9 Gonjang-ganjing Bisnis eCommerce Indonesia

9 Gonjang-Ganjing Bisnis eCommerce di Indonesia

Belakangan ini, atmosfir persaingan di pasar eCommerce Indonesia semakin ketat dan memanas, di dorong oleh kehadiran para pendatang baru dan pemain besar yang mendapatkan dukungan dari para investor raksasa dunia. Ini mendorong lumpuhnya bisnis beberapa pendatang baru di ranah eCommerce, seperti;

  1. PT XL Axiata Tbk (EXCL) Menjual Seluruh Kepemilikan Sahamnya di Elevenia.

EXCL telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk menjual seluruh kepemilikan sahamnya di elevenia pada Kamis lalu, dimana EXCL memiliki 50% saham. Hal ini dilakukan kerugian yang terus berkepanjangan yang di derita salah satu eCommerce terbesar di Indonesia tersebut. Kelak, Elevenia akan dikuasai pemilik baru, Salim Group.

Elevania Dijual
Elevania Dijual (sumber: Blog.elevenia.co.id)
  1. Rakuten Hengkang dari Indonesia

Perusahaan raksasa eCommerce asal Jepang, Rakuten, juga tercatat hengkang dari Indonesia pada 1 Maret 2016 lalu. Rakuten mengalami kesulitan dalam menghadapi kompetisi bisnis online yang sangat ketat di kawasan Asia Tenggara.

Rakuten hengkang dari Indonesia
Rakuten hengkang dari Indonesia (sumber: Kompas.com)
[Topik Lain: Cara Membuat Toko Online Dengan Modal Rp 179.000]

 

Runtuhnya 2 pemain besar marketplace diatas, bukan berarti karena rendahnya minat masyarakat Indonesia untuk berbelanja online. Faktanya, jumlah potensi pasar di Indonesia yang sangat fantastis seperti gula yang menarik semut. Para investor kelas kakap di dunia berbondong-bondong datang membawa uang mereka ke Indonesia. Akibatnya, persaingan menjadi begitu berat untuk Elevenia dan Rakuten.

Hasil riset dari Temasek Holdings menyatakan bahwa pada tahun 2016 aktivitas eCommerce di Asia Tenggara diprediksi akan terus meningkat dan akan mencapai USD 200 miliar pada 2025.

Ada 7 Fakta lain tentang cemerlangnya pertumbuhan bisnis eCommerce di Indonesia:

  1. Facebook Buka Kantor di Indonesia

Pada Senin, 14 Agustus yang lalu raksasa sosial media, Facebook resmi membuka kantor barunya di Indonesia untuk operasional usaha Facebook di Indonesia dan juga layanan-layanan Facebook yang lain, seperti Messenger, WhatsApp, dan Instagram.

Menyadari Indonesia merupakan salah satu pasar dengan jumlah pengguna aktif terbesar di dunia, serta pesatnya pertumbuhan jumlah komunitas Facebook di Indonesia, Facebook juga ingin fokus dalam membangun komunitas, bisnis dan ekosistem di Indonesia.

Pembukaan Kantor Facebook di Indonesia
Pembukaan Kantor Facebook di Indonesia, 14 Agustur 2017 (sumber: Kompas.com)
  1. Alibaba Mengucurkan Dana Investasi untuk Lazada

Kalian sudah dengar berita investasi Alibaba yang mengucurkan dana investasi sebesar USD 1 miliar atau setara Rp 13,2 triliun guna memperkuat ekspansi Lazada? Melalui investasi ini, Alibaba mengaku ingin fokus dengan peluang pertumbuhan pasar di ASEAN. Artinya, Alibaba memiliki 83% dari saham Lazada. Dengan misi tersebut, Alibaba tidak hanya memberikan investasi dana, investasi itu juga mencakup akses ke berbagai merchant dan logistik.

Alibaba menjadi Investor Terbesar Lazada
Alibaba menjadi Investor Terbesar Lazada (sumber: Google.co.id)
  1. Tokopedia Mendapat Suntikan Dana Rp 14 Triliun

Selain berinvestasi di Lazada, Alibaba baru-baru ini juga menyuntikkan dana sebesar USD 1,1 miliar atau Rp 14 triliun ke Tokopedia. Ditegaskan oleh Tokopedia, investasi ini tidak membuat Alibaba sebagai pemegang saham mayoritas. Dengan investasi tersebut, Tokopedia akan membuat pusat riset terbaik di Indonesia.

Alibaba menjadi investor Tokopedia
Alibaba menjadi investor Tokopedia (sumber: Kompas.com)
  1. Peningkatan Jumlah Vlog Indonesia

Kegiatan Vlog-ing atau Video Blogging adalah trend lain yang sedang digilai oleh pengguna media sosial Indonesia. Google Indonesia mencatat ada peningkatan sebanyak 600% dari jumlah video yang di unggah ke YouTube sejak tahun 2014. Tidak hanya menyediakan konten hiburan, Video Blogging kini juga banyak digunakan sebagai media promosi yang menghasilkan pundi-pundi uang untuk anak-anak muda saat ini. Mulai dari video lelucon, musik hingga tips sehari-hari seperti tutorial make-up, review makanan restoran dan lain-lain.

  1. Peningkatan Fantastis Jumlah Pengguna Instagram

Jumlah pengguna aktif Instagram di Indonesia meningkat hampir 100% sejak 2016 dengan total 22 juta pengguna, dimana ada 700 juta pengguna aktif Instagram di dunia. Angka tersebut membuat Indonesia menjadi negara dengan komunitas pengguna Instagram terbesar di Asia Pasifik.

Selain itu, Instagram juga telah terbukti sebagai wadah promosi yang sangat efektif untuk mendukung pertumbuhan UMKM, dimana 80% dari pengguna Instagram Indonesia mengikuti paling sedikit satu akun bisnis, dan sepertiga dari konten Instagram Story yang paling banyak dilihat adalah akun-akun bisnis.

  1. Bukalapak Fokus Mengembangkan Aplikasi Mobile

Belakangan ini, aktifitas belanja online melalui aplikasi mobile semakin merajalela. Pemain marketplace seperti Bukalapak melihat penggunaan piranti mobile sudah jauh meninggalkan penggunaan desktop atau komputer.

Maka dari itu, Bukalapak menfokuskan diri pada pengembangan aplikasi mobile, dimana 50 orang dari 200 engineers Bukalapak difokuskan untuk pengembangan aplikasi mobile. Aplikasi Mobile Bukalapak juga berhasil mendapatkan rating tertinggi di perangkat Android dan iOS untuk kategori eCommerce di Indonesia.

Bukalapak
Bukalapak (sumber: Google.com)
  1. Pemerintah Mengenakan Pajak Untuk Transaksi eCommerce

Kementerian Keuangan Republik Indonesia baru saja mengumumkan akan mengenakan pajak untuk transaksi perdagangan online setelah melihat pesatnya perkembangan eCommerce di Indonesia. Diakui oleh Ketua Tim Reformasi Perpajakan Kementerian Keuangan, Suryo Utomo ada pergeseran pola belanja masyarakat yang lebih senang menggunakan eCommerce daripada melakukan transaksi pembelian dengan cara konvensional.

Pungutan pajak untuk eCommerce
Pungutan pajak untuk eCommerce (sumber: Google.com)

Sekarang, kita tidak perlu ragu lagi untuk ekspansi bisnis kita ke dunia online, karena selain membuat toko online itu mudah dan terjangkau, masa depan bisnis di ranah digital sudah tidak perlu diragukan lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here