11+ Cara Brainstorming yang Tepat Agar Efektif

295
10 min read

Sebuah ide dapat muncul kapan pun dan di mana pun. Namun tidak semua ide yang keluar dari kepala dapat dijadikan landasan dalam mengambil keputusan atau membuat sesuatu. Dari mana ide berasal? Exabytes Friends mungkin pernah mendengar sebuah kiasan “Jenius adalah Sembilan puluh sembilan persen keringat, satu persen inspirasi”. 

Ide berasal dari sebuah proses. Proses yang dapat menghasilkan ide adalah Brainstorming. Dalam sebuah bisnis atau dunia kerja, kita sering kali dihadapkan pada situasi harus melakukan brainstorming ide guna menyelesaikan masalah atau membuat keputusan.

Namun, cara brainstorming sendiri tidak dapat sembarang. Apabila proses brainstorming ide tidak berjalan secara efektif, maka alih-alih menghasilkan output yang memuaskan justru malah membuat permasalahan bisnis semakin kompleks. Sebuah bisnis online tanpa modal sekalipun tetap harus menggunakan metode brainstorming yang terarah agar proses pengembangan produk dari bisnis tetap efektif.

Nah, oleh karena itu artikel ini ditulis untuk menumbuhkan pemahaman yang tepat bagi Exabytes Friends berkenaan dengan cara brainstorming. Sudah tidak sabar dengan pembahasan lengkapnya? Yuk, simak seterusnya! 

Apa Itu Brainstorming?

Dalam sebuah bisnis atau lingkungan kerja, sering kali kalian diharuskan untuk menemukan ide guna mengembangkan produk atau mengatasi masalah tertentu. Agar didapatkan sebuah ide yang efektif dan efisien, maka harus melalui proses brainstorming

Mungkin Exabytes Friends sudah sering mendengar istilah “Brainstorming” disebutkan dalam percakapan atau diskusi sehari-hari. Namun tahukah kalian jika brainstorming juga memiliki penyebutan bahasa Indonesia yang telah terdaftar di KBBI, loh! 

Dalam bahasa Indonesia, brainstorming disebut dengan “Curah Pendapat”. Lalu apa sih pengertian brainstorming itu? Menurut ahli psikologi yaitu Barbara Allman dan Sara Freeman, brainstorming adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghasilkan suatu daftar panjang yang berisi berbagai respons berbeda tanpa membuat penilaian terhadap ide-ide individu.

Secara harfiah, brainstorming adalah sebuah proses untuk menemukan beragam ide baru secara cepat namun terstruktur lalu mendiskusikannya bersama-sama guna memecahkan berbagai masalah. 

Brainstorming merupakan metode menggali ide yang paling banyak dipakai oleh perusahaan dan pelaku bisnis saat ini. (Sumber: Shutterstock)
Brainstorming merupakan metode menggali ide yang paling banyak dipakai oleh perusahaan dan pelaku bisnis saat ini. (Sumber: Shutterstock)

Mengintip sedikit sejarah seluk-beluk brainstorming, ternyata metode brainstorming pertama kali dicetuskan oleh seorang advertising executive bernama Alex Osborn pada tahun 1941. Osborn mencetuskan metode brainstorming karena yakin bahwa setiap orang terlahir dengan bakat untuk menjadi kreatif. 

Berikut terdapat empat acuan sebagai cara brainstorming menurut Alex Osborn:

  Tidak boleh melontarkan kritik terhadap setiap ide yang keluar melalui proses brainstorming.

  Semakin beragam ide yang dihasilkan, maka semakin baik.

  Berkolaborasi untuk membangun ide kreatif secara Bersama-sama.

  Mendorong munculnya ide-ide liar. 

Cara Brainstorming yang Efektif 

Nah, kita telah sampai pada bagian menarik dari artikel kali ini. Berikut akan dipaparkan cara melakukan brainstorming agar didapatkan ide yang kreatif dan efektif.

1. Tentukan Satu Orang Sebagai Pemimpin Diskusi

Sebuah forum diskusi membutuhkan seorang moderator. (Sumber: Shutterstock)
Sebuah forum diskusi membutuhkan seorang moderator. (Sumber: Shutterstock)

Sebuah forum diskusi atau brainstorming membutuhkan satu orang sebagai pemimpin untuk memastikan bahwa proses diskusi berjalan lancar dan kondusif. Dalam lingkungan pekerjaan, biasanya sebuah kelompok diskusi dipimpin oleh seorang moderator. 

Namun tak jarang pula seorang Scrum Master atau Product Manager yang ditugaskan untuk memimpin jalannya brainstorming. Pemimpin diskusi ini juga yang nantinya akan menjadi penengah ketika terdapat gesekan atau perselisihan antar partisipan.

Selain itu, pemimpin diskusi harus dapat menarik benang merah dari setiap ide yang dilontarkan partisipan serta memberi kesimpulan terhadap hasil diskusi. 

2.  Pahami Tujuan Brainstorming 

Terdapat bermacam-macam konsep dan tujuan brainstorming. Tujuan yang ingin dicapai sangat mempengaruhi cara brainstorming agar menghasilkan ide yang brilian. Sejatinya terdapat beberapa tujuan brainstorming, diantaranya yaitu menganalisis masalah, mengidentifikasi permasalahan yang ingin dipecahkan, mengumpulkan ide, mencari ide terhadap pengembangan produk, dan lainnya.

Baca Juga  11 Peluang Bisnis Online Yang Akan Booming di Tahun 2021

Sehingga tips pertama agar brainstorming dapat dilakukan sebaik mungkin adalah dengan memahami tujuan brainstorming dilakukan. Dengan memahami tujuan, maka kelompok diskusi dapat memiliki persepsi dan pandangan yang sama terhadap proses yang akan dijalankan. 

Sebaiknya sebelum sesi brainstorming dilakukan, salah satu pihak yang menjadi moderator dalam kelompok diskusi harus menyampaikan terlebih dahulu arah dan tujuan jelas dari brainstorming. 

3. Tidak Perlu Terlalu Banyak Kepala

Sebaiknya membatasi jumlah peserta diskusi agar brainstorming dapat berjalan lebih kondusif. (Sumber: Shutterstock)
Sebaiknya membatasi jumlah peserta diskusi agar brainstorming dapat berjalan lebih kondusif. (Sumber: Shutterstock)

Tidak perlu terlalu banyak kepala yang dimaksud di sini adalah dalam diskusi untuk kepentingan brainstorming ide, tidak perlu melibatkan banyak orang. Meskipun telah disebutkan bahwa semakin beragam ide yang dihasilkan maka semakin baik, namun terlalu banyak orang yang terlibat dalam proses diskusi dapat menyebabkan terjadi bentrokan atau perselisihan pendapat.

Sebaiknya atur diskusi hanya dengan 5 hingga 8 orang saja. Jumlah tersebut dianggap sudah efektif untuk mengumpulkan ide dari berbagai sisi dan pandangan. Jangan lupa pula tunjuk satu orang dalam kelompok diskusi untuk menjadi moderator. Moderator sangat diperlukan untuk mengarahkan dan menjaga alur diskusi agar tetap stabil dan tertib. 

4. Gunakan Konsep Crazy 8

Crazy 8 adalah sebuah metode untuk brainstorming ide dengan cara menggambarkan atau menuliskan gagasan kita pada sebuah kertas. Crazy 8 sangat cocok diterapkan bagi kalian yang sedang bingung mencari cara brainstorming untuk kebutuhan desain atau ide mockup aplikasi.

Crazy 8 dilakukan dengan membuat delapan sketsa ide produk yang berbeda dalam kurun waktu 8 menit. Biasanya tim Product atau tim Design dari sebuah perusahaan yang sering menerapkan strategi Crazy 8. 

5. Sediakan Waktu Untuk Memikirkan Ide

Dalam sebuah kelompok diskusi yang efektif, biasanya proses brainstorming tidak langsung dimulai begitu saja. Tetapi sebaiknya moderator menjelaskan terlebih dahulu goals yang ingin dicapai, visi misi, hingga product vision (apabila proses brainstorming untuk pengembangan produk) yang dituju.

Selain itu, moderator juga perlu menyediakan beberapa waktu bagi para peserta diskusi untuk memikirkan ide mereka masing-masing sebelum didiskusikan. Biasanya waktu 10-15 menit sudah cukup untuk memberi kesempatan berpikir.

Hal tersebut juga dapat mendorong setiap anggota kelompok diskusi agar memiliki ide dan gagasan yang orisinil sehingga tidak hanya “ikut-ikutan” saja. 

6. Pilihlah Waktu Brainstorming yang Tepat

Pemilihan waktu tentu saja dapat mempengaruhi tingkat efektivitas dari brainstorming. Sebaiknya brainstorming diadakan pada pagi hari agar otak dan pikiran para peserta diskusi masih fresh dan cemerlang. 

Sehingga mereka akan lebih mudah untuk berpikir dan menggali ide. Hindari mengadakan sesi brainstorming pada hari Jumat sore. Karena pada waktu tersebut, pikiran dan perhatian para peserta diskusi sudah terdistraksi ke akhir pekan sehingga kurang fokus.

Selain pemilihan waktu yang tepat, durasi brainstorming juga sangat mempengaruhi kualitas ide yang dihasilkan. Sebaiknya moderator dari diskusi membatasi durasi brainstorming paling lama hingga satu jam saja. Hal tersebut juga untuk menghindari peserta diskusi menjadi jenuh dan kehabisan energi.

7. Menggunakan Metode Analisis SWOT

Analisis SWOT juga dapat dijadikan sebagai metode brainstorming. (Sumber: Shutterstock)
Analisis SWOT juga dapat dijadikan sebagai metode brainstorming. (Sumber: Shutterstock)

Cara brainstorming selanjutnya adalah menggunakan metode analisis SWOT. Metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats) adalah sebuah strategi yang biasa digunakan dalam analisis bisnis atau suatu proyek. 

Metode analisis SWOT sangat bermanfaat dalam membantu menggali ide-ide bisnis yang strategis, praktis, dan efektif. Selain itu, dalam sebuah forum diskusi, analisis SWOT juga sangat berpengaruh dalam menstimulasi sebuah ide kolaboratif yang sangat menunjang keberlangsungan bisnis. 

8. Menggunakan Konsep “Impact and Effort Analysis” Untuk Memetakan Ide 

Cara brainstorming agar efektif selanjutnya yaitu menerapkan konsep “Impact and Effort Analysis” untuk memetakan ide-ide yang tercipta. Cara tersebut juga dapat digunakan untuk memastikan bahwa ide yang dikemukakan tidak ada yang terlewat dan telah tercatat semua. 

Dari semua ide-ide yang terkumpul, moderator dapat mengklasifikasikannya ke dalam empat kuadran berdasarkan tingkat Impact dan Effort-nya. Ide hasil brainstorming dengan high impact low effort (dapat memberi solusi besar dan proses aktualisasi idenya sangat mudah) dapat dieksekusi terlebih dahulu.

Sedangkan ide hasil brainstorming dengan low impact high effort dapat disisihkan terlebih dahulu atau ditunda pengerjaannya karena proses aktualisasinya yang cukup sulit dan solusi yang dihasilkan pun kurang efektif. 

Baca Juga  🤔5 Tips dari PVRA untuk Memulai Bisnis Sepatu Online

9. Menciptakan Kelompok Diskusi yang Ramah dan Terbuka

Cara brainstorming berikutnya agar berjalan efisien adalah dengan menciptakan ruang diskusi yang ramah dan terbuka. Lebih baik jika proses brainstorming berjalan dengan santai dan tidak kaku. 

Sehingga para peserta pun lebih nyaman untuk mengemukakan ide mereka tanpa takut dihakimi atau disalahkan. Selain itu, dengan menciptakan ruang diskusi yang nyaman, itu berarti kalian menyambut dan mendukung semua ide yang dipaparkan oleh partisipan. 

Jika ruang diskusi terkesan kaku dan menegangkan, maka partisipan akan kesulitan untuk berpikir dan cenderung tertekan sehingga tidak dapat menghasilkan ide yang kreatif. 

10. Sediakan Ruang Diskusi Secara Individu dan Kelompok

Kalian perlu memahami bahwa tidak semua orang memiliki gaya diskusi yang sama. Ada sebagian orang yang menikmati momen berbicara di depan banyak orang. Namun, ada pula sebagian orang yang lebih suka menyuarakan idenya secara pribadi dan kurang percaya diri jika harus bersuara di depan banyak partisipan.

Nah, oleh karena itu moderator dapat menyediakan konsep diskusi menjadi dua sesi, yaitu secara kelompok dan refleksi individu. Melalui sesi kelompok, moderator dapat membuat grup diskusi dengan 5 hingga 8 partisipan lalu mereka semua diharuskan mempresentasikan ide masing-masing. Partisipan lain dapat memberikan feedback serta saran terhadap ide yang dipresentasikan.

Sedangkan dalam refleksi individu, partisipan dapat berfokus untuk menggali ide sendiri dan mengirimkan idenya melalui email atau sarana lain. 

11. Gunakan Tools Penunjang Brainstorming

Di masa pandemi seperti saat ini, proses diskusi dengan tim untuk menghasilkan ide sering kali dilakukan secara daring. Banyak aplikasi penunjang yang dapat Exabytes Friends coba untuk menunjang kelancaran diskusi daring.

Beberapa rekomendasi online tools untuk diskusi daring yaitu Google Docs, Miro, Trello, Slack, Figma, dan lainnya. Kalian pun juga dapat berdiskusi online menggunakan platform e-meeting seperti Google Meet, Zoom, Cisco Webex, Microsoft Teams, Skype, Blue Jeans, atau lainnya.

12. Menggunakan Metode Brainwriting

Brainwriting adalah metode brainstorming dengan menuliskan ide masing-masing. (Sumber: Shutterstock)
Brainwriting adalah metode brainstorming dengan menuliskan ide masing-masing. (Sumber: Shutterstock)

Cara brainstorming selanjutnya yang direkomendasikan adalah “Brainwriting”. Bagi Exabytes Friends yang masih menerka-nerka apa itu Brainwriting, berikut penjelasan ringkasnya.

Metode Brainwriting atau yang dikenal pula dengan istilah “Crawford Slip Writing” adalah sebuah metode brainstorming dengan cara masing-masing partisipan menuliskan ide pada sebuah kartu indeks lalu membagikannya secara acak dengan partisipan lainnya. 

Partisipan yang menerima kartu ide dari partisipan lainnya diharuskan memberi pendapat atau kritik dan saran terhadap ide tersebut.

Kesimpulan 

Brainstorming atau curah pendapat adalah sebuah proses untuk menemukan beragam ide baru secara cepat namun terstruktur lalu mendiskusikannya bersama-sama guna memecahkan berbagai masalah.

Ketika forum diskusi melakukan brainstorming ide, maka sebaiknya tidak boleh melontarkan kritik terhadap setiap ide yang keluar melalui proses brainstorming. Jika memberikan pendapat atau saran, masih tetap diperbolehkan.

Selain itu, kode etik lainnya dalam forum diskusi adalah berkolaborasi untuk membangun ide kreatif secara bersama-sama, mendorong munculnya ide-ide liar, dan semakin beragam ide yang dihasilkan, maka semakin baik.

Beberapa tips dan cara brainstorming yang efektif di antaranya yaitu memahami tujuan brainstorming, menentukan satu orang sebagai pemimpin diskusi, tidak perlu terlalu banyak kepala, menggunakan konsep Crazy 8, memahami Psikologi Marketing, menyediakan waktu untuk memikirkan ide, dan memilih waktu brainstorming yang tepat.

Terdapat juga tips lainnya seperti menggunakan konsep “Impact and Effort Analysis” untuk memetakan ide, menciptakan kelompok diskusi yang ramah dan terbuka, menyediakan ruang diskusi secara individu dan kelompok, menggunakan tools penunjang brainstorming, serta menggunakan metode analisis SWOT.

Nah, cukup sekian pembahasan kali ini mengenai cara brainstorming yang efektif. Semoga bermanfaat bagi Exabytes Friends, ya! Bagi kalian yang ingin membaca artikel-artikel menarik lainnya mengenai website dan tips pembuatan konten, maka dapat mengunjungi blog Exabytes. Selain itu, Exabytes sebagai perusahaan web hosting juga menyediakan jasa SEO Indonesia, loh!

Jangan lupa pula untuk subscribe agar tak ketinggalan konten artikel up-to-date lainnya. Sampai jumpa!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments