Cara Membuat Subdomain di cPanel dengan Mudah

426
cara membuat subdomain di cpanel
9 min read

Jika Anda adalah salah satu orang yang sering menjelajahi internet untuk mendapatkan informasi, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah “domain”.

Tapi perlu Anda ketahui bahwa di dalam domain terdapat subdomain yang sangat bermanfaat untuk Anda yang ingin membuat halaman khusus seperti toko online, forum, blog atau yang lainnya.

Karena dengan subdomain, Anda tidak perlu beli domain baru, cukup memanfaatkan subdomain saja, namun perhatikan juga domain life cycle pada domain tersebut.

Di artikel ini kami akan memandu Anda bagaimana cara membuat subdomain di cPanel. Namun sebelum masuk ke dalam pembahasan cara membuat subdomain, sebaiknya kita mengenal lebih dalam tentang apa itu subdomain dan apa fungsinya? Yuk simak sama-sama pembahasannya!

Apa Itu Subdomain?

Subdomain adalah salah satu bagian dari nama domain utama. Fungsi dasar subdomain adalah untuk mengatur dan menavigasi ke berbagai bagian website. Anda bisa membuat lebih dari satu subdomain dari domain utama.

Agar lebih jelas berikut adalah contoh dari subdomain:

billing.exabytes.co.id

Dalam contoh ini billing merupakan subdomain dan exabytes.co.id adalah domain utama dan merupakan top level domain.

Dalam contoh ini billing merupakan subdomain dan exabytes.co.id adalah domain utama dan merupakan top level domain.

Contoh tersebut secara jelas memisahkan halaman login dari halaman utama Exabytes yang berada di domain exabytes.co.id.

Domain utama www.exabytes.co.id berfokus kepada informasi produk yang ada di Exabytes, sedangkan billing.exabytes.co.id berfokus sebagai halaman login yang fungsinya untuk mengakses layanan atau produk yang disediakan Exabytes.

Memisahkan keduanya dari satu sama lain dengan menggunakan subdomain membuat halaman tetap teratur dan membantu pengunjung untuk menemukan apa yang mereka butuhkan.

Tidak hanya dari sisi pengunjung saja, pemisahan ini juga sangat membantu developer. Dengan memisahkan keduanya menggunakan subdomain, developer website bisa dengan mudah mengatasi masalah bug di salah satu halaman namun tidak mengganggu halaman yang lain.

Dengan memisahkan keduanya menggunakan subdomain, developer website bisa dengan mudah mengatasi masalah bug di salah satu halaman namun tidak mengganggu halaman yang lain.

Contoh lainnya ada pada website Wikipedia, website tersebut menggunakan subdomain untuk menunjukkan bahasa atau wilayah. Misalnya saja subdomain en.wikipedia.org, artinya di domain tersebut artikelnya ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris.

Sedangkan id.wikipedia.org adalah subdomain untuk wilayah Indonesia di mana di dalamnya semua artikel berbahasa Indonesia.

Sedangkan id.wikipedia.org adalah subdomain untuk wilayah Indonesia di mana di dalamnya semua artikel berbahasa Indonesia.

Mudah bukan menemukan  perbedaan domain dan subdomain? Tapi pada dasarnya Anda bisa dengan bebas memberikan nama untuk subdomain sesuai keinginan dan kebutuhan.

Fungsi Subdomain

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa subdomain membantu Anda menavigasi ke berbagai bagian website dengan tujuan agar dapat dengan mudah mengatur berbagai fungsi di website Anda.

Jika Anda berencana untuk menambahkan lebih banyak fitur seperti billing, toko, forum atau blog ke dalam website,  Anda bisa membuat subdomain dan menambahkannya ke dalam domain utama.

Tujuannya adalah untuk memisahkan fungsi tersebut dari situs utama website, sehingga jika terjadi masalah pada salah satunya, elemen lain atau halaman lain tidak akan terpengaruh. Bahkan Anda juga bisa dengan mudah memodifikasi salah satu fitur tanpa mengganggu fitur lain.

Fungsi subdomain lainnya yakni tidak hanya untuk memisahkan beberapa fitur saja, melainkan Anda bisa gunakan untuk membuat konten yang bersifat lokal seperti yang dilakukan Wikipedia.

Pada intinya, subdomain bisa membantu Anda dalam mengatur konten maupun navigasi website dengan lebih rapi dan efisien.

Baca Juga  Tampil Beda dengan Memakai 10 Ekstensi Domain Unik Ini!

Lokasi Direktori Subdomain

Hal ini penting untuk Anda ketahui, terkadang banyak pemilik website yang salah menyimpan file untuk subdomain. Tenang saja setelah Anda membaca artikel ini sampai selesai, kesalahan tersebut tidak akan terjadi.

Direktori subdomain dengan domain utama berbeda, direktori domain utama lokasinya berada di folder public_html yaitu home/namauser/domains/alamatdomain/public_html.

Sedangkan untuk direktori subdomain memiliki folder tersendiri dan folder tersebut secara otomatis dibuat oleh sistem ketika subdomain diaktifkan. Biasanya lokasi direktorinya terletak di folder public_html/namasubdomain, misalnya: public_html/blog.

Apakah Subdomain Bisa Mempengaruhi SEO Website?

Penggunaan subdomain sering dikaitkan dengan performa SEO website.
Penggunaan subdomain sering dikaitkan dengan performa SEO website. (Sumber: Pixabay)

Setelah mengenal tentang subdomain, fungsinya dan lokasi direktorinya. Mungkin bagi Anda sebagai pengelola website muncul sebuah pertanyaan. Apakah subdomain bisa mempengaruhi SEO website?

Sebenarnya hal ini sudah menjadi perdebatan yang cukup lama antara para praktisi SEO, dalam perdebatan tersebut terdapat dua kubu. Kubu pertama mempercayai bahwa subdomain bisa membawa kebaikan terhadap SEO website dan sebaliknya.

Namun berbeda dengan yang dinyatakan oleh salah seorang Google Webmaster Trends Analyst yaitu John Mueller pada 2017 melalui kanal YouTube Google Search Central.

John Mueller seorang Google Webmaster Trends Analyst memberikan pernyataan bahwa mesin pencari Google sangat pintar dalam mengidentifikasi antara subdomain dengan domain utama yang memiliki hubungan dan ketertarikan yang sama.

Terlebih telah banyak website besar yang telah sukses menggunakan subdomain, sebut saja Wikipedia yang telah berhasil menjadi salah satu website yang paling banyak dikunjungi pengguna internet untuk mendapatkan informasi.

Tidak hanya Wikipedia, ada beberapa website Indonesia juga dalam membagi kategori pembahasan berita dengan menggunakan subdomain.

Dalam hal ini subdomain sangat berguna ketika Anda ingin membagi website dalam kategori yang spesifik dan agar bisa diindex dengan baik oleh mesin pencari atau search engine. Anda bisa menambahkan kata kunci di dalam nama subdomain tersebut.

Cara Membuat Subdomain di cPanel dengan Mudah

Apapun tujuan yang ingin Anda raih dengan subdomain, Anda bisa membuatnya dengan mudah dengan bantuan penyedia cPanel hosting Anda. Misalnya saja penyedia hosting Exabytes yang menyediakan tutorial cara membuat subdomain di cPanel, tujuannya agar Anda bisa mempersiapkan subdomain Anda sendiri.

Namun bagi Anda yang masih kesulitan, Technical support Exabytes siap membantu Anda kapanpun dan dimanapun. Jangan ragu untuk meminta bantuan mereka ya!

Oke, sekarang saatnya masuk ke pembahasan cara membuat subdomain Anda sendiri!

Tentukan nama subdomain terlebih dahulu

Hal pertama yang perlu Anda persiapkan adalah nama subdomain yang sesuai. Nama subdomain sama pentingnya dengan nama domain, Anda bisa mengacu kepada tips memilih nama domain yang ada di Exabytes untuk menentukan nama dari subdomain yang akan Anda gunakan.

Jika Anda tidak ada waktu memikirkannya mungkin bisa mencoba menggunakan domain name generator. Tools tersebut bisa memudahkan Anda dalam menentukan nama subdomain.

Jangan lupa untuk membatasi nama subdomain hanya pada satu kata saja  agar URL Anda tidak terlalu panjang dan tentunya pengunjung akan lebih familiar.

Login ke cPanel

Cara membuat subdomain selanjutnya adalah masuk ke halaman cPanel yang Anda gunakan.

Jika Anda adalah pengguna layanan dari Exabytes, Anda bisa dengan mudah masuk ke halaman cPanel melalui Area Pelanggan.

Langkah 1: login ke Area Pelanggan terlebih dahulu.

login ke Area Pelanggan terlebih dahulu.

Jika Anda belum memiliki akun Area Pelanggan Exabytes, bisa daftar di sini.

Baca Juga  10 Kesalahan Memilih Nama Domain yang Harus Kamu Hindari

Langkah 2: Setelah Anda berhasil login ke halaman Area Pelanggan, klik layanan untuk login ke cPanel.

Setelah Anda berhasil login ke halaman Area Pelanggan, klik layanan untuk login ke cPanel.

Langkah 3: Selanjutnya pada tampilan baru pilih salah satu layanan misal Ebiz Plus v7 Linux dan klik Manage Product.

 pilih salah satu layanan misal Ebiz Plus v7 Linux dan klik Manage Product.

Langkah 4: Pada halaman berikutnya akan ada portal login cPanel dan klik Login to cPanel.

Pada halaman berikutnya akan ada portal login cPanel dan klik Login to cPanel.

Selesai, Anda sudah berhasil masuk ke halaman login cPanel.

Anda juga bisa mengikuti cara login cPanel lainnya, ya!

Masuk ke Halaman Pembuatan Subdomain

Setelah Anda berhasil masuk ke halaman cPanel, masuk ke halaman subdomain. Lakukan pencarian di kolom pencarian pada bar cPanel.

Misalnya saja seperti di bawah ini, setelah muncul pilih subdomains.

Masuk ke Halaman Pembuatan Subdomain

Buat Subdomain

Pada halaman subdomain tersebut, masukan nama subdomain yang sudah ditentukan sebelumnya. Detail penjelasan setiap kolom yang ada di halaman subdomain adalah sebagai berikut:

Subdomain: Kolom ini untuk memasukkan nama subdomain yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Pada bagian ini hanya nama subdomain saja yang dimasukan.

Domain: Ini adalah nama domain utama, pada kolom Anda bisa memilih domain yang Anda ingin tambahkan subdomain.

Document Root: Lokasi atau direktori dari subdomain, folder ini dibuat dalam direktori public_html.

Jika sudah, klik tombol Create.

create subdomains

Selesai, Anda sudah berhasil membuat subdomain. Cara membuat subdomain sangat mudah bukan?

Biasanya memerlukan waktu mulai dari kisaran 30 menit sampai 24 jam ke depan agar subdomain Anda bisa diterapkan dan berfungsi dengan baik.

Oh iya! Setelah proses pembuatan subdomain selesai, akan ada folder baru di direktori public_html dengan nama yang sesuai dengan nama subdomain Anda.

Misalnya nama subdomain Anda adalah “belajar”, maka akan ada nama folder dengan nama belajar. Folder tersebutlah yang akan menjadi tempat menyimpan file website untuk subdomain.

Buat Subdomain Anda Sendiri!

Sekarang Anda sudah tau apa itu subdomain, fungsi, cara membuat subdomain, dan pengaruhnya untuk SEO. Jika tertarik untuk membuatnya sekarang, langkah pertama adalah membeli domain utama Anda sendiri.

Exabytes Indonesia menyediakan domain ID yang bisa membantu Anda mendapatkan rangking pertama dari hasil pencarian di Indonesia, tentu saja domain ini sangat cocok untuk target pasar Anda di Indonesia.

Jika Anda belum yakin apakah Anda memerlukan subdomain, pikirkan tentang tujuan utama website Anda. Misalnya saja jika Anda menjalankan toko online dan Anda ingin menambahkan konten postingan blog, maka domain utama bisa dijadikan untuk toko Anda dan subdomain untuk bagian blog. Itu juga bisa berlaku sebaliknya, jika domain utama Anda untuk postingan blog dan Anda menemukan peluang untuk berjualan melalui subdomain yang berfokus sebagai tempat Anda berjualan.

Jadi pada intinya dengan menerapkan subdomain di website, Anda dapat dengan mudah membuat bagian konten maupun layanan secara terpisah.

Tapi bagaimana jika baru memiliki hosting domain dan belum membuat website? Anda bisa membuat website terlebih dahulu dan tentukan konten apa yang akan Anda isi di dalamnya. Jika belum bisa membuat website, pelajari cara membuat website secara lengkap di blog Exabytes.

Tidak hanya hal teknis saja, Anda juga akan mendapatkan pengetahuan mengenai istilah yang ada di website seperti perbedaan post dan page di wordpress, fungsi kategori dan masih banyak lagi.

Selamat mencoba!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments