dilakukan, kamu mempersiapkan pengalaman pengguna yang lebih baik. Pengujian berulang ini akan membantu kamu memastikan bahwa produk mu siap digunakan oleh audiens yang lebih luas. 

Siap Melakukan Usability Testing pada Produk mu?

Jangan ragu untuk menerapkan usability testing pada setiap tahap pengembangan produk, karenaini adalah investasi yang akan membayar hasilnya dalam bentuk kepuasan yang lebih tinggi dan produk yang berhaisl di pasar.

Jadi, apakah kamu sudah siap untuk melakukan usability testing pada produkmu? Pastikan produk digitalmu berjalan dengan andal dan optimal. Domain murah dan hosting dari Exabytes adalah solusi tepat untuk mendukung performa dan keberhasilan produk onlinemu.

Dengan domain profesional yang mudah diingat dan hosting berkualitas tinggi, produk digitalmu akan memiliki kecepatan, keamanan, dan stabilitas yang dibutuhkan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pengguna. Yuk, maksimalkan potensi produk onlinemu bersama Exabytes!