Perbedaan Micro Influencer vs Macro Influencer

116
Perbedaan Micro vs Macro Influencer
9 min read

Hi, Exabytes Friends!

Perkembangan zaman menuntut perusahaan untuk lebih kreatif lagi dalam menonjolkan produk mereka. Apalagi saat ini, bisnis online semakin berkembang yang juga berarti bahwa kompetitor semakin banyak dan sengit. Untuk mempertahankan eksistensi perusahaan, kamu bisa nih memanfaatkan strategi pemasaran yang menjadi tren saat ini. Salah satunya yaitu influencer marketing.

Tidak perlu lagi melakukan pemasaran tradisional dengan memberikan brosur, door to door, dan lainnya yang belum tentu efektif. Dengan memanfaatkan jasa influencer, produkmu bisa dilihat dan diketahui puluhan bahkan ratusan orang, lho.

Jasa influencer semakin marak digunakan oleh para pebisnis online. Namun, apakah kamu tau kalau influencer itu sendiri dibagi menjadi micro influencer dan macro influencer? Apa sih perbedaan dari keduanya?

Yuk simak perbedaan micro influencer dan macro influencer serta kelebihannya pada artikel di bawah ini!

Apa Itu Micro Influencer?

Micro Influencer

Micro Influencer merupakan seorang pengguna media sosial yang mempunyai jumlah pengikut atau followers sekitar 1.000 sampai 100.000 orang. Seorang influencer jenis ini merupakan seseorang yang sangat memahami atau handal pada sebuah area atau niche tertentu. Misalnya micro influencer dalam bidang kecantikan, fotografi, dan lainnya. 

Jenis influencer ini juga memiliki target audiens yang lebih spesifik dan sangat loyal. Hubungan yang dimiliki micro influencer dan pengikutnya lebih terikat kuat.

Kelebihan Micro Influencer

Walaupun jumlah followers macro influencer lebih banyak, namun sering kali micro influencer lebih cocok untuk jenis bisnis kamu, lho. Dibawah ini merupakan beberapa kelebihan micro influencer yang bisa kamu pertimbangkan lagi untuk pemasaran bisnismu.

Biaya yang Lebih Terjangkau

Biaya yang terjangkau

Ingin menggunakan jasa macro influencer namun budget tidak mendukung? Micro influencer merupakan pilihan yang tepat nih guys! Biaya influencer ini jauh lebih murah dari macro influencer, lho.

Misalnya ketika kamu membutuhkan biaya 60 juta rupiah untuk sekali posting di Instagram seorang macro influencer. Padahal dengan budget sebesar itu, kamu bisa saja menggunakan belasan jasa micro influencer dengan harga yang sama.

Menjangkau Lebih Banyak Audiens yang Ditargetkan

Pengguna media sosial yang mengikuti micro influencer selalu terlibat pada setiap postingan influencer tersebut entah memberikan like, komentar, atau membagikan postingan tersebut. Followers mereka juga biasanya memiliki kesamaan minat atau demografis dengannya. Micro influencer akan sangat cocok jika kamu ingin mempromosikan produk ke audiens yang lebih spesifik nih, guys.

Maka pilihlah micro influencer yang memiliki minat atau lokasi yang sesuai dengan produkmu karena pasti followers mereka juga memiliki minat ataupun lokasi yang sama.

Kepercayaan yang Lebih Tinggi

tingkat kepercayaan micro influencer lebih tinggi

Seorang micro Influencer dapat memasarkan produk secara halus seakan-akan tanpa dibayar oleh sebuah perusahaan. Audiens tentunya akan lebih mudah percaya bahwa influencer telah mencoba dan menggunakan produk tersebut. Berbeda dengan macro influencer yang sering kali terikat sebuah campaign atau taktik perusahaan untuk promosi sebuah produk.

Mempunyai Engagement yang Kuat

tingkat engagement micro influencer yang kuat

Micro Influencer memiliki tingkat engangement yang lebih tinggi dibandingkan jenis influencer lain, lho. Hal ini dikarenakan followers mereka berasal dari orang-orang yang mengenal dengan baik atau seseorang yang menyukai konten mereka. Selain itu followers mereka masih aktif bertambah seiring waktu. 

Baca Juga  15 Tips Facebook Marketing untuk UMKM

Seorang micro influencer bisa mendapatkan engagement rate 3% sampai 20%, lho! Hal ini berarti jika influencer tersebut memiliki 10.000 followers, maka paling sedikit 300 orang akan melakukan engagement pada postingan terkait produkmu.

Sedangkan macro influencer paling tidak hanya mencapai engagement rate sebesar 1,7% sampai 2,4% saja. Hayo, kalo kayak gini kamu lebih milih mana nih, guys?

Lebih Mudah Diajak Bekerja Sama

Mayoritas micro influencer lebih mudah dihubungi dan diajak bekerja sama dibandingkan macro influencer. Apalagi dengan followers mereka yang tidak terlalu banyak, maka email atau permintaan kerjasama yang masuk tidak sebanyak macro influencer.

Tidak seperti macro influencer yang memiliki syarat yang rumit, influencer ini biasanya menerima dengan terbuka kerja sama dengan sebuah brand. Mereka juga akan berusaha menyesuaikan konten promosi agar tetap dekat dengan followers mereka.

Kekurangan Micro Influencer

Setiap bentuk pemasaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dalam hal ini. Berikut beberapa kekurangan micro influencer yang bisa menjadi pertimbangan kamu.

Jumlah Followers Sedikit

Dengan followers mereka yang dibawah 10.000 orang, tentunya jangkauan target audiens juga kecil. Namun, bukan berarti bahwa micro influencer tidak efektif. Promosi dapat kamu maksimalkan dengan memilih micro influencer yang memiliki minat atau lokasi yang sesuai. Justru dengan keterikatan hubungan antara micro influencer dengan followersnya dapat lebih efektif memasarkan produk kamu, lho.

Jangkauan yang Lebih Kecil

Seperti yang kita ketahui, micro influencer hanya memiliki followers dibawah 100.000 orang saja. Jika ingin brand kamu dilihat oleh jutaan orang, maka micro influencer merupakan pilihan yang kurang tepat nih, guys.

Micro influencer hanya bisa menjangkau audiens sejumlah followers mereka saja. Maka dari itu, biasanya orang yang menggunakan micro influencer memang telah menargetkan secara spesifik audiens yang ingin mereka gapai.

Apa Itu Macro Influencer?

Macro Influencer

Macro Influencer adalah pengguna media sosial yang mempunyai jumlah pengikut atau followers sekitar 100.000 sampai 1.000.000 orang. Seorang macro influencer memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan micro influencer. Dimana pengikut mereka akan semakin meningkat secara konsisten seiring berjalannya waktu.

Kelebihan Macro Influencer

Memang harga yang dipatok untuk jasa macro influencer jauh lebih mahal, namun banyak hal menguntungkan yang bisa menjadi pertimbangan kamu untuk menggunakan macro influencer nih, guys. Yuk simak bersama!

Jumlah Followers yang Banyak

macro influencer memiliki followers yang banyak

Seperti yang kita ketahui, jumlah pengikut macro influencer di media sosial diatas 100.000 orang. Jasa macro influencer dapat menjadi pilihan yang tepat jika kamu ingin promosi produk tersebut dilihat dan menjangkau jutaan pengguna nih, guys.

Selain itu, pengikut mereka bisa berasal dari lokasi yang berbeda dan memiliki ketertarikan yang berbeda pula. Sehingga promosi produk kamu akan menjangkau audiens yang luas dan beragam.

Resiko Kerja Sama yang Rendah

resiko kerja sama yang rendah

Walaupun menggunakan jasa macro influencer terbilang rumit, namun kamu tidak perlu mengkhawatirkan resiko yang mungkin terjadi nih, guys. Hal ini dikarenakan seorang macro influencer sudah pasti lebih profesional dan berpengalaman dalam melakukan sebuah campaign terhadap suatu produk.

Biasanya mereka juga memiliki agen yang biasanya mengatur kerja sama yang dilakukan agar berjalan profesional. Sehingga resiko kerja sama akan lebih rendah dibandingkan micro influencer.

Kontrol yang Lebih Besar

Ketika menggunakan jasa macro influencer, kamu memiliki hak untuk mengontrol jalannya promosi sesuai keinginanmu. Mulai dari mengarahkan apa yang harus diunggah dan apa yang harus dilakukan. Sehingga dengan kontrol ini, hasil yang didapatkan dapat diprediksi lebih awal. Selain itu, dengan kontrol ini dapat memudahkanmu menciptakan reputasi baik terhadap brand kamu.

Baca Juga  8 Strategi Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan Melalui TikTok

Dikenal Oleh Komunitas Lokal

lebih dikenal

Keuntungan menggunakan macro influencer yaitu mereka sudah populer di masyarakat. Memang tidak sampai dikenal oleh seluruh masyarakat atau bagian negara yang lain. Namun, macro influencer sudah terkenal di kalangan pengikutnya dan juga komunitas lokal. 

Pada dasarnya, macro influencer merupakan sosok micro influencer yang lebih terkenal dan memiliki pengikut yang lebih banyak. Sehingga dengan ketenarannya ini, promosi produk kamu dapat lebih mudah menjangkau audiens yang lebih besar.

Kekurangan Macro Influencer

Macro influencer memang terlihat lebih efektif dan menjangkau khayalak yang lebih luas. Namun, ada beberapa kekurangan macro influencer yang bisa kamu pertimbangkan terlebih dahulu nih, guys. Yuk simak bersama!

Biaya yang Cukup Mahal

Penggunaan jasa macro influencer memakan biaya yang cukup besar lho, guys! Banyak faktor yang menentukan biaya penggunaan jasa macro influencer mulai dari kampanye yang dilakukan, jumlah followers, engagement, dan waktu.

Namun, jika budget kamu sanggup memenuhi hal tersebut, maka memilih jasa macro influencer merupakan hal yang bagus. Konten promosi kamu dapat lebih berkualitas karena dibuat oleh ahlinya dengan peralatan yang mumpuni juga.

Kredibilitas atau Keaslian Promosi Diragukan

kredibilitas promosi diragukan

Kekurangan berikutnya dari jasa macro influencer yaitu terkait kredibilitas promosi di mata pelanggan. Diketahui hanya sekitar 3% dari jumlah pengikut saja yang terpengaruh oleh promosi yang dilakukan macro influencer, lho. Hal ini dikarenakan promosi macro influencer sering kali dianggap tidak otentik atau sulit dipercaya kebenarannya. 

Berbeda dengan micro influencer yang dengan mudah memberikan kesan bahwa mereka memang telah menggunakan produk tersebut dan menyarankan pengikutnya untuk menggunakan hal yang serupa.

Sulit Untuk Diajak Bekerja Sama

Seorang macro influencer akan mendapatkan email kerja sama yang sangat banyak dan beragam. Bisa jadi email kamu akan tenggelam diantara pesan lainnya. Akan sedikit sulit untuk menarik perhatian mereka terhadap promosi bisnis kamu. Belum lagi kamu harus melewati agen yang mengatur proses kerja sama dengan mereka. 

Kamu juga mungkin akan bertukar pesan atau telepon yang cukup banyak saat melakukan negosiasi dengan macro influencer. Selain itu, agen mereka mungkin akan mematok biaya yang mahal untuk campaign yang ingin kamu lakukan.

Jadi, sebaiknya micro influencer atau macro influencer?

Nah, setelah menyimak penjelasan diatas, kamu lebih memilih jenis influencer yang mana nih, guys? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebaiknya pertimbangkan dan sesuaikan terlebih dahulu ya agar hasil promosi kamu dapat maksimal dan tepat dengan produk yang kamu jual. 

Akan sangat sia-sia jika kamu mengeluarkan biaya untuk hal yang tidak tepat, bukan? So, pelajari terlebih dahulu apa yang terbaik untuk bisnismu ya. Mulai dari melakukan riset terlebih dahulu hingga memutuskan mana strategi marketing terbaik dan apakah harus menggunakan micro atau macro influencer untuk bisnismu.

MarketingFest

Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut terkait Micro Influencer Marketing, jangan lewatkan MarketingFest : Plan & Strategy to Win Back Your Customer in Marketing Roadmap 2021 pada tanggal 19 November 2020 mendatang. Nggak hanya membahas tentang micro influencer saja tetapi banyak lainnya yang berhubungan dengan marketing yang sayang untuk dilewatkan. Registrasi secepatnya yuk sebelum kelewatan di Website Event Exabytes.

Credit: Carissa Dea Chrestella Prayudhi

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak