Panduan Lengkap Belajar Copywriting

1084
Belajar Copywriting
7 min read

Digital marketing menjadi lini pemasaran paling menjanjikan bagi bisnis di era kekinian. Teknik ini menjanjikan pasar yang lebih luas dengan biaya yang relatif lebih murah dari pemasaran konvensional. Namun, jika ingin sukses dalam dunia digital marketing, Anda harus belajar copywriting yang merupakan salah satu kunci suksesnya.

Copywriting fokus pada teknik membujuk calon konsumen dengan rangkaian teks atau tulisan. Seorang copywriter bertugas mendorong calon konsumen untuk melakukan tindakan yang menguntungkan bisnis. Penasaran bagaimana lengkapnya? Yuk kita bahas.

Apa Itu Copywriting?

Sebelum lebih jauh belajar copywriting, tentu kita harus tahu pengertian copywriting itu sendiri, bukan?

Copywriting adalah seni membuat tulisan yang dapat menginformasikan, menginspirasi serta mendorong seseorang melakukan tujuan pemasaran tertentu seperti pembelian, pengisian data, dan sebagainya. Berbeda dengan penulisan konten biasa, copywriting bertujuan untuk menciptakan konversi dari sebuah kampanye pemasaran digital.

Penulis copywriting disebut sebagai copywriter, atau istilah gampangnya penulis iklan. Copywriter merupakan profesi penulis khusus yang memiliki bayaran atau gaji tinggi di industri. Hal ini dikarenakan mereka memainkan peran penting dalam suksesnya sebuah kampanye digital marketing sebuah bisnis.

Dunia yang sudah serba digital mendorong bisnis terjun ke dalam digital marketing. Dampak dari fenomena ini adalah semakin banyak yang mau belajar copywriting. Apakah Anda juga ingin mempelajari skill kekinian ini? Jika iya, Anda beruntung karena setelah ini kami akan membahas lebih lanjut tentang teknik penulisan teks copy.

belajar copywriting
Ilustrasi menulis copywriting (Sumber: Pixabay.com)

Tips Belajar Copywriting

Sebelum kita belajar cara menulis teks copy lebih jauh, ada beberapa tips yang perlu Anda lakukan. Poin-poin di bawah ini akan sangat menentukan kualitas copy yang Anda hasilkan kelak.

Kenali audiens Anda

Tujuan utama dari copywriting adalah mengkonversi kunjungan atau lead (prospek) menjadi sales (penjualan). Intinya, Anda bertugas mengarahkan pembaca melakukan tindakan tertentu. Oleh karena itu Anda harus mengenali audiens atau pembaca Anda. Mulai dari usia, gender, penghasilan, dan beberapa data yang sesuai dengan target pasar.

Gunakan nada yang tepat

Seorang pemasar mesti menggunakan nada optimis dalam menjual produk atau jasa. Ketika ingin mempromosikan sesuatu dengan copywriting, sebaiknya Anda mencocokkan nada tulisan dengan target pasar. Jika target pasar adalah kaum muda, maka sapaan “kamu” lebih cocok dibanding “Anda”. Tutur kalimat juga harus disesuaikan dengan mereka.

Atasi pain points pelanggan

Setiap produk atau jasa akan dilirik oleh pelanggan ketika produk atau jasa itu bisa menyelesaikan masalah mereka. Pain point berarti masalah spesifik atau kesulitan yang dialami oleh calon pelanggan.

Baca Juga  Marketers Jangan Sampai Ketinggalan, Ikuti MarketingFest Sekarang!

Sebagai contoh, banyak orang yang ingin menikmati makanan yang dijual di toko tertentu namun tidak bisa keluar rumah. Pain point ini bisa menjadi titik fokus Anda dalam menulis copywriting untuk jasa pesan-antar makanan.

Panduan Lengkap Belajar Copywriting - 2021
Cari dan atasi pain points calon pelanggan (Sumber: Pexels.com)

Amati, tiru dan modifikasi

Sebagai copywriter pemula, tentu akan sulit bagi kita dalam menghasilkan teks copy yang “nendang”. Oleh karena itu, tips belajar copywriting selanjutnya adalah gunakan teknik “amati, tiru, dan modifikasi” atau ATM.

ATM bukan berarti menyalin-tempel konten orang lain, tapi cobalah baca copy yang ditulis orang, pelajari struktur hingga pilihan katanya, lalu tulis ulang dan modifikasi oleh Anda tanpa harus melihat kembali teks itu.

Tes copy yang telah dibuat

Untuk meyakinkan diri Anda tentang seberapa bagus copy yang telah Anda buat, lakukanlah tes. Divisi digital marketing dari sebuah perusahaan dapat melakukan tes yang dinamakan A/B Testing. Metode ini adalah metode pengujian copywriting yang populer.

A/B Testing memerlukan 2 teks copy yang dipromosikan lalu melihat manakah di antara keduanya yang paling tinggi konversinya. Anda juga bisa melakukan A/B Testing pada teks copy yang telah Anda buat.

Namun karena Anda sedang dalam tahap belajar copywriting, Anda tidak perlu menjalankan kampanye berbayar untuk mengetes copy yang sudah Anda hasilkan. Cobalah minta pendapat dari rekan-rekan kerja atau kolega Anda.

Menulis Copywriting yang Menjual

Setelah memahami semua yang penjelasan sebelumnya, kali ini kita akan membahas langkah-langkah dalam penulisan copywriting. Satu-satunya cara terbaik dalam belajar copywriting adalah menulis teks copy pertama Anda. Berikut langkah menulis copywriting yang menjual.

Buat headline yang kuat

Headline atau judul adalah hal pertama yang dilihat oleh calon pelanggan pada sebuah copywriting. Headline mesti kuat agar bisa menarik perhatian pembaca untuk mau membaca keseluruhan copy. Gunakanlah kalimat yang “memaksa” calon pelanggan membaca copy Anda.

Untuk lebih memahami langkah ini, kita ambil contoh pembuatan copy untuk oli mesin motor. Pikirkanlah sebuah headline yang menarik dan memicu rasa ingin tahu, seperti “Rahasia mesin motor selalu awet telah ditemukan!”. Ada banyak cara menulis headline, tapi setiap headline punya tugas yang sama, yaitu menarik atensi dari pembaca.

Jika headline yang Anda buat rasanya belum terlalu menarik, buatlah headline yang lain.

Ciptakan teras terbaik

Saat belajar copywriting, Anda juga harus mengenal lead atau teras. Teras atau lead merupakan kalimat tambahan setelah headline. Teras menarik atensi tambahan dari pembaca.

Jika tadi kita sudah membuat headline, kita bisa tambahkan satu atau dua kalimat untuk lead agar copywriting lebih menjual. Contohnya: Jaga mesin motor tetap pria bersama oli formula dan teknologi terbaru. 

Baca Juga  7 Alasan Pentingnya Beriklan di Sosial Media Untuk Bisnis Online

Menulis seperti Anda bicara

Saat menulis copywriting, Anda harus menulis sebagaimana Anda bicara agar penawaran bisa masuk ke dalam hati calon pelanggan. Agar calon pelanggan paham, gunakanlah kalimat-kalimat yang pendek.

Copywriting adalah teks iklan dan tidak mudah membuat orang mau membaca iklan yang bertele-tele dan panjang. Hargai waktu pembaca dan tarik mereka ke dalam untaian kata yang efektif dan menyampaikan pesan dengan baik.

Menulis untuk satu orang

Hindari menulis kata “mereka” dalam teks copy. Sebaiknya Anda menggunakan kata sapaan untuk orang kedua seperti “kamu” atau “Anda”. Posisikan diri Anda sedang berbicara dengan calon pelanggan saat menulis copy.

Ketika Anda menulis langsung untuk pembaca, akan lebih mudah menyampaikan informasi dan mencapai tujuan pemasaran yang diinginkan.

Gunakan kalimat aktif

Sangat disarankan bagi seseorang yang sedang belajar copywriting untuk membiasakan diri menggunakan kalimat aktif. Kalimat aktif dapat menjelaskan dengan lebih baik informasi yang ingin Anda sampaikan. Tingkat keterbacaan kalimat aktif juga lebih baik dan ini berkaitan dengan Search Engine Optimization (SEO) sebuah website.

Gunakan psychological triggers

Psychological triggers atau dorongan psikologis adalah elemen yang sangat penting di dalam copywriting. Elemen ini dapat mempengaruhi calon pelanggan untuk membeli produk atau menggunakan jasa Anda. Ada banyak jenis dorongan psikologis yang bisa Anda gunakan.

Ketika membaca sebuah iklan, pernahkah Anda menemukan frasa “persediaan terbatas”, “satu kamar tersisa”, atau sejenisnya?

Frasa tadi mendorong calon pelanggan untuk segera melakukan pembelian. Contoh-contoh ini termasuk ke dorongan psikologis jenis “scarcity” atau bisa diartikan “kelangkaan”. Selain itu masih banyak jenis psychological triggers lainnya seperti social proof, hope, dan sebagainya.

Panduan Lengkap Belajar Copywriting - 2021
Sales funnel dalam copywriting (Sumber: Pixabay.com)

Jangan lupakan call to action

Langkah ini adalah penguat dari copywriting Anda, ajaklah pembaca untuk melakukan tindakan yang diinginkan dalam kampanye pemasaran Anda. Sebuah copywriting akan sia-sia jika tidak disertai dengan call to action (CTA). Anda bisa mengajak pembaca untuk membeli produk, mempelajari lebih jauh, dan sebagainya.

Call to action awalnya dibuat dalam bentuk teks dan disempurnakan dengan tombol atau formulir yang dapat diisi pembaca agar terhubung dengan bisnis Anda. Pengunjung yang melakukan kontak pada bisnis ini disebut sebagai lead atau prospek yang berpotensi untuk menghasilkan konversi.

Nah, bagaimana menurut Anda? Belajar copywriting itu tidak sesulit bayangannya, bukan? Hal yang perlu Anda perhatikan dalam menulis copy adalah berpikir sebagaimana calon pelanggan Anda berpikir. Buatlah tulisan yang senyaman dan secocok mungkin dengan psikologi target pasar Anda.

Jika perlu, Anda bisa melakukan riset mengenai psikologi calon konsumen. Semakin baik sebuah copywriting maka akan semakin baik konversi yang dihasilkan. Bukankah itu tujuan dari digital marketing, bukan? Semoga Anda berhasil membuat copywriting terbaik, terima kasih sudah membaca.

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
3.3 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments