12 Tren Marketing di 2021 Yang Harus Kamu Tahu

2941
Tren Marketing 2021
10 min read

Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup mengejutkan kita semua. Bagaimana tidak, COVID-19 telah membuat segala rutinitas kita harus dilakukan dengan cara dan suasana yang berbeda. Pasti ada beberapa dari kamu mengalami kesulitan dengan perubahan mendadak seperti ini.

Secara tidak langsung, pandemi ini membuat beberapa hal berubah salah satunya cara memasarkan bisnis atau marketing. Tahun ini menuntut kita untuk beralih ke pemasaran secara online agar bisnis tetap bertahan. Sungguh perubahan yang sangat terasa mengingat banyak dari kita yang belum pintar dalam dunia digital marketing.

Apalagi tren marketing yang terus berubah mengikuti situasi. Seperti pandemi ini yang merubah tren marketing dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Nah, tahun 2020 tersisa kurang lebih 1 bulan lagi, guys. Kira-kira tren marketing di 2021 seperti apa ya?

Tren Marketing di Tahun 2021

Beberapa tren marketing di bawah ini diprediksi akan mendominasi dan melejit untuk pemasaran di tahun mendatang nih. Pastikan kamu mengetahui tren marketing di tahun 2021 agar pemasaran kamu maksimal.

Yuk simak bersama penjelasannya pada artikel dibawah ini!

Konten yang ‘Shoppable’

Tren Marketing di 2021 : Konten yang shopable
Source: instagram.com

Pernahkah kamu klik pada sebuah postingan di Instagram dan seketika muncul harga produk tersebut? Itulah yang dinamakan konten ‘shoppable’. Konten seperti ini juga membuat pelanggan memiliki niat beli yang lebih tinggi lho guys.

Hal ini dikarenakan ketika kamu mengklik, sudah tertera harga dan juga bisa langsung melakukan transaksi. Makanya, cukup banyak brand atau perusahaan yang menyukai fitur ini untuk promosi brand mereka.

Semakin mudah transaksi, semakin besar kemungkinan mereka membeli. Tidak perlu lagi susah-susah pergi ke halaman lain untuk pelanggan mengetahui harga atau diskon terkait produk tersebut. Cukup menggunakan fitur ini maka pelanggan bisa langsung diarahkan ke kasir.

Namun sayangnya, akses untuk fitur ini masih minim karena hanya merek besar dengan akun yang telah verified saja yang bisa menggunakannya. Kamu harus memiliki followers yang cukup banyak agar bisa menggunakan fitur ini.

Micro Influencer

Micro Influencer

Siapa yang tidak merasakan bahwa influencer semakin berperan besar dalam pemasaran sebuah brand? Beberapa orang mengakui bahwa mereka sering membeli barang sebab dari review para influencer yang ada di sosial media. Oleh karena itu, para pebisnis mulai beralih ke penggunaan jasa influencer karena lebih efektif dan mudah. Engagement yang diberikan juga cukup besar.

Namun, penggunaan influencer yang besar pasti membutuhkan biaya yang tidak murah bukan? Apalagi influencer besar sering kali melakukan kerjasama dengan sebuah brand yang membuat keaslian postingan mereka tidak lagi dipercaya oleh para followers mereka.

Nah, sekarang banyak perusahaan menggunakan jasa micro influencer yang memiliki followers 1.000 sampai 100.000 orang nih guys! Walaupun micro influencer memiliki jangkauan yang lebih kecil, namun micro influencer terbukti lebih memiliki ikatan hubungan yang erat dengan para pengikutnya lho. 

Jika kamu ingin memasarkan produk ke audiens yang lebih tertarget, maka micro influencer merupakan pilihan yang tepat nih! Seorang micro influencer juga biasanya erat kaitannya dengan niche tertentu sehingga dapat dengan mudah memilih micro influencer yang sesuai dengan brand kamu.

Model Bisnis Berbasis Langganan

Bisnis berbasis langganan

Model bisnis berbasis langganan (subscription-based) merupakan model bisnis yang menyediakan layanan berlangganan kepada pelanggan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya tersedia selama satu minggu, satu bulan, bahkan satu tahun.

Perusahaan bisa memberikan promo atau penawaran menarik lainnya pada subscription plan mereka untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para pelanggan. Salah satu perusahaan yang menggunakan model bisnis ini yaitu Netflix. Hanya dengan berlangganan, pelanggan sudah bisa menonton film dengan nyaman dan jernih.

Ada beberapa alasan model bisnis ini semakin digemari oleh perusahaan. Salah satunya yaitu keuangan perusahaan yang lebih terprediksi dan pelanggan yang telah terikat. Tak dipungkiri lagi, model bisnis ini sudah menjadi tren marketing beberapa tahun belakangan ini.

Iklan Non-Target

Iklan non target

Setiap orang akan melihat iklan sebuah barang yang ingin mereka beli. Namun, bagaimana kalau ternyata iklan non-target juga efektif untuk bisnis kamu? Bahkan menghasilkan keuntungan dan engagement yang lebih tinggi!

Saat pandemi seperti ini menghasilkan banyak sekali cara baru untuk memasarkan produk. Kalau biasanya pebisnis memasarkan iklan mereka ke target audiens tertentu, mereka bahkan mulai mencoba iklan non-target untuk mencoba strategi baru.

Ternyata keuntungan iklan non-target bisa lebih tinggi dibandingkan yang ditargetkan, lho! Dengan cara marketing seperti ini, kamu bisa jadi menjangkau audiens baru yang ternyata tertarik terhadap produkmu.

Emotional Branding

Emotional branding sebagai tren marketing 2021

Coba hindari konten yang terlalu menjual atau hard selling. Pasti kamu pun ngerasa bosan atau risih dengan konten yang hard selling. Ada baiknya kamu membuat konten yang soft selling atau dengan story telling.

Mulailah membuat konten yang lebih membangun kepercayaan dan hubungan dengan pelangganmu ya guys. Seseorang ternyata akan cenderung mengambil keputusan membeli yang dipengaruhi oleh perasaan dibandingkan logika.

Maka dari itu, emotional branding semakin populer saat ini. Banyak pebisnis membuat konten kreatif dan jujur untuk menyentuh hati pelanggan. Menanamkan loyalitas dan emosi pelanggan sangat penting. Bukan hanya sebagai produk namun juga menjadi keberadaan yang penting bagi hidup mereka. 

Banyak cara dilakukan oleh perusahaan dalam emotional branding mulai dari memberikan cerita yang inspiratif misalnya dari tokoh penting perusahaan, aspiratif, memberikan pesan bahwa mereka bisa memberikan kehidupan yang lebih baik, membawa kebanggaan lokal, dan lainnya.

Penggunaan Voice Search

Penggunaan Voice Search

Pasti banyak dari kamu yang sudah mengetahui tren voice search ini. Google voice search bahkan Siri misalnya yang semakin populer di masyarakat. Sangat disayangkan, penggunaan voice search dinilai kurang maksimal karena sering kali keyword yang diinput tidak akurat.

Nah, diprediksi voice search akan menjadi tren marketing 2021 nih, guys! Hal ini dikarenakan semakin marak penggunaan voice search untuk melakukan penelusuran. Kamu bisa memanfaatkan website, aplikasi, maupun platform lainnya untuk dioptimalkan dengan pencarian suara.

Tren Sosial Media

Tren sosial media sebagai tren marketing

Tak bisa dipungkiri, sosial media telah menjadi salah satu platform paling berpengaruh dalam pelaksanaan digital marketing. Sosial media juga masih akan menjadi pilihan utama dalam marketing pada tahun 2021 nanti.

Hal ini dikarenakan pada tahun 2020, pengguna media sosial terbukti meningkat drastis dibandingkan sebelumnya. Kesempatan ini banyak dimanfaatkan para pengusaha untuk melakukan pemasaran produk mereka. Ditambah lagi, kenyataan bahwa platform menghasilkan leads yang cukup banyak bagi perusahaan.

Contoh yang paling terasa di tahun ini yakni TikTok sebagai channel marketing. Sudah banyak influencer yang terjun di TikTok dan rupanya banyak audiensnya. Konten di TikTok pun juga dinilai lebih menarik dikarenakan memanfaatkan fitur video dan musik yang lebih kreatif.

Sekarang semakin banyak fitur-fitur mudah untuk kegiatan marketing misalnya Instagram Reels, TikTok, Instagram Stories, dan lainnya. Dengan memanfaatkan fitur yang ada, kamu bisa melakukan strategi marketing yang efektif nih!

Artificial Intelligence Marketing

12 Tren Marketing di 2021 Yang Harus Kamu Tahu - 2021

Tren marketing selanjutnya adalah teknologi Artificial Intelligence sedang marak dibahas oleh para pebisnis online. Bagaimana tidak, teknologi ini bisa mensimulasikan kecerdasan manusia, bahkan bisa menentukan strategi marketing sampai menganalisis kompetitor kamu!

Tanpa kita sadari, AI telah berperan besar pada kehidupan sehari-hari kita, lho. Misalnya saja ketika melakukan penelusuran pada Google. Lalu, Google memberikan keyword terkait lainnya. Ini merupakan salah satu contoh peran AI yang hadir pada kehidupanmu.

Tujuan sebenarnya penggunaan artificial intelligence marketing yaitu untuk memaksimalkan strategi, meningkatkan alur komunikasi, analisis data kustomer, melacak penjualan, hingga memproyeksikan perilaku konsumen. Penggunaan AI akan sangat memudahkan para pelaku bisnis dalam pekerjaan mereka juga, lho. Maka dari itu, penggunaan AI diprediksi akan semakin berkembang dalam pelaksanaan kegiatan digital marketing di tahun 2021.

Video Marketing

12 Tren Marketing di 2021 Yang Harus Kamu Tahu - 2021

Membuat sebuah video dalam memasarkan produk akan lebih meyakinkan pelanggan untuk membeli, lho. Dengan video marketing, pelanggan akan lebih mudah untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai produk yang dijual dan menjadi lebih percaya diri untuk melakukan transaksi.

Kamu bisa memanfaatkan video kreatif seperti video DIY, kisah pendiri perusahaan, video dengan cerita yang relevan dan lainnya. Buatlah konten video yang bisa membuat kamu semakin dekat dengan pelanggan. Semakin banyaknya aplikasi-aplikasi edit video membuat tren video marketing ini akan semakin marak digunakan para marketers nih, guys!

Viral Marketing

12 Tren Marketing di 2021 Yang Harus Kamu Tahu - 2021

Tren marketing selanjutnya yaitu viral marketing. Kamu pasti sering mengenal sebuah brand atau produk dari konten mereka. Mulai dari hashtag, challenge, ciri khas marketing, video yang unik, dan lainnya. Inilah yang disebut viral marketing.

Viral marketing merupakan startegi pemasaran yang dilakukan melalui media sosial yang bertujuan untuk menyampaikan pesan terkait produk atau brand. Banyak perusahaan berlomba-lomba membuat konten yang bisa booming di masyarakat.

Misalnya platform TikTok yang sedang populer. Banyak pebisnis memanfaatkan TikTok untuk membuat challenge unik pada platform ini. Tidak hanya di TikTok saja, thread di Twitter atau bahkan Instagram Reels di Instagram bisa kamu gunakan juga, lho.

Marketing Flywheel

12 Tren Marketing di 2021 Yang Harus Kamu Tahu - 2021

Sudah saatnya nih kamu meninggalkan model marketing funnel. Banyak perusahaan beralih menggunakan marketing flywheel lho, guys. Model marketing flywheel merupakan model bisnis yang memfokuskan pada pengalaman pelanggan.

Model marketing ini mengutamakan kepuasan pelanggan dibandingkan pencapaian target penjualan sebuah produk. Jika pelanggan puas akan pelayanan atau produk perusahaan, mereka akan melakukan re-purchasing atau pembelian kembali. Tentunya juga menghasilkan lebih banyak leads dan profit bagi perusahaan nih, guys.

Search Engine Optimization (SEO)

12 Tren Marketing di 2021 Yang Harus Kamu Tahu - 2021

SEO merupakan strategi penting yang perlu dilakukan sebuah website untuk dapat bersaing pada dunia digital. Apalagi mayoritas trafik website berasal dari mesin pencarian. Maka dari itu, semakin banyak perusahaan meningkatkan SEO mereka agar semakin tinggi peringkat website mereka di mata Google.

SEO yang baik berarti bahwa website kamu semakin mudah ditampilkan dan ditemukan pada mesin pencarian. Tentunya akan berimbas pada brand awareness dan meningkatnya trafik website kamu nih, guys.

Nah, kira-kira seperti itulah prediksi tren marketing pada tahun 2021 nanti, guys. Jangan sampai pemasaran yang kamu lakukan sudah ketinggalan zaman ya! Cobalah tren marketing di atas untuk memaksimalkan pemasaran brand kamu ya para marketers.

12 Tren Marketing di 2021 Yang Harus Kamu Tahu - 2021

Buat kamu yang ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai strategi dan tren marketing di tahun 2021, ada baiknya nih kamu ikutan event Exabytes yaitu MarketingFest. Akan hadir banyak pembicara andal yang akan membahas dunia marketing. Mulai dari content marketing, SEO, paid advertisement, Google Advertising, social media marketing hingga influencer marketing. Daftar segera disini ya.

Semoga artikel diatas dapat bermanfaat dan menambah insight kamu tentang strategi marketing terampuh untuk 2021 ya, Exabytes Friends!

Credit: Carissa Dea Chrestella Prayudhi

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak