Setiap pengembang pasti ingin websitenya memiliki kecepatan loading konten yang cepat. Hal ini karena agar pengalaman pengguna dapat menjadi lebih optimal dan mengurangi terjadinya bounce rate pada website.
Semakin cepat akses konten pada website, maka akan semakin baik pula kualitas website baik di mata pengguna maupun di masa mesin pencarian seperti Google. Itulah sebabnya setiap pengembang selalu mengupayakan agar server hosting mereka tidak memiliki masalah yang menghambat performa website.
Bukan hanya itu, bahkan tak sedikit di antara mereka yang menggunakan Content Delivery Network (CDN). Hal ini bertujuan untuk mempercepat loading atau akses ke website. Sebab jika hanya mengandalkan server hosting, bukan tak mungkin akan menghadapi masalah sumber daya. Terlebih jika layanan yang dipilih tidak tepat.
CDN ini sangat berguna dan terasa dampaknya saat website memiliki lalu lintas yang tinggi. Saat lalu lintas melonjak, terkadang server akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merespon permintaan.
Ini memungkinkan semua orang dari jarak manapun yang membutuhkan konten pada website bisa terhubung tanpa adanya halangan. Bahkan CDN ini mampu menjangkau seluruh lalu lintas secara global.
Penggunaan CDN ini dapat mengurangi penggunaan bandwidth setiap kali melakukan pemuatan konten website. Selain itu latensi jaringan pada website juga akan menjadi lebih kecil dan respon permintaan hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja.
Selain dapat meningkatkan kecepatan muat pada website dan meningkatkan efisiensi bandwidth, Content Delivery Network ini juga dapat meningkatkan keamanan pada website. Terutama saat proses pengiriman data antar server.
Perlu diketahui bahwa jaringan akan sangat rentan pada serangan DDoS saat melakukan transfer data antar server. Ini juga akan menyebabkan performa server akan menjadi tidak optimal.
Jika menggunakan CDN, pengguna bisa mengaktifkan fitur filter DDoS untuk mengantisipasi semua masalah yang disebabkan saat transfer data. Dengan penggunaan jaringan pengiriman konten tersebut, data – data sensitif di website juga akan lebih aman dari upaya peretasan.
Terlebih hampir semua jenis CDN selalu melakukan pembaruan pada sertifikat TLS/SSL untuk meningkatkan standar enkripsi.
Salah satu CDN yang sangat populer digunakan untuk meningkatkan kecepatan akses website adalah Cloudflare.
Cloudflare merupakan salah satu platform layanan CDN yang sangat populer di dunia. Di dalamnya terdapat beberapa fitur yang lebih baik dibanding dengan yang dimiliki CDN lainnya.
Daftar Isi
Alasan Banyak Website yang Dihapus dari Cloudflare
Meskipun sudah dipercaya oleh banyak pengelola website untuk mengoptimalkan akses dan keamanan website, bukan berarti performa website akan terjamin selamanya. Sesekali CDN ini akan melakukan maintenance yang akan membuat website yang menggunakannya tidak dapat diakses.
Maintenance ini sebenarnya merupakan hal yang wajar sebagai upaya yang dilakukan Cloudflare dalam meningkatkan kualitas layanan mereka. Namun terkadang proses maintenance ini memakan waktu yang lebih lama sehingga membuat website tidak bisa diakses dalam waktu yang lama pula.
Inilah yang membuat pengelola website sering khawatir akan performa website mereka kedepannya. Jika lama dibiarkan tentu akan berdampak pada lalu lintas website baik di mesin pencarian maupun di mata pengguna.
Tak heran jika solusi yang kerap diambil adalah dengan menghapus website mereka dari Cloudflare tersebut untuk sementara waktu sampai layanan CDN mereka kembali normal. Sebab meskipun layanan hosting telah diperbarui, jika masih terkait dengan CDN yang maintenance, maka website tetap tidak bisa diakses.
Selain karena maintenance, pengelola website juga perlu mengetahui cara menghapus website dari Cloudflare saat ingin mengganti layanan CDN ke platform lain. Hal ini harus dilakukan agar tidak terjadi bentrokan antar layanan yang berujung pada error pada website saat diakses.
Setelah menghapus website dari layanan Cloudflare, tentu saja ada beberapa dampak yang akan terjadi pada website pengelola. Hal yang paling terlihat adalah website untuk sementara waktu tidak dapat diakses. Hal itu karena website harus menunggu sampai propagasi selesai.
Dampak lain yang kemungkinan terjadi pada website setelah tidak menggunakan Cloudflare performa website kembali ke semula dengan mengandalkan kinerja server hosting. Jika layanan hosting yang dipilih tepat, maka performa website akan menjadi optimal.
Apabila pengelola ingin menghapus website dari layanan CDN Cloudflare, ikuti langkah – langkah berikut ini.
Cara Menghapus Website dari Cloudflare
Cara menghapus website dari layanan CDN Cloudflare tidaklah sulit. Akan tetapi pengelola harus mempersiapkan akun Cloudflare yang sebelumnya telah terdaftar dan terkait dengan website.
Selain itu jika ingin mengganti layanan CDN ke platform lain, maka pengelola bisa mempersiapkan akun platform CDN yang ingin dikaitkan dengan website. Ini tidak perlu dilakukan jika pengelola hanya ingin berhenti menggunakan layanan CDN.
Setelah semua persiapan selesai, maka cara menghapus website dari Cloudflare adalah sebagai berikut.
Langkah 1: Masuk pada website resmi Cloudflare. Silahkan klik menu Login dan masukkan email serta password yang telah terdaftar sebelumnya. Pada bagian dashboard, klik domain website yang ingin dihapus dari layanan CDN Cloudflare.
Setelah muncul jendela baru, silahkan scroll dan klik pilihan Remove Site from Cloudflare. Nantinya akan muncul menu pop up yang berisi konfirmasi penghapusan website. Silahkan klik Confirm.
Cara menghapus website dari Cloudflare selanjutnya adalah dengan melakukan mengubah data pada nameserver. Ini bisa dilakukan melalui penyedia layanan domain dan hosting tempat membeli domain.
Langkah 2: Masuk ke registrar menggunakan akun yang telah terdaftar. Cari menu layanan domain pada registrar tersebut. Klik Kelola Domain pada domain yang sebelumnya terdaftar pada Cloudflare.
Pada menu bagian atas, klik Name Server. Selanjutnya ubah Nameserver1 menjadi ns1.namaregistrar.com dan Nameserver2 menjadi ns1.namaregistrar.com. Isi dari nameserver ini tergantung dari registrar yang digunakan pengelola. Jika sudah, silahkan klik Update.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa setelah melakukan proses penghapusan website dari Cloudflare, website tidak akan bisa diakses untuk sementara waktu. Pengelola perlu menunggu proses propagasi Domain Name Server (DNS) selesai.
Ini terjadi juga ketika pengelola mengganti domain website dari domain satu ke domain yang baru. Proses perubahan informasi terbaru pada server ini setidaknya membutuhkan waktu sekitar 24 – 48 jam.
Setelah proses propagasi selesai, barulah website dapat diakses kembali. Dengan demikian, maka pengelola bisa menindaklanjuti website tersebut apakah ingin dikaitkan dengan layanan CDN di platform lain atau dibiarkan berjalan dengan mengandalkan server hosting biasa.
Apa Risiko Setelah Menghapus Website dari Cloudflare?
Jika website sudah tidak terkait pada layanan CDN, maka akan ada beberapa hal yang kemungkinan akan terjadi. Terutama yang berkaitan dengan keamanan dari fitur Cloudflare.
Saat terkait dengan Cloudflare, website mendapatkan proteksi dari DDoS. Setelah website tidak terkait dengan platform CDN ini, maka pengelola harus mencari alternatif proteksi lain untuk mengantisipasi upaya peretasan.
Cloudflare membantu website mengurangi beban server dengan proses distribusi jaringan ke server mereka. Maka jangan heran jika nantinya beban server akan meningkat signifikan saat lalu lintas melonjak setelah tidak menggunakan CDN.
Bukan hanya soal keamanan, beberapa fitur yang terkait dengan Cloudflare otomatis akan hilang. Misalnya seperti optimasi gambar, Firewall Aplikasi Web, serta sertifikat SSL/TLS. Fitur – fitur ini sebelumnya membantu mengoptimalkan performa website.
Oleh sebab itu, saat pengelola ingin mencari alternatif CDN lain, maka bisa mempertimbangkan beberapa hal yang mencakup kinerja, security, dukungan, dan biaya yang dibutuhkan.
Pastikan memilih platform CDN yang dapat meningkatkan kinerja dan performa website dan tidak sering mengalami permasalahan yang dapat menghambat akses website.
Cloudflare Bisa Membantu Meningkatkan Performa Website
Cloudflare memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan performa website. Akan tetapi, ada beberapa hal yang membuat para pengelola memilih untuk menghapus website mereka dari platform CDN ini.
Salah satu alasannya adalah karena adanya maintenance yang memakan waktu sangat lama. Selain itu, pengelola ingin mengganti layanan CDN ke platform lain yang menurut mereka memiliki layanan lebih baik.
Pengelola yang ingin menghapus website mereka dari platform Cloudflare bisa mengikuti langkah-langkah yang telah disebutkan di atas.
Setelah menggunakan cara menghapus website dari Cloudflare, maka secara otomatis semua fitur dan layanan yang ada tidak akan terkait pada website. Pengguna perlu mencari alternatif lain untuk mengoptimalkan kinerja website.
Jangan khawatir! Exabytes Indonesia menawarkan solusi hosting murah yang dapat diandalkan. Dengan layanan hosting dari Exabytes, Anda bisa memastikan performa website tetap optimal tanpa harus khawatir tentang masalah maintenance yang memakan waktu lama.
Dapatkan hosting murah dari Exabytes Indonesia sekarang dan rasakan kemudahan dalam mengelola website Anda dengan performa terbaik.



















