Subdomain Adalah: Pengertian, Fungsi, dan 8 Contohnya

4646

Dalam pembuatan website, pasti tidak asing dengan istilah domain dan subdomain. Pada umumnya, subdomain adalah alamat tambahan pada bagian khusus di website. Sementara domain merupakan alamat utama sebuah website. Seperti pada halnya organisasi, domain itu memiliki struktur.

Domain secara umum dibagi menjadi tiga, yaitu TLD (Top Level Domain), SLD (Second Level Domain), dan TLD (Third Level Domain). Nah, subdomain itu juga biasa disebut dengan Third Level Domain. Untuk memahami apa itu subdomain simak penjelasan berikut yah!

pengertian subdomain

Apa itu Subdomain?

Apabila website dianalogikan sebagai rumah dan domain sebagai alamatnya, maka subdomain bisa diibaratkan sebagai ruangan dalam sebuah rumah. Pada umumnya, kamu akan menemui subdomain dengan “www.”. Tapi, kamu juga bisa mengganti “www.” tersebut dengan nama lain dan tetap dinamakan subdomain. 

Subdomain terletak di depan SLD (Second Level Domain). Untuk memiliki subdomain, kamu tentu harus memiliki domain terlebih dahulu. Baru setelah itu kamu bebas membuat beberapa subdomain sesuai kebutuhan website yang kamu kelola. 

Subdomain juga sering dianggap sama dengan add-on domain dan parked domain. Nah, agar tidak pusing, kamu harus paham apa itu subdomain dan bedanya dengan add-on domain dan parked domain. Fungsi utama subdomain adalah untuk membagi halaman website. 

Add-on domain adalah permintaan tambahan saat kamu membeli domain. Dengan kata lain, dalam satu akun hosting, kamu dapat menambahkan domain-domain lain yang bisa saja tidak ada hubungannya dengan webstime utamamu. Add-on domain ini bisa berbentuk subdomain atau nama domain baru selama masih berada dalam satu akun hosting yang sama.

Sementara itu, parked domain merupakan domain yang berfungsi untuk “memarkirkan” domainmu agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Misalnya kamu memiliki website dengan domain .com. Lalu agar tidak ada orang lain yang menggunakan nama yang sama dengan websitemu-mu, maka kamu juga bisa membeli domain .id dan .co.id.

Maka, dengan menggunakan parked domain ini, saat ada orang yang mengetikkan alamat website-mu menggunakan domain .co.id atau .id, akan diarahkan ke website utama yang berdomain .com. Jika subdomain berfungsi untuk membagi halaman website, maka add-on domain dan parked domain berfungsi untuk menambah domain namun tetap mengarah ke website utama.

Perbedaan Subdomain dengan Domain

Apakah kamu bingung membedakan subdomain dengan domain? Perbedaan utama antara subdomain dengan domain terletak pada penggunaan dan fungsinya. Domain merupakan alamat utama website sebagai ganti IP address, sementara subdomain merupakan alamat tambahan yang berada di depan domain. Jadi, subdomain masih menggunakan domain yang sama atau sudah ada. 

Domain sering disebut juga sebagai domain root, atau salah satu komponen utama saat kamu akan membuat website. Fungsi domain yaitu untuk mengubah IP address yang berupa angka ke alamat sesuai keinginan sehingga akan lebih mudah diingat oleh pengunjung. Sedangkan subdomain menjadi bagian yang ditambahkan pada domain root tersebut. Fungsi utamanya agar website bisa terorganisasi dengan baik.

subdomain adalah

Fungsi Subdomain

Secara umum, subdomain berfungsi untuk mengoptimalkan website. Subdomain juga digunakan sebagai pembagian area utama sebuah website. Dengan kata lain, subdomain memungkinkan kamu untuk membuat beberapa website dengan nama domain yang sama. Selain itu, beberapa fungsi subdomain lainnya adalah:

Mengelola website dengan lebih baik

Dengan adanya subdomain, kamu bisa membuat website-mu jadi punya lebih dari satu rubrik. Misalnya, saat kamu memiliki website untuk bisnis toko online-mu. Maka, kamu bisa juga menyediakan halaman khusus FAQ, dokumentasi kegiatan, halaman bantuan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, website akan terlihat lebih baik dan rapi.

Menawarkan produk dan layanan yang beragam

Kamu bisa menawarkan berbagai produk atau layanan yang lebih beragam dengan menggunakan subdomain. Jadi, setiap subdomain akan mengarahkan pelanggan atau pengunjung website-mu untuk melihat layanan atau produk apa saja yang kamu tawarkan. Kamu bisa membuat forum, blog, dan konten unik lainnya yang terpisah dari domain utama walaupun sebenarnya masih saling berkaitan.

Menguji website baru

Subdomain akan memudahkan kamu untuk mengedit dan membangun ulang website tanpa harus mengaktifkan terlebih dahulu mode maintenance pada domain utama.

Membuat website versi mobile

Saat ini, website harus mobile friendly. Kebanyakan orang saat ini lebih banyak mengakses website atau apapun dari internet melalui ponsel pintar mereka. Maka dari itu, untuk membuat website, kamu harus mempertimbangkan untuk membuat versi mobile juga. Nah, kamu bisa menggunakan URL subdomain agar tampilan dan fungsi website tetap optimal walaupun dibuka menggunakan perangkat seluler.

Membuat versi lain website ke bahasa yang berbeda

Salah satu fungsi subdomain juga memungkinkan kamu untuk menampilkan website-mu dalam bahasa yang berbeda tanpa harus mengubah halaman utama. Kamu bisa menggunakan subdomain untuk memberikan layanan bahasa yang berbeda walaupun dalam website yang sama. Misalnya, kamu bisa menggunakan subdomain fr.(namawebsite).com untuk versi bahasa Prancis, id.(namawebsite).com untuk versi bahasa Indonesia, atau in.(namawebsite).com untuk versi bahasa India.

Menyediakan fitur serupa website asli

Fitur merupakan salah satu bagian penting dari sebuah website. Kamu tidak perlu khawatir fitur yang kamu sediakan di website akan berbeda dari domain utama. Kamu bisa menggunakan berbagai macam CMS seperti WordPress, Joomla, dan masih banyak lagi.

Bagus untuk SEO

Fungsi lain yang bisa kamu manfaatkan dari penggunaan subdomain adalah membantu meningkatkan SEO. Cara ini sering kali dilakukan oleh para digital marketer dan pemilik website-website besar. Mereka akan memaksimalkan penggunaan keyword pada domain.

Contoh Subdomain

Kamu bisa mengatur atau memilih nama subdomain tergantung kebutuhan. Beberapa contoh nama subdomain yang sering digunakan oleh para pemilik website di antaranya:

Blog (https://blog.namawebsite.com)

Kita pasti sering menjumpai website dengan sub domain “blog.namawebsite.com”. Nah, nama subdomain ini sering digunakan untuk menambahkan halaman blog yang berisi berbagai macam artikel. Blog bisa berisi tentang trivia, tips dan trik, hingga informasi yang bersifat deskriptif lainnya.

News (https://news.namawebsite.com)

Nama subdomain ini biasanya digunakan oleh website-website amal atau organisasi saat ingin menyampaikan informasi terbaru tentang campaign sosial yang sedang dijalankan. Selain itu bisa juga berisikan tentang press release. 

Store (https://store.namawebsite.com)

Nama subdomain “store” biasanya sering dijumpai pada website yang tidak secara eksplisit digunakan untuk berjualan. Selain itu juga bisa digunakan untuk menunjukkan halaman yang berisi alamat beberapa store cabang sebuah retail.

FAQ (https://faq.namawebsite.com)

Subdomain satu ini sering kita jumpai pada banyak jenis website. FAQ biasanya berisi tentang pertanyaan-pertanyaan umum yang kerap diajukan oleh pengunjung. Hal ini bermanfaat untuk memudahkan pemilik website karena tidak perlu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan secara berulang.

Info (https://info.namawebsite.com)

Biasanya, nama subdomain ini sering digunakan oleh website brand untuk menyajikan informasi terkait dengan produk. Tidak hanya itu, kamu juga bisa memberikan informasi kontak seperti email, alamat, dan nomor telepon yang bisa dihubungi pada subdomain “info”.

Contact (https://contact.namawebsite.com)

Subdomain ini mirip dengan “info”. Biasanya bisa diisi dengan seputar informasi terkait kontak yang dapat dihubungi. Ini bermanfaat untuk meningkatkan engagement dengan pembeli atau pengunjung, Kamu bisa mencantumkan semua kontak sosial media yang bisa dihubungi atau bisa dilihat oleh pengunjung.

Promo (https://promo.namawebsite.com)

Halaman “promo” sering digunakan oleh website yang berjualan produk atau jasa. Promo-promo yang sedang berjalan bisa kamu pajang dengan menggunakan subdomain ini. Ini juga bisa membuat website terlihat lebih eksklusif. Selain itu juga memudahkan pengunjung untuk melihat promo apa saja yang sedang berlangsung.

Katalog (https://katalog.namawebsite.com)

Kamu bisa menggunakan nama subdomain “katalog” untuk mengelompokkan produk-produk apa saja yang kamu jual. Ini juga bisa bermanfaat untuk menaikkan SEO website. Sebaiknya, informasi yang ada di katalog produk diisi selengkap dan sedetail mungkin dengan menggunakan kata kunci yang relevan.

Kesimpulan

Nah, itu dia pengertian subdomain beserta fungsi dan contohnya. Subdomain bisa dianalogikan sebagai ruangan-ruangan yang ada dalam sebuah rumah. Sedangkan domain diibaratkan sebagai rumahnya. Fungsi utama subdomain adalah untuk membagi halaman website. Dengan begitu, kamu bisa mengelompokkan informasi-informasi yang relevan ke dalam beberapa subdomain.

Hal ini selain membuat website jadi terlihat rapi, juga memudahkan pengunjung dalam mencari informasi. Contohnya juga bermacam-macam. Kamu bisa membuat subdomain website sesuai dengan kategori yang ingin kamu tampilkan di website.