Traditional vs Digital Marketing, Mana yang Lebih Baik?

975
Traditional Marketing
12 min read

Anda ingin memperluas jangkauan pemasaran, tapi tidak yakin apakah akan menggunakan pemasaran digital atau tradisional? Jika Anda berada di tengah-tengah perdebatan pemasaran traditional marketing vs digital marketing, kami akan membahas beberapa perbedaan signifikan dapat membantu Anda menentukan jenis pemasaran yang akan bekerja lebih baik untuk bisnis, brand atau perusahaan Anda. Yuk simak artikel berikut ini!

Traditional vs. Digital Marketing
Traditional vs. Digital Marketing

Pengertian Traditional Marketing

Traditional marketing adalah teknik pemasaran yang dilakukan secara konvensional (non digital). Salah satu contoh traditional marketing yang sering digunakan yaitu dengan cara pemasangan iklan di majalah, brosur atau poster. Ini juga dapat mencakup iklan di radio atau TV dan papan reklame. 

Arti lain dari pemasaran tradisional adalah ketika orang menemukan bisnis Anda melalui referensi atau jaringan dan mulai membeli produk atau layanan Anda. Ini adalah bentuk pemasaran konvensional merek Anda, yang membantu menjangkau audiens dengan mode periklanan offline.

Aspek fundamental utama dari pemasaran tradisional tetap sama meskipun telah berkembang selama bertahun-tahun, yaitu teknik pemasaran 4 P’s (product, price, promotion, place). Setiap merek harus tahu cara menyertakan teknik 4 P’s pemasaran ini dalam bisnis mereka.

Pengertian Digital Marketing

Digital Marketing adalah teknik pemasaran yang dilakukan melalui media elektronik (digital). Beberapa contoh digital marketing yaitu e-magazine, e-book, website, banner ads, Google Ads dan sebagainya.

Memasarkan bisnis melalui saluran sosial media menjadi mudah seperti pencarian organik online, pencarian berbayar atau dengan membaca konten online seperti artikel atau blog. Penonton menjadi terbiasa dengan konten Anda saat dan ketika mereka terus melihatnya, yang membantu membangun kepercayaan melalui konten atau iklan yang ditayangkan.

Perbedaan Traditional Marketing dan Digital Marketing

Pada dasarnya, keduanya sama-sama berarti pemasaran. Pemasaran atau yang biasa disebut marketing itu sendiri berarti serangkaian proses yang dilakukan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat luas dengan berbagai cara. Tujuan dari kegiatan pemasaran ini adalah agar produk tersebut jadi banyak diminati oleh orang banyak.

Berikut adalah perbedaan traditional dan digital marketing berdasarkan 5 kategori:

Pengertian

Periklanan digital adalah tindakan menarik perhatian publik ke suatu penawaran atau ide melalui saluran berbayar online dan digital oleh sponsor yang teridentifikasi. Sedangkan periklanan tradisional adalah tindakan menarik perhatian publik ke suatu penawaran atau ide melalui saluran berbayar offline.

Media / Channel Marketing

Secara garis besar, keduanya memiliki perbedaan dari segi media yang digunakan. Sesuai dengan namanya, digital marketing akan menggunakan media yang sifatnya digital, seperti e-magazine, e-book, website, banner ads, Google Ads dan sebagainya.

Sedangkan untuk traditional marketing, cenderung menggunakan media atau saluran yang bersifat tradisional, seperti majalah, brosur, iklan reklame, pamflet, billboard atau space ads, poster, iklan TV atau radio.

Penggunaan data

Pengembangan, penerapan, dan pengukuran iklan digital didukung oleh data. Data yang bisa diambil dari memasang iklan di Facebook atau Google dapat dilacak siapa yang melihat, siapa yang mengklik, berapa banyak yang melihat, dan lainnya.

