Cloud Hosting vs Hosting Tradisional: Perbandingan & Pemilihan

2010

Hosting yang tepat menjadi salah satu cara dalam meningkatkan performa website mu. Cloud hosting dan hosting tradisional, kamu mungkin tidak asing lagi ya dengan dua jenis hosting itu? Meskipun keduanya sama-sama berfungsi untuk menyimpan data dan file website agar dapat diakses di internet, namun masing-masing memiliki perbedaan, loh.

Dalam artikel ini kita akan mengenal apa itu Cloud Hosting vs Hosting Tradisional, juga mengetahui perbedaan segala sisi dari keduanya, agar dapat membantu kamu menentukan pilihan yang tepat sebelum memutuskan mana yang akan kamu gunakan, cloud hosting atau hosting tradisional. Untuk tahu jawaban lengkapnya, simak artikel ini, ya!

Kenalan dengan Cloud Hosting dan Hosting Tradisional

Sebelum kita berkenalan dengan cloud hosting dan hosting tradisional, kamu sudah tahu belum apa itu hosting? Jika domain diibaratkan sebagai alamat, hosting adalah rumah nya. Hosting menyediakan ruang penyimpanan dalam server, apa saja yang dapat disimpan? Hosting menyimpan file, seperti gambar, video, dan teks untuk dapat ditampilkan sebagai halaman web.

Nah, sekarang kita akan masuk pada pembahasan apa itu cloud hosting, hosting tradisional, shared hosting, vps hosting, dan dedicated hosting.

Apa itu Hosting Tradisional?

Sebelum membahas perbedaan hosting tradisional dan cloud hosting, kamu perlu tahu dulu apa itu hosting tradisional. Hosting tradisional adalah layanan di mana data website kamu akan disimpan dalam satu server fisik (hardware). Hosting tradisional cocok untuk website dengan traffic yang tidak terlalu tinggi atau belum stabil.

Hosting tradisional juga menjadi salah satu pilihan yang populer oleh banyak orang, selain karena harganya yang murah, hosting ini memberikan beberapa pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggannya. Simak penjelasan dibawah ini untuk mengetahui lebih jelas jenis-jenis hosting tradisional.

1. Hosting Tradisional: Shared Hosting

Shared hosting, seperti namanya, hosting ini berarti membagi resource kepada banyak pengguna. Karena harganya yang murah, shared hosting menjadi salah satu pilihan yang populer dikalangan website kecil dengan traffic yang masih rendah. 

Tentu hosting jenis ini juga memiliki kekurangan, karena dibagi dengan banyak pengguna lain, resource server yang digunakan secara berlebihan oleh salah satu pengguna, dapat berpengaruh kepada server pengguna lain dalam server yang sama. 

2. Hosting Tradisional: VPS Hosting

VPS hosting atau Virtual Private Server hosting tidak begitu berbeda dengan shared hosting, karena kamu masih akan berbagi server dengan beberapa pengguna. Namun, jenis hosting ini memberikan kontrol yang lebih besar kepada kamu daripada shared hosting dimana kamu akan punya ruang server sendiri yang terpisah dari pengguna lain. 

3. Hosting Tradisional: Dedicated Hosting

Dedicated hosting, hosting yang didedikasikan hanya untuk kamu, kurang lebih begitu singkatnya. Dengan hosting ini berarti kamu memiliki satu server untuk kamu gunakan sendiri. Dedicated hosting sangat cocok untuk beberapa pengguna dan organisasi yang membutuhkan performa server yang tinggi, kontrol penuh, dan keamanan maksimal. 

Namun untuk dapat menikmati berbagai keunggulan dari dedicated hosting, kamu perlu membayar lebih mahal dari biaya untuk shared hosting maupun vps hosting.

Ingin tahu lebih banyak tentang dedicated hosting? Kamu bisa baca artikel ini Apa Itu Dedicated Hosting? Definisi, Kelebihan dan Cara Kerjanya

web hosting murah terbaik blog banner

Apa itu Cloud Hosting?

Cloud hosting adalah sebuah layanan hosting yang menyimpan data dan file website tidak hanya dalam satu server, namun disebar di beberapa server sekaligus.  Ruang penyimpanan pada cloud hosting dibuat virtual agar dapat dengan mudah diakses melalui internet. 

Cloud hosting bisa diibaratkan seperti menggunakan banyak komputer yang beroperasi bersamaan untuk memastikan website kamu tetap dapat bekerja dengan cepat dan stabil. jadi, jika ada satu server yang bermasalah, server lain bisa mengambil alih, tanpa membuat website down.

Sekarang, kamu sudah mengenal sedikit tentang cloud hosting dan hosting tradisional, untuk tahu perbedaan keduanya dari banyak sisi, simak pembahasan di bawah ini.

Apa yang Membedakan Cloud Hosting dan Hosting Tradisional?

Cloud Hosting vs Hosting Tradisional

Dari penjelasan di atas, kamu sudah mendapat gambaran secara luas mengenai cloud hosting dan hosting tradisional.  Penjelasan tersebut hanyalah sebagian kecil dari perbedaan antara keduanya. Untuk mengetahui lebih detail tentang perbedaan cloud hosting dan hosting tradisional, simak penjelasan di bawah ini, ya!

1. Perbedaan Performa

Karena digunakan dengan banyak pengguna, ruang penyimpanan dan bandwidth pada hosting tradisional menjadi lebih terbatas. Jika terjadi lonjakan traffic, mungkin website mu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memuat halaman. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi performa websitemu. 

Berbeda dengan cloud hosting, karena semua file dan data disimpan secara virtual, dan menggunakan sumber daya dari beberapa server, website mu tetap akan dapat berjalan dengan baik dan memberikan respon cepat.

2. Perbedaan Skalabilitas

Jika ingin membandingkan skalabilitas cloud hosting dan hosting tradisional, cloud hosting menawarkan skalabilitas yang jauh lebih baik. Kamu akan bisa dengan mudah menambah dan mengurangi sumber daya berdasarkan traffic website kamu. 

Sedangkan skalabilitas pada hosting tradisional, seperti shared hosting akan lebih terbatas karena server digunakan oleh banyak pengguna lain. Kamu mungkin akan menghadapi masalah keterbatasan sumber daya jika websitemu terus berkembang. 

3. Perbedaan Uptime

Seperti penjelasan tentang hosting tradisional dan cloud hosting sebelumnya, kita sudah tahu kalau hosting tradisional, khususnya shared hosting dan vps hosting membagi satu server untuk beberapa pengguna. 

Pada hosting tradisional, jika server yang digunakan mengalami kegagalan, maka semua website yang menggunakan server yang sama akan mengalami kendala. Berbeda dengan cloud hosting, satu server yang gagal tidak akan mempengaruhi server lainnya, karena data dan aplikasi tidak disimpan pada satu server saja.

Selain jenis hosting, hal lain yang dapat mempengaruhi uptime pada website adalah penyedia hosting. Pastikan penyedia layanan hosting yang kamu pilih menawarkan tingkat uptime yang tinggi

4. Perbedaan Keamanan

Keamanan pada hosting tradisional bergantung pada penyedia hosting, dan biasanya lebih sederhana dibandingkan cloud hosting. Data website pada hosting tradisional yang masih disimpan dalam bentuk fisik atau hardware mungkin akan meningkatkan resiko keamanan, seperti pencurian data, rusak, hilang, dan lainnya. 

Sedangkan data yang disimpan dalam cloud hosting akan lebih aman karena data akan diawasi langsung oleh penyedia hosting. Cloud hosting juga menawarkan keamanan canggih, seperti firewall, enkripsi data untuk melindungi data dari serangan cyber.

5. Perbedaan Biaya

Jika dibandingkan dengan dedicated hosting, cloud hosting tentu lebih murah. Jika kamu menggunakan hosting jenis ini, kamu hanya perlu membayar untuk layanan yang digunakan. Bagaimana dengan server yang tidak digunakan? Tidak perlu dibayar! Hal ini berarti kamu bisa menyesuaikan biaya yang dikeluarkan dengan kebutuhan kamu.

Namun, berbeda dengan cloud hosting yang hanya perlu membayar untuk layanan yang digunakan. Hosting tradisional mengharuskan kamu untuk membayar server yang digunakan, meskipun sebenarnya server itu juga digunakan oleh pengguna lain. 

Penyedia hosting juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi besarnya biaya yang dikeluarkan, fitur yang digunakan, karena setiap paket seringkali menawarkan fitur yang berbeda. Terakhir adalah lokasi server, server yang terletak di negara lebih maju, misal Amerika, akan membutuhkan biaya yang lebih besar. 

Lebih Paham Perbedaan Cloud Hosting dan Hosting Tradisional

Jika harus menentukan satu hal yang paling membedakan antara hosting tradisional dan cloud hosting, mungkin adalah bagaimana mereka menangani beban traffic dan skalabilitas yang mereka punya. 

Pada cloud hosting, beban traffic tidak ditanggung oleh hanya satu server, melainkan beberapa server yang bekerja bersama dalam satu jaringan, sehingga ketika lonjakan traffic terjadi, website akan tetap berjalan secara optimal. Cloud hosting juga menawarkan kemudahan pada penggunanya untuk dapat mengurangi dan menambah sumber daya sesuai kebutuhan.

Sebaliknya, pada hosting tradisional beban traffic hanya didistribusikan pada satu server fisik. Penurunan performa atau downtime dapat terjadi jika server tidak mampu menangani peningkatan traffic yang terlalu tinggi. Berbeda dengan cloud hosting, skalabilitas hosting tradisional lebih terbatas, sehingga peningkatan manual mungkin akan diperlukan.

Mana yang jadi pilihanmu: Cloud Hosting vs Hosting Tradisional?

Pilihan yang tepat perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Setelah membaca artikel, kamu sudah mengetahui penjelasan tentang cloud hosting dan hosting tradisional, begitu pula dengan perbedaan dari masing-masing hosting

Jika traffic website mu belum stabil maka hosting tradisional mungkin sudah cukup untuk mu. Namun, jika kamu membutuhkan hosting dengan server, performa, skalabilitas yang terjamin dengan biaya masuk akal, kami sarankan kamu mencoba cloud hosting.

Semoga artikel ini dapat membantu kamu memilih jenis hosting yang tepat dengan website kamu ya! Kunjungi website Exabytes untuk mendapatkan promo hosting terbaik.

Cloud Hosting vs Hosting Tradisional: Perbandingan & Pemilihan - 2026