Limit Resource Hosting: Panduan Lengkap & Cara Mengatasinya

5
Cara Mengatasi Limit Resource Hosting
Cara Mengatasi Limit Resource Hosting

Ketika website Anda mulai ramai dikunjungi, mengalami proses yang semakin banyak, atau menjalankan berbagai fitur secara bersamaan, penggunaan sumber daya server juga dapat meningkat. Jika penggunaan tersebut sudah melewati batas yang tersedia pada paket hosting, website bisa menjadi lambat, mengalami error, atau beberapa proses tidak dapat berjalan dengan normal.

Limit resource hosting adalah batas penggunaan sumber daya server yang diberikan kepada sebuah akun hosting. Resource ini digunakan untuk menjalankan website, memproses permintaan pengunjung, mengolah data, serta menjalankan berbagai aktivitas lain di server.

Memahami batas resource penting bagi Anda agar dapat mengetahui apakah masalah website berasal dari penggunaan sumber daya yang terlalu tinggi. Dengan begitu, Anda bisa menentukan langkah yang tepat, mulai dari melakukan optimasi hingga meningkatkan kapasitas hosting.

Apa Itu Resource Hosting?

Ilustrasi Resource Hosting
Ilustrasi Resource Hosting

Resource hosting adalah sumber daya komputasi yang digunakan server untuk menjalankan website dan berbagai proses di dalamnya. Saat Anda memiliki sebuah website, server membutuhkan sumber daya untuk menerima permintaan pengunjung, menjalankan aplikasi, memproses data, serta mengirimkan halaman yang diminta.

Resource tersebut tidak hanya berkaitan dengan kapasitas penyimpanan. Ada sumber daya lain yang menentukan seberapa banyak aktivitas dapat diproses oleh server dalam waktu tertentu, seperti kemampuan pemrosesan, memori, dan aktivitas membaca atau menulis data.

Pada layanan hosting, penggunaan sumber daya biasanya memiliki batas sesuai dengan paket yang Anda gunakan. Batas inilah yang kemudian dikenal sebagai limit resource hosting. Setiap paket dapat menyediakan kapasitas resource yang berbeda, sehingga kebutuhan website perlu disesuaikan dengan kemampuan hosting.

Sebagai contoh, website dengan jumlah pengunjung yang masih sedikit mungkin tidak membutuhkan resource besar. Namun, ketika jumlah pengunjung meningkat atau website menjalankan lebih banyak aktivitas, kebutuhan terhadap resource server juga dapat ikut meningkat.

Dengan memahami konsep tersebut, Anda tidak perlu langsung menganggap kapasitas penyimpanan sebagai satu-satunya ukuran kemampuan hosting. Website yang memiliki ruang penyimpanan cukup belum tentu mempunyai resource pemrosesan yang cukup untuk menangani banyak aktivitas secara bersamaan.

Panduan Cara Melihat Kapasitas Hosting Anda
Panduan Cara Melihat Kapasitas Hosting Anda

Jenis Resource yang Memiliki Limit

Ada beberapa jenis resource yang perlu Anda perhatikan ketika menggunakan hosting. Masing-masing memiliki fungsi berbeda, sehingga batas yang tercapai juga dapat menimbulkan dampak yang berbeda pada website.

Mengetahui jenis resource ini akan membantu Anda membaca informasi penggunaan hosting dengan lebih mudah. Anda juga bisa mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki ketika website mulai mengalami penurunan performa.

1. CPU

CPU merupakan sumber daya yang bertugas memproses berbagai instruksi yang dijalankan oleh website. Setiap kali pengunjung membuka halaman, mengirim formulir, melakukan pencarian, atau menggunakan fitur tertentu, server membutuhkan CPU untuk menyelesaikan proses tersebut sebelum hasilnya ditampilkan.

Penggunaan CPU biasanya meningkat ketika website menerima banyak permintaan dalam waktu yang bersamaan atau terdapat proses yang cukup berat untuk dijalankan. Semakin banyak pekerjaan yang harus diselesaikan server, semakin besar pula penggunaan CPU yang dibutuhkan agar semua aktivitas dapat diproses.

Jika penggunaan CPU sering mencapai batas, website dapat terasa lebih lambat karena server membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan setiap permintaan. Kondisi ini tidak selalu berarti website rusak, tetapi dapat menjadi tanda bahwa terdapat beban kerja yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan optimasi pada bagian tertentu.

