Strategi Marketing yang Efektif Meningkatkan Penjualan Jelang Lebaran

112
10 min read

Hi Exabytes Friends!

Tak terasa sebentar lagi kita akan menyambut hari raya Idul Fitri 1441 H. Momen ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para pebisnis karena banyak orang mengalokasikan uang THR-nya untuk berbelanja, baik belanja kebutuhan primer maupun tersier.

Meski pola konsumsi jadi cenderung meningkat, fenomena ini tak serta merta menjamin bahwa semua bisnis akan berjalan dengan mulus. Justru, para pebisnis ditantang untuk dapat bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Oleh karenanya, dibutuhkan strategi marketing yang tepat.

Berbagai upaya pun dilakukan oleh para pebisnis untuk mencuri hati konsumen, mulai dari membuat berbagai konten digital terkait hari raya, sampai memberi diskon besar-besaran.  Strategi-strategi itu tentu tidak salah untuk dicontoh, tapi hati-hati salah langkah bagi kamu yang belum paham betul cara merencanakan strategi marketing.

Nah, artikel kali ini akan membahas seluk beluk perencanaan strategi marketing yang efektif meningkatkan penjualan jelang lebaran. Baca artikel ini sampai habis, ya!

Melakukan Analisis Performa

Sebelum menentukan strategi marketing yang efektif untuk bisnismu, kamu perlu mengetahui lebih dahulu bagaimana pola perilaku konsumenmu dengan menganalisis performa bisnis. Sebagai contoh, dengan menganalisis performa website bisnis, kamu akan lebih mudah menilai apakah website tersebut sudah efektif menjangkau target konsumen atau belum, sehingga optimasi bisa dengan mudah dan cepat dilakukan.

Proses analisis ini akan sangat terbantu jika kamu menggunakan tool analytic yang ditawarkan Google, yaitu Google Analytics. Meski gratis, jika digunakan dengan benar, kamu bisa melihat data-data yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan bisnismu ke depannya. Nah, data apa saja yang bisa ditinjau dari Google Analytics ini?

Audience Reports

Laporan ini berisi segala informasi yang berkaitan dengan pengunjung website-mu, seperti  umur, jenis kelamin, dan lokasi pengunjung, serta bahasa dan perangkat teknologi yang digunakan.

Dengan adanya semua informasi ini, kamu dapat menyesuaikan website dan konten bisnismu dengan kebutuhan pasar. Misalnya, jika pengunjung  didominasi oleh pengguna perangkat mobile, maka sangat penting untuk menerapkan website yang mobile-friendly. Contoh lain, jika pengunjung didominasi oleh usia remaja dibandingkan usia dewasa, maka konten yang dibuat harus disesuaikan dengan konten remaja.

Acquisition Reports

Laporan ini akan menjawab pertanyaanmu mengenai bagaimana pengunjung dapat menjangkau website-mu, apakah melalui mesin pencari, media sosial, atau rujukan situs web lain. Selain itu, kamu pun bisa melihat traffic website atau jumlah kunjungan website. Informasi-informasi ini penting diperhatikan ketika kamu sedang menentukan taktik pemasaran online apa yang akan membawa banyak pengunjung ke website atau sosial mediamu.

Behavior Reports

Informasi yang akan diberikan dari laporan ini adalah informasi mengenai perilaku pengunjung di website-mu, mulai dari halaman (page) yang paling banyak dicari pengunjung, hingga tindakan pengunjung yang paling banyak dilakukan. Informasi ini membantumu menemukan konten yang akan berhasil membuat pengunjung terlibat dengan website-mu.

Conversions

Setiap pebisnis tentunya memiliki tujuan masing-masing dari website yang dibangunnya, apakah untuk membuat pengunjung mendaftar newsletter, mengunduh profil perusahaan, melakukan transaksi, atau ketiganya.

Nah, konversi (conversions) adalah tindakan pengunjung yang sesuai dengan apa yang diharapkan pengelola website dan pelaku bisnis untuk dilakukan. Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat konversi, semakin efektif pula website-mu dalam menarik pengunjung untuk melakukan tindakan yang menguntungkan bisnis.

Laporan konversi ini mengacu pada tindakan pengunjung yang diharapkan pebisnis, sehingga informasi yang didapatkan meliputi proses terjadinya konversi, dan bagaimana performa penjualan. Dengan begitu, kamu dapat memahami tingkat keefektifan website-mu dalam menarik pengunjung melakukan tindakan yang kamu inginkan.

Menggunakan Keywords ‘Musiman’

Menargetkan kata kunci (keywords) yang tepat untuk setiap kontenmu akan mendorong semakin banyak pengunjung masuk ke dalam website, sehingga traffic website pun akan meningkat. Meski mungkin saat ini kamu sudah memiliki kata kunci yang ampuh membawa pengunjung, ada beberapa kata kunci musiman yang biasa muncul pada momen momen tertentu saja. Kata kunci musiman ini memainkan peran penting dalam meningkatkan traffic website selama momen tertentu, dalam hal ini yaitu hari raya Idul Fitri.

Untuk menemukan kata kunci apa saja yang sering dicari pengguna internet selama momen jelang lebaran ini, kamu bisa menggunakan Google Trends dan Google Analytics. Dengan begitu, ketika calon konsumen mulai mencari kata atau frasa itu, website-mu pun bisa ditemukan sebelum konsumen menemukan kompetitormu.

Baca Juga  Lakukan 6 Cara Ini Untuk Membuat Bisnis Kamu Menarik

Selain dengan bantuan Google Trends dan Google Analytics, kamu juga bisa memikirkan sendiri kata kunci apa yang mungkin dicari oleh konsumenmu saat ini. Misalnya, jika toko online-mu jelang lebaran ini menjual busana lebaran untuk wanita, konsumen mungkin akan menulis “Gamis lebaran” atau “Kaftan lebaran” di mesin pencarian. Manfaatkan istilah-istilah pencarian terkait busana lebaran paling populer seperti ini dan arahkan konsumen langsung ke website-mu. Kamu juga bisa menambahkan tahun ke kata kunci, misalnya “Gamis lebaran 2020,” untuk menarik konsumen yang mencari penawaran atau tren terbaru.

Setelah mengetahui kata kunci yang sesuai, pastikan untuk memasukan kata kunci tersebut di seluruh postingan dan halaman yang relevan.

Membuat Promosi Menarik

Bulan Ramadhan memang identik dengan bulan di mana sebagian besar pelaku bisnis dari berbagai sektor usaha membuat berbagai penawaran menarik karena banyak orang bersedia mengeluarkan lebih banyak uang untuk berbelanja.

Akan tetapi, apa yang harus dilakukan jika ternyata konsumen lebih tertarik untuk menabung di saat krisis pandemi ini? Untuk itu, kamu perlu memikirkan beberapa bentuk penawaran yang menarik konsumen dan mendorong tingkat penjualan. Memberi promo diskon khusus hari raya pun bisa menjadi salah satu pilihan tepat. Kamu bisa memberi promo diskon dengan rentang waktu yang singkat untuk meningkatkan urgensi pembelian.

Banyak perusahaan telah membuat promosi menarik ini. Sebagai contoh, Tokopedia yang memberi cashback, bebas ongkos kirim, flash sale, sampai diskon hingga 80%. Selain itu, dengan tagar khusus #ShopeeDariRumah, Shopee mengadakan Big Ramadhan Sale di mana setiap penggunanya bisa mendapatkan potongan diskon 50% dan gratis ongkos kirim.

Agar penyampaian informasi terkait promosi ini berhasil sampai ke setiap konsumenmu, kamu perlu membiasakan diri berinteraksi dengan konsumen. Interaksi ini bisa dilakukan melalui sosial media maupun email marketing.

Manfaatkan Sosial Media

Selain website, pastikan untuk mengoptimalkan isi sosial mediamu dengan segala sesuatu yang bertemakan bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Artinya, kamu perlu menyesuaikan identitas visual dan konten-konten di dalamnya.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memasukkan berbagai ikon terkait, seperti gambar ketupat, masjid, kabah, atau sajadah setiap saat kamu mengunggah foto produk dan promosi terbaru. Jika menggunakan Instagram, buat tampilan toko online-mu se-instagrammable mungkin dengan mengikuti tren tampilan Instagram terkini. Jadi, kamu tidak hanya perlu menjada kualitas foto yang ditampilkan, tapi juga ikon-ikon terkait di dalamnya.

Selain identitas visual, konten-konten seperti ucapan menyambut hari raya, giveaway, quiz serta tips dan trik khusus lebaran juga berpeluang menjangkau target konsumen yang lebih luas lagi. Buat lah konten yang juga relevan dengan fenomena pandemi saat ini, seperti tips dan trik menjalani lebaran #dirumahaja, membeli busana lebaran untuk dipakai bersama keluarga di rumah, dan lain sebagainya. Kamu pun bisa menggunakan tagar-tagar dan keywords ‘musiman’ yang relevan dan menarik agar bisnismu dapat dengan mudah diingat konsumen.

Untuk inspirasi, lihat lah identitas visual dan konten-konten apa yang telah dibuat oleh kompetitormu, baik di tahun ini maupun tahun sebelumnya. Analisis konten tulisan dan gambar apa saja yang berhasil membawa keuntungan pada kompetitor. Setelah menganalisis, baru kamu dapat menyesuaikannya dengan bisnismu sendiri.

Membangun hubungan baik dengan pelanggan potensial melalui konten-konten yang diciptakan tentunya juga akan membangun loyalitas mereka pada bisnismu. Karena itu, segera perhitungkan dari sekarang bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan konten-konten bisnismu di Facebook, Twitter, LinkedIn, maupun YouTube demi memberi efek yang maksimal.

Gunakan Email Marketing

Pemasaran melalui email tak kalah sangat ampuh mengarahkan pembeli untuk datang ke website-mu, sehingga diharapkan penjualan pun akan meningkat. Tapi perlu diingat bahwa perlu cara jitu yang cerdas untuk membuat konsumen tertarik membuka dan membaca isi email-mu. Salah satu caranya adalah dengan membuat email yang singkat, jelas, dan kreatif.

Sebagai ide awal, buat lah campaign untuk mengumumkan segala promosi dan penawaran khusus hari raya. Akan lebih efektif lagi jika campaign tersebut dibuat mingguan selama bulan Ramadhan. Tapi, belum telat kok jika kamu mulai melakukannya dari sekarang!

Meski ingin meningkatkan penjualan dalam waktu singkat, campaign yang dibuat tidak harus selalu berbasis hard selling, karena campaign berbasis soft selling juga efektif membangkitkan kepercayaan konsumen. Untuk itu, kamu bisa mengirim email berisi konten-konten menarik yang berkaitan, seperti ide baju lebaran di tengah pandemi, rekomendasi hal yang baiknya dilakukan selama lebaran #dirumahaja, atau bahkan sekadar ucapan selamat menyambut hari raya. Konsumen pun tentu akan merasa istimewa dengan membaca email darimu.

Baca Juga  Mengenal SEO dan SEM Untuk Strategi Digital Marketing

Berikut adalah beberapa tips-tips penting lain yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan email marketing di momen jelang lebaran ini.

Personalisasi

Dalam menulis email, istilah personalisasi artinya ‘memanusiakan’ penulisan email. Untuk itu, kamu perlu membuat email yang seolah-olah berbicara layaknya ‘manusia’ yang sebenarnya pada konsumenmu.

Cara ini patut dicoba untuk membuat konsumen tertarik membuka email, karena berdasarkan penelitian, email dengan subjek yang dipersonalisasi memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk dibuka dan dibaca dari pada email yang subjeknya tidak dipersonalisasi.

Untuk mempersonalisasi email, kamu pun bisa menyebut nama dan lokasi konsumen dalam subjek dan konten email yang akan dikirim. Selain itu, personalisasi bahkan dapat dilakukan dengan menyertakan riwayat pembelian terakhir di momen lebaran tahun lalu, atau halaman website-mu yang sudah mereka lihat. Sebagai contoh, jika seorang konsumen membeli kerudung  di momen lebaran tahun lalu, mungkin ia akan tertarik juga melihat produk kerudung-mu dan promosinya di tahun ini.

Segmentasi

Salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan performa email marketing adalah dengan melakukan segmentasi email, yaitu mengirimkan email ke berbagai segmen dengan menyesuaikan kontennya. Banyak jenis segmentasi konsumen yang bisa kamu kelompokkan, misalnya segmen demografis, geografis, ketertarikan, atau aktivitas online.

Segmentasi ini telah terbukti meningkatkan open rate dan penjualan karena setiap konsumen tentu mendapatkan konten yang relevan dengan yang mereka inginkan dan butuhkan. Oleh karenanya, melakukan analisis di Google Analytics jadi langkah awalmu sebelum melakukan segmentasi email ini.

Tindak Lanjut proses check out yang ditinggalkan

Kirimlah email tindak lanjut untuk orang-orang yang meninggalkan barang di keranjang mereka tanpa menyelesaikan pembelian. Cara ini merupakan cara yang bagus untuk menghasilkan lebih banyak penjualan dari situs web-mu. Kamu pun dapat menggunakan bantuan Google Analytics untuk mengidentifikasi tahap proses check out yang ditinggalkan orang-orang.

Real-time

Promosikan penawaran harian secara real-time menggunakan email marketing. Apalagi, jika kamu menawarkan pengiriman gratis hanya untuk satu hari, email adalah media yang tepat untuk mengkomunikasikan pesan ini ke konsumenmu.

Ingatkan konsumen tentang manfaat belanja online

Ingatkan bahwa konsumen tak perlu lagi repot-repot belanja ke toko online, terutama di tengah pandemi ini, karena toko online-mu siap memberikan pelayanan secara online. Berikan juga rasa urgensi untuk membuat konsumen segera membeli produk atau layanan-mu, misalnya dengan mengirimkan kode diskon dengan batas waktu penukaran tertentu.

Membuat Iklan PPC (Pay-per-Click)

Strategi periklanan online yang tepat sangat dibutuhkan oleh setiap pelaku bisnis yang ingin meningkatkan visibilitas usahanya di internet secara instan. Salah satu bentuk iklan yang paling sering digunakan adalah PPC atau Pay-per-Click. PPC adalah jenis iklan yang dibayar setiap kali iklan diklik, sehingga dapat dikatakan bahwa budget iklan PPC akan lebih terkontrol jika dibandingan dengan iklan biasa.

Dengan PPC, kamu bisa menargetkan siapa yang bisa melihat iklan berdasarkan demografik, hobi, dan bahkan perangkat yang digunakan target untuk membuat target jauh lebih tersegmentasi. Dengan begitu, prospek untuk meningkatkan konversi atau membuat pengunjung berubah menjadi konsumen akan lebih tinggi.

Kesimpulan

Di momen jelang lebaran ini, apa lagi di tengah pandemi, para pebisnis ditantang untuk dapat bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat meski pola konsumsi cenderung meningkat. Oleh karenanya, dibutuhkan strategi marketing yang tepat.

Nah, Exabytes telah mengulas lengkap strategi marketing apa saja yang baik untuk dilakukan  di momen jelang lebaran, di antaranya menggunakan keywords ‘musiman’ yang relevan, membuat berbagai promosi menarik, memanfaatkan sosial media dan email marketing, menciptakan berbagai konten yang berkaitan dengan hari raya, serta membuat iklan PPC.

Tapi penting diingat bahwa sebelum merencanakan strategi yang baik untuk bisnismu, kamu perlu melakukan analisis performa bisnis dan pola perilaku konsumen terlebih dahulu, sehingga strategi yang sudah kamu rencanakan baik-baik dapat tepat sasaran.

Setelah membaca ulasan lengkap mengenai strategi marketing yang efektif digunakan jelang lebaran ini, sekarang kamu sudah paham ‘kan apa yang harus segera direncanakan untuk meningkatkan penjualanmu? Semoga artikel ini bermanfaat untukmu dalam proses perencanaan strategi marketing untuk bisnismu, ya!

Kamu bisa menghubungi Exabytes untuk membangun website toko online-mu menjadi lebih baik lagi. Untuk membaca artikel lain, silakan buka blog Exabytes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here