10 Tips Menghasilkan Foto Produk Terbaik Ala @fotoprodukjakarta

110
foto-terbaik-ala-@fotoprodukjakarta
Free Credit Exabytes
11 min read

Hi Exabytes Friends! 

Masih ingat kan Event Exabytes beberapa minggu lalu? Yak, SME DigitalFest 2020! Dengan menghadirkan pembicara yang keren dan inspiratif, SME DigitalFest berhasil meraih 15.500 Viewers dalam 2 hari penyelenggaraan! 

Nah, saat SME DigitalFest diselenggarakan, ada beberapa pembicara yang  insightful banget nih! Salah satunya pembicara dari Foto Produk Jakarta (@fotoprodukjakarta) yaitu Kevin Nathaniel dan Torana Sevina Julia (Nana). Mereka menjelaskan beberapa tips dan cara untuk mendapatkan foto yang bagus dan eye catching untuk bisnis online. Judul yang diangkat pada saat presentasi juga sangat mencuri perhatian! “Find The 10 Recipe to Create Appealing Photo Product and Feeds to Boost Your Online Business” 

Wah, sudah pasti materi dari Kevin dan Nana sangat bermanfaat apalagi buat kamu yang masih bingung gimana caranya menghasilkan foto produk yang berkualitas nih yang menarik dan bisa meningkatkan penjualan bisnis onlinemu.

Emang apa aja sih poin-poin dari materi yang dibahas sama Kevin dan Nana? Tenang aja, semuanya akan dibahas di bawah ini. Artikel ini khususnya dibuat untuk Exabytes Friends yang masih kebingungan kenapa kok peminat produk yang dijual sangat sedikit dan ngerasa galau atau kurang puas dengan foto produk yang saat ini ada di feeds social media.

Nah, dibawah ini akan dibahas tuntas nih dari kedua pembicara keren dari Foto Produk Jakarta. Yuk langsung aja di simak ya guys! Let’s jump to the 10 Tips Menghasilkan Foto Produk Terbaik Ala @fotoprodukjakarta 

Tempat Yang Tepat

@fotoprodukjakarta-right-place

Apa artinya tempat yang tepat? Tempat yang tepat berarti kamu menaruh objek sesuai dengan arah datangnya cahaya. Jangan sampai kamu menaruh objek dengan posisi yang salah sehingga pada saat difoto hasilnya akan gelap dan berujung gagal. Kamu pasti ga mau dong hasil foto yang kamu dambakan gagal? 

Nah, Kevin Nathaniel @fotoprodukjakarta sendiri menyarankan bahwa ketika kamu ingin memfoto suatu objek, usahakan cahaya datang dari sebelah kanan, kiri, atau belakang objek yang ingin difoto. Jika cahaya datang dari depan, biasanya foto akan kurang menarik karena bayangan yang ditimbulkan sangat minim (flat). Jadi mulai saat ini kamu bisa nih coba terapkan metode yang satu ini saat kamu ingin memulai memfoto sebuah objek. Tempat yang kamu pilih juga bebas sesuai dengan keinginan mu, namun memfoto objek di sebelah jendela akan menjadi pilihan yang tepat..

Waktu Yang Pas

@fotoprodukjakarta-right-timing

Pasti udah pada tau dong istilah golden hour? Cahaya matahari yang pada saat digunakan untuk selfie, TikTok-an, dan yang berkaitan dengan foto ataupun video hasilnya sangat membuat glowing dan nagih! Nana dan Kevin merekomendasikan 2 waktu yaitu sekitar pukul  09.00-11.00 dan 13.00-16.00. Hal ini karena pada jam tersebut, sinar mataharinya lagi bagus dan terik jadi bagus untuk foto. Sebelum waktu tersebut tiba, kamu bisa banget nih mulai menyiapkan properti, tempat, kamera, dan lain-lain. Setelah siap semuanya, kamu pasti tidak kewalahan dan ready to shoot!  

Baca Juga  Langkah Mudah Mempercepat Loading Website

Set Photo Theme

@fotoprodukjakarta-theme-photo

Nah, tips yang satu ini juga penting loh karena termasuk sebagai salah satu kunci foto kamu akan terlihat menarik atau tidak. Tentukan tema foto yang akan kamu ambil! Gunanya apa? Gunanya untuk mencocokan properti, tempat, dan cahaya yang bagus untuk tema yang akan kamu angkat. Jika sudah mengetahui temanya, kamu pasti dapat menilai kecocokan antara field bisnis kamu dengan tema yang kamu angkat. Buatlah beberapa plan tema yang akan kamu ambil, lalu diskusikan dengan partner bisnis atau orang terdekatmu.

Properti Yang Mendukung

@fotoprodukjakarta-property-photp

Kenapa dibilang properti yang mendukung? Karena sering kali kita memperhatikan banyaknya properti, sehingga yang menurut kita sebuah “properti” maka diikutsertakan ke dalam frame foto produk tersebut. Padahal, gunakanlah properti secukupnya yang memenuhi kriteria tema yang sudah kamu angkat. Kevin dan Nana menyarankan untuk jangan menaruh properti yang nggak menarik perhatian. Artinya jangan asal-asalan dalam memilih properti untuk foto produkmu 

Balik lagi sesuaikan dengan tema yang diangkat. Jangan sampai nggak menggunakan properti sama sekali lho, karena properti adalah salah satu pendukung mood foto. Artinya mood pelanggan dalam melihat foto tergantung dari hasil foto. Kalau propertinya oke dan sesuai, foto yang dihasilkan pun jadinya bagus. Contohnya saja, misalnya temanya berhubungan dengan masakan Jepang, kamu bisa menambahkan ornamen yang berhubungan dengan Jepang seperti sumpit atau cutlery ornamen Jepang. 

Photo Angle

@fotoprodukjakarta-photo-angle

Sama seperti halnya manusia, benda juga membutuhkan angle yang bagus agar terlihat menarik. Tentukan dan pilihlah angle yang tepat dalam mengambil foto produk. Direkomendasikan mengambil foto close up, wide shot / flat lay. 

Angle close up dapat digunakan untuk menunjukan keunggulan atau kedetailan dari sebuah produk. Misalnya, kamu menjual baju, kamu dapat menunjukan bahwa jahitannya bagus dan rapi, atau menunjukan kantong baju yang tidak kelihatan jika difoto dari jauh. 

Sedangkan angle wide shot biasanya digunakan untuk memfoto suasana sekitar di dalam frame foto produk. Misalnya produk kantor seperti notebook, atau buku tulis, dapat difoto di atas meja kantor yang akan lebih menunjukan dan menghidupkan suasana produk tersebut. Dengan begitu, ketika kamu post untuk feeds di instagram hasilnya akan fit dan bagus dipandang.

Be Creative

@fotoprodukjakarta

Kreatif artinya kamu dapat membuat berbagai macam gaya atau variasi dalam memfoto suatu produk. Cara yang direkomendasikan oleh @fotoprodukjakarta adalah misalnya, produk yang kamu jual adalah garlic cheese bread, maka tariklah roti tersebut dalam keadaan terbelah, kemudian akan terlihat lumuran mozarella. Atau seperti contoh gambar di atas, snacknya dan bumbunya dimasukan dalam satu frame dengan packagingnya. 

Jadi, jangan hanya memfoto objek dalam keadaan diam. Tambahkan banyak variasi dan kreatifitas dalam memfoto produk yang kamu jual. Hal tersebut akan lebih menambah selera pengunjung page instagram business kamu yang nantinya mereka tertarik dan berujung dengan membeli produk yang kamu jual. Mungkin kreativitas disini terlihat sepele, namun sebenarnya outputnya sangat besar bagi setiap mata yang melihat. 

Photo Equipment

photo-equipment

Photo equipment disini sangat berbeda dengan properti. Photo equipment yaitu lebih ke barang-barang yang sifatnya “digunakan” untuk menghasilkan foto yang bagus dan terlihat mengesankan. Berbeda dengan properti, properti digunakan sebagai penunjang foto dan memperindah suasana. Apa saja sih photo equipment versi @fotoprodukjakarta?

Kamera

Kamera yang dimaksud disini tidak harus menggunakan kamera DSLR, mirrorless, dan lain-lain. Disini, kamu juga bisa menggunakan kamera handphone saja untuk memfoto produk yang kamu miliki. 

Reflector

Reflector ini kerap kali dibutuhkan karena terkadang bagian-bagian dari produk yang akan difoto memiliki warna yang berbeda yang kemudian menyebabkan bedanya cahaya yang dihasilkan. Oleh karena itu, reflector dapat membantu menyelesaikan persoalan ini dengan memberi kecerahan pada bagian produk yang gelap. 

Baca Juga  Cari Tahu Di Sini Langkah-Langkah Ini Untuk Terhindar dari Fraud Buy

Kain Putih

Jika pada saat mengambil foto produkmu memiliki cahaya berlebih, atau di waktu waktu tertentu cahaya matahari sedang terik-teriknya dan menyebabkan objek menjadi jelek, kamu dapat menggunakan kain putih untuk mengurangi cahaya yang dihasilkan. Cara ini sangat efektif dan efisien lho.

Photo Background

Jika kamu sudah memenuhi beberapa photo equipment di atas, kamu juga dapat membeli dan menggunakan background untuk meningkatkan nilai estetika pada foto produkmu.  

Tripod

Kalau yang satu ini kayaknya ga dibutuhin banget. Tapi, kalau kalian menjalani bisnis mu dengan konsep one man show, kamu bisa banget beli dan menggunakan tripod pada saat proses mengambil foto produk, karena dengan memiliki tripod ini akan sangat membantumu.

Softbox, Flash, Light Stand

Hal ini tidak harus dimiliki oleh kamu yang sedang menjalani bisnis. Boleh punya boleh nggak nih. Ke-3 printilan ini hanya direkomendasikan untuk kamu yang memang sudah mengerti cara memakainya dan paham bagaimana merawat dan menjaga nya. So, make sure kalian tahu kapasitas kalian dan jangan memaksakan ya, guys! Seperti yang dikatakan oleh Kevin dan Nana, dengan memiliki Kamera, reflector, dan kain putih saja sebenarnya sudah cukup kok. 

Photo Editing 

Apa saja sih aplikasi yang sering dipakai sehingga dapat menghasilkan foto-foto yang bagus dan memikat hati para pelanggan? Ini dia aplikasinya!

Adobe Lightroom 

Aplikasi ini sudah banyak digunakan oleh banyak orang sebenarnya dan bisa dibilang susah-susah gampang. Tapi kalau teman-teman ingin menguliknya, kamu bisa mencari tutorialnya di Youtube kok. 

VSCO

vsco

Nah, yang satu ini lebih familiar didengar dan mungkin kamu juga pakai sekarang. VSCO memang mudah dan jauh lebih praktis untuk digunakan daripada Adobe Lightroom. Aplikasi ini memang aplikasi yang user friendly dan banyak orang menggunakannya.

Snapseed

Selain dua aplikasi tadi, ada Snapseed nih. Biasanya aplikasi yang satu ini digunakan untuk mengedit noda-noda pada foto yang masih terlihat ketika sudah di edit. Tools yang digunakan ialah “healing”. 

Eits, Exabytes Friends juga dititipin editing tips loh sama pasangan ini. Tipsnya yaitu jika kamu mengedit foto produk mu, jangan sampai terlalu seru atau terlalu berlebihan, karena hal tersebut dapat menyebabkan ketimpangan pada foto dengan produk aslinya. Jangan sampai ekspektasi dan realitanya berbeda jauh ya, guys! 

Reference

references

Referensi termasuk hal yang sangat penting untuk mendukung foto yang kamu hasilkan. Kamu bisa mempelajari angle, tema, dan foto yang menarik seperti apa dari referensi yang kamu cari dan dapatkan. Referensi ini juga membantu kamu mengetahui tema foto apa yang sedang booming dan menarik banyak perhatian saat ini. 

Mendapatkan referensi gak sulit kok, guys! Saat ini sudah banyak sekali platform fotografi atau galeri foto digital yang dapat menjadi referensi kamu dalam mengambil foto produk yang bagus dan menarik. Diantaranya ada pinterest, instagram, dan google. 

Trial and Error

trial-error-analysis

Last but not least, poin ini adalah yang paling dibutuhkan dan menguji kesabaran. Percobaan dan gagal! Pada saat kalian mengambil foto, carilah beberapa orang yang dengan jujur memberikan feedback nya terhadap foto yang kalian hasilkan. Dengarkan masukan mereka (seperti apa saja kekurangan foto yang kita hasilkan dan lain sebagainya).

Setelah itu, terapkan saran dari mereka lalu kalian tanya kembali ke orang tersebut dan beberapa orang yang lain. It’s okay jika hasilnya foto kalian tidak langsung bagus dan menarik, that’s how actually “learning by doing” works!  

Nah, Exabytes Friends itulah tadi beberapa tips menghasilkan foto yang menarik ala @fotoprodukjakarta. Kalau kamu ingin menonton video sesi ini di SME DigitalFest boleh cek di Youtube Exabytes Indonesia ya.

Oh iya, kalian juga bisa banget loh follow @fotoprodukjakarta untuk mendapatkan referensi foto untuk produk yang akan kalian foto dan pasarkan di kemudian hari!

Semoga artikel ini membantu ya untuk menghasilkan foto produk terbaik yang bisa mempercantik feeds dan katalog produk serta meningkatkan penjualan bisnis onlinemu! 

Credits : Aisya Damayanti Sumarno

Free Credit Exabytes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here