Namun disisi lain, Anda tidak mungkin mendapatkan data yang akurat untuk mendukung semua iklan tradisional dikarenakan tidak ada data yang dapat ditarik sehingga tidak bisa dilacak siapa yang melihat iklan tersebut.

Biaya

Biaya pengeluaran traditional marketing lebih mahal daripada digital marketing. Harga periklanan dengan menggunakan media televisi, radio, dan print material saat ini memerlukan budget yang tidak sedikit.

Sedangkan digital marketing lebih ekonomis dan cepat dibandingkan dengan traditional marketing, dimana dapat digunakan oleh bisnis kecil untuk menyesuaikan dengan budget dan juga lebih realtime. Dengan digital marketing, biaya pun dapat disesuaikan dengan yang ingin ditargetkan agar iklannya terlihat.

Traditional vs Digital Marketing, Mana yang Lebih Baik? - 2022
Traditional vs. Digital Marketing

Komunikasi

Iklan digital mencakup komunikasi satu sisi dan komunikasi dua sisi. Pengguna dapat berinteraksi dengan iklan. Mereka dapat memberikan komentar, like atau feedback sebagai interaksi dengan Anda.

Sedangkan iklan tradisional tidak menyediakan cara bagi pengguna untuk berinteraksi karena mereka hanya mendengar atau melihat saja lalu tidak ada media penghubung untuk berinteraksi.

Meski perbedaan keduanya cukup signifikan, namun banyak pelaku bisnis yang masih bingung mana strategi yang harus dipilih. Untuk lebih memudahkan Anda, simak kelebihan dan kekurangan digital marketing dan traditional marketing berikut.

Keuntungan Traditional Marketing

Ada beberapa keuntungan pemasaran traditional yang memungkinkan Anda membangun kesadaran akan merek Anda untuk mendorong penjualan.

traditional marketing, billboard
Contoh traditional marketing yaitu billboard atau space ads di halte bus di tempat umum (Sumber: Shutterstock)

Berdampak dan Mudah Dimengerti

Baliho yang mencolok secara visual atau iklan TV yang mencolok memiliki impact untuk kebanyakan orang. Bahasa yang lucu, warna yang mencolok hingga object yang tidak terpikir sebelumnya atau out of the box akan membuat iklan mudah diingat. Mereka mudah dicerna dan sering kali juga menghibur.

Baca Juga  12 Tips Memanfaatkan Sosial Media Untuk UMKM Go Online

Bersifat Permanen

Promosi pada traditional marketing cenderung bersifat cetak atau fisik. Misalnya seperti di majalah atau koran yang dimana iklan tersebut dicetak. Dengan kata lain, materi promosi traditional marketing memiliki sifat yang permanen dan tidak akan mudah hilang. Materi promosi pada koran atau media cetak lainnya hanya akan mudah hilang jika sudah melalui proses daur ulang.

Lebih Berkesan Bagi Pelanggan

Kesan yang didapatkan oleh para konsumen akan lebih menempel jika mereka melihat sebuah materi promosi secara langsung di kehidupan nyata. Bahkan, konsumen bisa jadi akan meluangkan waktu yang lebih banyak untuk memperhatikan promosi Anda.

Ini juga bisa lebih berkesan jika iklan yang ditampilkan memberikan visual yang menarik atau guyonan yang sedang ngetren pada saat itu. Dampak ini pun juga bisa menjadi bahan words of mouth atau orang akan membicarakan iklan ini betapa iklan ini lucu atau bagus kepada orang sekelilingnya.

Menjangkau Target Audiens Lokal dengan Mudah

Jika Anda ingin brand atau produk terkenal di lokasi tersebut atau untuk target lokal, media tradisional adalah jawabannya. Bisnis yang menargetkan audiens di lokasi tertentu menggunakan radio, televisi, dan surat kabar untuk menjangkau prospek lokal. Anda menggunakan sumber daya lokal untuk membantu menjangkau orang-orang di daerah Anda yang akan berkepentingan bagi perusahaan Anda.

Model Pemasaran yang Sudah Dikenal

Traditional marketing adalah model periklanan yang sudah dikenal oleh banyak orang, terutama orang tua. Mereka akan menerima pamflet atau brosur yang dibagikan dan akan membacanya kapanpun dan dalam waktu singkat, mereka akan mengerti bahwa itu adalah iklan sebuah merek atau produk apa pun.

Digital Marketing

Kekurangan Traditional

Berikut adalah kekurangan traditional marketing yang perlu Anda ketahui

Hasil Sulit Entuk Diukur

Anda perlu mengetahui seberapa efektif kampanye iklan yang anda jalankan sehingga Anda bisa menentukan kalau anda ini perlu melanjutkan kampanyenya atau tidak. Sayangnya, jika Anda menggunakan traditional marketing, Anda tidak akan tahu seberapa besar pengaruhnya. Ada beberapa cara untuk mengukur kampanye pemasaran tradisional seperti pelacak merek tetapi tidak sedalam atau secerdas alat yang tersedia untuk pemasaran digital.

Membutuhkan Bantuan dari Luar

Hal yang diperlukan dalam traditional marketing adalah mencetak bahan, membeli media, dan membuat iklan radio semua memerlukan perekrutan bantuan dari luar, seperti desainer grafis atau penulis naskah, yang akan menambah biaya.

Biaya Iklan Lebih Mahal

Traditional marketing membutuhkan jumlah investasi yang banyak dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Jika Anda adalah sebuah merek dalam masa pertumbuhan, kemungkinan besar Anda tidak memiliki dana yang sangat banyak. Banyak bentuk pemasaran tradisional akan membuat Anda merugi.

Informasi Lebih Sedikit

Dalam tradisional marketing, sulit untuk menyajikan opsi harga dan penawaran suatu produk. Media cetak tidak memiliki cukup ruang untuk menampilkan semua variasi harga dan penawaran lainnya.

Tidak Ada Interaksi Efektif dengan Pelanggan

Teknik traditional marketing dilakukan secara satu arah dimana hal tersebut bisa saja membuat calon konsumen bosan melihat iklan yang sama setiap hari. Dan mungkin saja hal tersebut bisa mengganggu calon konsumen Anda dan secara perlahan dengan menghindari iklan Anda.

Mulai Ditinggalkan

Pelahan namun pasti traditional marketing mulai ditinggalkan. Hal ini karena perubahan signifikan dimana orang-orang sudah terbiasa dengan gawai dan internet sehingga para pemasar pun kini menargetkan orang-orang melalui digital. Media tradisional masih digunakan saat ini namun tidak sebesar dampaknya seperti dulu atau tidak sesukses sebelum adanya internet.

Traditional vs Digital Marketing, Mana yang Lebih Baik? - 2022
Traditional vs. Digital Marketing

Keuntungan Digital Marketing

Sama seperti pemasaran traditional, pemasaran digital dapat memberikan hasil yang luar biasa jika mereka membuat strategi pemasaran digital yang kuat.

Pemasaran Lebih Efektif dalam Menjangkau Customer

Digital marketing adalah pemasaran tentang mengantisipasi kebutuhan pelanggan dan memenuhi mereka dimana mereka berada. Ini memungkinkan orang untuk datang kepada Anda ketika mereka membutuhkan informasi atau bantuan, alih-alih Anda selalu menjangkau mereka.

Misalnya, pengoptimalan mesin telusur (SEO) adalah teknik pemasaran digital yang mengoptimalkan konten Anda agar ditampilkan lebih tinggi di hasil mesin telusur. Saat orang menelusuri informasi yang terkait dengan industri Anda, mereka akan menemukan bisnis Anda.

Atau lebih sederhananya, pemasaran digital ini langsung menyasar ke orang yang membutuhkan produk tersebut. Misalnya ada yang mencari tentang baju kantor di Instagram, maka jangan kaget bahwa ketika scroll Instagram akan menemukan iklan di stories atau postingan mengenai baju kantor. Karena iklan ini akan menyasar ke orang-orang yang memiliki interest terhadap produk yang dicari.

Lebih Mudah untuk Bersaing

Dengan pemasaran digital, ada lebih banyak ruang iklan dan lebih banyak peluang untuk memasarkan kepada audiens Anda. Bisa menggunakan iklan di Google, Facebook hingga membuat konten di berbagai platform misalnya di website.

Dan dengan kemampuan untuk memasarkan ke khalayak luas dengan harga rendah, dan karena beragam teknik pengoptimalan pemasaran digital dan metode pelacakan, Anda akan dapat bersaing di pasar mana pun yang Anda inginkan.

Pemasaran digital memungkinkan bahkan startup terkecil untuk bersaing dengan perusahaan terbesar dengan sukses.

Biaya Iklan Menjadi Hemat

Biaya pemasaran digital jauh lebih murah jika dibandingkan dengan banyak strategi pemasaran tradisional. Dengan banyak strategi pemasaran digital, seperti pemasaran konten, pemasaran media sosial, dan pengoptimalan mesin telusur, Anda dapat menerapkannya secara gratis jika Anda bersedia meluangkan waktu dan berusaha.

Baca Juga  Mendapat Untung Berlipat dengan CPA Marketing

Membangun Nama Brand

Digital marketing membantu Anda membangun nama brand dengan baik. Eksistensi dunia maya dengan keberadaan brand Anda sangat penting karena orang akan melakukan pencarian online sebelum membeli produk Anda. Terutama jika Anda menyasar ke target yang membutuhkan produk Anda atau membuat iklan yang impactful, ini akan meningkatkan brand awareness brand Anda.

Adanya Interaksi Langsung

Digital marketing memungkinkan adanya interaksi langsung antara Anda sebagai pemilik bisnis dan para calon konsumen. Interaksi langsung ini bisa berupa komentar di laman media sosial atau bahkan pengiriman pesan pribadi dalam direct message (DM).

Teknik Pemasaran Lebih Variatif

Berbeda dengan traditional marketing yang tekniknya monoton, seperti memasang poster di jalan maupun membagikan brosur. Digital marketing lebih variatif karena pilihan media promosinya banyak. Bisa memakai gambar, video, SEO, marketplace, dan lain sebagainya.

Mempercepat Proses Penjualan

Perlu diakui bahwa digital marketing efektif untuk mempercepat terjadinya penjualan. karena digital marketing ini sifatnya online sehingga ketika konsumen melihat iklan dan tertarik. Maka akan langsung mengambil aksi, mulai dari menghubungi kontak maupun langsung mengisi form pemesanan.

Membantu Pengelolaan Bisnis

Jika Anda memilih digital marketing, maka sama artinya dengan mendapat kemudahan mengelola bisnis. Misalnya Anda berjualan lewat website, maka bisa update stok sekaligus melayani pelanggan dari website tersebut. Sehingga sangat mungkin bisnis dikelola tanpa perlu merekrut banyak karyawan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan Anda bisa mengelola sendiri, sehingga menjadi lebih mudah.

Banyak Digunakan di Zaman Sekarang

Karena mayoritas orang telah mengenal gawai dan menggunakan internet dalam sehari-hari maka pemasar pun mulai menargetkan iklannya lewat internet. Sehingga banyak marketer yang menggunakan digital marketing sebagai metode pemasaran yang lebih tepat sasaran untuk audiens.

Hal ini juga didukung oleh traditional marketing tidak dapat diukur dan mulai kurang dampaknya serta hanya menjangkau audiens lokal. Sehingga digital marketing ini terus berkembang secara signifikan seiring dengan kebutuhan dan perkembangan internet yang maju.

Kekurangan Digital Marketing

Selain kelebihan, Digital marketing juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut:

Tidak Permanen

Upaya pemasaran digital seperti iklan Google, spanduk, promosi email, atau iklan media sosial dapat bersifat sementara dan cepat berlalu. Karena iklan yang dipasang umumnya memiliki periode waktu tertentu.

Mereka tidak berwujud seperti baliho, pamflet atau iklan di koran dan dapat dengan mudah diabaikan. Jika audiens target Anda terus menggulir atau mengklik ke halaman berikutnya, iklan Anda akan hilang dari layar mereka.

Sulit Dijalankan tanpa Pengalaman

Digital marketing tidak bisa dilakukan secara instan dan perlu pengalaman yang cukup. Bahkan dashboard digital marketing yang paling umum digunakan seperti Google Analytics, Google Ads dan Facebook Ads Manager sangat rumit dipahami oleh orang awam yang baru menggunakan, perlu waktu yang lama untuk belajar dan terbiasa. Itulah sebabnya banyak perusahaan memilih menggunakan digital marketing agency atau jasa digital marketing yang menyediakan Facebook Ads atau Google Ads.

Pesaing yang Semakin Banyak

Adanya pesaing bisnis yang semakin banyak maka perusahaan Anda juga bisa semakin mudah untuk di geser. Inilah mengapa penting untuk Anda menciptakan iklan yang berbeda dari iklan sejenis dan tentu saja dengan jasa pengiklan yang terpercaya.

Karena dari kreatifitas ini maka setiap para pembuat digital marketing ini lah yang membedakan antara satu iklan dengan iklan yang lainnya. Sebab hal ini lah kemudian setiap orang di paksa harus mampu menciptakan sebuah iklan dengan kreatifitas yang sangat tinggi. Sebab jika kalah dalam segi kreatifitas pembuatan iklan maka iklan perusahaan tersebut pasti tergeser.

Rentan Penipuan

Digital Marketing juga merupakan kerentanan terhadap segala kegiatan penipuan. Begitu banyak website yang tidak sah untuk merampok uang para pelanggan. Spamming juga menjadi salah satu tantangan terbesar bagi digital marketing dan rata rahasia pun akan dengan mudah dicuri oleh hacker.

Tidak Semua Pelanggan Mahir Menggunakan Internet

Banyak pelanggan yang tidak begitu mahir menggunakan internet sehingga hal itu bisa membuat bisnis Anda kehilangan pelanggan. Berbeda dengan generasi milenial, generasi di atasnya yang mungkin belum terlalu familiar dengan internet marketing. Itulah mengapa beberapa kalangan usia lebih suka beli produk offline daripada online.

Jadi, manakah yang lebih baik, traditional marketing dan digital marketing? Jawabannya, kembali pada kebutuhan penggunanya.

Digital marketing kini menjadi pilihan terbaik bagi kebanyakan orang. Jika Anda ingin menjangkau lebih banyak orang dengan biaya yang lebih rendah, pemasaran digital bisa menjadi solusi. Digital marketing bisa membantumu mengumpulkan informasi penting tentang pelanggan, sehingga kampanye pemasaran menjadi lebih efektif. 

Namun, bukan berarti harus mengabaikan traditional marketing. Kalau Anda ingin menjangkau konsumen yang masih awam dengan internet, cara ini bisa menjadi solusi. Dan bahkan mungkin lebih efektif dan menguntungkan daripada pemasaran digital. Walaupun tampak kuno, faktanya masih banyak yang menggunakan cara pemasaran yang satu ini. 

Untuk memahami digital marketing, Anda bisa mengikuti webinar yang diadakan oleh Exabytes dalam Exabytes Digital Day (EDD). Event ini adalah event rutin setiap bulan yang membahas topik seputar digital marketing, bisnis online hingga SEO. Jangan lupa ikutan event Exabytes untuk menambah wawasan baru terhadap digital marketing.

Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan baru kepada Anda mengenai traditional marketing dan digital marketing.

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments