Mengenal Framework: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contohnya

67
Mengenal Framework
6 min read

Dunia pemrograman telah berkembang pesat, saat ini seorang programmer tidak akan kesulitan lagi dalam menulis kode program native (asli) karena telah ada berbagai framework. Framework memiliki berbagai library yang membuat kegiatan pemrograman menjadi lebih mudah dan cepat.

Nah, kali ini kita akan bahas secara lengkap tentang framework ini, mulai dari apa itu framework, fungsi, jenis hingga contohnya. Informasi ini akan sangat berguna bagi Anda yang berminat menjadi seorang programmer. Simak yuk!

Apa Itu Framework?

Framework adalah kerangka kerja pemrograman yang mencakup library atau perpustakaan kode, model perangkat lunak, Application Programming Interfaces (APIs), dan berbagai elemen lain yang dapat mempermudah proses pemrograman. Sebuah framework dapat digunakan untuk membangun sebuah aplikasi berbasis website maupun perangkat lunak.

Arti framework bagi para programmer itu sangat penting lho, sebab kerangka kerja tersebut membuat pekerjaan mereka tidak hanya menjadi lebih mudah, tetapi juga lebih efisien. Mereka juga tidak perlu mengulang-ulang kode karena sudah ada library yang sudah digunakan.

Untuk lebih jelasnya, di bawah kami tuliskan beberapa fungsi dari framework.

Fungsi Framework

Berikut beberapa fungsi dari framework yang dapat membuat proses pemrograman menjadi lebih mudah.

Membuat koding lebih mudah dan efisien

Aktivitas penulisan kode yang biasanya rumit dapat menjadi lebih sederhana berkat adanya framework. Programmer tinggal menggunakan library yang ada di dalamnya. Selain itu, demi menghemat waktu, kerangka kerja ini juga mengurangi resiko kesalahan koding dan membuat blok kode menjadi lebih pendek.

Ilustrasi programming, framework
Ilustrasi programming (Sumber: Pixabay)

Meningkatkan keamanan

Penggunaan framework juga dapat melindungi aplikasi dari serangan siber seperti SQL injection, cross-site request forgery, hingga data tempering. Sebuah platform kerangka kerja sudah lengkap dengan fitur keamanan built-in dan mekanisme yang memproteksi website atau aplikasi dari ancaman keamanan.

Memudahkan proses debug dan pemeliharaan aplikasi

Bahasa pemrograman asli memiliki kekurangan dalam tingkat keterbacaan kode. Selain itu, ia juga membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam maintenance, sedangkan framework tidak. Ketika seorang programmer menggunakan kerangka kerja pada pembuatan aplikasi, ia bisa melakukan proses debug dan pemeliharaan dengan lebih baik.

Baca Juga  10 Web Development Framework Terbaik Yang Mesti Kamu Pelajari di 2021

Setiap framework umumnya juga memiliki komunitas pengguna yang bisa kita gunakan untuk berdiskusi tentang permasalahan yang terjadi saat penggunaan framework tersebut.

Meningkatkan kemahiran database

Fungsi framework lainnya adalah mampu meningkatkan kemahiran sebuah basis data atau database. Sebagian besar kerangka kerja itu memiliki aturan yang memungkinkan programmer bekerja dengan basis data relasional yang sering mereka gunakan.

Beberapa framework bahkan mampu menyederhanakan operasi database dengan mekanisme Object Relational Mapper (ORM). Programmer dapat menggunakan model ORM ini untuk melakukan fungsi database tanpa menulis kode SQL yang panjang.

Memungkinkan kolaborasi

Mudahnya proses pemrograman berkat framework juga memungkinkan programmer mengerjakan sebuah proyek secara bersama-sama. Ketika beberapa orang programmer menggunakan framework yang sama, mereka dapat berkolaborasi dapat pembuatan proyek tertentu tanpa kesulitan memahami bagian yang telah rekan satu timnya kerjakan.

Hal tersebut akan memperkecil resiko miskomunikasi yang dapat menyebabkan terjadinya bug dalam aplikasi akhir, bukan?

Jenis dan Contoh Framework

Setelah mengetahui pengertian dan fungsi framework, tentu tidak lengkap tanpa membahas jenis-jenis framework yang ada. Berikut jenis framework yang dapat Anda atau programmer manapun gunakan.

Web Frameworks

Web frameworks adalah kerangka kerja pemrograman yang dapat membantu pengembang dalam membuat aplikasi web. Meski pembuatan website sebenarnya tidak harus menggunakan framework, beberapa website nyatanya tidak cukup menggunakan HTML, JavaScript, dan CSS saja pada pembuatannya.

Sebuah website yang dinamis membutuhkan interaksi dengan database sehingga penggunaan web framework akan membuat prosesnya menjadi lebih mudah.Ada banyak contoh web framework yang ada dan populer di antara para programmer. Sebagian besarnya mengadopsi pola MVC atau model-view-controller. CodeIgniter dan Laravel, dua web framework PHP populer, juga menggunakan konsep MVC pada kerangka kerjanya.

Front-End Frameworks (Client-Side Frameworks)

Front-end framework adalah kerangka kerja yang memudahkan programmer dalam memprogram halaman atau aplikasi yang terlihat oleh pengguna akhir. Jenis framework satu ini menggunakan bahasa pemrograman Javascript, HTML, dan CSS dalam pembangunannya.

Adapun beberapa contoh dari front-end framework (sebutan lainnya adalah client-side framework) adalah React JS, Vue JS, Bootstrap, dan sebagainya.

front end programming
Pemrograman front-end dengan CSS (Sumber: Pexels)

Back-End Frameworks (Server-Side Frameworks)

Back-end framework atau server-side framework adalah kerangka kerja yang membantu pengembang untuk bekerja dengan bahasa pemrograman di sisi server seperti Python, Ruby, PHP, Java, dan sebagainya.

Baca Juga  10 Web Development Framework Terbaik Yang Mesti Kamu Pelajari di 2021

Framework ini membantu pengelolaan database, mengirim dan memproses data, cookies, sesi, dan sebagainya. Beberapa contoh dari back-end framework adalah Django (framework Python), Ruby on Rails, Laravel, CodeIgniter, dan lainnya.

Mobile Development Frameworks

Industri aplikasi mobile saat ini berkembang sangat cepat dengan pasar yang sangat luas. Aplikasi mobile pun bisa kita buat dengan framework. Adapun beberapa contoh framework mobile app tersebut adalah Flutter, Xamarin, Ionic, dan React Native.

Content Management Frameworks

Content management framework (CMF) adalah kerangka kerja yang memfasilitasi pemrograman dari aplikasi Content Management System (CMS) seperti WordPress, PrestaShop, Wix, Joomla, dan sebagainya. Ada banyak CMF yang tersedia sesuai dengan platform yang pengembang gunakan untuk membuat aplikasi CMS terkait.

Mengenal Framework: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contohnya - 2021
WordPress sebagai salah satu CMS website (Sumber: Pixabay)

Cara Memilih Framework untuk Bekerja

Nah, dari semua jenis framework yang ada di atas, mungkin Anda berpikir bagaimana cara memilih yang tepat untuk Anda gunakan. Jika memang demikian, berikut beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan.

  • Memiliki keamanan yang baik.
  • Semua elemen atau bagian besar darinya dapat dikembangkan untuk proyek lainnya.
  • Kode rapi, bersih, dan mudah untuk dipahami.
  • Memiliki dokumentasi yang rapi dan petunjuk penggunaan yang rutin diperbarui.
  • Memiliki komunitas yang aktif, besar, dan pengguna bisa berpartisipasi.
  • Memungkinkan pengembangan aplikasi dengan bahasa pemrograman versi terbaru.

Selain beberapa pertimbangan di atas, Anda juga perlu menyesuaikan framework pilihan dengan pekerjaan yang ingin Anda lakukan. Sebagai contoh, jika pekerjaan Anda adalah front-end developer, maka gunakanlah front-end framework.

Jangan khawatir, meskipun Anda belum pernah menggunakan framework, ada banyak tutorial yang bisa Anda temukan di internet kok. Dan jika kamu ingin tahu tentang web development framework bisa cek di artikel ini ya.

Oh ya, selain sebuah framework, Anda juga membutuhkan hosting agar aplikasi yang Anda buat bisa online dan banyak pengguna bisa mengunjunginya. Pastikan hosting yang Anda pilih memiliki spesifikasi yang cukup serta mendukung bahasa pemrograman yang Anda gunakan untuk pembuatannya.

Nah, apakah sekarang Anda sudah dapat gambaran tentang apa itu framework? Terima kasih sudah membaca.

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments