OpenClaw vs Hermes Agent: Mana yang Lebih Bagus?

5
OpenClaw vs Hermes Agent
OpenClaw vs Hermes Agent

AI agent semakin banyak digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan, mulai dari coding, riset, otomasi tugas, hingga menjalankan perintah di server. Dua proyek yang menarik perhatian adalah OpenClaw dan Hermes Agent, yang sama-sama menawarkan kemampuan AI agent dengan dukungan tools dan lingkungan eksekusi.

Namun, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. OpenClaw lebih menonjol sebagai personal AI assistant dan gateway multi-channel, sedangkan Hermes Agent dari Nous Research lebih berfokus pada agent yang dapat menggunakan tools, memiliki persistent memory, membuat skills, serta meningkatkan kemampuannya dari pengalaman.

Lalu, dalam OpenClaw vs Hermes Agent, mana yang lebih cocok untuk digunakan? Berikut perbandingan fitur, penggunaan, dan kebutuhan VPS agar Anda dapat menentukan pilihan dengan lebih tepat.

Apa Itu OpenClaw?

OpenClaw adalah AI agent yang dapat di-host sendiri (self-hosted) dan berfungsi sebagai gateway yang menghubungkan AI agent dengan berbagai platform komunikasi. Dengan satu Gateway, pengguna dapat mengakses agent melalui Telegram, WhatsApp, Discord, Slack, Signal, Microsoft Teams, WebChat, dan berbagai channel lainnya.

Konsep utama OpenClaw adalah menjalankan AI assistant di perangkat atau server milik pengguna sendiri. Gateway menjadi pusat untuk mengatur sesi, routing, channel, dan koneksi dengan agent sehingga AI assistant dapat tetap tersedia tanpa bergantung sepenuhnya pada layanan hosted tertentu.

OpenClaw juga mendukung berbagai model AI dan provider, termasuk provider seperti Anthropic, OpenAI, dan Google, serta endpoint yang kompatibel dengan API tertentu. Karena bersifat open source dan self-hosted, pengguna memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan bagaimana agent dijalankan.

Untuk instalasi, OpenClaw saat ini merekomendasikan Node.js 24, dengan Node.js 22.19+ juga didukung. OpenClaw dapat dijalankan di Linux, macOS, serta Windows melalui native Windows atau WSL2.

Fitur OpenClaw

Ilustrasi Menggunakan OpenClaw
Ilustrasi Menggunakan OpenClaw

OpenClaw memiliki sejumlah fitur yang membuatnya menarik sebagai personal AI assistant. Fitur-fiturnya tidak hanya berkaitan dengan komunikasi, tetapi juga mencakup routing agent, browser automation, dukungan media, serta integrasi dengan perangkat.

Berikut beberapa fitur utama OpenClaw yang penting untuk dipahami sebelum membandingkannya dengan Hermes Agent.

1. Multi-Channel Gateway

Salah satu keunggulan utama OpenClaw adalah kemampuan menghubungkan satu AI agent dengan banyak platform komunikasi. Telegram, WhatsApp, Discord, Slack, Signal, Microsoft Teams, WebChat, dan berbagai channel lainnya dapat digunakan melalui Gateway yang sama.

Dengan pendekatan ini, pengguna tidak harus membuat agent terpisah untuk setiap platform. Gateway berfungsi sebagai pusat yang mengatur koneksi antara pengguna, channel komunikasi, sesi, dan AI agent.

Kemampuan multi-channel tersebut membuat OpenClaw menarik untuk penggunaan yang membutuhkan satu personal assistant yang dapat diakses dari berbagai aplikasi. Misalnya, pengguna dapat berinteraksi dengan agent melalui aplikasi komunikasi yang berbeda tanpa harus mengubah keseluruhan sistem agent.

2. Multi-Agent Routing

OpenClaw mendukung routing multi-agent dengan sesi yang dapat diisolasi berdasarkan workspace atau pengirim. Fitur ini memungkinkan satu server digunakan untuk menangani beberapa workflow atau agent yang berbeda.

Dalam praktiknya, routing membantu menentukan bagaimana permintaan tertentu diarahkan kepada agent atau sesi yang sesuai. Hal ini menjadi penting ketika penggunaan OpenClaw berkembang dari sekadar personal assistant menjadi sistem yang menangani beberapa workflow sekaligus.

3. Browser Automation dan Web Search

OpenClaw menyediakan kemampuan browser automation dan web search yang memungkinkan agent melakukan pekerjaan yang membutuhkan akses terhadap informasi web atau interaksi dengan browser.

Fitur ini memperluas kemampuan agent karena pekerjaan tidak hanya terbatas pada pemrosesan percakapan. Agent dapat menggunakan browser untuk menjalankan workflow yang membutuhkan akses terhadap halaman web atau melakukan pencarian informasi.

Selain itu, OpenClaw menyediakan exec dan sandboxing untuk kebutuhan otomasi. Kombinasi berbagai kemampuan tersebut membuat agent lebih fleksibel ketika digunakan untuk workflow yang membutuhkan tools dan lingkungan eksekusi.

4. Dukungan Media

OpenClaw dapat menangani keperluan gambar, audio, video, dan dokumen. Kemampuan ini memungkinkan AI assistant digunakan untuk workflow yang tidak hanya berisi percakapan berbasis teks.

OpenClaw juga memiliki kemampuan voice note transcription, sehingga pesan suara dapat diproses menjadi teks untuk digunakan dalam workflow agent. Selain itu, terdapat integrasi untuk text-to-speech dan generasi media yang membuatnya menjadi lebih fleksibel.

5. Control UI dan Mobile Node

OpenClaw menyediakan Control UI berbasis browser yang dapat digunakan untuk mengelola dan berinteraksi dengan sistem agent. Dengan adanya antarmuka tersebut, penggunaan OpenClaw tidak harus selalu dilakukan melalui aplikasi chat.

OpenClaw juga memiliki dukungan node iOS dan Android untuk workflow yang membutuhkan akses terhadap kamera, suara, Canvas, atau kemampuan perangkat lainnya.

OpenClaw: Fungsi, Cara Kerja, dan VPS untuk Menjalankannya
OpenClaw: Fungsi, Cara Kerja, dan VPS untuk Menjalankannya

Apa Itu Hermes Agent?

Hermes Agent adalah open-source AI agent yang dikembangkan oleh Nous Research. Agent ini dirancang untuk bekerja melalui terminal, desktop, berbagai platform messaging, dan lingkungan lainnya dengan kemampuan menjalankan tools serta mengotomatisasi pekerjaan.

Salah satu karakteristik yang membedakan Hermes Agent adalah konsep self-improving agent. Hermes memiliki learning loop yang dapat membuat skills berdasarkan pengalaman, meningkatkan skills tersebut ketika digunakan, menyimpan pengetahuan lintas sesi, serta menggunakan memory untuk membantu pekerjaan berikutnya.

Hermes juga bersifat provider-agnostic. Artinya, pengguna tidak harus bergantung pada satu model AI saja. Dokumentasi Hermes menyebut dukungan untuk OpenRouter, OpenAI, Anthropic, Google, serta endpoint OpenAI-compatible dan model lokal melalui berbagai backend.

Dengan fleksibilitas tersebut, Hermes Agent dapat digunakan untuk coding assistant, otomasi, bot messaging, riset, task execution, hingga workflow yang berjalan secara terus-menerus di VPS.

 

Fitur Hermes Agent

Ilustrasi Menggunakan Hermes Agent
Ilustrasi Menggunakan Hermes Agent

Beberapa alasan mengapa Hermes agent menjadi menarik adalah karena memiliki beberapa fitur sebagai berikut:

1. Persistent Memory

Hermes memiliki sistem persistent memory yang memungkinkan informasi dan pembelajaran tertentu tetap tersedia di antara sesi. Artinya, informasi yang relevan tidak hanya digunakan dalam satu percakapan, tetapi dapat dipertahankan untuk membantu pekerjaan berikutnya.

Kemampuan ini penting untuk workflow yang dilakukan secara berulang. AI agent ini dapat menggunakan pengetahuan yang telah tersedia ketika menjalankan tugas pada sesi berikutnya sehingga konteks penggunaan tidak sepenuhnya dimulai dari awal.

2. Skills yang Dapat Berkembang

Hermes menggunakan sistem skills yang dapat dimuat sesuai kebutuhan. Skills memungkinkan kemampuan tertentu digunakan kembali ketika agent menghadapi workflow yang sesuai.

Salah satu karakteristik Hermes adalah agent dapat membuat dan meningkatkan skills berdasarkan pengalaman. Dengan pendekatan tersebut, workflow yang sering dilakukan dapat menjadi lebih terstruktur dan dapat digunakan kembali.

Fitur ini berkaitan erat dengan konsep self-improvement yang menjadi salah satu karakteristik Hermes. Agent tidak hanya menjalankan instruksi, tetapi dapat menggunakan pengalaman untuk meningkatkan cara menjalankan pekerjaan tertentu.

3. Multi-Agent dan Delegation

Hermes dapat menjalankan sub-agent secara terisolasi untuk mengerjakan beberapa pekerjaan secara paralel. Kemampuan ini memungkinkan pekerjaan kompleks dipecah menjadi beberapa tugas yang lebih spesifik.

Pendekatan tersebut berguna ketika sebuah workflow memiliki beberapa bagian yang dapat dikerjakan secara terpisah. Dengan delegation, agent utama dapat memberikan pekerjaan tertentu kepada sub-agent sehingga proses dapat dikelola dengan lebih terstruktur.

Kemampuan multi-agent juga relevan untuk workflow yang memiliki beberapa tahapan atau membutuhkan eksekusi beberapa tugas dalam waktu yang sama. Hal ini membuat Hermes lebih menarik untuk penggunaan agentic workflow dibandingkan penggunaan AI assistant yang hanya berfokus pada percakapan.

4. Banyak Platform Komunikasi

Hermes dapat digunakan melalui CLI dan terhubung dengan banyak platform, termasuk Telegram, Discord, Slack, WhatsApp, Signal, Email, Microsoft Teams, dan platform lainnya.

Dengan dukungan tersebut, penggunaan Hermes tidak terbatas pada terminal. Agent dapat ditempatkan di dalam workflow komunikasi sehingga pengguna tetap dapat memberikan instruksi atau menerima hasil melalui platform yang sudah digunakan sehari-hari.

Kemampuan multi-platform ini menunjukkan bahwa terdapat area yang sama antara Hermes dan OpenClaw, meskipun fokus arsitektur keduanya berbeda. OpenClaw lebih menonjolkan Gateway sebagai pusat personal assistant multi-channel, sedangkan Hermes menggabungkan komunikasi dengan kemampuan agentic workflow.

5. Web Search dan Browser

Hermes mendukung web search dan ekstraksi konten web. Tool tersebut dapat menggunakan beberapa backend seperti Brave Search, DuckDuckGo, Tavily, Exa, Firecrawl, SearXNG, dan lainnya sesuai konfigurasi.

Dukungan terhadap berbagai backend memberikan fleksibilitas dalam menentukan sumber atau layanan yang digunakan oleh agent untuk kebutuhan pencarian dan pemrosesan informasi web.

Fitur ini dapat dimanfaatkan dalam workflow seperti riset, pengumpulan informasi, dan task execution yang membutuhkan data dari internet. Dengan begitu, agent tidak hanya mengandalkan informasi yang tersedia di dalam konteks percakapan.

6. MCP dan API Server

Hermes mendukung MCP untuk menghubungkan agent dengan tool eksternal. MCP memungkinkan agent berinteraksi dengan tools yang berada di luar kemampuan dasar agent sehingga workflow dapat diperluas sesuai kebutuhan.

Selain MCP, Hermes memiliki API server yang menyediakan endpoint HTTP yang kompatibel dengan OpenAI. API tersebut dapat digunakan oleh frontend seperti Open WebUI, LobeChat, LibreChat, dan aplikasi lainnya.

Dukungan ini membuat Hermes lebih fleksibel ketika ingin digunakan sebagai bagian dari sistem yang lebih besar. Agent tidak harus berdiri sendiri, tetapi dapat diintegrasikan dengan aplikasi atau interface lain melalui API.

 

Perbandingan OpenClaw VS Hermes Agent

Secara sederhana, OpenClaw lebih kuat pada konsep personal assistant yang terhubung ke banyak channel, sedangkan Hermes Agent lebih menonjolkan memory, skills, learning loop, dan workflow agent yang kompleks.

Aspek OpenClaw Hermes Agent
Fokus utama Personal AI assistant & gateway Self-improving AI agent
Self-hosted Ya Ya
Multi-channel Sangat kuat Sangat kuat
Persistent memory Ya Ya
Skills Ya Ya, dengan fokus self-improvement
Multi-agent Ya Ya
Web search Ya Ya
Browser automation Ya Ya
MCP Ya Ya
Model provider Banyak provider Banyak provider
Mobile integration iOS & Android nodes Fokus pada CLI, desktop, messaging, dan server
API server Tersedia melalui arsitektur/integrasi OpenAI-compatible API server
Learning loop Tidak menjadi fokus utama Salah satu fitur pembeda
Cocok untuk Personal assistant multi-platform Agentic workflow dan automation

Perlu diperhatikan bahwa tabel tersebut membandingkan fokus dan karakteristik utama, bukan berarti salah satu proyek tidak memiliki fitur yang dimiliki proyek lainnya. Keduanya berkembang sangat cepat sehingga fitur dan integrasi dapat berubah dari waktu ke waktu. Dokumentasi resmi OpenClaw dan Hermes sebaiknya menjadi acuan ketika melakukan deployment.

Kapan Sebaiknya Menggunakan OpenClaw atau Hermes Agent?

Pilih OpenClaw jika kebutuhan utama Anda adalah membuat personal AI assistant yang dapat diakses melalui berbagai aplikasi chat. OpenClaw sangat menarik untuk pengguna yang ingin memiliki satu Gateway untuk Telegram, WhatsApp, Discord, Slack, dan channel lainnya sekaligus.

OpenClaw juga cocok jika Anda ingin menggabungkan AI assistant dengan perangkat mobile. Dukungan iOS dan Android node membuatnya lebih menarik untuk workflow yang membutuhkan akses terhadap kamera, suara, Canvas, atau kemampuan perangkat.

Pilih Hermes Agent jika Anda lebih tertarik pada agent yang memiliki persistent memory, skills, delegation, dan kemampuan belajar dari pengalaman. Hermes juga menarik untuk developer yang ingin berpindah-pindah model atau provider karena mendukung banyak provider dan endpoint yang kompatibel.

Untuk pekerjaan seperti coding, research automation, task execution, dan workflow multi-step yang membutuhkan memory serta skills, Hermes dapat menjadi pilihan yang sangat menarik.

OpenClaw vs Hermes Agent: Mana yang Lebih Bagus?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua pengguna. Dalam OpenClaw vs Hermes Agent, pilihan terbaik bergantung pada jenis pekerjaan yang ingin dijalankan.

Jika prioritas Anda adalah personal AI assistant yang selalu tersedia dan terhubung dengan banyak aplikasi komunikasi, OpenClaw lebih menarik. Arsitektur Gateway dan dukungan channel yang luas membuat OpenClaw cocok sebagai pusat AI assistant pribadi yang dapat diakses dari berbagai tempat.

Sebaliknya, jika prioritas Anda adalah agent yang dapat mengingat pengalaman, membuat skills, menjalankan sub-agent, serta digunakan untuk workflow automation yang lebih kompleks, Hermes Agent layak dipertimbangkan. Fitur learning loop dan persistent memory merupakan pembeda utama Hermes dibandingkan banyak AI agent lainnya.

Jadi, OpenClaw unggul untuk personal assistant multi-platform, sedangkan Hermes Agent unggul untuk workflow agentic yang menekankan memory, skills, dan self-improvement. Keduanya sama-sama powerful, sehingga keputusan sebaiknya didasarkan pada workflow, model yang ingin digunakan, integrasi, dan kebutuhan server Anda.

Rekomendasi VPS untuk Menjalankan AI Agent

Menjalankan OpenClaw atau Hermes Agent di VPS dapat menjadi pilihan praktis jika Anda ingin AI agent aktif selama 24 jam tanpa harus membiarkan komputer pribadi menyala.

Untuk penggunaan ringan, Anda dapat mempertimbangkan VPS dengan minimal sekitar 2–4 vCPU dan 4–8 GB RAM sebagai titik awal pengujian. Namun, kebutuhan sebenarnya sangat bergantung pada model yang digunakan, jumlah workflow, jumlah channel, browser automation, sub-agent, serta apakah model AI dijalankan secara remote atau lokal.

Jika menggunakan API model seperti OpenAI, Anthropic, Google, atau OpenRouter, VPS terutama menjalankan agent, tools, gateway, dan workflow. Beban komputasi akan berbeda dibandingkan ketika Anda menjalankan model AI secara lokal di VPS.

Untuk penggunaan yang lebih serius, konfigurasi 4 vCPU, 8 GB RAM atau lebih dapat menjadi titik awal yang lebih nyaman, terutama jika menjalankan beberapa service sekaligus. Jika Anda menjalankan model secara lokal, kebutuhan hardware akan meningkat jauh dan sebaiknya disesuaikan dengan ukuran model serta kebutuhan GPU/VRAM.

Selain spesifikasi, perhatikan juga:

  • Linux support, terutama Ubuntu/Debian jika ingin mengikuti dokumentasi dan komunitas yang luas.
  • RAM yang cukup untuk agent, browser, database, dan service pendukung.
  • CPU yang memadai untuk workflow automation.
  • Storage SSD/NVMe untuk workspace, logs, cache, dan data agent.
  • Koneksi internet stabil karena AI agent biasanya membutuhkan akses API, web, atau platform messaging.
  • Keamanan server, seperti firewall, SSH key, update sistem, dan pembatasan akses dashboard.

Untuk kebutuhan seperti ini, Anda juga dapat mempertimbangkan VPS Exabytes sebagai infrastruktur untuk menjalankan AI agent secara mandiri. Layanan VPS NVMe Exabytes menyediakan full root access, penyimpanan Pure NVMe, snapshot instan, backup VPS mingguan, monitoring resource secara real-time, serta kemampuan instalasi ulang OS secara mandiri.

Infrastruktur data center Exabytes di Indonesia juga menggunakan standar Tier-3 dengan SLA 99,98%, sehingga dapat menjadi salah satu opsi bagi pengguna yang membutuhkan server untuk menjalankan workflow secara konsisten.

Kesimpulan

OpenClaw vs Hermes Agent bukan sekadar persaingan dua AI agent karena keduanya memiliki fokus yang berbeda. OpenClaw lebih tepat untuk personal AI assistant yang terhubung ke banyak platform, sedangkan Hermes Agent lebih menarik untuk workflow automation yang membutuhkan memory, skills, delegation, dan kemampuan self-improvement.

Jika Anda ingin lebih praktis dalam menyiapkan OpenClaw, NVMe VPS OpenClaw Exabytes dapat menjadi salah satu opsi yang relevan. Layanan ini menyediakan VPS yang sudah dilengkapi OpenClaw, sehingga pengguna tidak perlu melakukan instalasi dari awal. Pilihan paketnya juga tersedia dalam beberapa konfigurasi resource, mulai dari 1 vCPU dan 4 GB memory hingga 16 vCPU dan 64 GB memory, sehingga dapat disesuaikan dengan skala workflow yang dijalankan.

FAQ

Hermes Agent dapat lebih unggul jika Anda membutuhkan AI agent yang mampu mengingat pengalaman, membuat skills, dan meningkatkan kemampuannya dari workflow yang berulang. Sementara itu, OpenClaw lebih menonjol sebagai personal AI assistant dengan dukungan banyak platform komunikasi dan ekosistem integrasi yang luas.

Tidak ada satu AI agent yang bisa disebut selalu lebih baik daripada Hermes Agent. Untuk personal assistant multi-platform, OpenClaw dapat menjadi pilihan yang lebih tepat, sedangkan untuk kebutuhan coding atau workflow developer tertentu, agent seperti Codex atau Claude Code bisa lebih sesuai.

Ya, Hermes Agent merupakan salah satu alternatif OpenClaw yang cukup kuat. Keduanya sama-sama dapat digunakan sebagai AI agent self-hosted, tetapi Hermes lebih berfokus pada persistent memory, skills, dan self-improvement, sedangkan OpenClaw lebih kuat sebagai personal assistant dengan integrasi berbagai channel.

Pendapat pengguna Reddit tidak sepenuhnya sama. Beberapa pengguna menilai Hermes lebih autonomous dan unggul dalam membuat skills, sedangkan pengguna lain tetap memilih OpenClaw karena penggunaan token yang lebih efisien dan kemampuan multi-agent yang kuat. Jadi, berdasarkan diskusi komunitas, Hermes bukan secara mutlak lebih baik; pilihannya kembali pada kebutuhan workflow.

Hermes Agent merupakan salah satu alternatif terbaik jika Anda mencari AI agent dengan memory, automation, skills, dan kemampuan self-improvement. Namun, jika kebutuhan utama Anda adalah personal assistant yang terhubung dengan banyak aplikasi komunikasi, OpenClaw tetap menjadi pilihan yang sangat kuat.