4 Alasan Utama 80% Bisnis Gagal Di Tahun Ke-3

Grafik Persentasi Keberhasilan Bisnis Berdasarkan Industrinya
Grafik Persentasi Keberhasilan Bisnis Berdasarkan Industrinya (sumber: statisticbrain.com)

Penelitian dari Universitas Tennessee pada tahun 2013 mengatakan bahwa 25% bisnis gagal setelah 1 tahun, kemudian berlanjut 35% setelah tahun kedua. Kegagalan ini lebih besar lagi ditahun ketiga, yaitu 44%. Artinya jika ada 10 bisnis, hanya akan ada 2-3 bisnis saja yang akan bertahan setelah tahun ketiga.

Beberapa alasan utama penyebab begitu banyaknya bisnis yang gagal, antara lain:

  1. Ketidakcakapan (Incompetence)

“Gagal berencana = merencanakan gagal”

Ketika memutuskan untuk membuat bisnis atau usaha, banyak hal yang mesti kamu persiapan misalnya analisa pasar, kompetitor, harga dan masih banyak lagi. Pastikan kamu menentukan tujuan dari bisnis kamu dan strategi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan itu, jangan lupa evaluasi hasilnya secara teratur (seperti Berapa besar keuntungan pada periode tersebut, Berapa jumlah konsumen, Sudah seberapa besar produk atau jasa kamu menjangkau pasar dan aktifitas operasional lainnya).

Saat ini dengan bantuan internet, kita sudah mudah sekali mendapatkan informasi mengenai bisnis yang akan kita buat. Misalnya, kamu bisa menggunakan Google Trends untuk memperkirakan seberapa besar pasar untuk produk yang akan kamu jual nantinya.

  1. Manajemen Yang Buruk

Manajemen atau pengelolaan (baik itu manajemen keuangan, organisasi ataupun konsumen) dapat kamu pelajari sembari bisnis kamu berjalan karena tidak semua orang yang baru memulai usaha punya keahlian ini. Pada tahapan awal ketika sebuah bisnis baru berjalan, utamakan mengalokasikan sumber daya yang kamu miliki (baik itu berupa uang, waktu atau tenaga) di pos-pos terpenting dan termudah, misalnya, kalau kamu punya blog, alokasikan waktu kamu untuk memperbaiki kualitas artikel kamu dan perbaiki tampilan blog kamu sehingga pengunjung betah berlama-lama. Lakukan riset mendalam mengenai topik artikel yang akan kamu tulis sehingga dengan tulisan kamu, orang lain merasa terbantu dengan begitu mereka akan membagikannya di social media.

  1. Kurang Pengalaman Mengenai Distribusi

“Selling Is the Core Skill of a Successful Business”

Banyak orang percaya bahwa barang yang buruk tetapi di dukung dengan pemasaran yang baik akan membuat bisnis bertahan lebih lama dari bisnis yang mempunyai barang yang baik tetapi tidak di dukung dengan pemasaran yang baik. Sejalan dengan waktu, produk kamu akan terus mengalami perbaikan menyesuaikan selera para konsumen. Banyak merk ternama yang masih terus menyempurnakan produk mereka meskipun produk mereka telah dikenal luas di pasaran karena salah satu kunci keberhasilan usaha adalah inovasi.

Distribusi selain mengenai marketing, juga bisa diartikan dengan pengiriman barang. Masih ingat berita “Beli iPhone dapat sabun” dari salah satu eCommerce ternama di Indonesia? Ini adalah salah satu contoh kesalahan dalam distribusi barang yang harus kamu pikirkan ketika kamu memulai bisnis. Kepercayaan pembeli terhadap sebuah toko online akan menurun ketika barang yang dibeli menjadi rusak karena proses distribusi yang salah.

  1. Kelalaian, Penipuan, Bencana

Masih ingat bencana lumpur Lapindo di Sidoarjo yang menenggelamkan beberapa desa? Banyak korban lumpur Lapindo adalah pengusaha kecil yang kesulitan memulai usahanya kembali karena tidak ada modal. Kejadian serupa bisa saja menimpa kamu misalnya kebakaran. Kita beruntung hidup di jaman ini karena teknologi sangat membantu kita memudahkan dalam segala hal. Bayangkan saja ketika pemilik toko mengalami bencana, mereka akan kehilangan tempat berjualan sekaligus sebagian besar pelanggan mereka. Berbeda dengan toko online, bencana terbesar bukan seperti kebakaran atau banjir tapi kehilangan data-data penting misalnya kehilangan data pelanggan atau serangan hacker. Oleh karena itu, pastikan kamu selalu mem-backup data secara berkala dan gunakan web hosting yang telah terbukti kualitasnya.

Meskipun banyak bisnis yang tidak berhasil, bukan berarti kamu tidak memiliki kesempatan untuk punya bisnis online sendiri. Kamu bisa memulai bisnis dari hobi atau sesuatu yang kamu senangi kemudian pasarkan ke orang-orang terdekat. Dari situ kemampuan kamu berbisnis akan terasah seiring waktu. Selamat memulai usaha! 🙂

1 COMMENT

  1. Positif banget.. Setuju !
    Khususnya untuk masalah managemen dan akuntansi. Biasanya kalangan pemula yang baru belajar ingin menjadi pebisnis sangat lemah di bidang ini. Sementara untuk belajar lebih lanjut butuh biaya dan memakan waktu. Jadi mereka nekat asal buka usaha. Yang penting mulai. Kemudian harapannya hanya untung-untungan. Hal seperti ini sebenarnya harus ada perhatian dari pihak terkait. Buat pembinaan kepada masyarakat. Berikan motivasi agar masyarakat mau dan bisa mandiri. Anggarkan programnya dari pemerintah.
    Banyak kok stakeholder yang bisa menangani ini. Dinas koperasi, dinas perindudtrian, dinas pertanian bahkan kadin juga punya peran di situ.
    Tapi syang.. pemerintah kita belum maksimal sepertinya.
    Jadi hal ini bisa menjadi penyebab kegagalan binis bagi kalangan pemula yang ingin mandiri.

    Semoga ada perhatian dari pihak-pihak terkait.
    Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here