Apa itu Bug? Pengertian, Jenis, Penyebab, & Cara Mengatasinya

343
blog exabytes indonesia
7 min read

Seiring dengan berkembangnya teknologi, kebutuhan software juga meningkat. Ada banyak software yang dirilis setiap harinya. Sayangnya, selalu ada software yang terkena bug karena beberapa penyebab dan alasan.

Jika kamu ingin tahu kenapa bug muncul dan bagaimana cara mengatasinya, kamu juga bisa sekaligus mencari tahu apa saja jenis bug yang ada dan kapan bug tersebut muncul.

Kamu bisa mencari tahu semuanya melalui artikel satu ini.

Mengenal Apa Itu Bug

Apa itu bug
Mengenal apa itu bug, penyebab terjadinya error pada software. (Sumber: flickr)

Kamu mungkin sering mendengar istilah bug tetapi tidak tahu apa sebenarnya bug itu. Dalam dunia komputer, bug dikenal sebagai kecacatan atau kerusakan teknis dalam software maupun hardware yang bisa menyebabkan error. Dengan kata lain, bug merupakan penyebab terjadinya error. 

Sebenarnya, bug itu sendiri sudah ditemukan sejak zaman dahulu bahkan sebelum adanya komputer modern seperti saat ini. Istilah bug sudah digunakan pada tahun 1940-an saat komputer mulai dijalankan. Pada saat itu, seorang mahasiswa Harvard tidak menguji komputer Harvard Mark II yang tidak bisa bekerja dengan normal.

Kemudian, semua tim mencari tahu penyebab kenapa komputer tersebut tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Salah satu tim melihat pada panel F sekitar relay dan menemukan seekor ngengat atau bug. Selanjutnya, tim tersebut mengambil bangkai bug tersebut. 

Dari kejadian tersebut, nama bug digunakan sebagai istilah kesalahan pada komputer dan digunakan hingga saat ini.

Jenis-Jenis Bug

Bug merupakan kerusakan yang menyebabkan terjadinya error. Akan tetapi, bug memiliki berbagai jenis. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Runtime Bug

Jenis bug yang pertama adalah runtime bug. Bug satu ini umumnya muncul saat aplikasi berusaha menjalankan proses yang bukan merupakan proses dari sistem yang dibuat pada aplikasi tersebut. 

Syntax Bug

Selanjutnya, ada jenis syntax bug yang tidak kalah penting untuk diketahui. Bug jenis ini muncul apabila ada kesalahan pada syntax atau script di sebuah aplikasi. Syntax tentunya harus ditulis dengan benar. Kesalahan penulisan satu karakter saja bisa memengaruhi sistem yang sedang dibuat.

Logic Bug

Logic bug adalah jenis bug yang biasanya muncul ketika sistem melakukan kesalahan dalam eksekusi sebuah perintah. Alhasil, output yang dihasilkan tidak sesuai dengan perintah yang diminta.

Arithmetic Bug

Jenis bug selanjutnya adalah arithmetic bug yaitu bug yang muncul saat melakukan perintah berupa kalkulasi. 

Interfacing Bug

Jenis bug ini muncul saat adanya masalah kompatibilitas pada sistem atau API (application programming interface) yang digunakan dan menyebabkan masalah pada saat sistem ditampilkan.

Berbagai Macam Penyebab Bug

penyebab adanya bug
Berbagai jenis bug yang menyebabkan software dan hardware tidak berfungsi dengan baik. (Sumber: pixabay)

Software yang bermasalah karena adanya bug tentu bisa digunakan dengan baik. Oleh karena itu, kamu harus mencari tahu penyebab adanya bug agar bisa mengatasinya dengan cara yang tepat dan cepat. 

Berikut adalah beberapa penyebab adanya bug pada sebuah software termasuk website.

Buruknya Komunikasi

Dalam pekerjaan apapun termasuk pembuatan software seperti website, komunikasi memiliki peran penting agar ide dan maksud bisa tersampaikan dengan baik terlebih jika bekerja dalam tim. 

Pada umumnya, pengembangan software melibatkan banyak pihak, mulai dari klien hingga programmer. Komunikasi yang tidak baik bisa memicu munculnya bug karena salah satu pihak tidak bisa menerima maksud dari pihak lainnya. 

Untuk bisa membuat website user-friendly, pastikan kamu dan pihak terkait tidak melakukan penyebab bug di atas. Komunikasikan setiap ide dan ekspektasi serta masalah yang mungkin terjadi saat membangun website

Kerumitan Software

Kerumitan software
Tingkat kerumitan software yang berbeda juga menjadi penyebab terjadinya bug pada software tersebut. (Sumber: unsplash)

Masing-masing software memiliki tingkat kerumitan pengembangan tersendiri. Semakin banyak fungsi dan fitur sebuah software, semakin rumit pula kode yang dibutuhkan untuk membuatnya. 

Kerumitan software bisa menyebabkan programmer melakukan kesalahan dalam penyusunan kode. Karena hal tersebutlah bug bisa muncul.

Apabila ingin belajar cara membuat website sendiri tanpa ribet, maka kamu bisa membaca artikel satu ini!

Pengerjaan yang Tergesa-gesa

Pengembangan software bukanlah pekerjaan yang mudah sehingga tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Apabila kamu melakukan hal tersebut, bukan tidak mungkin menyebabkan bug

Pembuatan perangkat teknologi informasi membutuhkan waktu karena tidak bisa dibuat secara instan dan harus melalui berbagai tahap. 

Dokumentasi Pengembangan yang Buruk

Tidak jarang jika sebuah software dikerjakan oleh banyak programmer. Ini bisa menimbulkan berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan seperti adanya bug terlebih jika tidak ada dokumentasi yang dibuat dalam proses pengembangan software tersebut.

Dalam dunia pemrograman, setiap kode bisa menghasilkan output yang berbeda. Itulah kenapa setiap perubahan kode harus dicatat sehingga programmer yang terlibat dalam pengembangan software tersebut bisa melihat catatan tersebut.

Proses Testing yang Bermasalah

Testing merupakan proses pengujian terhadap sebuah software secara intensif yang dilakukan hingga software tersebut siap untuk dirilis. Akan tetapi, proses tersebut tidak selalu berjalan dengan lancar sehingga gagal menemukan bug yang mengganggu software. 

Ada berbagai alasan dibalik masalah tersebut dan salah satunya adalah tester yang tidak bekerja dengan baik. Karena hal tersebut, ada bug yang terlewat sehingga software dirilis padahal masih memiliki bug. 

Alasan lainnya adalah peralatan testing yang tidak memadai atau kurang lengkap. Selain itu, prosedur testing yang tidak sesuai standar juga bisa menyebabkan proses testing bermasalah sehingga menyebabkan bug.

Perubahan Permintaan

Pembuatan software tentu saja dilakukan berdasarkan permintaan klien. Tidak jarang seorang klien memiliki permintaan saat software sedang dikembangkan. Ini juga turut berkontribusi pada kemungkinan munculnya bug.

Apabila kamu bekerja untuk klien, akan lebih baik untuk memberikan batasan revisi dari program atau software yang kamu kerjakan. Semakin banyak permintaan, semakin banyak revisi yang harus kamu kerjakan. Bukan tidak mungkin jika semakin banyak bug yang muncul dari perubahan yang kamu kerjakan.

Cara Mengatasi Bug

Setelah mengetahui apa saja penyebab bug pada sebuah software, kamu harus mencari cara untuk mengatasinya guna meminimalisir kemungkinan terjadinya bug

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk menghindari serta mengatasi bug

Bangun Komunikasi yang Baik

Jika permasalahan bug terjadi karena komunikasi yang kurang baik atau bahkan buruk, maka kamu bisa mengatasinya dengan mmebangung komunikasi yang baik dengan semua pihak yang terlibat dalam pengembangan software

Komunikasi yang baik menjadi langkah awal dari pembuatan software yang bebas dari bug, terlebih jika pembuatannya harus dilakukan oleh tim. 

Kamu bisa mencoba beberapa tips di bawah ini untuk menjaga komunikasi agar tetap berjalan dengan baik. 

  • Berikan informasi yang jelas baik kepada rekan antar tim, klien, atau bagian lain yang terlibat dalam pembuatan software seperti website.
  • Informasikan pihak lain apabila ada temuan bug sehingga bisa mencari solusi bersama-sama.
  • Jangan ragu untuk bertanya jika ada hal atau poin yang dirasa kurang jelas dan bisa menghambat proses pembuatan software.

Untuk kalian yang sedang membuat website, pastikan untuk memilih web hosting yang tepat agar tidak menambah daftar masalah sehingga kalian bisa fokus pada pencegahan terjadinya bug dan masalah-masalah lain yang bisa timbul selama pengembangan website

Gunakan Jasa Software Testing

Mengatasi bug dengan software testing
Salah satu cara mengatasi bug adalah dengan menggunakan jasa software testing. (Sumber: flickr)

Proses testing yang bermasalah bisa diantisipasi dengan cara menggunakan jasa software testing. Mereka yang berpengalaman dalam pekerjaan tersebut akan sangat membantu sehingga bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya bug

Gunakan Tools Kolaborasi yang Efektif

Guna memudahkan dalam berkomunikasi dengan baik dan memastikan pengembangan software berjalan dengan baik, akan lebih baik jika menggunakan tools kolaborasi yang membantu. 

Tools tersebut bisa membantu berbagi ide dan mencatat perubahan yang dilakukan pada software. Dengan demikian, proses pengembangan software akan lebih efektif karena semua pihak terkait bisa mengakses informasi yang dibutuhkan.

Lakukan Audit dan Update Script Secara Berkala

Langkah selanjutnya dalam mengatasi terjadinya bug adalah melakukan audit dan update script secara berkala yang dinilai cukup penting. Semakin lama bug berada dalam sebuah sistem, maka bug tersebut akan berkembang dan semakin sulit untuk diatasi.

Lakukan audit dan update secara berkala guna memastikan sistem tetap aman dari bug.

Jangan Terburu-buru

Pengembangan software biasanya memiliki deadline pengerjaan masing-masing. Oleh karena itu, penting untuk memiliki perkiraan atau estimasi waktu agar pengembangan software bisa selesai tepat waktu tanpa terburu-buru.

Kesimpulan

Dengan mengetahui apa itu bug, jenis, penyebab, dan cara mengatasi bug, kamu bisa memaksimalkan semua langkah dan proses dalam pengembangan software. Jika software yang akan kamu kembangkan adalah sebuah website, jangan lupa untuk memilih hosting terbaik guna menunjang performa website tersebut.

Kamu bisa menghubungi Exabytes, penyedia hosting Indonesia yang memberikan layanan hosting terbaik untuk memenuhi kebutuhan penggunaan hosting yang berbeda.

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments