Cross Selling dan Up Selling: Strategi Jitu Optimalkan Penjualan

244
9 min read

Coba cross selling dan up selling, strategi jitu yang bisa membantu mengoptimalkan hasil penjualan bisnis online kamu.

Dalam memasarkan produk atau layanan, ada begitu banyak teknik yang digunakan oleh bisnis atau pengusaha termasuk cross selling. Bagi sebagian besar orang, teknik cross selling dan up selling menjadi teknik yang memberikan banyak pengaruh. Tidak heran jika kedua teknik marketing tersebut digunakan oleh berbagai bisnis online.

Jika kamu belum pernah mendengar kedua istilah tersebut, kini saatnya untuk mencari tahu apa saja kelebihan yang bisa didapatkan saat menggunakan teknik pemasaran cross selling dan up selling. Dengan begitu, kamu juga bisa menentukan digital marketing metric guna mengetahui sejauh mana tujuan bisa dicapai.

Penasaran? Yuk simak artikel satu ini!

Apa Itu Cross Selling?

apa itu cross selling
Pikat pelanggan untuk membeli produk yang lebih lengkap dengan teknik penjualan cross selling. (Sumber: pixabay)

Karena teknik marketing cross selling adalah sesuatu yang baru kamu tahu saat ini, wajar jika kamu masih penasaran seperti apa itu cross selling. Strategi marketing satu ini dikenal cukup efektif untuk meningkatkan penjualan. Mungkin ini juga menjadi alasan kenapa teknik pemasaran satu ini sangat populer. 

Teknik cross selling dilakukan untuk memikat pelanggan atau konsumen agar melengkapi produk yang mereka beli.

Salah satu strategi cross selling yang banyak dilakukan adalah menawarkan produk tambahan yang berhubungan dengan produk yang kamu beli. Misalnya, saat kamu mencari roti tawar, petugas kasir juga akan menawarkan selai, mentega, dan mesis. 

Kelebihan dan Kekurangan Cross Selling

Setiap teknik marketing yang digunakan termasuk cross selling hadir dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan apakah cross selling cocok untuk bisnis yang kamu jalankan atau tidak.

Berikut adalah ulasan kelebihan dan kekurangan dari cross selling.

KelebihanKekurangan
Menambahkan nilai bagi pelanggan dengan paket harga yang lebih rendah namun variasi produk yang lebih banyakCross selling merupakan tantangan karena harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan
Membangun kepuasan dan kesetian pelangganWaktu implementasi yang tidak tepat bisa membuat kamu kehilangan pelanggan potensial
Meningkatkan penjualan produk yang bermargin rendahMembuat pelanggan tidak nyaman
Menjadi poin pembeda dari para kompetitor

Apa Itu Up Selling?

apa itu up selling
Up selling akan memengaruhi konsumen membeli produk dengan nilai yang lebih tinggi. (Sumber: pixabay)

Selain cross selling, kamu juga bisa menggunakan strategi lain seperti up selling. Up selling merupakan strategi yang digunakan dengan cara menawarkan produk yang memiliki nilai yang lebih tinggi namun memiliki nilai tambah. 

Nilai tambah tersebut bisa berupa kualitas yang lebih baik, fitur yang lebih banyak, atau kuantitas yang lebih, dan lain sebagainya.

Pernahkah kamu makan di restoran cepat saji? Saat memesan kentang dengan ukuran regular, kasir mungkin menawarkan kamu untuk upgrade kentang goreng tersebut ke ukuran large. 

Hanya dengan menambahkan sekian rupiah, pembeli bisa mendapatkan produk dengan isi yang lebih banyak. Ini adalah contoh simple penerapan up selling.

Kelebihan dan Kekurangan Up Selling

Sudah menerapkan social media marketing bukan berarti kamu akan membatasi upaya untuk mendapatkan penjualan sebanyak-banyaknya, bukan? Itulah kenapa kamu juga harus mempertimbangkan up selling terlebih dengan berbagai kelebihan yang diberikan. 

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan up selling yang tidak boleh kamu lewatkan.

KelebihanKekurangan
Menambah nilai pada pelangganTerkesan memaksa dan terlihat sebagai taktik penjualan di mata pelanggan apabila up selling tidak dilakukan dengan baik
Meningkatkan akuisisi pelanggan
Membangun kepuasan dan kesetiaan pelanggan
Meningkatkan nilai kesetiaan pelanggan

Contoh Cross Selling dan Up Selling

Teknik pemasaran cross selling dan up selling dapat diterapkan dalam pemasaran konvensional maupun digital. Untuk bisa lebih memahami kedua teknik marketing ini, kamu bisa mencari beberapa contoh penerapan cross selling dan up selling, seperti di bawah ini

Contoh Cross Selling

Masih bingung bagaimana memulai cross selling? Mungkin kamu bisa belajar dari beberapa contoh penggunaan cross selling di bawah ini.

  • Menawarkan aksesoris ponsel saat pelanggan membeli smartphone baru.
  • Memberikan paket bundling smartphone dengan kartu SIM baru.
  • Menawarkan SSL saat pelanggan membeli layanan hosting.
  • Menawarkan paket pembuatan website dengan desain website.
  • Tawarkan juga layanan digital marketing lain seperti Facebook Ads saat pembeli memilih Google Ads Indonesia.

Jika belum tahu apa itu Google Ads, kamu bisa membaca artikel satu ini.

Contoh Up Selling

Sudah memutuskan untuk menggunakan up selling saat hendak memasarkan produk atau layanan? Akan lebih baik jika kamu benar-benar memahami seperti apa up selling dapat membantu mencapai tujuan pemasaran dan meningkatkan penjualan. 

Salah satunya adalah dengan cara mencari beberapa contoh penggunaan up selling baik dalam pemasaran konvensional maupun digital.

  • Menawarkan untuk upgrade ukuran minuman dari reguler ke large dengan tambahan harga yang tidak terlalu besar.
  • Tawarkan kapasitas hosting yang lebih besar dari layanan hosting yang dicari oleh pelanggan.
  • Tawarkan tambahan topping saat pembeli memilih ayam geprek original.
  • Gunakan fitur add-on produk di website yang akan mengarahkan pembeli untuk mengupgrade pilihan item mereka.

Perbedaan Cross Selling dan Up Selling

Perbedaan cross selling dan up selling
Bedakan antara cross selling dan up selling agar tidak keliru. (Sumber: freestock)

Meski sama-sama menjadi teknik pemasaran yang juga bisa diterapkan dalam digital marketing, tetapi kamu harus bisa membedakan kedua teknik tersebut. Berikut adalah beberapa perbedaan antara cross selling dan up selling.

Produk yang Ditawarkan

Dilihat dari pengertian cross selling dan up selling, kamu pasti bisa menyimpulkan bahwa produk yang ditawarkan saat menggunakan kedua teknik tersebut berbeda. 

Jika cross selling hanya menawarkan produk untuk memaksimalkan penjualan, up selling menggunakan produk yang sama namun dengan tambahan nilai atau value sehingga harganya lebih tinggi dari produk yang sebelumnya.

Saat hendak menggunakan kedua teknik pemasaran tersebut, pastikan kamu tidak melupakan betapa pentingnya unique selling point produk yang ditawarkan sehingga pelanggan akan tertarik membeli produk yang kamu tawarkan.

Promosi Produk

Dari segi promosi, kamu bisa melihat bahwa cross selling adalah strategi yang tidak membatasi produk yang ditawarkan. Kamu bahkan bisa menawarkan sebanyak mungkin produk yang dirasa bisa melengkapi produk utama yang pelanggan beli. 

Sedangkan up selling hanya menawarkan produk serupa namun dengan kualitas yang lebih tinggi dari produk yang dicari oleh pelanggan.

Jika ingin mengimplementasikan kedua teknik pemasaran ini dalam pemasaran secara online, kamu harus terlebih dahulu tahu bagaimana cara membangung strategi digital marketing

Dengan begitu kamu bisa menambahkan cross selling dan up selling ke dalam daftar strategi marketing yang hendak diterapkan guna memaksimalkan penjualan dan profit.

Harga Produk yang Ditawarkan

Perbedaan selanjutnya antara cross selling dan up selling terletak pada harga produk yang ditawarkan. Up selling menawarkan produk serupa dengan nilai yang lebih sehingga secara otomatis harganya juga akan lebih mahal dari produk sebelumnya. 

Sedangkan cross selling menawarkan produk pelengkap dan tidak memengaruhi harga produk utama yang pelanggan beli.

Tips Memaksimalkan Cross Selling dan Up Selling

Tips maksimalkan cross selling dan up selling
Coba beberapa tips memaksimalkan cross selling dan up selling. (Sumber: freepik)

Sebagai pebisnis, kamu harus bisa mencari tahu produk apa yang paling sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, bukan? Dengan begitu, kamu bisa memaksimalkan hasil teknik pemasaran dan promosi yang dijalankan termasuk cross selling dan up selling.

Untuk bisa meningkatkan penjualan, kamu bahkan bisa melakukan search engine marketing untuk melengkapi cross selling, up selling, dan strategi marketing lainnya. Lalu, bagaimana cara memaksimalkan cross selling dan up selling? Berikut adalah tips dan ulasan lengkapnya!

Kenali Audiens

Mengenali audiens merupakan bagian penting dalam menerapkan strategi pemasaran, termasuk cross selling dan up selling. Seorang pebisnis harus tahu kebutuhan dan kekuatan pembelian calon pembelinya. Kamu bisa memulainya dengan mencari tahu kebiasaan dan demografi mereka. 

Kamu tidak bisa menjalankan kedua trik marketing di atas hanya berdasarkan tebakan saja. Bagaimana pun juga, data sangat dibutuhkan dan bisa membantu mempersiapkan penawaran cadangan sehingga kamu bisa memberikan penawaran B saat penawaran A tidak diterima oleh pembeli.

Coba gunakan data dari conversion rate website atau toko online milikmu untuk mengetahui kebiasaan pelanggan.

Batasi Rekomendasi Up Selling yang Ditawarkan

Up selling memang menarik untuk diterapkan karena bisa membantu meningkatkan penjualan. Namun, bukan berarti kamu akan menawarkan berbagai pilihan karena hal tersebut malah membuat pelanggan kebingungan.

Up selling yang sukses dimulai dengan memberikan solusi untuk masalah yang pembeli hadapi. Jadi, jangan sampai kamu membuat mereka bingung dan bertanya-tanya. Pastikan trik up selling kamu mudah dan simpel. 

Coba Bundling

Bundling tidak hanya mendorong cross selling tetapi juga up selling. Mengemas barang-barang menjadi bundel merupakan ide yang bijaksana, dimana kamu juga bisa memengaruhi konsumen agar pada akhirnya membeli produk bundling yang kamu tawarkan.

Misalnya, kamu bisa menjual template, plugin, dan logo WordPress secara bersamaan dalam bentuk bundling, bukan menjualnya secara terpisah. Dengan begitu, kamu memiliki peluang yang lebih untuk bisa menjual ketiga item tersebut. Alhasil, cara ini bisa meningkatkan penjualan dan pendapatan. 

Jangan Berlebihan

Bukankah sesuatu yang berlebih itu tidak baik? Baik cross selling maupun up selling merupakan strategi penjualan yang bagus, namun jangan lakukan secara berlebihan. Coba pilih beberapa item yang paling sesuai target yaitu bisa memenuhi keinginan, kebutuhan, dan minat konsumen.

Kesimpulan

Untuk memaksimalkan penjualan dan profit, kamu bisa memanfaatkan strategi cross selling dan up selling. Kedua strategi tersebut kini semakin populer karena banyak pebisnis yang mendapatkan hasil yang maksimal saat mengimplementasikannya.

Namun, akan lebih baik jika kamu juga menggunakan strategi marketing dan promosi lain sehingga bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Misalnya dengan mengiklankan produk kamu di beberapa sosial media atau dengan memilih iklan Google.
Nah, jika kamu tertarik untuk menggunakan iklan Google, kamu bisa mendapatkan jasa Google Ads terbaik dari Exabytes. Jadi, tunggu apa lagi? Promosikan dan pasarkan produk atau layanan kamu sekarang juga!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments