Mana Yang Lebih Baik, Moodle vs Google Classroom?

1144
10 min read

Pandemi corona banyak memberikan dampak langsung ke aktivitas kita sehari harinya. Termasuk dalam pindahnya metode pembelajaran kita yang biasanya face to face atau bertatap muka, lalu menjadi online. Sistem manajemen pembelajaran di era digital telah advanced dan sudah mudah diakses oleh banyak orang. 

Saat ini, kualitas sistem manajemen pembelajaran juga kian maju dan tentunya banyak improve dari sebelumnya hingga bahkan banyak pembelajaran alternatif yang memanfaatkan sistem ini agar mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar.

Mana Yang Lebih Baik, Moodle vs Google Classroom?

Banyak sekali opsi media pembelajaran yang tersedia yang dapat kita pilih. Nah berikut adalah contoh dari aplikasi populer yang bisa kita coba dan gunakan untuk kegiatan belajar mengajar guys! Yakni Google Classroom dan Moodle.

Google Classroom

Mana Yang Lebih Baik, Moodle vs Google Classroom?

Yang pertama ada Google Classroom. Google Classroom sendiri adalah sebuah layanan yang dirancang dan dibuat oleh Google agar kegiatan belajar mengajar bisa lebih efisien dan juga menghemat penggunaan kertas. 

Service ini didesain untuk membantu para pengajar membuat dan memberikan tugas kepada pelajar secara paperless. Fitur yang ditawarkan oleh Google Classroom cukup beragam dan juga pastinya meningkatkan pengalaman belajar yang baru untuk para siswa. Fitur yang Google Classroom tawarkan ini lebih dikenal juga dengan nama virtual classroom

Selain itu, Google Classroom juga menyediakan akses ke produk Google lainnya seperti Gmail, Google Forms, Google Docs dan juga Google Drive sehingga membuat Google Classroom lebih mudah dan juga praktis untuk digunakan oleh guru baik maupun muridnya. Sederhananya, Google Classroom adalah platform berbasis web yang mengintegrasikan Google Apps untuk pendidikan dan membantu pengajar mengoordinasikan kegiatan pelatihan sehari-hari kepada murid.

Untuk mengenal Google Classroom lebih dekat, berikut beberapa kelebihan dan juga kelemahan dari fitur Google Classroom yang bisa membantu kamu untuk memilih LMS apa yang lebih cocok untuk kamu nih!

Kelebihan

Efisien 

Untuk yang pertama, kelebihan Google Classroom itu super efisien. Google Classroom memungkinkan para murid dan para pengajar untuk membuka aplikasi Google Classroom ini dimana saja dan kapanpun. Google Classroom dapat diakses dari komputer manapun melalui Google Chrome atau dari perangkat seluler. Semua file yang diunggah oleh guru dan siswa disimpan di folder Kelas di Google Drive ini membuat para pengguna Google Classroom sendiri dapat dengan mudahnya mengakses ruang kelas kapan saja dan dimana saja. 

Akses Ke Layanan Google yang Lain

Google Classroom ini juga memberikan poin plus kepada para murid dan juga pengajar untuk mendapatkan akses yang sangat instan ke dalam berbagai layanan yang Google berikan, seperti contohnya Google Drive dan Google Docs dimana para guru dan murid bisa saling berkolaborasi untuk membuat dokumen. Hal ini tentunya sangat praktis untuk kedua belah pihak.

Menghemat Waktu

Google Classroom sangat membantu kita untuk menghemat waktu yang berharga ini. Dengan semua dokumen dan juga files disimpan di satu tempat dan dengan kemampuan sangat mudah untuk mengakses Google Classroom di mana saja, guru dan murid sama sama akan memiliki lebih banyak waktu luang untuk menyelesaikan tugas-tugas lain. Karena Google Classroom dapat diakses dari perangkat seluler, guru dan siswa dapat berpartisipasi melalui ponsel masing masing.

Komunikasi yang Mudah

Selain mudah diakses dimana saja, Google Classroom juga mempermudah komunikasi antara guru dan siswa. Mereka dapat mengirim email, memposting, mengirim komentar pribadi tentang tugas, dan memberikan feedback kepada tugas. Guru memiliki kendali penuh atas komentar dan tulisan siswa. Mereka juga dapat berkomunikasi dengan orang tua melalui email individu atau mereka bisa juga memberikan tentang berbagai pengumuman kelas dan tanggal deadline tugas untuk tugas yang diberikan. Siswa juga dapat menggunakan fitur ini untuk membalas postingan teman sekelas lainnya.

Organized

Di Google Classroom, daftar tugas tersusun rapi sesuai kelas dan juga siswa dapat melihat tugas di halaman tugas, jadwal kelas, atau di kalender kelas seperti deadline tugas. Hal ini akan membuat para siswa dan guru juga mengenali jelas apa tugas yang sudah selesai, materi yang akan dibahas dan juga deadline tugas. 

Baca Juga  Liputan Koran Kompas,'Solusi Mobilitas untuk Perusahaan'

Interface yang Simple

Google Classroom dikenal sebagai salah satu LMS dengan interface yang mudah dan juga simpel, ini akan membantu para pengguna untuk menggunakannya dengan sangat mudah dikarenakan banyak orang yang belum terlalu mengerti banyak tentang teknologi atau baru saja belajar menggunakan sistem e-learning ini.

Aman

Yang tak kalah penting, Google Classroom ini sudah dipastikan sangat aman untuk sekolah. Google Classroom menyediakan layanan yang fokus untuk membantu edukasi tidak menampilkan iklan apapun dalam interface untuk para siswa maupun pengajar dan data pengguna tidak dipindai atau di salah gunakan untuk tujuan periklanan ataupun menjual data lainnya.

Laporan Keaslian Dokumen

Google Classroom juga memiliki fitur dimana bisa melihat keaslian dokumen, nah laporan keaslian ini menggunakan fitur Google Search untuk membandingkan karya siswa dengan miliaran halaman web dan jutaan buku. Mereka akan segera melaporkan tautan ke halaman web yang terdeteksi dan menandai teks tersebut. Hal ini akan membantu para siswa untuk mengidentifikasi plagiarisme yang tidak disengaja maupun disengaja dan konten yang belum disiarkan sebelum mengirimkan tugas. Untuk pengajar, ini sangat berguna karena pengajar dapat melihat dari mana siswa mendapatkan referensi atau mencontek dari sumber lain. Jadi, singkatnya fitur ini memungkinkan pengajar dan para siswa untuk melihat bagian dan bagian dari dokumen yang berisi kata-kata yang persis atau mirip dengan sumber yang lain. 

Kekurangan

Dibalik beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Google Classroom, terdapat juga beberapa kekurangan yang ada, berikut adalah beberapa kekurangan yang ada di Google Classroom.

Transfer Nilai Tidak Otomatis

Kekurangan yang pertama adalah para pengajar harus memasukan nilai secara manual ke buku nilai sekolah, alih alih menyediakan fitur bisa di print, pengajar hanya bisa memantau dan memberikan nilai ke para siswa secara online yang menjadikan para guru harus mengisi buku nilai dengan cara manual.

Harus Mempunyai Akun Google

Pengguna Google Classroom ini harus mempunyai akun di Google. Selain itu, Google Classroom hanya bisa digunakan oleh sekolah yang  mempunyai Google Apps for Education juga jadi akan sedikit menyulitkan jika kita tidak memiliki kedua hal tersebut.

Adanya Batasan Pengguna

Untuk pengajar dengan akun G Suite for Education, ukuran setiap kelas di Google Classroom juga dibatasi. Jumlah maksimum pengajar yang ada di dalam satu Google Classroom maksimal adalah 20 orang dan jumlah maksimum pengguna (sudah termasuk si pengajar dan siswa) adalah 1.000 pengguna.

Moodle

Mana Yang Lebih Baik, Moodle vs Google Classroom?

Ada nama Moodle untuk sistem manajemen pembelajaran online yang tak kalah populer. Moodle adalah salah satu contoh dari platform belajar yang didesain untuk digunakan oleh para pendidik dan para pelajar dengan sebuah sistem  yang sudah terintegrasi dan sangat aman  sehingga cocok sekali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar secara virtual. Moodle sendiri merupakan singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment.

Platform ini tergolong CMS namun khusus bagi kepentingan edukasi untuk pengajar dan siswa. CMS yang satu ini dirancang sedemikian rupa dengan sistem yang aman dan terintegrasi. Moodle di sisi lain adalah Sistem Manajemen Pembelajaran yang dapat memberikan serta melacak pengalaman belajar baru untuk penggunanya. Disini kita dapat mengkonfigurasi sistem sehingga sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh si pengguna.

Nah, disini pengajar juga sama sama bisa posting dan meng-upload file pada masing masing pertemuan dan pelajar yang mendaftar juga dapat membaca postingan tersebut dan download file yang diupload oleh si pengajar.

Jika kamu tertarik dengan Moodle, kamu bisa membaca panduan untuk menginstall Moodle di Blog Exabytes juga ya.

Kelebihan

Tidak terbatas penggunanya

Moodle sendiri memungkinkan para pengguna untuk masuk ke dalam aplikasinya tanpa batasan, jadi tidak ada pembatasan jumlah pengguna atau batasan untuk menambah lebih banyak pengguna. Tidak peduli itu pengajar maupun para siswa.

Mudah Digunakan

Hal lainnya adalah siapapun bisa menggunakan Moodle tanpa perlu mempelajarinya lama. Baik sebagai pengajar, administrator atau murid. Karena interface yang mudah membuat Moodle sangat digemari oleh para pemula yang ingin switch kegiatan belajar konvensional ke sistem e-learning atau pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga  Mengenal Moodle Untuk Kebutuhan E-Learning dan Panduan Cara Menginstallnya

Banyak Tema

Selain itu, Moodle ini juga menyediakan beberapa variasi bagi penggunanya dalam mengganti-ganti tampilan (theme). Platform ini menyediakan beberapa tema menarik yang bisa mempercantik modul kamu loh. Kamu bahkan juga bisa ikut buat modifikasi temanya.

Pengajar bisa membuat forum

Pengajar di Moodle bisa membuat suatu forum dengan topik tertentu yang akan mereka ajarkan. Dengan adanya forum ini, pelajar sendiri bisa mengajukan pertanyaan, menjawab atau berdiskusi mengenai topik di forum tersebut. Pelajar dan pengajar juga bisa saling berkomunikasi di forum ini. Selain itu, lebih mudah untuk memberikan tugas di forum ini dan pengajar bisa memberikan batas waktu yang lebih detail ke para siswa.

Bisa Mengkonfigurasi Sendiri

Sistem pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan user karena sistem jaringan dan juga sistem keamanan di Moodle ini bisa dikonfigurasi sendiri melalui si pengajar atau tenaga ahli. Jadi, dipastikan bahwa sistem pembelajaran dari Moodle ini akan senantiasa aman selama di setting dengan baik. 

Kekurangan

Perlunya Tenaga Ahli 

Kekurangan sistem belajar di Moodle ini adalah dimana harus ada tenaga ahli yang bertugas sebagai administrator untuk memaintenance dan juga membangun sistem e-learningnya. Meskipun terkadang ini dianggap sebagai sebuah kelebihan karena kesannya lebih private, namun hal ini bisa sangat merepotkan dan juga susah untuk para pemula.

Membutuhkan Pemahaman yang Lebih

Berdasarkan poin di atas, dikarenakan adanya konfigurasi di Moodle, pengguna harus mengerti dan memahami dengan baik tentang sistem yang ada di Moodle ini.  

Persamaan Moodle vs Google Classroom

Google classroom dan Moodle sendiri sama-sama merupakan salah satu sistem manajemen pembelajaran terkini yang banyak digunakan untuk kegiatan belajar di zaman sekarang ini. Baik Moodle dan Google Classroom dapat diakses melalui website dan aplikasi. Keduanya juga memungkinkan pengajar untuk berkomunikasi dengan para siswa, memberi mereka umpan balik yang membangun kapanpun mereka membutuhkannya, dan merampungkan pembagian dokumen dan tugas kelas. 

Keduanya juga bisa saling membuka forum diskusi yang akan memudahkan para murid dan guru untuk berkomunikasi dengan lancar. Kelebihan dan persamaan yang sudah pasti dari keduanya adalah dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Pastinya hal ini sangat menghemat waktu untuk pengguna. Keduanya menyediakan fitur yang lengkap untuk sebuah proses pembelajaran, meliputi fitur untuk komunikasi (chatting, messaging, atau forum), fitur untuk pembuatan dan administrasi materi pembelajaran, fitur untuk melacak dan mengikuti perkembangan proses pembelajaran (tracking data) dengan user interface yang mudah dipahami oleh pengguna baru. 

Perbedaan Moodle vs Google Classroom

Jumlah Pengguna

Di dalam Moodle, tidak ada batasan berapa jumlah pengguna karena semuanya di konfigurasi sendiri oleh tenaga ahli, namun untuk Google Classroom, pengajar dengan akun G Suite for Education, ukuran kelasnya dibatasi hingga jumlah maksimum pengajar adalah 20 dan jumlah maksimum anggota (sudah termasuk pengajar dan siswa) adalah 1.000.

Akun

Di Google Classroom, kita harus mempunyai akun Google untuk mendaftar ke Google Classroom yang nantinya akan terintegrasi dengan layanan Google lainnya yang akan memudahkan kita untuk menggunakan Google Classroom ini, namun di Moodle, kita tidak perlu memiliki akun khusus untuk mendaftar di Moodle.

Layanan

Di Google Classroom, segala fitur akan tersambung dengan layanan yang Google sediakan dan akan sangat membantu pengguna untuk menyimpan file dan mengedit file bersama-sama seperti di Google Docs. Namun, Moodle belum memiliki fitur yang efisien seperti ini dalam menyimpan atau mengedit suatu file. 

Gradebook

Pengajar di Moodle dapat memberi nilai kepada siswa secara manual maupun otomatis. Fitur ini juga memanajemen penilaian hasil belajar siswa. Di Moodle, file bisa di support menjadi file .csv, sedangkan di Google Classroom masih belum tersedia layanan untuk memasukan nilai secara otomatis ke dalam Gradebook. 

Nah, berikut adalah persamaan dan perbandingan dari Google Classroom dan Moodle. Info diatas bisa menjadi acuan buat kamu yang sedang mencari sistem pembelajaran jarak jauh apa yang akan kamu gunakan. Semua hal balik lagi ke dalam preferensi masing masing dan kebutuhan masing masing. 

Semoga adanya kelebihan dan kekurangan yang kami sampaikan diatas dapat menjadi pertimbangan yang baik ya untuk teman teman di Exabytes!

Credits : Derisna Waisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here