Apa itu LiteSpeed Cache for WordPress?

54
Apa Itu LiteSpeed Cache for WordPress?
Berkah Ramadhan
10 min read

Dalam hal mengoptimalkan situs web, caching adalah salah satu teknologi terbaik yang tersedia saat ini. Caching dapat membuat situs web menjadi sangat cepat yang pada akhirnya akan menghasilkan bounce rate yang lebih sedikit, serta hasil SEO dan tingkat konversi yang lebih baik. 

Artikel kali ini akan mengupas tuntas seputar LiteSpeed Cache for WordPress (LSCWP) dan mengapa kamu harus menggunakannya. Yuk, simak di bawah!

Apa itu Cache?

Sebelum membahas lebih lanjut terkait LiteSpeed Cache, ada baiknya kamu mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan cache. Web cache melakukan hal yang sama dengan aset situs web seperti gambar dan program. Setiap kali browser meminta halaman web, server harus memproses konten halaman itu dan mengirimkannya ke browser web pengunjung website yang jelas akan memakan banyak waktu. 

Alih-alih memuat setiap konten halaman web setiap saat, akan sangat membantu jika server mengingat halaman tersebut dalam bentuk file HTML. Sehingga saat ada situasi yang sama, server hanya perlu mengirimkan file HTML tersebut pada pengguna. Inilah yang dilakukan oleh caching.

Bagaimana Caching Bekerja?

Ketika pertama kali pengguna mengunjungi situs tersebut, situs akan dimuat secara normal. Bayangkan di mana situasi terdapat ratusan ribu orang mengakses situs web tersebut dan server selalu melakukan hal sama setiap kali pengunjung mengakses situs web? Tentu memperlambat kinerja bukan? 

Namun karena caching aktif, server akan menyimpan data dalam RAM. Ketika situs yang sama diminta memproses kembali, server akan memberikan salinan situs web alih-alih mengambil salinan baru. Karenanya, waktu untuk mengambil serta memproses data tersebut menjadi jauh lebih cepat.

Jenis Cache

Site Cache

Site cache atau page cache menyimpan data situs web saat pertama kali halaman web dimuat. Setiap kali pengguna kembali ke situs web tersebut, elemen yang disimpan dengan cepat dapat diakses dan ditampilkan kepada pengunjung.

Browser Cache

Browser cache adalah jenis  cache situs yang dibangun di browser web pengunjung. Elemen situs web disimpan oleh browser pengunjung dan dikelompokkan dengan file lain yang terkait dengan situs web yang sama. Browser cache dapat berisi halaman HTML, CSS stylesheets, gambar, dan konten multimedia lainnya.

Server Cache

Alih-alih memproses setiap permintaan lagi dan lagi, melalui server caching tersebut server akan menyimpan hasil permintaan. Ini tentu akan memberikan hasil yang menghemat waktu pemrosesan.

Object Cache dan Full Page Cache

Object cache hanya menyimpan sebagian data sementara full page cache menyimpan data sepenuhnya. Full page caching adalah cara memuat konten untuk pengguna tanpa harus menginisialisasi situs web sepenuhnya. Hal ini membuat seluruh situs web tidak hanya cepat namun juga membuatnya tidak terlalu dinamis.

Kelebihan dari Pemakaian Ekstensi Cache

Berikut beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika melakukan instalasi plugin cache:

Meningkatkan Kecepatan dan Performa Situs Web

Memori cache menawarkan latensi yang sangat rendah, yang artinya dapat diakses dengan cepat. Setelah data diunduh menggunakan cache, data akan disimpan di device pengunjung. Mengambil data dari device lokal pengguna jauh lebih cepat daripada mengunduh dari server sehingga mengoptimalkan kinerja.

Namun, cache tidak dapat menyimpan banyak memori, sehingga hanya menyimpan data kecil seperti gambar dan teks web.

Mengurangi Beban Bandwidth, Server, & Database

Konten tertentu misalnya seperti logo halaman akan sama di setiap halaman situs web. Jika tidak menggunakan cache, server akan mengambil gambar yang sama  berulang kali setiap pengunjung mengklik halaman baru. Setiap kali permintaan yang sama dibuat di server, bandwidth akan berkurang. 

Dengan menggunakan cache, yang dilakukan adalah menghindari pemrosesan permintaan ulang. Karenanya, cache menghemat pemakaian bandwidth. Selain itu, perangkat seluler seringkali dibatasi oleh bandwidth, sehingga semakin sedikit data  yang harus dimuat akan semakin baik.

Baca Juga  12 Prediksi Trend WordPress di Tahun 2021

Proses server yang berkurang juga menurunkan beban server dan database. Ini akan sangat membantu bagi pemilik situs web yang memiliki paket hosting terbatas.

Kepuasan Pelanggan

Tidak ada pengunjung situs web yang mau menunggu lebih dari lima detik untuk memuat halaman web. Dengan menambahkan cache, situs web memberikan pengalaman yang lebih cepat dan lancar kepada pengunjung. Kepuasan pelanggan yang lebih baik tentu akan meningkatkan lebih banyak konversi.

Peringkat di Google

Google mengumumkan bahwa kecepatan situs web merupakan faktor yang mempengaruhi peringkat halaman. Ada banyak faktor yang mempengaruhi SEO (Search Engine Optimization), salah satunya adalah kecepatan situs web. Halaman yang memuat lebih cepat akan mendapatkan posisi peringkat yang lebih tinggi daripada yang lambat.

Apa itu LiteSpeed Cache for WordPress (LSCWP)?

Ada banyak plugin cache gratis dan komersial yang tersedia khususnya untuk pengguna WordPress, salah satunya adalah LiteSpeed Cache for WordPress. LiteSpeed Cache adalah plugin akselerasi situs all-in-one, yang menampilkan cache tingkat server eksklusif serta kumpulan fitur pengoptimalan.

LiteSpeed Cache mendukung WordPress Multisite dan kompatibel dengan plugin populer seperti WooCommerce, Yoast SEO, dan bbPress.

1. Apa itu LiteSpeed Cache for WordPress

Apa yang Dilakukan oleh LiteSpeed Cache?

Situs WordPress terdiri dari halaman dinamis yang dibangun dengan PHP. Halaman situs WordPress tidak ada di mana pun dalam sistem file; mereka dibangun sesuai permintaan melalui PHP, dan kemudian disajikan kepada pengunjung sebagai HTML. Ini bisa menjadi proses yang membutuhkan banyak sumber daya, dan plugin LiteSpeed ​​Cache untuk WordPress adalah salah satu cara untuk mengatasinya.

Ketika WordPress secara dinamis membuat halaman HTML statis, LiteSpeed Cache berkomunikasi dengan LiteSpeed ​​Web Server untuk menyimpan salinannya. Setelah salinan statis ada di cache, salinan itu dapat disajikan kepada pengunjung berikutnya, mengurangi proses PHP WordPress yang panjang untuk semua kecuali pengunjung pertama yang meminta laman tersebut.

Saat situs web disimpan dalam cache, dibutuhkan keterlibatan yang jauh lebih sedikit dari backend WordPress, di mana berarti memberikan pemuatan situs yang lebih cepat dan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung situs.

Fitur LiteSpeed Cache

Beberapa fitur yang terdapat pada LiteSpeed Cache for WordPres yaitu:

  • Free QUIC.cloud CDN Cache
  • Object Cache (Memcached/LSMCD/Redis) Support
  • Image Optimization (Lossless/Lossy)
  • Minify CSS, JavaScript, and HTML
  • Minify inline CSS/JS
  • Combine CSS/JS
  • Automatically generate Critical CSS
  • Lazyload images/iframes
  • Responsive Image Placeholders
  • Multiple CDN Support
  • Load CSS/JS Asynchronously
  • Browser Cache Support
  • Database Cleaner and Optimizer
  • PageSpeed score optimization
  • OPcode Cache Support
  • HTTP/2 Push for CSS/JS (on web servers that support it)
  • DNS Prefetch
  • Cloudflare API
  • Single Site and Multisite (Network) support
  • Import/Export settings
  • Attractive, easy-to-understand interface
  • WebP image format support

Cara Instalasi LiteSpeed Cache

Berikut adalah cara melakukan instalasi plugin LiteSpeed Cache WordPress secara cepat dan mudah:

  • Pertama, pastikan kamu sudah memiliki akun WordPress. Setelah Login, kamu bisa masuk pada bagian Plugin.
  • Cari LiteSpeed Cache, kemudian klik Install Now dan Activate.

Refresh halaman dan kini kamu sudah bisa melihat plugin LiteSpeed Cache muncul di dasbor WordPress.

Panduan Pemula Untuk LiteSpeed Cache for WordPress

2. Panduan LiteSpeed Cache for WordPress

Tab Cache

Opsi pertama pada tab cache adalah dapat mengaktifkan dan menonaktifkan fitur caching. Pengaturan lainnya memungkinkan kamu untuk memutuskan jenis konten apa yang akan di-cache, karena awalnya semua fitur diaktifkan.

Tab TTL

TTL adalah singkatan dari “Time to Live” dan mengacu pada jumlah detik halaman dapat tetap berada di cache sebelum dianggap kedaluwarsa. Setelah halaman mencapai TTL-nya, halaman tersebut akan dihapus dari cache. Biasanya TTL tersebut sudah diatur secara default yang seharusnya berfungsi untuk sebagian besar situs, tetapi kamu pun bebas mengubahnya.

Purge Tab

Terkadang terdapat situasi di mana halaman harus dibersihkan sebelum data asli kedaluwarsa. Pada tab ini memungkinkan kamu untuk menentukan aturan untuk itu. Sama seperti Tab TTl, pilihan default seharusnya berfungsi untuk sebagian besar situs, tetapi kamu pun bebas mengubahnya.

Contohnya, jika kamu menulis artikel baru dan memberi tag “bunga hias” untuk diterbitkan dalam kategori “dekorasi rumah”, beberapa halaman akan berubah: halaman beranda, halaman arsip, kategori dekorasi rumah, halaman arsip tag bunga hias, halaman arsip penulis, dan mungkin beberapa halaman lain, tergantung tema pada situs web-mu.

Baca Juga  Pengertian WordPress Hosting Beserta Kelebihannya (Lengkap)

Semua halaman yang terpengaruh perlu dibersihkan untuk menghindari menampilkan konten yang telah kedaluwarsa. Pengaturan tab ini memberi kesempatan untuk menyesuaikan aturan yang dibutuhkan oleh situs web kamu.

Excludes Tab

Kamu mungkin memiliki halaman yang tidak ingin disimpan dalam cache sama sekali. Opsi tab ini memungkinkan kamu untuk mengecualikan caching pada bagian tertentu dari situs.

Tab Cache Lainnya

Kelima tab cache ini biasanya digunakan untuk WooCommerce, di mana mencakup jenis caching yang lebih canggih. 

3. Panduan LiteSpeed Cache for WordPress

ESI

ESI adalah singkatan dari “Edge Side Includes” dan merupakan metode di mana kamu dapat “melubangi” konten publik, dan mengisinya dengan konten pribadi ataupun konten yang tidak di-cache. ESI berguna seperti untuk widget keranjang belanja pada WooCommerce.

Object

Pengaturan pada tab ini memungkinkan kamu untuk mengontrol cache objek eksternal (Memcached, LSMCD, atau Redis) yang diaktifkan dan dikonfigurasi oleh admin server.

Browser

Cache browser adalah client-level cache untuk file statis. Dengan mengaktifkan cache browser, file statis (seperti gambar) disimpan secara lokal di perangkat pengguna saat pertama kali diminta. Setelah itu, konten ditarik dari penyimpanan lokalnya hingga cache browser kedaluwarsa.

Advanced

Sesuai dengan namanya, tab ini ditujukan untuk seseorang yang sudah berpengalaman. Kamu mungkin tidak memerlukan tab ini, kecuali jika kamu memiliki kendala dengan plugin cache lain.

WooCommerce

LiteSpeed Cache kompatibel dengan WooCommerce. Jika kamu mengaktifkan WooCommerce, tab ini akan muncul dan memungkinkan kamu untuk mengonfigurasi pengaturan yang ada terkait dengan konten caching toko.

WooCommerce sendiri adalah platform e-Commerce berbasis open source yang dibangun di atas WordPress di mana dengan bantuannya setiap orang dapat membuat toko online-nya sendiri. WooCommerce Hosting Exabytes menyediakan plugin berbasis LiteSpeed Cache tersebut yang dapat membantu toko online-mu bekerja dalam performa terbaik.

Bagian Plugin Lainnya

Terdapat beberapa bagian lain yang bisa kamu jelajahi di plugin LiteSpeed Cache. Berikut beberapa di antaranya:

4. Menu LiteSpeed Cache

Dashboard

Pada bagian ini memungkinkan kamu untuk melihat status semua layanan LiteSpeed Cache dan QUIC.cloud, seperti Image Optimization, Critical CSS Generation, Low Quality Image Placeholders, Cache Crawler, dan lainnya. Selain itu, pada dasbor kamu juga bisa memeriksa skor kecepatan halaman.

General

Pengaturan pada bagian ini mengontrol penggunaan kamu atas layanan QUIC.cloud, kemampuan untuk meningkatkan plugin secara otomatis, dan pesan mana  yang ingin ditampilkan pada dasbor.

CDN

Bagian ini memungkinkan kamu untuk mengonfigurasi Content Delivery Network (CDN). CDN dinonaktifkan secara default.

Image Optimization

LiteSpeed Cache WordPress memberikan kemampuan untuk mengoptimalkan gambar, membuatnya lebih kecil, dan lebih cepat untuk dikirim. Fitur ini dilakukan melalui layanan QUIC.cloud dan dapat dikontrol pada bagian plugin ini.

Page Optimization

Terdapat beberapa tindakan non-cache yang dapat dilakukan untuk mempercepat situs WordPress kamu, dan banyak di antaranya didukung di tab ini, seperti CSS, HTTP/2 push, asynchronous, Javascript minification and combination, dan masih banyak lagi. Tidak masalah jika kamu tidak terlalu mengerti terhadap beberapa fitur tersebut, karena mereka dinonaktifkan secara default.

Database

Bagian ini memungkinkan kamu untuk mengoptimalkan database WordPress situs web. Pengoptimalan database adalah alat yang berguna untuk mempercepat situs kamu. 

Crawler

Crawler atau perayap dinonaktifkan secara default. Saat aktif, crawler akan menelusuri situs web kamu dan memperbarui halaman yang mungkin telah kedaluwarsa dari cache.

Toolbox

Saat kamu perlu membersihkan cache secara manual, mengeksplor setelan situs, atau men-debug beberapa fitur yang eror, kamu bisa menemukan pilihan-pilihan ini pada bagian Toolbox. Selain itu, di Toolbox juga nantinya akan menampilkan Nomor Laporan jika kamu memiliki kendala dan tim bantuan LiteSpeed meminta nomor tersebut.

Kesimpulan

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui secara lengkap apa itu LiteSpeed Cache serta kegunaannya untuk situs web. Plugin LiteSpeed Cache sangat direkomendasikan, khususnya  bagi pengguna WordPress untuk mengoptimalkan kinerja situs web.

Selain itu, jika kamu ingin mulai membangun sebuah situs web, beragam paket hosting berkualitas Exabytes untuk kinerja optimal websitemu bisa menjadi pilihan. Jangan lupa juga untuk memilih domain terbaik sebagai identitas di mata pengunjung. Segera kunjungi website Exabytes dan bangun situs web terbaik versi kamu sekarang juga!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
Berkah Ramadhan