Mengenal Google UTM, Tool Jitu Untuk Analisa Traffic dengan Mudah

367
Apa Itu Google UTM
8 min read

Sebagai pemilik bisnis atau digital marketer, kamu pasti sering membuat campaign untuk marketing brand yang kamu miliki. Campaign ini bertujuan untuk memasarkan produk atau jasa dan meningkatkan traffic ke website. Campaign pun bermacam-macam dilakukan seperti memasang banner ads, membuat campaign di sosial media, membuat konten dalam bentuk artikel, gambar atau video dan lain sebagainya. 

Saat kita memasang campaign pasti ada rasa ingin melihat analisis performa website kita. Caranya adalah dengan menggunakan Google Analytics. Tetapi menggunakan tools ini saja rasanya kurang lengkap karena kita bisa memaksimalkan hasilnya. Yaitu dengan menggunakan Google UTM.

Apa sih itu Google UTM? Semuanya akan diulas dalam artikel.

Apa itu Google UTM?

UTM merupakan singkatan dari Urchin Tracking Module. Kode UTM adalah kode unik yang dapat ditambahkan ke tautan atau link yang memberitahu Google Analytics tentang informasi di setiap tautan. Informasi ini berisi darimana sumber traffic berasal. 

Hal ini bisa membantu kamu untuk mengidentifikasi iklan atau link yang lebih spesifik mana yang paling banyak diklik atau dikonversi. Dengan tool ini, kamu bisa melacak postingan media sosial dari jumlah link yang dibagikan, traffic page post hingga ads yang dipasang.

Mengenal Google UTM, Tool Jitu Untuk Analisa Traffic dengan Mudah - 2020

UTM dulunya dikembangkan oleh Urchin Software Corporation yang kemudian diakuisisi oleh Google pada tahun 2005.

Sebagaimana yang kita ketahui, link website Exabytes adalah https://www.exabytes.co.id/. Sementara untuk contoh bentuk kode UTM saat digabungkan di URL adalah

https://www.exabytes.co.id/?utm_source=google&utm_medium=banner&utm_campaign=grow_your_business_online

Dalam URL tersebut, bisa dilihat bahwa source atau sumbernya adalah Google. Selain dari source, dapat dilihat bahwa medium dari banner dan nama kampanyenya adalah Grow Your Business Online. Di URL tersebut juga ada beberapa parameter standar UTM yang akan dijelaskan di bawah ini.

5 Parameter Standar UTM 

Tujuan dari parameter UTM adalah untuk melacak sumber traffic. Kamu bisa melihat darimana asal usul traffic berasal, konten apa saja yang diklik, dan informasi dari sumber link. Parameter ini telah dijelaskan oleh Google sebagai berikut.

Mengenal Google UTM, Tool Jitu Untuk Analisa Traffic dengan Mudah - 2020

UTM Source

Parameter UTM Source (utm_source=) adalah parameter untuk melacak asal lalu lintas. Lalu lintas ini bisa dari Google, Facebook, Twitter, Instagram, email newsletter dan lainnya. Misalnya kamu membagikan postingan Facebook maka parameternya adalah utm_source=Facebook.

UTM Medium

Parameter UTM Medium (utm_medium=) berguna untuk mengetahui medium apa yang memberikan traffic dengan link yang diklik. Medium ini bisa berupa sosial media, email, banner, ads, alamat browser, afiliasi, QR Code dan sebagainya. Contoh bentuk kode UTM medium adalah utm_medium=socialmedia.

Baca Juga  Kamu Seniman? Upload Karyamu di Website Sendiri Dengan Domain.ID

UTM Term

Parameter UTM Term (utm_term=) berfungsi untuk melacak kata kunci berbayar dari sebuah iklan atau kata kunci spesifik dari tautan dalam postingan blog. Misalnya kamu ingin membuat kampanye iklan dengan kata kunci business online, maka contoh kodenya adalah utm_term=business+online.

UTM Content

Terakhir, parameter UTM Content (utm_content=) digunakan untuk membedakan antara iklan atau link yang ada di satu URL yang sama. Ini berguna saat melakukan A/B testing dalam penempatan iklan yang berbeda, desain, kata-kata dan variabel lain yang ingin diuji. Sebagai contoh kode misalnya utm_content=textlink.

UTM Campaign

Parameter UTM Campaign (utm_campaign=) ini digunakan untuk mengidentifikasi kampanye, promo, posting individual atau peluncuran produk yang akan dibuat. Misalnya saja ingin membuat kode promosi, maka contoh kodenya adalah utm_campaign=promocode

Kenapa Google UTM Penting Digunakan?

Mengenal Google UTM, Tool Jitu Untuk Analisa Traffic dengan Mudah - 2020

Ada beberapa hal kenapa Google UTM ini penting digunakan khususnya untuk online marketer yakni sebagai berikut :

  1. Melacak Asal Traffic

Seperti yang telah dijelaskan di atas, fungsi utama Google UTM adalah untuk melacak asal traffic. Dengan rangkaian parameter, kamu bisa mengidentifikasi proses pemasaran online yang kamu lakukan. Kamu akan mendapatkan hasil data untuk melihat darimana lalu lintas (traffic) berasal. Tak hanya dari platform yang digunakan tetapi dari kampanye dan konten yang spesifik yang bisa mempengaruhi audience untuk mengklik. 

  1. Mengukur Performa Setiap Link

Dengan melakukan pelacakan menggunakan Google UTM, kamu bisa mengukur setiap performa link atau iklan yang dipasang. Misalnya saja kamu memasang tiga iklan dan saat melihat Google Analytics, kamu melihat iklan tersebut banyak yang mengklik dan dikonversi. Tetapi kamu tidak tahu iklan mana yang paling banyak diklik dan dikonversi.

Oleh karena itu, kamu dapat menggunakan Google UTM untuk melacak dari tiga iklan ini mana yang menghasilkan banyak klik dan konversi. Alhasil, kita bisa memaksimalkan budget untuk menghabiskan anggaran pada iklan agar tepat. 

  1. Melihat Hasil Yang Akurat

Pelacakan dari Google UTM ini disediakan secara gratis dan mudah diintegrasikan ke dalam analisis. Analisis yang diberikan Google UTM ini lebih akurat untuk melihat jumlah klik dari iklan banner dan link bisa lebih detail daripada dari hasil Google Analytics. 

  1. Meminimalisir Budget Yang Dihabiskan

Dengan menggunakan Google UTM, kita bisa mengetahui iklan mana yang lebih banyak diklik dan dikonversikan. Sehingga kita tidak perlu membayar tayangan iklan lainnya yang mendapatkan sedikit klik dan lebih fokus terhadap iklan yang mendapatkan klik dan konversi tinggi.

Bagaimana Menggunakan Google UTM?

Untuk kamu yang ingin tahu bagaimana cara menggunakan Google UTM, caranya adalah dengan menggunakan UTM Builder yakni dengan Google Analytics Campaign URL Builder. Langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Kunjungi laman Google Analytics Campaign URL Builder
Baca Juga  Cara Mudah Menggunakan LinkTree untuk Bisnis Online

Pertama, kamu perlu mengunjungi halaman Google Analytics Campaign URL Builder. Nantinya kamu akan melihat halaman seperti gambar di bawah ini.

Google UTM
  1. Isi kolom parameter

Setelah melihat gambar di atas, isi kolom parameter yang kamu ingin dan targetkan. Tidak semua kolom harus diisi seperti kolom campaign term dan campaign content karena itu bersifat optional. 

Google UTM

Tetapi jika kamu ingin melakukan A/B testing, kamu bisa menambahkan keyword di kolom campaign term. Kamu juga bisa menambahkan keyword di campaign content bila ingin melacak campaign yang dibuat.

  1. Campaign link siap digunakan

Setelah mengisi kolom, hasilnyanya bisa kamu lihat di kolom di bawah campaign term. Contohnya seperti gambar berikut ini.

Google UTM

Hasil linknya akan menjadi seperti ini 

https://www.exabytes.co.id/web-hosting/email-hosting?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=ebiz_promo&utm_content=promo

Dari contoh gambar di atas, kami memasukkan link halaman email bisnis ( https://www.exabytes.co.id/web-hosting/email-hosting ) lalu kami membuat kode UTM dengan mengisi kolom diatas. Nantinya akan disebarkan melalui newsletter di email dengan tulisan ebiz promo. 

Semakin panjang keyword yang ditambahkan maka semakin panjang juga linknya. Tetapi jangan khawatir, kamu bisa membuat short linknya dengan klik Convert URL to Short Link untuk memudahkanmu share link tersebut.

Selain dari Google, ada juga UTM builder lainnya yang bisa digunakan seperti dari Effin Amazing’s UTM Builder dan dari Raventools.

Untuk menganalisa apakah link dari Google UTM bekerja dengan baik, kamu bisa menganalisisnya lewat Google Analytics. Pastikan kamu sudah memiliki Google Analytics dan bisa mengakses ke dashboard Google Analytics.

Di dashboard Google Analytics pilih menu Acquisition > Campaigns > All Campaigns. Hasil traffic dari link UTM yang telah dibuat akan ditampilkan. Jika campaign link tersebut belum diklik oleh orang, maka hasilnya pun tidak akan ada sampai campaign link tersebut benar-benar diklik. Disarankan untuk melakukan analisis secara berkala agar bisa mengetahui kinerja dari link tersebut.

Kesimpulan

Google UTM (Urchin Tracking Module) adalah kode yang dapat ditambahkan ke link yang dapat mengidentifikasi sumber traffic berasal. Ada 5 parameter yang ada di dalam Google UTM yakni UTM Source, UTM Medium, UTM Term, UTM Content, dan UTM Campaign.

Alasan kenapa Google UTM penting digunakan untuk pemilik bisnis atau online marketer adalah untuk melacak asal traffic, mengukur performa setiap link, melihat hasil yang akurat dan meminimalisir budget yang dihabiskan.

Cara menggunakan Google UTM dengan mengunjungi Google Analytics Campaign URL Builder dan mengisi kolom parameter yang telah disediakan sesuai dengan keyword yang ditargetkan untuk campaign. Link pun akan siap digunakan dan bisa dishare langsung. 

Jadi, sudah semakin tahu dan paham kan tentang Google UTM? Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya Exabytes Friends.

Credit to Audina Chairun Nisa