Mengenal Moodle Untuk Kebutuhan E-Learning dan Panduan Cara Menginstallnya

299
12 min read

Halo Exabytes Friends!

Kalian pasti mengenal tentang VPS bukan? VPS atau Virtual Private Server adalah layanan hosting yang paling umum digunakan untuk website. VPS merupakan server yang menggunakan teknologi virtualisasi yang berguna untuk membagi resource menjadi beberapa virtual server.

Di artikel sebelumnya pernah membahas soal VPS hosting serta perbedaannya dengan VPS Windows vs VPS Linux nih. Kali ini akan ngebahas tentang VPS yang ternyata selain dikenal untuk keperluan website dalam menjalankan bisnis online, VPS juga bisa digunakan untuk kebutuhan E-Learning lho.

Mengenal Moodle Untuk Kebutuhan E-Learning dan Panduan Cara Menginstallnya

Untuk itu, semuanya akan dibahas di dalam artikel ini. Tetapi tenang saja, kalau belum tahu banyak tentang VPS, kamu bisa membaca fakta singkat tentang VPS di bawah ini.

7 Fakta tentang VPS

  1. Ada dua jenis VPS

VPS terbagi menjadi dua tergantung dengan sistem operasi (OS) yang digunakan yaitu VPS Windows dan VPS Linux.

  1. Ada 3 katagori web hosting

Sebenarnya VPS adalah salah satu dari website hosting yang dikenal selama ini. Selain VPS, ada juga dedicated server dan shared hosting.

  1. VPS dianggap lebih terjangkau

Dibandingkan dengan dedicated server, VPS dinilai lebih terjangkau dan hemat biaya dengan performa yang baik. Untuk biaya maintenance juga nggak ada jadi lebih efisien biaya.

  1. Banyak fasilitas dan fitur

VPS memberikan fasilitas yang seperti control panel, root access dan kebebasan untuk kustomisasi dengan mudah. Fitur-fitur ini yang dapat memberikan peluang untuk mengembangkan bisnis dengan cepat.

  1. Aman digunakan

Keamanan VPS sudah pasti dan nggak perlu diragukan lagi meskipun harus berbagi dengan orang lain. Hal ini karena resource karena server-server lain tidak dapat melihat data fisik satu sama lain. Sehingga kebocoran data tidak akan terjadi saat menggunakan VPS.

  1. Solusi untuk kebutuhan bisnis online

Jika kamu menjalankan bisnis di bidang online dan website, VPS ini penting banget digunakan lho. VPS bisa menjadi solusi karena lebih fleksibel dan dapat diandalkan. Hal ini karena VPS mencakup web hosting, data storage, dan lainnya. 

VPS lebih sering digunakan oleh banyak orang karena memberikan banyak kebebasan dan kemudahan dibandingkan dengan shared hosting. Selain itu, harga VPS lebih terjangkau dibandingkan dedicated server. Jika kamu baru merintis bisnis online, maka VPS bisa menjadi alternatif solusi untukmu karena berbasis user-friendly base atau ramah digunakan.

  1. VPS bisa digunakan untuk e-learning

Tak hanya untuk bisnis online, ternyata VPS bisa digunakan untuk keperluan E-Learning juga lho. Mungkin banyak dari kalian bingung memangnya VPS bisa digunakan untuk E-Learning. Dalam hal ini, VPS digunakan sebagai server virtual untuk membuat E-Learning seperti contohnya ujian online atau CBT (Computer Based Test).

E-learning pun saat ini sedang gencar diterapkan di Indonesia karena pandemi Covid-19. Sebagai salah satu bentuk social distancing yang diimplementasikan guna mencegah penyebaran virus corona, murid-murid sekolah pun diharuskan belajar online. 

Alhasil, jika kamu ingin membuat media E-Learning untuk belajar online untuk beberapa waktu ke depan, kamu bisa menggunakan Moodle. Namun, apa sih Moodle itu? Selengkapnya tentang Moodle akan dibahas di bawah ini.

Mengenal Moodle

Moodle (Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment) adalah sebuah platform CMS (content management system) untuk media pembelajaran elektronik atau e-learning yang berbasis website yang dirancang prinsip social constructionist pedagogy

Mengenal Moodle Untuk Kebutuhan E-Learning dan Panduan Cara Menginstallnya

Platform CMS ini berjenis Learning Management System (LMS) dirancang oleh Martin Dougiamas dimana diperuntukan untuk bidang pendidikan khususnya pendidik, administrator dan murid dalam satu sistem yang aman dan terintegrasi untuk pembelajaran.

Platform ini berfungsi sebagai media untuk e-learning seperti membuat modul mata pelajaran, jurnal, kuis hingga membuat ujian online dan sebagainya. Sehingga murid-murid bisa mengaksesnya dari untuk belajar dengan modul online yang telah dibuat, mengisi survey atau kuis hingga melakukan ujian online di rumah.

Kelebihan Moodle

Mengenal Moodle Untuk Kebutuhan E-Learning dan Panduan Cara Menginstallnya
  1. Terbukti dan dipercaya di seluruh dunia

Moodle telah digunakan dan dipercaya di seluruh dunia. Dari sekolah hingga universitas di belahan bumi telah menggunakan Moodle. Jumlah Moodle di seluruh dunia lebih dari 90 juta pengguna di tingkat akademik dan perusahaan yang menjadikan Moodle menjadi platform pembelajaran paling banyak digunakan di dunia.

  1. Dirancang untuk mendukung pengajaran dan pembelajaran

Moodle menghadirkan seperangkat alat yang berfokus pada pelajar dan lingkungan belajar kolaboratif yang memberdayakan pengajaran dan pembelajaran.

  1. Mudah digunakan

Fitur antarmuka (interface) yang sederhana, fitur drag-and-drop dan sumber daya yang terdokumentasi dengan baik serta adanya peningkatan yang berkelanjutan membuat Moodle mudah digunakan bagi siapa saja.

  1. Gratis tanpa lisensi
Baca Juga  VPS Windows VS VPS Linux, Apa Perbedaannya?

Moodle disediakan secara bebas sebagai open source software di bawah lisensi publik umum GNU. Jadi, Moodle bisa dikembangkan atau dimodifikasi kembali.

  1. Selalu up-to-date

Moodle selalu meninjau dan meningkatkan performanya yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

  1. Multilingual

Lebih dari 120 bahasa termasuk bahasa Indonesia telah ada di komunitas Moodle yang memungkinkan untuk menerjemahkan Moodle. Hal ini semakin mudah untuk beridskusi dengan komunitas yang tersedia.

  1. Platform pembelajaran all-in-one

Tersedia perangkat set tools yang fleksibel untuk mendukung blended learning dan kursus online. Konfigurasi Moodle dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur-fitur dan mudah mengintegrasikan kebutuhan kursus online termasuk alat kolaborasi ekstenal seperti forum, wiki, blog, dan chats.

  1. Sangat fleksibel

Karena bersifat open source, Moodle dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Developer bisa membuat plugin dan mengintegrasikan aplikasi ekstenal untuk fungsi tertentu.

  1. Dapat digunakan siapa saja

Moodle digunakan dalam skala kecil hingga jutaan pengguna. Memang Moodle diperuntukan untuk e-learning yang berfokus pada pengajar dan murid tetapi Moodle dapat diadaptasi untuk digunakan dalam konteks bisnis, nirlaba, perusahaan, pemerintah hingga masyrakat. 

  1. Aman

Platform ini dapat menjaga keamanan data dan privasi pengguna karena kontrol keamanan terus diperbarui dan diimplementasikan dalam proses pengembangan. Sehingga kamu nggak perlu khawatir dengan kehilangan data atau penyalahgunaan data. 

  1. Dapat digunakan kapan saja dan dimana saja dengan perangkat apapun

Kelebihan yang sudah pasti dari Moodle adalah dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Moodle ini berbasis website sehingga bisa diakses di PC atau dengan handphone juga.

  1. Resource yang luas

Forum pengguna Moodle luas yang tersebar di berbagai negara dalam berbagai bahasa, konten dan kursus gratis yang dibagikan oleh pengguna Moodle di seluruh dunia. Tak hanya itu, banyak plugin hingga ratusan telah dibuat dan disumbangkan oleh komunitas global.

  1. Didukung oleh komunitas yang kuat

Terakhir, Moodle didukung dengan baik oleh komunitas internasional yang aktif dan tim pengembang yang berdedikasi dengan Moodle. Mereka pun terus menerus berkolaborasi dan memberi support untuk meningkatkan kinerja dan merilis versi terbaru setiap 6 bulan.

Aktivitas Dalam Moodle

Di dalam Moodle, ada rangkaian aktivitas yang bisa dilakukan dalam pembelajaran elektronik antara murid dengan murid lalin atau murid dengan guru. 

Mengenal Moodle Untuk Kebutuhan E-Learning dan Panduan Cara Menginstallnya

Ada 14 jenis aktivitas di Moodle standar yang dapat ditemukan ketika pengeditan dihidupkan dan tautan ‘Tambahkan aktivitas atau sumber daya’ diklik di Moodle. Aktivitas tersebut yaitu :

  1. Assignment

Memungkinkan guru untuk menilai dan memberikan komentar pada file yang diunggah dan tugas yang dibuat pada dan di luar jalur

  1. Chat

Mengizinkan murid melakukan diskusi sinkron waktu nyata

  1. Choice

Seorang guru mengajukan pertanyaan dan menentukan pilihan beberapa respons.

  1. Database

Memungkinkan murid untuk membuat dan menyimpan catatan

  1. Feedback

Untuk membuat dan melakukan survei untuk mengumpulkan umpan balik.

  1. Forum

Mengizinkan murid atau peserta melakukan diskusi

  1. Glossary

Memungkinkan murid untuk membuat dan menyimpan daftar definisi, seperti glossarium atau rangkuman.

  1. Lesson

Untuk menyampaikan konten pelajaran dengan cara yang fleksibel

  1. (LTI) External Tool

Mengizinkan peserta berinteraksi dengan sumber belajar dan kegiatan yang sesuai dengan LTI di situs web lain. (Ini pertama-tama harus diatur oleh administrator di situs sebelum tersedia dalam kursus individu)

  1. Quiz

Untuk merancang dan mengatur tes kuis, yang secara otomatis bisa muncul hasil jawabannya untuk memperbaiki jawaban yang ditunjukkan

  1. SCORM

SCORM adalah Content Object Reference Model dimana merupakan standar pendistribusian paket e-Learning yang dimasukkan sebagai konten kursus (online course)

  1. Survey

Untuk mengumpulkan data dari murid agar dapat membantu guru belajar tentang bagaimana kelas online yang dilaksanakan

  1. Wiki

Kumpulan halaman web yang dapat ditambahkan atau diedit siapa saja

  1. Workshop

Terakhir ada workshop dimana untuk penilaian tugas. 

Variasi Website Moodle

Jangan sampai kebingungan ya Exabytes Friends karena website Moodle ada tiga variasi yaitu 

Moodle.com

Moodle.com adalah produk komersial dari Moodle HQ. Moodle.com adalah tempat untuk mendapat detail terkait Moodle Partners dan layanan komersial apa saja yang ditawarkan.

Moodle.org

Website ini jenis merupakan website berkumpulnya para komunitas bagi Moodle Project dimana kamu bisa mendownload plugin. Disini juga ada forum support yang bisa membantumu untuk mencari solusi bila ada kendala saat menggunakan Moodle.

Moodlecloud.com

Moodlecloud.com adalah portal gratis yang dibuat oleh Moodle HQ dimana kamu bisa membuat portal belajar online Anda secara gratis. Nantinya kamu akan mendapatkan URL dengan domain .moodle.com/ saat membuat website gratis ini ( http://www.(namawebsite).moodlecloud.com/  ). 

Cara Menginstall Moodle

Untuk membuat website berbasis E-Learning, kamu perlu menginstall Moodle. Tetapi sebelum kamu menginstall Moodle, kamu perlu memasang VPS atau Hosting terlebih dahulu. Jangan khawatir, Exabytes melayani kebutuhan VPS dan Hosting yang mendukung Moodle. Untuk menjaga performa kinerja website disarankan untuk menggunakan VPS agar tetap stabil.

Baca Juga  #WFH Bangun Aplikasi & Website Lebih Efisien dengan VPS Server
Mengenal Moodle Untuk Kebutuhan E-Learning dan Panduan Cara Menginstallnya

Persiapan Dasar

  • Ruang disk (disk space) yang dibutuhkan harus minimal 160MB untuk menyimpan data. 5GB mungkin minimum space yang lebih baik agar bisa menyimpan data lebih banyak.
  • Back Up untuk data untuk menyimpan cadangan data website nantinya. Sebaiknya di lokasi yang berbeda atau terpisah dengan disk space.
  • Disarankan memori minimal 256MB atau 1GB lebih baik. Secara umum, Moodle dapat mendukung 10 hingga 20 pengguna secara bersamaan untuk setiap 1GB RAM. Tetapi ini tergantung pada kombinasi perangkat keras dan software dan jenis penggunaannya.
  • Kamu membutuhkan web server (Apache), database (MySQL, MariaDB atau PostreSQL) dan telah dikonfigurasi dengan PHP.
  • Moodle membutuhkan sejumlah ekstensi PHP. Namun, Moodle akan memeriksa di awal proses instalasi sehingga kamu bisa memperbaiki masalah dan memulai kembali script instalasi jika ada yang hilang.
  • Jika kamu ingin Moodle mengirim email, kamu  memerlukan Sendmail yang berfungsi (Unix / Linux) di server kamu atau akses ke server email SMTP.

Cara Mendapatkan Moodle

Ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu :

  1. Download di  http://moodle.org/downloads 
  2. Copy kode dari Git repository (disarankan untuk developer dan untuk upgrade lebih sederhana).
git clone -b MOODLE_26_STABLE git://git.moodle.org/moodle.git 

Salin kode ke Moodle repository lalu beralih ke cabang 2.6 Stable

Catatan: Hanya unduh Moodle dari salah satu sumber moodle.org. Versi lain (misalnya Installer berbasis panel kontrol, repository distribusi Linux) tidak dapat dijamin berfungsi dengan baik atau tidak menjamin dapat diupgrade

Membuat database

  • Gunakan server database yang kamu pilih untuk membuat database kosong baru. Pengkodean default harus UTF8. Misalnya, menggunakan MySQL:
CREATE DATABASE moodle DEFAULT CHARACTER SET UTF8 COLLATE utf8_unicode_ci;
  • Buat kombinasi pengguna / password dengan izin yang sesuai untuk basis data. Misalnya (dengan menggunakan MySQL):
mysql> GRANT SELECT,INSERT,UPDATE,DELETE,CREATE,CREATE TEMPORARY TABLES,DROP,INDEX,ALTER ON moodle.* TO moodleuser@localhost IDENTIFIED BY 'yourpassword';

Membuat Direktori Data

Buat direktori kosong untuk menyimpan file Moodle. Direktori Ini tidak boleh berada di area yang dilayani oleh web server dan harus memiliki izin sehingga pengguna web server lain agar dapat menulis ke sana. Biasanya, pengguna server web yang membuatnya yang bisa melakukan atau telah memberi izin untuk menulis kepada ‘semua orang’.

Install Kode Moodle

  • Unzip atau pindahkan atau copy kode Moodle (yang diperoleh di atas) yang nantinya akan dilayani oleh server web (misalnya di Linux berbasis Debian, pindahkan ke  /var/www/moodle.
  • Periksa izin dan pastikan bahwa server web tidak memiliki izin untuk menulis ke salah satu file di direktori kode Moodle (hal ini menjadi penyebab root yang sangat umum dari website yang diretas).
  • Jika perlu, konfigurasikan server web untuk melayani situs Moodle dengan URL yang kamu pilih.

Konfigurasikan Moodle

  • Di direktori kode Moodle, cari file config-dist.php dan salin ke file baru bernama config.php (tetapi bacalah langkah selanjutnya, sebaiknya ‘Instal Moodle’ terlebih dahulu).
  • Edit config.php dengan editor favorit Anda dan ubah pengaturan yang sesuai untuk mengarahkan ke situs, direktori, dan basis data. 

Catatan: skrip instal Moodle akan membuat config.php jika tidak ada. Tetapi pastikan kamu mengatur izin dengan benar setelahnya

Install Moodle

  • Buka URL untuk situs Moodle di browser (instalasi akan selesai secara otomatis) atau jalankan versi baris perintah di (memerlukan versi CLI PHP)::
/usr/bin/php /path/to/moodle/admin/cli/install.php

Nantinya CLI akan membuat config.php dan tidak akan berjalan jika kamu membuatnya di langkah sebelumnya.

  • Setelah menyelesaikan pemasangan, pastikan izin file telah ok untuk file program Moodle (tidak dapat ditulisi oleh server web) dan file data Moodle (dapat ditulisi oleh server web).

Set up cron

  • Anda akan membutuhkan pekerjaan cron untuk berjalan secara berkala. Entri cron Unix biasanya adalah sebagai berikut:
*/15 * * * *    /usr/bin/php /path/to/moodle/admin/cli/cron.php >/dev/null

Jika kamu sudah melakukan langkah-langkah di atas, maka kamu telah menginstall Moodle dan siap kamu kustomisasi sekaligus gunakan untuk keperluan E-Learning. Jika masih ada kendala dalam penginstallan, kamu bisa mengecek ke laman ini atau menghubungi langsung ke forum komunitas support untuk mengatasi kendalamu.

Penutup

VPS tak hanya digunakan untuk bisnis online saja tetapi bisa digunakan untuk keperluan E-Learning dengan menggunakan Moodle. Moodle adalah platform CMS untuk media pembelajaran elektronik atau e-learning yang bisa digunakan untuk membuat modul pelajaran, membuat test online dan sebagainya. 

Sebelum menggunakan Moodle, pastikan kamu memasang VPS terlebih dahulu. Untuk VPS, Exabytes bisa menjadi solusi untukmu karena menjamin bahwa VPS yang disediakan mendukung untuk Moodle. 

Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan Exabytes Friends dan bermanfaat ya!

Credit to Audina Chairun Nisa

View her LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/audina-chairun-nisa-760303158

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here