Ciri-Ciri Developer Yang Disukai Pelanggan

44
ciri-ciri developer yang disukai pelanggan
Free Credit Exabytes
6 min read

Hi, Exabytes Friends! Masih inget nggak event EDC beberapa minggu lalu di Facebook Live? Yes! EDC Special Edition yang berkolaborasi dengan Android Developer Nasional (ADN). Di event tersebut, salah satu pembicara yang hadir ialah Peter Jack Kambey. Beliau adalah Head Executive PHP Indonesia yang mana kisah sukses dan pengalamannya banyak dijadikan kiblat oleh para developer di Indonesia.

EDC x ADN

Pada kesempatannya di EDC Special Edition saat itu, Peter Jack Kambey membawakan topik “Ciri Developer yang Disukai Pelanggan”. Beliau menyampaikan bahwa sebenarnya topik tersebut sangat tidak technical, namun beliau senang karena topik tersebut dapat membawanya pada ingatan dimana ia terlalu menjunjung tinggi skill technical nya, lalu melupakan bahwa value non-technical juga sangat dipentingkan dalam berkarir di dunia teknologi, khususnya untuk para developer.

Karir di dunia teknologi tersebut ia jajaki dari awal tahun 90an. “Saya tuh berkarir saat itu cuma mengandalkan skill saya yang menurut saya teknik banget dan jarang orang miliki, dan disitu saya jadi ngerasa jago banget. Sampai akhirnya saat itu saya memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut dengan tujuan mendapat pengalaman yang lebih keren yang padahal kalau bisa dibilang saya tuh udah dapet posisi yang lumayan banget saat itu” ujarnya.

developer

Juga di kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa kepuasan para pelanggan adalah apa yang harus diutamakan oleh para developer. “Saya senang banget disuruh untuk bahas topik ini, karena saya bisa sharing value-value apa saja yang seharusnya ada pada setiap developer, bukan hanya developer, tapi semua orang,” tambahnya. 

Lalu gimana sih menjadi developer yang nggak hanya jago skill technical aja tetapi juga disukai oleh customer? Peter Jack Kambey membagikan beberapa hal di bawah ini nih. Simak yuk!

Perspektif dan Mindset Developer Yang Benar Tentang Pelanggan

ilustrasi developer

Pertama, Peter jack kambey membahas tentang pelanggan dan perspektif yang salah dalam menilai pelanggan di dunia IT atau developer. Pertanyaan yang sering terlintas dipikiran seorang developer adalah “sebenarnya kita punya pelanggan nggak sih?”.

Baca Juga  Apa Itu SSL Certificate?

Disini Peter menyampaikan bahwa developer jelas memiliki pelanggan. Siapa pelanggannya? Boss atau atasan, teman, perusahaan, dan apapun itu yang menikmati jasa seorang developer adalah bisa disebut pelanggan.

Disini banyak ditemukan kasus bahwa seorang developer tidak merasa terhubung langsung dengan pelanggan. Simpelnya adalah mereka tidak merasa “engage” dengan pelanggan. Sehingga mereka merasa bahwa hanya bekerja untuk perusahaan mereka dan tidak merasa memiliki “pelanggan” secara langsung.

Nah, mulai saat ini teman-teman developer boleh banget nih mengubah pandangan tentang pelanggan. Karena sejatinya siapapun itu yang nantinya menikmati jasa yang ditawarkan oleh developer adalah seorang pelanggan atau pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung. So, jangan sampai kamu merasa kamu nggak punya pelanggan ya! 

Impresi dan Hubungan yang Baik Dengan Pelanggan

Di sesinya, Peter menyampaikan bahwa jangan sampai kita merasa seolah yang paling superior dalam berhubungan dengan seorang pelanggan. Jangan sampai ketika seorang pelanggan ingin request sesuatu, namun kita merasa lebih jago dan berakhir berhubungan tidak baik dengan pelanggan tersebut. 

“Pinter boleh, jago boleh, hebat boleh, tapi ingat, kepuasan pelanggan tetap nomor 1!” ujar Peter di tengah presentasinya. Di presentasinya tersebut Peter menyampaikan bahwa menganggap pelanggan sebagai teman dan team adalah hal yang paling mujarab dilakukan di dunia IT guna membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. 

ilustrasi vector developer

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan adalah dengan mengasah skill komunikasi. “Sering kali para developer udah kebanyakan ngoding sampai akhirnya pas komunikasi sama pelanggan jadi nggak pake hati. Wah ini bahaya dan nggak banget ya,” tambahnya pada saat sedang menjelaskan poin tersebut.

So, untuk kamu yang memang terhubung dengan dunia IT, yuk asah skill komunikasi kamu dengan baik dan benar! 

Mengurus Pelanggan Pakai Hati, Eksekusi Pakai Logika

ilustrasi kerjasama

Mengurus pelanggan pakai hati, eksekusi pakai logika,” tutur Peter.

Kalimat ini disampaikan oleh Peter karena masa lalu beliau yang saat itu merasa dirinya sebagai developer yang sangat superior. Awal ia menginjak dunia teknologi, ia bangga dengan pencapaiannya lalu membuatnya lupa bahwa hal-hal non teknikal sebenarnya sangat dibutuhkan. Beliau jarang sekali mengedepankan hati dan akal sehat ketika berurusan dengan pelanggan.

Baca Juga  Inilah 7 Tren dan Inovasi Digital Marketing di Tahun 2020

Sebenarnya sudah seharusnya dan sepatutnya kita mengurus pelanggan pakai hati, dan eksekusi project dengan logika. Jadi, mulai sekarang kamu bisa loh melatih ini dengan pelangganmu.  

Membangun Solusi Berbasis Orientasi-Pelanggan

ilustrasi developer

Ketika seorang developer membangun aplikasi yang berorientasi pelanggan, maka tidak akan jauh dari 3 hal, yaitu: customer acquisition, conversion, retention. Mindset yang harus dibangun oleh para developer saat pertama kali adalah mengorientasikan pelanggan sebagai solusi.

Teknologi bisa pakai yang mana saja, namun prioritas tetap harus pelanggan. Hal ini juga dapat membangun skillset baru diluar skill teknikal.

“Nggak usah expert expert amat, tapi nggak ada salahnya juga untuk memahami pelanggan kita” ujar Peter di tengah presentasinya. Seperti yang sudah dibahas di atas bahwa developer harus memiliki skill komunikasi agar bisa dimengerti oleh pelanggan karena hal tersebut dapat mempermudah relasi dengan pelanggan.  

Keinginan untuk Selalu Belajar

ilustrasi developer coding

Sebagai seorang developer juga harus senantiasa mendengarkan apa keluh kesah dari pelanggan. Jadi, apabila kamu adalah seorang developer, maka temukanlah cara terbaik kamu untuk belajar.

“Jangan merasa paling benar, kenali taste dari pelanggan seperti apa. Hal itu wajib untuk dipelajari,” ujarnya ketika membahas poin ini dalam presentasinya.

Tidak hanya developer saja, sebenarnya semua orang juga harus bisa menerapkan mindset ini karena belajar adalah salah satu bagian dari proses hidup yang semakin hari akan semakin berkembang.

“Maka ini yang selalu saya katakan di komunitas, atau di seminar yang lain, bahwa jangan pernah merasa paling jago. Kalau pelanggan mau nya A, dan kamu sebagai developer maunya B, ayo lah sama-sama dikomunikasikan agar nemu titik tengahnya” imbuhnya. 

Tuh guys, intinya kita sebagai developer atau pun kamu yang lagi baca ini adalah pelanggan, tetap sama-sama harus mau belajar ya. Jangan merasa paling jago dan hebat. Pelanggan dan developer sama-sama kreatif, untuk itu harus saling melengkapi ya! 

Itulah tadi beberapa ciri developer yang disukai oleh pelanggan menurut Peter jack kambey selaku head of executive PHP Indonesia. Semoga poin-poin diatas dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari kamu sebagai seorang developer. Atau yang bukan developer juga boleh banget belajar dan menerapkan hal diatas! Stay safe and stay healthy guys! 

Credits : Aisya Damayanti Sumarno

Free Credit Exabytes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here