2. RAM atau Memory

RAM atau memory merupakan ruang kerja sementara yang digunakan server ketika menjalankan berbagai proses website. Saat sebuah halaman dibuka atau fitur tertentu digunakan, data yang sedang diproses akan ditempatkan sementara di memory agar server dapat bekerja lebih cepat.

Semakin banyak proses yang berjalan secara bersamaan, kebutuhan memory juga akan semakin besar. Website dengan banyak aktivitas biasanya membutuhkan memory lebih banyak dibandingkan website sederhana karena server harus menangani beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu yang sama.

Ketika penggunaan RAM mendekati limit, server akan memiliki ruang yang lebih sedikit untuk menjalankan proses baru. Akibatnya, beberapa fitur dapat merespons lebih lambat atau proses tertentu mengalami gangguan sampai penggunaan memory kembali berkurang.

3. Entry Processes

Entry Processes adalah jumlah permintaan yang sedang diproses oleh akun hosting dalam waktu yang bersamaan. Sederhananya, setiap kali seseorang mengakses halaman website, server akan membuat proses untuk menangani permintaan tersebut sehingga jumlah Entry Processes akan berubah mengikuti aktivitas pengunjung.

Jika website hanya memiliki sedikit pengunjung, jumlah proses yang berjalan biasanya masih rendah. Namun, ketika banyak orang membuka halaman secara bersamaan, server harus menangani lebih banyak permintaan sehingga penggunaan Entry Processes dapat meningkat dengan cepat.

Apabila batas Entry Processes tercapai, permintaan baru dapat mengalami antrean atau tidak langsung diproses oleh server. Bagi pengunjung, kondisi ini dapat terlihat sebagai halaman yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dimuat, terutama ketika website sedang mengalami lonjakan kunjungan dalam waktu singkat.

4. I/O

I/O merupakan resource yang berhubungan dengan aktivitas membaca dan menulis data pada penyimpanan server. Ketika website mengambil file, membaca informasi dari database, menyimpan data pengguna, atau membuat file baru, semua aktivitas tersebut membutuhkan kemampuan baca dan tulis yang disebut I/O.

Penggunaan I/O dapat meningkat apabila website melakukan banyak aktivitas penyimpanan secara bersamaan. Misalnya, terdapat banyak pengunjung yang mengirim data, sementara website juga sedang menjalankan proses lain yang membutuhkan akses terhadap file dan database.

Jika limit I/O sering tercapai, proses yang membutuhkan akses ke penyimpanan dapat berjalan lebih lambat meskipun CPU masih tersedia. Oleh sebab itu, website yang terasa lambat tidak selalu disebabkan oleh kemampuan pemrosesan, tetapi bisa juga karena aktivitas membaca dan menulis data sedang sangat tinggi.

5. IOPS

IOPS atau Input/Output Operations Per Second menunjukkan jumlah operasi baca dan tulis yang dapat dilakukan media penyimpanan dalam satu detik. Berbeda dengan I/O yang lebih berkaitan dengan aktivitas atau jumlah data yang diproses, IOPS lebih berfokus pada seberapa banyak operasi penyimpanan yang dapat dilakukan dalam periode tertentu.

Sebagai contoh, website dapat melakukan banyak operasi kecil untuk membaca atau menyimpan berbagai data. Walaupun ukuran setiap data tidak besar, jumlah operasi yang sangat banyak dalam waktu singkat tetap dapat membuat penggunaan IOPS meningkat.

Jika batas IOPS tercapai, permintaan untuk membaca atau menulis data dapat mengalami antrean sebelum diproses. Kondisi ini dapat membuat aktivitas website yang bergantung pada penyimpanan menjadi lebih lambat, terutama ketika banyak proses melakukan operasi data secara bersamaan.

6. NPROC

NPROC merupakan batas jumlah proses yang dapat dibuat dan dijalankan oleh sebuah akun hosting dalam waktu tertentu. Resource ini berkaitan dengan banyaknya proses aktif yang digunakan website, sehingga berbeda dengan Entry Processes yang lebih berfokus pada permintaan masuk yang sedang ditangani.

Ketika website menjalankan banyak aktivitas secara bersamaan, jumlah proses yang digunakan dapat meningkat. Proses tersebut dapat berasal dari aktivitas website, tugas otomatis, maupun berbagai layanan yang berjalan di dalam akun hosting.

Jika penggunaan NPROC mencapai batas, proses baru dapat gagal dibuat atau tidak dapat berjalan sampai proses lain selesai. Kondisi ini dapat menyebabkan fitur tertentu tidak bekerja dengan baik sehingga Anda perlu memeriksa proses yang berjalan dan mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan.

Penyebab Limit Resource Hosting

Limit resource hosting dapat tercapai karena berbagai kondisi. Trafik yang meningkat memang menjadi salah satu penyebab, tetapi website yang tidak optimal, proses yang terlalu banyak, dan aktivitas otomatis juga dapat meningkatkan penggunaan resource.

Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, Anda sebaiknya tidak langsung melakukan upgrade hosting ketika resource mencapai batas. Periksa terlebih dahulu aktivitas website untuk mengetahui apakah penggunaan tinggi tersebut dapat dikurangi melalui optimasi.

1. Trafik Website Meningkat

Semakin banyak pengunjung yang mengakses website Anda, semakin banyak permintaan yang harus diproses oleh server. Setiap permintaan dapat membutuhkan resource untuk menampilkan halaman, mengambil data, menjalankan fitur, hingga mengirimkan hasilnya kembali kepada pengunjung.

Penggunaan resource biasanya semakin tinggi ketika banyak pengunjung mengakses website dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi ini dapat meningkatkan penggunaan CPU, RAM, Entry Processes, hingga jumlah proses yang berjalan karena server harus menangani lebih banyak permintaan secara bersamaan.

Jika peningkatan trafik terjadi secara konsisten, kapasitas hosting yang sebelumnya cukup mungkin mulai tidak mampu memenuhi kebutuhan website. Namun, apabila lonjakan terjadi secara tiba-tiba, Anda perlu memeriksa sumber trafik terlebih dahulu untuk mengetahui apakah peningkatan tersebut berasal dari pengunjung normal atau aktivitas otomatis.

2. Website Menjalankan Banyak Proses

Setiap aktivitas yang dilakukan website membutuhkan proses tertentu untuk dapat berjalan. Proses tersebut dapat muncul ketika pengunjung membuka halaman, melakukan pencarian, mengirim formulir, mengakses data, atau menggunakan fitur tertentu yang tersedia di website.

Masalah dapat muncul ketika banyak proses berjalan secara bersamaan atau terdapat proses yang membutuhkan waktu cukup lama untuk selesai. Dalam kondisi tersebut, CPU, RAM, NPROC, dan resource lainnya dapat digunakan lebih banyak karena server harus menangani berbagai pekerjaan dalam waktu yang sama.

Anda dapat memeriksa proses yang sedang berjalan untuk mengetahui aktivitas mana yang menggunakan resource paling besar. Jika terdapat proses yang tidak diperlukan, terlalu sering dijalankan, atau berjalan lebih lama dari seharusnya, proses tersebut dapat dioptimalkan agar penggunaan resource menjadi lebih efisien.

3. Komponen Website Terlalu Berat

Komponen website seperti fitur tambahan, kode, atau fungsi tertentu dapat membutuhkan resource server ketika dijalankan. Semakin kompleks sebuah komponen, semakin besar kemungkinan server membutuhkan lebih banyak waktu dan resource untuk memproses aktivitas yang berkaitan dengannya.

Komponen yang tidak dioptimalkan dapat menjadi masalah ketika prosesnya dijalankan berulang kali. Misalnya, sebuah fitur melakukan pemrosesan data dalam jumlah besar setiap kali halaman dibuka, sehingga server harus mengulangi pekerjaan tersebut setiap kali mendapatkan permintaan baru.

Karena itu, Anda sebaiknya mengevaluasi komponen yang aktif pada website secara berkala. Pertahankan fitur yang benar-benar dibutuhkan, sementara komponen yang tidak digunakan atau memberikan beban terlalu besar dapat dinonaktifkan, dihapus, atau dioptimalkan sesuai kebutuhan.

4. Database Tidak Optimal

Database menyimpan berbagai informasi yang dibutuhkan website untuk menjalankan fungsinya. Ketika pengunjung membuka halaman tertentu, server mungkin perlu mengambil data dari database, mengolahnya, kemudian menampilkan hasilnya pada halaman tersebut.

Jika proses pengambilan atau pengolahan data tidak efisien, server dapat membutuhkan lebih banyak CPU, RAM, dan aktivitas baca-tulis untuk menyelesaikan permintaan. Kondisi tersebut akan semakin terasa ketika permintaan yang sama terjadi berkali-kali karena banyak pengunjung mengakses website secara bersamaan.

Untuk mengurangi beban, Anda dapat mengevaluasi proses database yang membutuhkan waktu lama atau terlalu sering dijalankan. Pengelolaan data yang lebih baik dan optimasi proses pengambilan informasi dapat membantu mengurangi penggunaan resource tanpa harus langsung meningkatkan kapasitas hosting.

5. Aktivitas Otomatis Terlalu Banyak

Website dapat menjalankan berbagai aktivitas secara otomatis berdasarkan jadwal atau kondisi tertentu. Aktivitas tersebut tetap membutuhkan resource server meskipun tidak ada pengunjung yang sedang membuka halaman website secara langsung.

Jika banyak aktivitas otomatis berjalan pada waktu yang sama, penggunaan CPU, RAM, NPROC, dan resource lainnya dapat meningkat. Kondisinya akan semakin berat apabila aktivitas tersebut melakukan pekerjaan yang membutuhkan banyak pemrosesan atau membaca dan menulis data dalam jumlah besar.

Anda dapat memeriksa aktivitas otomatis yang berjalan dan memastikan semuanya memang masih diperlukan. Jika beberapa tugas tidak harus dilakukan bersamaan, jadwalnya dapat diatur secara terpisah agar penggunaan resource tidak menumpuk pada waktu yang sama.

6. Lonjakan Permintaan dari Bot

Tidak seluruh permintaan ke website berasal dari pengunjung manusia. Website juga dapat menerima akses dari bot atau program otomatis yang melakukan permintaan ke halaman tertentu secara berulang.

Jika jumlah permintaan dari bot meningkat dalam waktu singkat, server tetap harus memproses permintaan tersebut sehingga resource hosting dapat ikut digunakan. Apabila permintaan terjadi dalam jumlah besar dan terus berlangsung, penggunaan CPU, Entry Processes, NPROC, serta resource lainnya dapat meningkat hingga mencapai batas.

Ketika penggunaan resource tiba-tiba melonjak tanpa diikuti peningkatan pengunjung yang sebanding, Anda dapat memeriksa pola trafik untuk mengetahui sumber permintaannya. Langkah tersebut membantu Anda membedakan antara pertumbuhan trafik yang normal dengan aktivitas otomatis yang berpotensi membebani server.

Setelah mengetahui penyebab limit resource hosting, langkah berikutnya adalah menentukan solusi berdasarkan sumber masalahnya. Dengan cara ini, Anda dapat mengurangi penggunaan resource terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan peningkatan kapasitas hosting.

Cara Mengatasi Limit Resource Hosting

Ilustrasi Upgrade hosting
Ilustrasi Upgrade hosting

Cara mengatasi limit resource hosting perlu disesuaikan dengan sumber masalahnya. Jika penggunaan tinggi disebabkan oleh website yang belum optimal, Anda dapat mengurangi beban server melalui beberapa langkah tanpa harus langsung mengganti paket hosting.

Namun, apabila website memang berkembang dan membutuhkan resource lebih besar secara konsisten, peningkatan kapasitas bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Jadi, tujuan utamanya bukan sekadar menghindari limit, tetapi memastikan resource yang tersedia sesuai dengan kebutuhan website Anda.

1. Optimalkan Website

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah memeriksa bagian website yang berpotensi menggunakan resource secara berlebihan. Perhatikan fitur, halaman, kode, maupun proses tertentu yang membutuhkan waktu lama atau dijalankan berulang kali karena aktivitas tersebut dapat membuat CPU, RAM, dan resource lainnya bekerja lebih berat.

Anda dapat mulai dengan menonaktifkan fitur yang sudah tidak digunakan dan mengevaluasi komponen yang tidak memberikan manfaat penting bagi website. Selain itu, perhatikan halaman yang membutuhkan proses lebih berat dibandingkan halaman lainnya agar optimasi dapat difokuskan pada bagian yang paling banyak menggunakan resource.

Dengan mengurangi proses yang tidak diperlukan, server dapat bekerja lebih efisien dalam menangani permintaan pengunjung. Optimasi juga sebaiknya dilakukan secara bertahap agar Anda dapat melihat perubahan penggunaan resource setelah setiap perbaikan dilakukan.

2.  Gunakan Caching

Caching merupakan metode untuk menyimpan data atau hasil proses tertentu sementara waktu sehingga server tidak harus mengulang proses yang sama setiap kali menerima permintaan. Misalnya, data dari halaman yang sering diakses dapat disimpan sementara sehingga permintaan berikutnya dapat dilayani dengan proses yang lebih ringan.

Cara ini dapat membantu mengurangi pekerjaan server, terutama pada website dengan halaman yang sering dikunjungi. Ketika server tidak perlu terus-menerus memproses permintaan yang sama dari awal, penggunaan resource seperti CPU dan proses yang berjalan dapat menjadi lebih terkendali.

Namun, penerapan caching perlu disesuaikan dengan jenis website dan karakteristik kontennya. Anda perlu memastikan konten yang bersifat dinamis atau membutuhkan pembaruan secara cepat tidak justru menampilkan informasi yang sudah tidak sesuai karena menggunakan data cache yang lama.

3. Optimalkan Database

Database menjadi bagian penting bagi website yang menyimpan dan mengolah banyak informasi. Setiap kali halaman membutuhkan data tertentu, server harus mengambil informasi tersebut dari database, memprosesnya, lalu mengirimkan hasilnya untuk ditampilkan kepada pengunjung.

Jika proses tersebut tidak efisien, server dapat membutuhkan lebih banyak waktu dan resource untuk menyelesaikan permintaan. Kondisi ini akan semakin terasa ketika proses pengambilan data dilakukan berulang kali oleh banyak pengunjung dalam waktu yang sama.

Anda dapat mengevaluasi data yang sudah tidak diperlukan serta proses pengambilan data yang terlalu berat atau terlalu sering dijalankan. Namun, lakukan penghapusan data secara hati-hati dan pastikan informasi tersebut memang sudah tidak dibutuhkan agar optimasi database tidak mengganggu fungsi website.

4. Kurangi Komponen yang Tidak Diperlukan

Semakin banyak komponen yang aktif pada website, semakin banyak pula aktivitas yang harus dijalankan dan dikelola oleh server. Beberapa komponen mungkin menjalankan proses di latar belakang sehingga tetap menggunakan resource meskipun fitur tersebut jarang digunakan oleh pengunjung.

Karena itu, lakukan pemeriksaan secara berkala terhadap fitur dan komponen yang terpasang pada website. Jika terdapat komponen yang sudah tidak digunakan atau memiliki fungsi yang tumpang tindih dengan komponen lain, Anda dapat mempertimbangkan untuk menonaktifkan atau menghapusnya setelah memastikan tidak memengaruhi fungsi website.

Langkah ini dapat membantu mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan dan membuat website lebih ringan untuk dikelola. Sebaiknya lakukan perubahan satu per satu agar Anda dapat mengetahui komponen mana yang memberikan dampak terhadap penggunaan resource dan performa website.

5. Atur Proses Otomatis

Website dapat menjalankan berbagai proses otomatis untuk melakukan pekerjaan tertentu tanpa harus dilakukan secara manual. Meskipun membantu pengelolaan website, setiap proses otomatis tetap membutuhkan resource server ketika dijalankan.

Masalah dapat terjadi ketika beberapa proses yang membutuhkan resource besar berjalan pada waktu yang sama. Anda dapat memeriksa jadwal aktivitas tersebut dan mengatur ulang waktunya sehingga proses yang berat tidak harus dijalankan secara bersamaan.

Selain mengatur jadwal, periksa apakah seluruh proses otomatis masih diperlukan. Aktivitas yang sudah tidak memiliki fungsi atau dijalankan terlalu sering dapat dihentikan atau disesuaikan agar penggunaan resource lebih efisien tanpa mengganggu operasional website.

6. Periksa Trafik Website

Ketika penggunaan resource tiba-tiba meningkat, periksa trafik website untuk mengetahui apakah terjadi lonjakan jumlah pengunjung. Peningkatan trafik berarti server harus menangani lebih banyak permintaan sehingga penggunaan CPU, RAM, Entry Processes, dan resource lainnya dapat ikut meningkat.

Perhatikan juga kapan lonjakan tersebut terjadi dan dari mana sumber trafiknya. Jika peningkatan berasal dari kampanye, konten yang sedang populer, atau pertumbuhan pengunjung secara alami, kebutuhan resource yang lebih besar mungkin memang menjadi bagian dari perkembangan website.

Sebaliknya, jika penggunaan resource meningkat secara drastis tetapi jumlah pengunjung tidak mengalami perubahan yang sebanding, Anda perlu mencari penyebab lain. Aktivitas otomatis, bot, atau proses internal website dapat menjadi faktor yang perlu diperiksa sebelum Anda memutuskan untuk meningkatkan kapasitas hosting.

7. Upgrade Hosting

Jika berbagai langkah optimasi sudah dilakukan tetapi penggunaan resource masih sering mencapai batas, Anda dapat mempertimbangkan upgrade paket hosting. Pilihan ini semakin relevan apabila trafik website terus bertambah, aktivitas semakin banyak, dan kebutuhan resource sudah secara konsisten melebihi kapasitas paket yang digunakan.

Untuk Anda yang membutuhkan pilihan hosting dengan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan perkembangan website, AI Hosting Exabytes menyediakan beberapa pilihan paket cPanel dan Plesk. Paket cPanel AI tersedia mulai dari AI Beginner untuk website bisnis skala kecil hingga AI Pro dan AI Max yang ditujukan untuk website dengan trafik serta kebutuhan performa lebih tinggi. Layanannya juga menggunakan penyimpanan NVMe dan menawarkan uptime 99,9%, sementara paket tertentu menyediakan bandwidth dan jumlah website yang lebih besar.

Jika Anda ingin meningkatkan kapasitas hosting sekaligus mendapatkan fitur pendukung seperti SSL, backup rutin, keamanan website, serta berbagai tools berbasis AI pada paket tertentu, Anda dapat melihat pilihan AI Hosting Exabytes. Pilih paket yang sesuai dengan kebutuhan resource website Anda dan mulai optimalkan performa website bersama AI Hosting Exabytes sekarang.

Kesimpulan

Limit resource hosting merupakan batas penggunaan sumber daya server yang perlu diperhatikan agar website tetap dapat berjalan dengan baik. Ketika limit tercapai, penyebabnya dapat berasal dari peningkatan trafik, terlalu banyak proses, komponen website yang berat, database yang kurang optimal, maupun aktivitas otomatis. Anda dapat mengatasinya dengan melakukan optimasi terlebih dahulu, tetapi jika kebutuhan resource terus meningkat, upgrade hosting dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Untuk Anda yang membutuhkan kapasitas hosting yang dapat mengikuti perkembangan website, AI Hosting Exabytes menyediakan berbagai pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Layanan ini menggunakan penyimpanan NVMe dan menawarkan uptime 99,9%, serta dilengkapi fitur pendukung seperti SSL, backup rutin, keamanan website, dan berbagai fitur berbasis AI pada paket tertentu. Pilihan paket yang tersedia juga memungkinkan Anda menyesuaikan kapasitas hosting berdasarkan skala website dan kebutuhan resource.

Jika website Anda mulai sering mengalami limit resource atau membutuhkan kapasitas yang lebih besar, inilah saatnya mempertimbangkan hosting yang lebih sesuai. Sudah saatnya pilih paket AI Hosting dari Exabytes untuk mendapatkan performa terbaik untuk stabilitas website anda!

FAQ

Batas sumber daya pada situs web adalah batas penggunaan resource server yang diberikan kepada akun hosting. Resource tersebut dapat mencakup CPU, RAM, Entry Processes, I/O, IOPS, dan NPROC yang digunakan untuk menjalankan website serta memproses permintaan pengunjung. Jika penggunaan salah satu resource mencapai batas yang ditentukan, website dapat mengalami perlambatan atau beberapa proses tidak berjalan secara optimal. Karena itu, penting bagi Anda untuk memantau penggunaan resource dan melakukan optimasi ketika penggunaan mulai mendekati limit.

Tidak ada jumlah pengunjung yang berlaku sama untuk semua shared hosting karena kemampuan menangani trafik bergantung pada kapasitas resource paket, jenis website, ukuran halaman, dan aktivitas yang dijalankan. Website dengan halaman ringan dapat menangani trafik yang berbeda dibandingkan website yang menjalankan banyak proses atau membutuhkan pengolahan data secara intensif.

Anda dapat memeriksa penggunaan resource melalui fitur pemantauan resource yang tersedia pada cPanel, apabila fitur tersebut disediakan oleh layanan hosting Anda. Informasi yang ditampilkan biasanya membantu Anda melihat resource yang digunakan dan mengetahui apakah terdapat penggunaan yang mencapai atau mendekati batas.

Disk space adalah kapasitas penyimpanan yang disediakan pada server untuk menyimpan berbagai data website. Data tersebut dapat berupa file website, gambar, dokumen, database, email, serta data lain yang digunakan oleh akun hosting.