Panduan Lengkap Google Tag Manager Bagi Pemula (Mudah)

448
panduan lengkap google tag manager
14 min read

Beberapa layanan Google seperti Google Tag Manager, Google Analytics dan yang lainnya bisa membantu Anda dalam menentukan strategi yang tepat untuk bisnis dan usaha. Terutama dalam memahami perilaku konsumen di website Anda.

Dalam memahami perilaku calon konsumen di website, Anda perlu menggunakan kode tracking yang berasal dari tools Google Tag Manager. Tapi apa itu Google Tag Manager? Apa manfaat dan bagaimana cara kerja dari Google Tag Manager? Tenang kami akan bahas satu-satu untuk Anda.

Kita mulai dari apa itu Google Tag Manager ya, simak pembahasannya di bawah ini:

Apa itu Google Tag Manager?

Google Tag Manager adalah sebuah tool yang dibuat oleh Google untuk membantu Anda dalam mengelola tag pada sebuah website. Sedangkan tag adalah kode yang terdapat pada bagian head di dalam struktur HTML.

Fungsi dari tag adalah melakukan pelacakan di setiap aktivitas yang dilakukan pengunjung website, mirip seperti Google Analytics ya? Tapi keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar yaitu dalam prinsip kerjanya.

Prinsip kerja Google Tag Manager bisa digunakan oleh pengguna biasa untuk melakukan modifikasi terhadap semua tag yang ada, bahkan pengguna Google Tag Manager bisa memasukan banyak tag secara bersamaan ke dalam container.

Berbeda dengan Google Analytics yang memiliki prinsip kerja hard-coded, artinya untuk mengelola meta tag harus melibatkan para developer website. Para developer yang akan menambah dan memodifikasi tag tersebut dengan coding manual.

Menurut Anda mana yang lebih efisien? Tentu Google Tag Manager lebih efisien dibandingkan dengan Google Analytics yang hanya sang developer saja yang bisa melakukannya, bahkan user interface Google Tag Manager memiliki tampilan yang ramah bagi pengguna pemula.

Mungkin sekarang Anda berpikir untuk segera meninggalkan Google Analytics dan beralih ke Google Tag Manager. Namun kami tidak merekomendasikannya, justru kami merekomendasikan Anda menggunakan keduanya.

Kenapa?

Karena Google Analytics dan Google Tag Manager bisa menjadi senjata yang kuat dan efektif jika digunakan secara bersamaan, seperti membantu meningkatkan click through rate di Google.

Fungsi Google Tag Manager

Pada penjelasan diatas dapat disimpulkan secara sederhana bahwa fungsi dari Google Tag Manager adalah untuk menambahkan kode meta tag ke dalam website tanpa harus merubah coding atau script website tersebut.

Namun jika dijabarkan lebih rinci, fungsi dari Google Tag Manager tidak sesederhana itu. Google Tag Manager fungsinya tidak hanya untuk menambahkan dan mengelola kode tag saja, melainkan bisa Anda manfaatkan sebagai tool untuk membantu dalam pemasangan Google Ads Indonesia dan Facebook Pixel.

Google Tag Manager bisa berguna dalam mempelajari setiap aktivitas pengunjung website yang bersumber dari iklan di Google maupun di Facebook. Sehingga banyak jasa facebook ads memanfaatkan tool ini untuk mengumpulkan data pengunjung.

Bahkan fungsi dari Google Tag Manager juga bisa memonitor terhadap pengunjung website yang masuk, misalnya saja Anda bisa mengetahui jumlah durasi pengunjung dari awal ia mengunjungi website sampai menutup website tersebut.

Dengan adanya Google Tag Manager juga memudahkan pemilik situs dalam melakukan tracking website tanpa harus meminta bantuan developer, developer juga bisa fokus mencari cara membuat website yang ramah untuk pengunjung dari sisi fungsi dan tampilan.

Fungsi diatas bisa menjadi alasan Anda untuk menggunakan Google Tag Manager yang merupakan tool gratis dari Google yang membantu Anda meningkatkan efektivitas penggunaan tag di dalam website maupun blog.

Istilah Penting di Google Tag Manager

Setelah Anda memahami apa itu Google Tag Manager dan apa saja fungsi yang bisa memberikan manfaat untuk website Anda. Mungkin saat ini Anda ingin segera melakukan pemasangan tool tersebut.

Namun, kami sarankan kepada Anda untuk bersabar dan membaca secara perlahan jangan sampai ada yang terlewat. Karena dalam artikel ini akan membahas istilah yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan Google Tag Manager, karena istilah-istilah tersebut akan sering Anda temui selama menggunakan tool tersebut.

Tujuannya agar Anda bisa memahami lebih dalam sehingga bisa memaksimalkan fungsi dan manfaat dari tool yang disediakan oleh Google secara gratis ini. Apa saja istilah penting tersebut? Simak pembahasannya dibawah ini ya!

Container

Istilah ini akan sering Anda temui karena merupakan salah satu fitur yang ada Google Tag Manager, fungsi dari fitur ini adalah untuk menyimpan macam-macam tag yang Anda miliki.

Baca Juga  Google Tag Manager: Pengertian, Fungsi, dan Keamanannya

Jika Anda sudah memiliki akun Google Tag Manager, maka Anda sudah bisa memilih jenis container yang Anda butuhkan. Jenis containernya ada beragam misalnya saja web, Android App, AMP dan iOS.

Tag

Istilah berikutnya adalah Tag, Tag juga merupakan salah satu dari fitur yang dimiliki Google Tag Manager berupa script yang biasa digunakan untuk mendapatkan data dari orang yang telah mengunjungi website.

Nantinya data tersebut akan dikirimkan secara langsung ke pihak ketiga seperti Google Analytics atau tool lainnya. Lebih detail tentang cara kerja dari Google Tag Manager akan dipaparkan dengan jelas pada pembahasan berikutnya, jadi baca sampai selesai ya!

Trigger

Trigger adalah istilah berikutnya yang pasti sering Anda temui ketika menggunakan Google Tag Manager. Trigger seringkali disebut sebagai pemicu yang merupakan sebuah fitur untuk melakukan sesuatu sesuai dengan perintahnya.

Sebagai contoh, Anda mengatur agar tag bekerja setelah pengunjung website melakukan klik ke salah satu link yang ada di website tersebut.

Variable

Variable adalah fitur yang bisa Anda gunakan untuk menentukan kapan trigger harus aktif. Dengan menggunakan trigger, Anda bisa membuat tag dan trigger bekerja secara berulang di beberapa tugas yang lainnya.

Misalnya saja, ketika ada pengunjung yang menambahkan item ke dalam keranjang belanja di toko online Anda.

Event

Event adalah fitur yang sering digunakan untuk mengaktifkan trigger sehingga tag tertentu mulai bekerja. Agar lebih paham kami berikan contoh untuk Anda, misalnya ada sebuah interaksi ketika pengunjung melakukan klik pada salah satu link, klik tersebut membuat Event Tag Google Analytics berjalan.

Data Layer

Data layer adalah sebuah variabel maupun objek Javascript yang dapat menyimpan informasi, lalu mengirimkannya ke Google Tag Manager dan dilanjutkan ke Google Analytics atau tools lainnya. Data layer ini wajib Anda miliki jika ingin melacak peristiwa tertentu di website.

Cara Kerja Google Tag Manager

Perlu Anda ketahui bahwa ketika Anda membuat akun Google Tag Manager, maka Anda akan mendapatkan script yang harus Anda pasang nantinya di website. Script tersebut sebagai penghubung website dengan Google Tag Manager. Sehingga Google Tag Manager dapat membaca website dan melacak setiap aktivitas yang dilakukan pengunjung website.

Google Tag Manager memiliki banyak fitur, sehingga Anda bisa dengan mudah mengelola script lainnya seperti script Google Ads, Google Analytics, Facebook Ads dan script lainnya di dalam akun Google Tag Manager.

Dengan Google Tag Manager ini, Anda bisa membuat kondisi kapan script tersebut bisa Anda jalankan. Sebagai contoh, misalnya Anda ingin memasang conversion tag dimana tag tersebut bisa berjalan ketika ada orang yang membeli produk Anda.

Interaksi pembelian produk yang terjadi di website tersebut akan dibaca oleh Google Tag Manager dan informasi interaksi tersebut akan dikirimkan ke tools yang telah dihubungkan seperti Google Ads, Google Analytics atau Facebook Ads.

google tag manager

Dengan begitu Anda bisa mengetahui ada berapa banyak orang yang telah melakukan interaksi seperti melakukan registrasi, klik tombol chat, mendownload file, dan interaksi yang lainnya. Sekarang muncul pertanyaan bagaimana cara menggunakan Google Tag Manager tersebut?

Namun sebelum membahas panduan menggunakannya, pertama-tama Anda perlu mengetahui cara instal Google Tag manager. Yuk kita pelajar sama-sama melalui panduan di bawah ini:

Cara Instal Google  Tag Manager

Untuk menggunakan Google Tag Manager langkah pertama adalah melakukan instalasi terlebih dahulu, ikuti panduannya di bawah ini:

Buat Akun Google Tag Manager

Langkah 1: Membuat akun Google Tag Manager terlebih dahulu dengan cara mengunjungi https://marketingplatform.google.com/about/tag-manager/.

Langkah 2: Klik tombol Start for free dan nanti akan diarahkan ke halaman tag manager.

Klik start for free dan nanti akan diarahkan ke halaman tag manager.

Catatan: Jika Anda belum login ke akun gmail, Anda akan terlebih dahulu diarahkan ke halaman login. Setelah Anda melakukan login, baru Anda akan diarahkan ke halaman tag manager dan bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

Langkah 3: Setelah memasuki halaman tag manager, klik tombol Buat Akun.

Setelah memasuki halaman tag manager, klik tombol Buat Akun.

Langkah 4: Tambah akun baru dengan mengisikan nama akun dan negara.

Tambah akun baru dengan mengisikan nama akun dan negara.

Langkah 5: Dilanjutkan dengan pembuatan container di bagian container setup atau dalam versi bahasa Indonesia yang kami gunakan adalah Penyiapan penampung. Cara membuatnya disesuaikan dengan platform yang Anda gunakan.

Misalnya saja Anda menggunakan website, maka pada kolom nama penampung isi dengan nama website Anda dan pilih platformnya adalah web dan pilih Create/Buat.

Dilanjutkan dengan pembuatan container di bagian container setup

Langkah 6: Setelah klik tombol Buat, akan muncul tampilan perjanjian persyaratan layanan Google Tag Manager. Ceklis pada Saya juga menyetujui Persyaratan Pemrosesan Data sebagaimana diwajibkan oleh GDPR dan klik Ya.

Setelah klik tombol Buat, akan muncul tampilan perjanjian persyaratan layanan Google Tag Manager.

Masukkan Code Snippet

Sesaat setelah Anda klik Ya pada halaman perjanjian persyaratan layanan Google Tag Manager, Anda akan diarahkan ke halaman dashboard. Sebelum masuk ke dashboard, terlebih dahulu Anda akan mendapatkan halaman pop up yang berisi code snippet untuk melakukan instalasi Google Tag Manager di website.

Baca Juga  Google Tag Manager: Pengertian, Fungsi, dan Keamanannya
Sebelum masuk ke dashboard, terlebih dahulu Anda akan mendapatkan halaman pop up yang berisi code snippet untuk melakukan instalasi Google Tag Manager di website.

Copy kode tersebut yang berada di kolom bagian atas dan paste pada bagian head di semua halaman website Anda. Bagaimana cara melakukannya? Anda bisa mengikuti langkah-langkah sederhana di bawah ini ya!

Melalui Theme Editor WordPress

Langkah 1: Jika Anda adalah pengguna WordPress, maka Anda bisa dengan mudah memasukan kode tersebut secara manual yaitu dengan masuk dashboard WordPress Anda terlebih dahulu dan masuk ke menu Appearance > Theme Editor > Header.php.

login ke theme editor

Langkah 2: Letakkan script tersebut di antara <head> dan </head>.

Panduan Lengkap Google Tag Manager Bagi Pemula (Mudah) - 2022

Langkah 3: Klik save untuk menyimpan perubahan dan instalasi Google Tag Manager di website Anda sudah berhasil.

Melalui Plugin Insert Headers and Footers

Oh iya! ada cara lain yang lebih praktis yaitu dengan menggunakan Insert Headers and Footers, caranya adalah sebagai berikut:

Langkah 1:  Instal terlebih dahulu plugin tersebut dan aktifkan.

Langkah 2: Masuk ke menu Settings > Insert Headers and Footers.

Melalui Plugin Insert Headers and Footers

Langkah 3: Paste kode ke kolom yang sesuai dengan header dan body.

Paste kode ke kolom yang sesuai dengan header dan body.
Paste kode di tempat yang sudah disediakan
Paste kode ke kolom yang sesuai dengan header dan body.

Langkah 4: Setelah berhasil, Anda bisa kembali ke halaman Google Tag Manager dan klik ok pada tampilan code snippet. 

Nantinya, Anda akan melihat tampilan dashboard seperti di bawah ini.

Panduan Menggunakan Google Tag Manager

Oke, setelah Anda berhasil membuat akun dan melakukan instalasi Google Tag Manager di website, pembahasan kita lanjutkan mengenai cara menggunakan Google Tag Manager ini. Simak baik-baik pembahasannya ya!

Siapkan Tag

Setelah Anda memiliki akun Google Tag Manager dan menginstalnya di website, hal pertama untuk menggunakan Google Tag Manager adalah menyiapkan terlebih dahulu tag. Caranya adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Di halaman dashboard, klik tambahkan tag baru.

Di halaman dashboard, klik tambahkan tag baru

Langkah 2: Berikan nama tag dengan benar dengan cara ganti nama Tag Tanpa Judul dengan nama yang Anda inginkan. Gunakan nama yang sesuai dengan strategi yang ingin Anda gunakan, Anda tentu lebih tahu nama yang cocok.

Berikan nama tag dengan benar dengan cara ganti nama Tag Tanpa Judul dengan nama yang Anda inginkan

Langkah 3: Setelah memberikan nama, klik di bagian konfigurasi tag.

Setelah memberikan nama, klik di bagian konfigurasi tag.

Langkah 4: Setelah di klik akan muncul tampilan pilih jenis tag, pada halaman ini Anda bisa memilih jenis tag yang Anda butuhkan. Misal jika Anda ingin menghubungkannya ke Google Analytics, maka gunakan pilihan tersebut.

Di halaman ini terdapat banyak sekali daftar tag lainnya seperti LinkedIn Insight, CrazyEgg, Hotjar dan yang lainnya. Bahkan Anda juga bisa melakukan custom tag, sebagai contoh dalam panduan ini kami memilih Google Analytics Universal.

Bahkan Anda juga bisa melakukan custom tag, sebagai contoh dalam panduan ini kami memilih Google Analytics Universal.

Langkah 5: Pada langkah ini Anda perlu menentukan terlebih dahulu Jenis pelacakan yang sesuai dengan keinginan Anda. Pilihannya adalah Kunjungan Halaman, Lengkapi Formulir, Sosial, Transaksi dan lain sebagainya.

Dalam panduan ini kami memilih Kunjungan Halaman. Oh iya jangan lupa untuk menentukan terlebih dahulu variabel yang akan digunakan, misal dalam panduan kami memilih variabel baru dan masukan kode pelacakan, klik simpan.

Pilih variabel baru
Pilih variabel baru
Masukkan kode pelacakan
Masukkan kode pelacakan

Setting Trigger

Jika menyiapkan tag sudah selesai dilakukan, sekarang langkah berikutnya adalah dengan mengatur trigger untuk tag tersebut.

Langkah 1: Klik pemicuan atau jika dalam bahasa Inggris adalah trigger.

Klik pemicuan atau jika dalam bahasa Inggris adalah trigger.

Langkah 2: Setelah halaman pemicu muncul, pilih salah satu pemicu dalam panduan ini kami memilih All Pages sebagai contoh.

Langkah 2: Setelah halaman pemicu muncul, pilih salah satu pemicu dalam panduan ini kami memilih All Pages sebagai contoh.

Namun Anda bisa memilih yang lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Langkah 3: Setelah All Pages di klik, akan diarahkan ke halaman berikutnya lalu dilanjutkan klik Simpan.

Langkah 3: Setelah All Pages di klik, akan diarahkan ke halaman berikutnya lalu dilanjutkan klik Simpan.

Langkah 4: Aktifkan tag di website caranya adalah dengan klik tombol Kirim dan isi beberapa informasi yang diperlukan, lalu klik Publikasikan.

Selesai, sekarang settingan Google Tag Manager Anda yang pertama telah dilakukan. Untuk variabel atau fungsi lain lakukan hal yang sama seperti diatas ya!

Yuk Siapkan Google Tag Manager Anda Sekarang!

Google Tag Manager adalah salah satu tool yang disediakan Google untuk membantu produktivitas penggunanya yang mudah dalam penggunaan. Google Tag Manager bisa Anda gunakan secara mandiri maupun dikombinasikan dengan Google Analytics.

Tidak hanya bisa dikombinasikan dengan layanan Google lainnya, Google Tag Manager juga dapat dikombinasikan dengan tool pihak ketiga seperti Facebook Pixel Tracking. Bahkan Anda bisa dengan mudah menggunakan Google Tag Manager karena memiliki interface yang user-friendly. Oh iya, website yang banyak di kunjungi juga karena faktor hosting yang powerful dari sisi kecepatan.

Exabytes Indonesia menyediakan beragam hosting dengan cPanel hosting maupun Plesk hosting, Anda bisa memilih sesuai keinginan.

Bagaimana sudah siap untuk menggunakan Google Tag Manager? Yuk siapkan dulu websitenya dengan hosting murah dari Exabytes.

Good luck!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments