Salah satu karir digital paling populer adalah web designer. Tapi apa sebenarnya web designer itu?
Seperti namanya, seorang desainer web bertanggung jawab untuk merancang tampilan dan nuansa website. Kedengarannya sederhana, tetapi untuk memahami profesi ini, ada banyak hal yang perlu diketahui.
Karena itulah dalam artikel ini kita akan membahas web designer secara detail. Mulailah dengan keterampilan yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang desainer web.
Penasaran? Simak sampai selesai ya!
Daftar Isi
Apa Itu Web Designer?
Web designer adalah sebuah profesi yang tugasnya mengubah tampilan dan nuansa sebuah website menjadi lebih menarik.
Bagaimana caranya? Banyak. Mulai dengan mengubah tata letak website, menguba skema warna, hingga menciptakan rasa nyaman bagi pengunjung.

Nah, terkadang istialh “web designer” dikacaukan dengan “web developer“. Meski keduanya sangat berbeda, lho.
Jika website seperti rumah, maka fungsi web developer adalah memastikan pondasi rumah kuat, struktur bangunan rapi dan tidak ada kebocoran.
Sedangkan web designer berfungsi untuk membuat rumah menjadi menarik. Mulai dari mengecat dinding hingga mengisi furnitur hingga memasang pagar dan jendela yang sarat akan estetika.
Ini kurang lebih merupakan tanggung jawab desainer web. Jadi, apa saja keterampilan yang harus dikuasai seorang web designer dan apa perbedaan antara web developer dan webmaster?
Mari kita lihat di bagian selanjutnya!
Perbedaan Antara Web Designer, Web Developer dan Webmaster
Walaupun ketiga profesi tersebut semuanya berkaitan dengan proses pembuatan website, namun ketiganya memiliki pekerjaan atau tugas yang berbeda. Keterampilan dan pengetahuan alat yang perlu dipelajari juga bervariasi.
Nah, pada pembahasan berikut ini kita akan membahas pengertian dan perbedaan antara web designer, web developer dan webmaster. Langsung saja simak penjelasan berikut ini!
Web Designer
Seorang web designer adalah seseorang yang memiliki keahlian untuk membuat sebuah website yang menarik. Misalnya, efek ilustrasi halaman web, tipografi, keseimbangan kontras, tata letak, dll.
Mereka juga fokus membuat desain dengan pendekatan pengalaman pengguna untuk memudahkan pengguna menggunakannya.
Seorang desainer web harus memiliki keterampilan desain yang baik. Namun, tidak hanya mendesain, web designer juga harus memahami bahasa pemrograman, seperti HTML dan CSS.
Untuk melengkapi desain dapat menggunakan aplikasi desain yang mendukung desain web, seperti Photoshop.
Web Developer
Web developer adalah seseorang yang membangun dan mengembangkan website atau pengembangan web menggunakan bahasa pemrograman.
Biasanya, bahasa pemrograman yang harus dikuasai oleh seorang web developer adalah JavaScript, PHP, ASP, Phyton, MySQL, dan Java.
Beberapa tugas pengembang web termasuk membuat database dan mengelola server. Hasil karyanya tidak terlihat jelas di website, karena coding dilakukan di web server dan database.
Sebagian besar pekerjaan pengembang web dihabiskan untuk menguji fungsionalitas website dan memperbaiki bug. Beberapa alat yang perlu diketahui pengembang web termasuk perangkat lunak bahasa pemrograman, kontrol revisi, kerangka kerja, kerangka kerja CSS, dan banyak lagi.
Webmaster
Webmaster adalah orang yang bertanggung jawab untuk memelihara website. Mereka sering disebut sebagai arsitek web, administrator situs, koordinator situs, atau manajer proyek.
Webmaster bertanggung jawab untuk mengelola dan mengoptimalkan website agar tetap stabil saat dikunjungi dan tidak mengalami downtime.
Sebenarnya, pekerjaan mereka termasuk optimasi SEO dari sebuah website. Oleh karena itu, seorang webmaster harus memiliki pengetahuan tentang coding, desain, dan pemasaran.
Salah satu alat yang membantu kinerja webmaster adalah alat webmaster Google. Alat-alat ini dapat membantu webmaster melihat pergerakan situs web di halaman mesin pencari. Webmaster juga akan menerima laporan tentang aktivitas situs.

Nah, itulah perbedaan antara web designer, web developer dan webmaster. Sekarang kamu mengerti perbedaannya, bukan?
Pada dasarnya, web designer bertanggung jawab untuk membuat website menarik. Sedangkan web developer membuat fungsionalitas atau fitur dari website. Terakhir, webmaster akan memantau situs tersebut.
Keterampilan Atau Skill Yang Wajib Dibutuhkan Untuk Menjadi Web Designer
Menjadi seorang web designer yang handal tidaklah instan. Kamu membutuhkan proses untuk memperoleh keterampilan atau skill dan pengetahuan tentang alat-alat tertentu.
Dalam pembahasan ini, kami akan menyajikan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang desainer web. Penasaran apa saja itu, simak penjelasannya berikut ini.
1. Mengetahui Prinsip Desain Visual
Masih berjuang untuk membedakan desain yang baik dari desain yang buruk? Masalah ini dapat diselesaikan dengan mempelajari prinsip-prinsip desain visual.
Sama seperti musisi harus mempelajari teori musik untuk memahami urutan notasi dan menciptakan musik yang menarik. Kamu juga harus mempelajari teori desain terlebih dahulu.
Teori apa yang perlu kamu pelajari? Berikut penjelasannya.
- Teori warna – Kamu dapat memahami warna yang melengkapi atau tidak cocok. Sehingga kedepannya kamu tidak akan bingung dalam memilih warna.
- Tipografi – Dengan mempelajari seni typesetting, huruf yang muncul di website akan membuat pengunjung nyaman untuk membaca.
- Komposisi – Informasi tata letak dapat membantu kamu mengatur elemen visual website kamu. Mulai dari ilustrasi dan menu, hingga tata letak umum.
Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa kamu pelajari tentang teori desain visual. Namun ketiga teori di atas bisa menjadi cara yang baik untuk memahami dasar-dasar desain yang baik pada sebuah website.
2. Memahami Software Desain
Menjadi seorang desainer web tanpa memahami perangkat lunak desain seperti menjadi seorang prajurit yang berperang tanpa mengetahui cara menembak.
Inilah mengapa kamu harus mempelajari beberapa perangkat lunak desain untuk memenuhi kebutuhan profesional kamu. Misalnya, untuk keperluan desain grafis, kamu perlu mempelajari perangkat lunak seperti Adobe Photoshop dan Adobe Illustrator.
Selain itu, tentunya kamu masih harus melakukan berbagai perubahan saat mendesain sebuah website. Jadi kamu harus membuat prototipe terlebih dahulu. Salah satu software prototyping terbaik yang bisa kamu gunakan adalah Mockplus.
Setelah mempelajari perangkat lunak, coba gunakan dalam sebuah proyek. Ini adalah cara yang bagus untuk melatih keterampilan kamu.
3. Memahami UI dan UX
Mengapa web designer harus membuat desain web yang menarik? Tentunya agar pengunjung bisa betah berlama-lama di situs tersebut.
Sekarang, untuk membuat pengunjung kamu nyaman, kamu perlu memahami prinsip-prinsip User Interface (UI) dan User Experience (UX).
Kamu pernah mendengar dua istilah itu, bukan? Jadi apa itu UI dan UX? Jadi apa bedanya?
Singkatnya, UI adalah antarmuka yang dilihat oleh orang-orang yang mengunjungi website. Sedangkan UX adalah pengalaman yang didapatkan pengunjung saat memasuki website.
Dengan mempelajari kedua konsep tersebut, kamu dapat membuat website yang tidak hanya terlihat menarik tetapi juga memberikan kesan positif bagi pengunjung.
4. Mengerti Tentang Bahasa Pemrograman
Belajar bahasa pemrograman? Apakah itu berarti kamu juga harus tahu cara membuat coding?
Sebenarnya, kamu dapat mendesain website tanpa belajar coding. Karena saat ini, ada banyak pembuat website seperti Wix yang memungkinkan kamu membuat dan mendesain website sesuai keinginan kamu.
Namun, jika kamu hanya mengandalkan fasilitas pembuat website, keterampilan desain kamu akan terbatas pada apa yang ditawarkan pembuat website.
Sekarang, dengan mempelajari bahasa pemrograman, kamu akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang struktur website yang akan kamu desain. Jadi kamu bisa lebih leluasa dalam memodifikasi desain.
Setidaknya ada tiga bahasa pemrograman yang perlu kamu pelajari:
- HTML – Bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun struktur halaman web.
- CSS – Bahasa pemrograman yang dapat membantu kamu meningkatkan website kamu. Misalnya dengan mengubah warna atau mengatur komposisi elemen gambar.
- JavaScript (opsional) – Bahasa pemrograman yang digunakan untuk menyediakan fungsionalitas interaktif untuk membuat halaman web lebih menarik.
5. Mempelajari CMS (Content Management System)
Seorang web designer juga harus familiar dengan CMS (Content Management System), yaitu software yang memudahkan pemilik website untuk mengelola konten.
Saat ini, CMS yang paling populer adalah WordPress. CMS lain yang umum digunakan adalah Drupal dan Joomla.
Jadi mengapa desainer web harus memahami CMS? Karena banyak website yang dibangun menggunakan CMS. Jadi dengan mempelajari CMS kamu akan dapat mendesain sebuah website agar lebih menarik.
Misalnya, kamu fasih menggunakan WordPress. Kamu akan memahami cara mempercantik website menggunakan tema WordPress dan semua penyesuaiannya.
Job Desc Web Designer
Tugas utama seorang desainer web adalah mendesain halaman di web. Namun, jika kita melihat ke belakang, desain halaman dalam benar-benar membutuhkan keterampilan khusus. Keterampilan ini diperlukan.
Orang-orang yang berjuang dalam profesi ini meskipun memiliki selera yang bagus. Harus dapat menggabungkan dan memilih warna, font, tata letak, dan gambar yang sesuai untuk penempatan di halaman web.
Contohnya seperti ini. Jika sebuah website ditujukan untuk anak-anak, mereka harus bisa membuat halaman yang berwarna-warni. Halaman juga harus dikombinasikan dengan font yang menarik dan banyak gambar.
Selain itu, tata letak dan struktur website itu sendiri tidak boleh rumit. Setiap halaman harus mudah diakses oleh anak-anak. Pada dasarnya, website harus menyenangkan dan mudah.
Satu hal yang berbeda dari situs yang ditujukan untuk orang yang lebih profesional. Halaman harus selalu mudah diakses, dengan font yang tentu saja juga dapat dibaca. Namun, halamannya tidak harus semarak situs anak-anak. Website profesional seharusnya lebih sederhana dan nyaman.
Kombinasi warna dan gambar yang ditampilkan tidak boleh terlalu berwarna dan harus memiliki parameter akses informasi yang baik. Aspek estetika seperti itu harus dimiliki. Aspek ini akan mempengaruhi pekerjaan mereka dalam desain web.
Mereka memiliki kendali penuh atas desain website. Kontrol penuh adalah hal yang perlu dipahami oleh seorang desainer web. Mereka perlu memahami cara menyesuaikan web dengan calon pengguna.
Selain itu, mereka juga perlu memahami bagaimana membuat antarmuka web mudah digunakan oleh pengguna.

Jenjang Karier Web Designer
Adapun jenjang karir seorang web designer sangat bergantung pada individu dan perusahaan masing-masing.
Alasannya adalah dengan membenamkan diri dalam dunia web, kamu juga membuka diri untuk mengeksplorasi pekerjaan lain yang berhubungan dengan web.
Misalnya, ada orang dengan kualifikasi ini, dari seorang desainer web kamu dapat diangkat sebagai senior. Di sini kamu dapat ditunjuk sebagai Art Director atau Head of User Experience.
Pada dasarnya, ada banyak pilihan dan jalur karir yang bisa kamu pilih jika kamu menjadi seorang web designer.
Siap Untuk Menjadi Web Designer?
Sekarang kamu dapat mulai mencoba mempelajari keterampilan desain web untuk memenuhi impian kamu menjadi seorang desainer web. Setelah menguasai keterampilan tersebut, kamu dapat melamar pekerjaan sebagai web designer di sebuah perusahaan atau menjadi web designer freelance.
Dengan keahlian dan pengalaman kamu juga bisa memulai bisnis jasa pembuatan website lho!












