8 Tips Agar Bisnis Food and Beverage Sukses dan Viral Dari Kopi Soe dan Xing Fu Tang

237
Free Credit Exabytes
10 min read

Di era modern ini, dalam menghadapi tantangan persaingan bisnis di Sosial Media, pelaku bisnis harus dituntut untuk selalu inovatif dan adaptif dalam menjalankan usahanya. Semua pebisnis harus terus berinovasi dan menghadirkan ide baru agar tidak tertinggal, hal yang sama juga terjadi di dunia food and beverage (F&B) nih. 

Bisnis food and beverage zaman sekarang sudah semakin inovatif setiap harinya, semakin banyak usaha dan ide fresh yang terus bermunculan. Di tengah bisnis F&B yang tengah viral dan menjamur ini, munculah Kopi Soe dan juga Xing Fu Tang yang merupakan brand minuman yang sedang viral. Terbukti banyak orang berbondong untuk mencoba dan rela mengantri berjam jam demi segelas ini loh.

Kepopuleran Kopi Soe hingga Xing Fu Tang mampu membuka peluang untuk bisnis food and beverage lainnya. Namun, dibalik kepopuleran brand besar ini, tentunya tidak mudah untuk membuatnya viral seperti sekarang.

Nah, kebetulan, Exabytes mengadakan webinar bertajuk Exabytes On Air: How to make F&B business Go Viral on Social Media pada hari Selasa (9/5/20) lalu.

Exabytes Indonesia

Di Webinar kali ini, kita mengundang dua pengusaha muda Indonesia yang tak lagi asing di telinga millenial, yaitu Sylvia Surya selaku Founder Kopi Soe dan juga Vancelia Wiradjaja selaku Managing Director di Xing Fu Tang Indonesia. Berbekal banyaknya pengalaman di dunia food and beverage, mereka berdua akan membagikan rahasia dan tips kreatif overcome masalah untuk membuat usaha kamu dapat sukses dan juga viral di Sosial Media.

Nah, apa aja sih tips dan rahasia yang diberikan oleh mereka berdua pada Webinar kemarin? Ayo, simak bersama ulasannya di artikel kali ini.

Menentukan tujuan brand dengan jelas

Tips lainnya yang diberikan oleh mereka berdua adalah untuk menentukan apa goals brand kamu di short dan juga long term. Apa sih yang mau kita capai dalam usaha ini? Entah itu brand awareness atau pun sales, kita harus punya konsep dan karakter tersendiri yang mampu membuat usaha kita bisa stand out di khalayak ramai. Dengan begitu, kita mudah memetakan apa tujuan penjualan kita semua. 

Vancelia dari Kopi Soe mengatakan tidak peduli seberapa bagus marketing kamu jika kamu tidak punya strong brand character dan juga tidak jelas apa tujuan yang ingin dicapai maka itu semua akan sia sia. Selain itu, dengan mengenali usaha dan brand kita sendiri, kita dapat meminimalisir resiko, membuat long term vision dan plan, mengatur anggaran yang sesuai.

Sylvia Surya dan Vancelia Wiradjaja sama sama setuju aspek terpenting dan fundamental dari bisnis adalah mengenali identity dan purpose brand kamu sendiri. Karena semua balik lagi kepada usaha kamu, apa yang mau kamu capai dari itu maka baru kamu bisa mengatur strategi yang ditetapkan seperti yang telah dikatakan oleh mereka berdua.

Menentukan target market yang jelas

Setelah mengenali apa dan tujuan yang ingin kamu capai, hal selanjutnya yang krusial adalah mengenali target market kamu. Dengan hal ini, kamu bisa menentukan siapa channel marketing kamu, apa strategi yang dibutuhkan dan diperlukan, pemilihan logo, dan juga warna untuk kalangan target market kamu.

Menurut Sylvia, memahami dengan baik target market bisa membuat pelaku bisnis mudah untuk menghasilkan strategi pemasaran, produk, dan pemilihan logo yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Sebagai contoh, apabila target market kamu adalah millenials, maka menggunakan warna yang sesuai dengan selera millenials yang sekarang. Namun apabila itu diaplikasikan kepada generasi yang lebih tua, hal tersebut menimbulkan tanda tanya dan juga pesan dan maksud dari brand tersebut tidak dapat tersampaikan dengan baik.

Dari target market sendiri, tim Research and Development juga akan dengan mudah untuk meriset apa yang diperlukan, apa sekiranya channel marketing yang cocok untuk target market ini. 

Diferensiasi

Vancelia Wiradjaja mengatakan bahwa market termudah untuk dimasuki salah satunya adalah food and beverage industry. Barrier untuk masuknya bisa sangat rendah dan juga bisa sangat tinggi, tergantung dimana kamu menempatkan brand kamu. 

Baca Juga  Bisnis Itu Nggak Perlu Modal, Tapi Mindset [Podcast Eps. 1]

Hal seperti ini merupakan suatu hal yang challenging bagi para pebisnis di bidang food and beverage, banyak sekali ada perusahaan yang akan masuk dan menawarkan produk yang setipe, serupa dan sama.

Peran terpenting di sana adalah customer itu sendiri. Apa sih yang akan kamu berikan kepada mereka? Apa ide baru dan pengalaman baru yang kamu tawarkan sehingga mereka bisa memilih kamu? Ini adalah pertanyaan yang terpenting dan menjawab hal ini tentunya berbeda bagi setiap pengusaha terutama di dalam bidang food and beverage ini.

8 Tips Agar Bisnis Food and Beverage Sukses dan Viral Dari Kopi Soe dan Xing Fu Tang
Signature Menu Kopi Soe : Regal Soerum | Source : https://www.instagram.com/kopisoe/

Sebagai contoh, Sylvia Surya sebagai founder dari Kopi Soe memiliki menu unik dan ide yang sangat fresh di dalam dunia susu dan juga kopi ini. Salah satu menu terbaik yang dimilikinya adalah Rum Regal. Sylvia menawarkan sebuah cita rasa nostalgia yang sesuai dengan konsep dari brand Kopi Soe itu sendiri, kembali kepada cita rasa lama yang akan membuat kita bernostalgia. Disini ia memberikan customer sebuah rasa baru yang unik, rum dicampur dengan susu dan Regal. Lain daripada rasa yang khas, ia juga menawarkan pengalaman unik kepada konsumennya. Dimana biasanya orang mengkonsumsi biskuit dan mencelupkannya ke dalam susu itu di rumah, sekarang bisa kita dapatkan di dalam satu gelas dan dengan mudah dapat kita dapatkan dimana saja lewat aplikasi online.

Sama halnya dengan yang dilakukan Vancelia Wiradjaja selaku Managing Director dari Xing Fu Tang Indonesia, hal terpenting di dalam food and beverage tentunya adalah rasa. Namun, yang ditawarkan dalam Xing Fu Tang di Indonesia bukanlah hanya rasa yang menggiurkan tetapi juga experience yang didapatkan untuk consumer. Contohnya adalah konsep open kitchen yang mereka lakukan. Konsumen bisa melihat jelas pembuatan boba di Xing Fu Tang dari scratch hingga menjadi minuman. Hal ini tentunya sangat menarik dan dijamin mereka puas dengan minumannya dan mendapatkan sensasi dan pengalaman baru dalam melihat pembuatan boba.

Untuk melakukan diferensiasi pasar, perlu adanya penelitian pasar yang cukup serius agar bisa berbeda dan diperlukan juga pengetahuan tentang produk pesaing. Dengan penelitian pasar ini, diharapkan produk yang telah dimodifikasi bisa membuat konsumen tertarik. Namun, kuncinya diferensiasi tidak melulu soal produk yang berbeda, customer experiences juga bisa menjadi salah satu faktor penting dalam diferensiasi produk kamu.

Memilih channel marketing yang cocok

Setelah mengenali tujuan, konsep, strategi dan juga target market kamu, maka hal selanjutnya yang sangat penting adalah untuk memilih channel marketing apa sih yang cocok dengan konsep dan juga ide dari usaha kamu. 

Dalam hal pemasaran brand, channel marketing ini krusial sifatnya untuk menyampaikan produk yang akan kamu jual. Memilih channel marketing yang cocok perlu banyak melakukan riset dan juga development, kamu perlu melakukan riset mengenai produk apa yang kamu jual. Perlu diingat bahwa memilih channel marketing itu harus sesuai dengan semua hal yang disebutkan diatas. 

Walaupun ada hal yang sedang viral belum tentu itu cocok diaplikasikan ke dalam usaha kamu, kembali lagi semuanya ke tujuan, konsep dan juga target market kamu ya. Xing Fu Tang sebagai contoh sempat meng-endorse Titan Tyra, yang dikenal di masyarakat sebagai boba queen dan review darinya telah dipercaya, sehingga membuat Xing Fu Tang berniat untuk menjalin kerja sama dengan Titan Tyra. 

Dengarkan feedback dari customer

Customer adalah hal yang paling penting di dalam suatu perusahaan yang menjadi penentu apakah bisnis kita akan terus berjalan lancar atau tidak. Di dalam industri food and beverage, akan ada banyak pujian dan juga keluhan dari para penikmat. 

Maka dari itu, gunakanlah feedback dari customer sebagai acuan kita untuk belajar lebih baik dan berkembang. Konsumen yang puas juga akan menjadi loyal customer, yang otomatis tanpa kita minta dan dengan kesadaran mereka sendiri akan mempromosikan dengan sukarela produk yang kita jualkan di karenakan dengan kepuasan atas produk dan experience yang mereka dapatkan.

Vancelia Wiradjaja memberikan sedikit tips bahwa kita harus menjunjung value kejujuran. Akui salah bila memang company kita salah dan jangan mengelak. Ajukan solusi atas masalah yang dihadapi dan juga belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terjadi di kemudian hari.

Baca Juga  Strategi Marketing yang Efektif Meningkatkan Penjualan Jelang Lebaran

Konsisten terhadap usaha

Sifat yang diperlukan dan sangat dibutuhkan oleh pengusaha adalah sifat konsistennya. Selain harus mengenali brand dan juga punya karakter sendiri, tentunya sifat konsisten terhadap usaha sangat penting. 

Vancelia Wiradjaja menyatakan banyaknya kesalahan dari bisnis adalah justru adalah sifat tidak konsisten dengan brand dan usaha kita sendiri. Ketika sedang ramai, industri food and beverage tidak memperhatikan qualitynya dan hanya fokus ke kasir. Sehingga produksi menjadi tidak sesuai dan rasanya menjadi tidak konsisten. 

Salah satu contoh lainnya juga, banyak usaha yang marketing di awalnya gila-gilaan. Namun ketika sudah berapa lama, tidak lagi melakukan marketing. Padahal hal tersebut menurut Vancelia sangatlah disayangkan dan diharapkan olehnya agar pebisnis tidak melakukan kesalahan seperti ini lagi ke depannya. 

Mau berinovasi dan gigih

Di zaman dan era digital ini, sangat diperlukan attitude yang inovatif dan gigih. Challenge akan selalu dihadapi oleh para pebisnis, maka dari itu dibutuhkan juga sikap yang gigih dan pantang menyerah terhadap tantangan dan kesempatan yang berada di depan mata.

Begitu banyak juga kejadian yang berada di luar kontrol kita membuat kita harus bisa terus berinovasi dan juga agar kita tidak tertinggal jauh dengan para kompetitor. Seperti contohnya, saat ini kita tengah berada di tengah pandemi virus COVID-19, kita harus siap dan tanggap dalam segala hal yang terjadi. Tidak ada kepastian kapan wabah virus Corona akan berakhir – mungkin satu sampai dua bulan ke depan, enam bulan, atau bahkan tahun depan. Karena itu, setiap pelaku bisnis membutuhkan skenario bisnis untuk tetap bisa survive di dunia persaingan bisnis yang ketat ini.

8 Tips Agar Bisnis Food and Beverage Sukses dan Viral Dari Kopi Soe dan Xing Fu Tang
DIY Boba Xing Fu Tang | Source : https://www.instagram.com/xingfutang_indonesia/

Skenario bisnis ini juga bisa membantu pelaku bisnis untuk menetapkan bagaimana cara mempersiapkan segala dampak yang mungkin akan terjadi. Jadi kita pun akan lebih cepat tanggap akan hal yang seharusnya dilakukan saat ini. Sehingga kita dapat meminimalisir resiko dan bisa mengatasi masalah dengan penuh pertimbangan.

Kita bisa ambil contoh dari Xing Fu Tang terkait hal ini. Vancelia mengenal konsumennya dengan cerdas dan memutuskan di era pandemi ini untuk berinovasi membuat DIY boba sendiri di rumah dengan Xing Fu Tang. Tentunya hal ini disambut dengan baik dan meriah oleh para customernya karena hal ini sangat menarik untuk dicoba di tengah masa quarantine sekarang. Customer bisa bereksperimen dan juga mencoba hal baru. Inilah customer experience yang bisa Xing Fu Tang berikan untuk pelanggan setia mereka. 

Berpikir positif dan menerima tantangan

Menjalani bisnis dan usaha baru memang wajar sekali jika menimbulkan rasa takut dan cemas akan kegagalan. Sylvia Surya sendiri mempunyai pengalaman yang tidak mengenakan sebelum kesuksesannya dalam Kopi Soe yang bisa kita nikmati sekarang ini. Sylvia juga memiliki banyak bisnis yang sebelumnya tidak berjalan dengan lancar. Namun perempuan ini membagikan tips untuk terus melangkah dan belajar nekat serta tidak lupa juga berpikir positif. Bahwa kita harus mencoba dan belajar dari kesalahan dan kegagalan yang kita alami. 

Selain itu, sebagai founder Kopi Soe mengalami juga tantangan di dalam minuman yang ia miliki, rum regalnya. Banyak netizen yang memperdebatkan apakah rum tersebut halal atau tidak dan hal ini banyak mendapatkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Namun, dengan sikap positifnya, dia mampu mengatasi hal itu dengan juga menyertakan data dan riset yang tepat untuk mengeducate yang lain. Jadi, selain berpikir positif dipastikan kita juga harus mempunyai solusi yang tepat atas segala permasalahan yang kita miliki.

Nah, itu semua beberapa tips yang kita rangkum dari pembicaraan Sylvia Surya, founder dari Kopi Soe dan Vancelia Wiradjaja selaku Managing Director dari Xing Fu Tang. Selain topik yang dibahas itu seru, tentunya sangat informatif dan mengedukasi banget nih! 

Buat kamu yang ketinggalan webinar ini, bisa langsung kamu cek ya di Spotify Exabytes dan Youtube Exabytes.

Jangan lupa juga buat selalu update tentang webinar yang informatif dan positif lainnya dari Exabytes yang bisa kamu cek di website event Exabytes ya!

Credit : Derisna Waisa

Free Credit Exabytes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here