AI Security: Cara Melindungi Data dan Infrastruktur AI Perusahaan

3

Dengan perkembangannya yang semakin masif, AI tidak lagi hanya digunakan untuk membuat konten atau membantu pekerjaan administratif, tetapi mulai masuk ke berbagai proses bisnis seperti analisis data, customer service, software development, hingga automation.

Perubahan besar ini juga menggeser cara perusahaan memandang keamanan di era AI. Terutama ketika data yang digunakan berasal dari dokumen internal, database, customer information, source code, hingga informasi bisnis lainnya yang bersifat sensitif.

Selain data, AI juga dapat terhubung dengan berbagai aplikasi dan infrastruktur perusahaan untuk mengambil data atau menjalankan tugas tertentu. Artinya, ketika AI mulai digunakan dalam proses bisnis, prioritas keamanan tidak lagi hanya berfokus pada aplikasi yang berjalan, tetapi juga pada data, model, akses, hingga seluruh proses yang terlibat dalam operasional bisnis.

Inilah yang menjadikan AI Security sebagai topik penting yang perlu dipahami, terutama ketika perusahaan mulai atau telah mengadopsi AI.

Apa Itu AI Security?

AI Security adalah pendekatan untuk melindungi sistem AI, data yang digunakan, infrastruktur, model, serta akses terhadap AI dari berbagai risiko keamanan.

Jika pada sistem IT tradisional perusahaan lebih berfokus pada perlindungan server, aplikasi, network, dan database, pada environment AI terdapat beberapa komponen tambahan yang perlu diperhatikan, seperti:

  • data yang digunakan untuk AI;
  • asal data;
  • siapa yang dapat mengakses data;
  • bagaimana model AI disimpan dan digunakan;
  • aplikasi apa saja yang terhubung dengan AI;
  • siapa saja yang dapat menggunakan AI; dan
  • bagaimana aktivitas AI akan dimonitor.

Dengan banyaknya hal yang perlu diperhatikan, menambahkan security tool pada infrastruktur saja belum tentu menjadi jawaban yang dibutuhkan. Perusahaan juga perlu melihat seluruh lifecycle AI, mulai dari data masuk hingga bagaimana AI digunakan dalam proses bisnis.

Apa Saja yang Perlu Dilindungi dalam Penggunaan AI?

Ada beberapa bagian penting yang perlu diperhatikan ketika perusahaan mulai membangun atau menggunakan AI.

1. Data

Data merupakan salah satu aset penting dalam sistem AI. Dalam proses pengembangannya, perusahaan perlu memberikan AI konteks, dalam hal ini data, agar AI tidak hanya memberikan jawaban berdasarkan pemahaman dasarnya, tetapi juga dapat memahami konteks bisnis perusahaan.

Namun, tidak semua data memiliki tingkat sensitivitas yang sama. Data customer, misalnya, tentu membutuhkan perlakuan yang berbeda dibandingkan data yang bersifat publik.

Oleh karena itu, perusahaan perlu menentukan batasan yang jelas dalam penggunaannya, seperti:

  • data apa yang boleh dan tidak boleh digunakan AI;
  • siapa yang berhak memberikan akses;
  • bagaimana data disimpan; dan
  • bagaimana data dilindungi ketika digunakan AI.

Memiliki data classification menjadi semakin penting ketika AI yang digunakan mulai terhubung dengan berbagai sumber informasi internal lainnya.

2. Model AI

Selain data, hal lain yang perlu dilindungi adalah model AI. Terutama jika perusahaan mengembangkan atau menggunakan model sendiri, model tersebut dapat menjadi bagian dari investasi perusahaan dalam data, training, infrastruktur, dan intellectual property.

Jika model dicuri atau dimanipulasi, perusahaan tidak hanya menghadapi masalah keamanan, tetapi juga potensi kerugian bisnis. Itulah mengapa akses ke model perlu dikontrol dengan baik.

Selain itu, model juga perlu dipantau untuk mengetahui apakah terdapat perubahan atau aktivitas yang tidak biasa.

3. AI Infrastructure

AI membutuhkan infrastruktur untuk berjalan. Tergantung pada workload-nya, infrastruktur AI dapat mencakup compute, GPU, storage, network, database, dan cloud environment.

Sama seperti infrastruktur IT lainnya, infrastruktur AI juga perlu memiliki security control yang sesuai, terutama ketika workload menggunakan resource dalam jumlah besar atau memproses data sensitif.

4. Identity dan Access

Tidak semua orang di perusahaan membutuhkan akses AI yang sama. Karyawan mungkin hanya perlu menggunakan AI untuk membantu pekerjaan sehari-hari, sementara data scientist membutuhkan akses ke environment yang berbeda.

Begitu juga dengan AI application yang terhubung ke sistem internal. Jika sebuah AI system dapat mengakses database, API, atau aplikasi perusahaan, akses tersebut perlu dibatasi berdasarkan kebutuhan.

Inilah yang dikenal dengan least privilege. Artinya, AI atau user hanya mendapatkan akses yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya, bukan akses ke seluruh environment.

5. AI Supply Chain

Perusahaan tidak selalu membangun seluruh komponen AI sendiri. Hal-hal seperti model, dataset, API, plugin, dan berbagai komponen lainnya dapat berasal dari pihak ketiga.

Jika salah satu komponen mengalami vulnerability atau dikompromikan, risikonya dapat ikut masuk ke environment perusahaan. Karena itu, perusahaan perlu mengetahui komponen apa saja yang digunakan dan dari mana asalnya.

Cara Perusahaan Memulai AI Security

Memulai AI Security tidak harus selalu diawali dengan membangun sistem yang kompleks. Perusahaan dapat mulai dengan memahami bagaimana AI digunakan saat ini.

Ketahui AI Tools atau Services yang Digunakan

Untuk memulai AI Security, perusahaan dapat membuat inventaris sederhana mengenai AI tools dan AI services yang digunakan. Data dalam inventaris tersebut dapat mencakup AI yang secara resmi disediakan oleh IT maupun tools yang digunakan oleh masing-masing tim.

Membuat inventaris ini dapat membantu perusahaan mengetahui apakah ada penggunaan AI yang belum melalui security review.

Tentukan Batasan Akses dan Data

Tentukan siapa yang dapat menggunakan AI dan resource apa saja yang dapat diakses. Jika AI terhubung dengan aplikasi atau database perusahaan, gunakan prinsip least privilege agar AI hanya memiliki akses yang benar-benar dibutuhkan.

Amankan Infrastruktur

AI environment tetap membutuhkan security control seperti access management, network security, endpoint protection, monitoring, dan vulnerability management.

Perusahaan juga perlu memastikan bahwa infrastruktur yang digunakan AI mendapatkan patch dan update secara berkala.

Monitor Aktivitas

Monitoring secara rutin membantu perusahaan mengetahui aktivitas yang terjadi pada AI environment. Misalnya, perusahaan dapat memantau login, API access, penggunaan resource, perubahan konfigurasi, dan aktivitas yang tidak biasa.

Monitoring juga menjadi semakin penting ketika perusahaan mulai membangun automation atau kemampuan interaksi lainnya dengan AI.

Bangun AI Security Perusahaan Anda dengan Exabytes

Ketika AI mulai digunakan untuk memproses data dan terhubung dengan berbagai sistem perusahaan, security tidak bisa hanya berfokus pada AI tool atau model yang digunakan. Infrastruktur tempat AI berjalan juga perlu memiliki security control yang sesuai.

Exabytes melalui eSecure menyediakan berbagai layanan cybersecurity yang dapat membantu perusahaan melindungi environment IT, mulai dari:

  • Cloud Security Posture Management (CSPM) & Cloud Incident & Event Management (CIEM)
  • Vulnerability Assessment
  • Endpoint Security
  • Privileged Access Management (PAM)
  • Zero Trust Secure Access
  • Managed Detection & Response (MDR)
  • SOC 24/7

Layanan eSecure mencakup berbagai lapisan keamanan, mulai dari cloud security, vulnerability assessment, endpoint protection, identity and access, hingga monitoring dan incident response.

Namun, kebutuhan setiap perusahaan tentu berbeda. AI yang hanya digunakan untuk membantu pekerjaan internal akan memiliki kebutuhan security yang berbeda dengan AI yang terhubung ke database customer, aplikasi bisnis, atau workflow yang berjalan otomatis.

Karena itu, langkah pertama bukan memilih security tool sebanyak mungkin, tetapi memahami bagaimana AI digunakan, data apa yang diproses, sistem apa yang terhubung, dan siapa yang memiliki akses.

Dengan infrastruktur yang terkontrol dan security yang dipersiapkan sejak awal, perusahaan dapat mengembangkan penggunaan AI tanpa mengabaikan perlindungan terhadap data dan sistem yang menjadi bagian penting dari operasional bisnis.

AI yang aman bukan hanya tentang model yang digunakan, tetapi juga tentang bagaimana seluruh infrastruktur di belakangnya dirancang, dikelola, dan dilindungi.

Siap Mengamankan Environment AI Perusahaan Anda?

Setiap perusahaan memiliki environment AI, data, aplikasi, dan kebutuhan security yang berbeda. Evaluasi keamanan perlu disesuaikan dengan bagaimana AI digunakan dan sistem apa saja yang terhubung dengannya.

Pelajari eSecure & Konsultasikan Kebutuhan Security Anda →