8 Langkah Yang Harus Dilakukan Saat Migrasi Hosting

52
8 Langkah Migrasi Hosting
10 min read

Dalam mengoperasikan sebuah website, tentunya kamu mengharapkan yang terbaik agar website berjalan maksimal. Setiap pengelola website akan mengusahakan kecepatan akses pada website miliknya, keamanan penyimpanan data-data website, ruang yang besar untuk menyimpan data, dan lainnya. Hosting menjadi salah satu hal terpenting dalam pengoperasian sebuah website lho guys! 

Hosting yang buruk akan sangat berdampak pada kesuksesan website yang kamu miliki. Misalnya jika akses sangat lambat, pasti pengunjung akan malas dan meninggalkannya. Jika begini, tandanya kamu harus untuk migrasi hosting.

Dari sekian banyak penyedia jasa hosting, pasti banyak yang mengalami kesulitan dalam menentukan hosting mana yang paling sesuai dengan website. Alhasil, biaya yang dikeluarkan akan sia-sia jika memilih hosting yang keliru. Mungkin sering terlintas di pikiran untuk melakukan migrasi hosting namun khawatir akan prosesnya yang sulit dan berbahaya terhadap website.

Nah, artikel dibawah ini akan menjelaskan mengenai langkah penting yang harus dilakukan saat migrasi hosting. Yuk kita pahami artikel dibawah ini!

Apa itu Migrasi Hosting?

Migrasi Hosting adalah kegiatan untuk memindahkan website dari penyedia layanan hosting yang lama ke layanan hosting yang baru. Migrasi hosting biasanya dilakukan karena pemilik website memiliki beberapa masalah atau kurang puas terhadap layanan hosting yang lama. Misalnya kurangnya space untuk menyimpan data, kurangnya keamanan hosting, masa berlangganan sudah habis, faktor biaya, dan lainnya.

Ilustrasi Data Migrasi

6 Tanda Kamu Harus Migrasi Hosting

Pengelola website pasti memperhatikan kinerja pada website miliknya. Oleh karena itu, kamu perlu evaluasi agar dapat menentukan langkah yang tepat untuk websitemu. Wajar jika menemukan beberapa masalah pada website. Tetapi beberapa masalah ini bisa saja disebabkan oleh hosting yang tidak sesuai lho. Kalau begitu, sebaiknya kamu melakukan migrasi ke hosting baru yang lebih terpercaya.

Berikut beberapa pertanda kamu harus melakukan migrasi ke hosting yang baru:

Server Sering Mengalami Downtime

Server sering down merupakan masalah yang dianggap serius oleh pengunjung. Walaupun server down hanya terjadi beberapa detik, pengunjung bisa kehilangan kepercayaan kepada website tersebut. Pengunjung akan merasa website tersebut memiliki kualitas rendah dan tidak bisa diandalkan. Hal ini akan berdampak juga kepada penurunan peringkat website dan kerugian karena kehilangan pelanggan potensial. 

Kecepatan Website Lambat

Selain server yang sedang ramai, lokasi server pada website juga menentukan kecepatan proses data kepada pengunjung. Kecepatan website berpengaruh terhadap meningkatnya traffic website. Pengunjung akan malas untuk melanjutkan penelusuran pada website kamu jika prosesnya lambat. Website yang lambat juga akan terlacak oleh Google dan berdampak pada peringkat mesin pencarian.

Customer Service yang Buruk

Dalam menggunakan layanan hosting, mungkin akan terjadi beberapa masalah pada website. Kamu bisa meminta jasa hosting untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apabila layanan hosting tidak memberikan solusi yang sesuai dan sulit dihubungi, sudah saatnya untuk mencari layanan hosting baru. Penyedia hosting yang baik akan melayani dan memberikan solusi kepada pelanggan dengan cepat dan akurat.

Website Membutuhkan Space yang Lebih Besar

Ketika bisnis semakin berkembang, maka website juga membutuhkan server yang bisa menampung lalu lintas padat dan data yang semakin banyak. Kamu bisa mencari hosting yang tepat dalam menyediakan space yang besar. Dengan melakukan upgrade pada hosting, kinerja website akan semakin maksimal.

Baca Juga  9 Alasan Memilih Dedicated Server

Biaya Hosting yang Mahal

Dalam menentukan hosting, kamu harus menyesuaikan dengan kebutuhan website. Jangan sampai kamu menggunakan paket yang tidak sepenuhnya terpakai di website. Hal tersebut sangat membuang biaya. Cari hosting lain dengan harga yang lebih terjangkau dan paketnya sesuai denganmu.

Keamanan yang Kurang

Keamanan menjadi faktor yang penting dalam memilih hosting. Jangan sampai terjadi kehilangan atau kebocoran data-data penting pada website. Hal tersebut mengakibatkan website kamu kehilangan kepercayaan dari pelanggan.  

Ilustrasi migrasi hosting

8 Langkah untuk Melakukan Migrasi Hosting

Membuat Backup File pada Website

Kebanyakan layanan hosting sudah menyediakan layanan untuk menyimpan backup data secara teratur. Namun, tidak ada salahnya untuk menyimpan backup data pada memori pribadi untuk berjaga-jaga. Penyimpanan file website ini ditujukan untuk menyimpan data dan mentransfer data tersebut ke hosting baru. 

Perlu diingat untuk tidak mengedit isi selama proses berlangsung agar tidak terjadi kerusakan pada file. Kamu bisa mengunduh file menggunakan layanan FTP (File Transfer Protocol) seperti FileZilla.

Buat file baru pada desktop

Ilustrasi buat file baru

File ini nantinya akan dijadikan sebagai tempat kamu menyimpan data-data website yang telah diunggah. Klik kanan pada mouse kalian>New>Folder>Buat nama file>OK.

Download FileZilla Client

Ilustrasi FileZilla

Disarankan untuk mengunggah FileZilla Client daripada FileZilla Server. FileZilla Client dapat bekerja pada seluruh sistem operasi yang dilakukan.

Buat akun FTP dengan layanan hosting saat ini

Lakukan pengaturan pada akun hostingmu agar bisa diakses oleh FileZilla. Beberapa layanan hosting akan memberikan username dan akun baru untuk menjaga keamanan data.

Tautkan FileZilla ke akun hosting saat ini

FileZilla
Source: Wiki Filezilla Project

Buka FileZilla, masukkan nama domain website ke bagian Host beserta username dan password. Klik bagian Port lalu tulis nomor “21” dan klik Quickconnect.

Unggah file kedalam folder yang telah dibuat

Pada bagian kanan layar, kamu bisa melihat data-data dari layanan hosting saat ini. Pada bagian kiri layar akan ditampilkan folder-folder desktop komputer yang digunakan. Pindahkan data-data dari layanan hosting ke folder desktop yang telah dibuat pada langkah pertama.

Ekspor Database Website

Ekspor database

Dalam tahap ini, ketahui terlebih dahulu apakah website kamu memiliki database atau tidak. Kamu bisa menanyakan hal ini kepada layanan hosting sebelumnya. Jika website memiliki database,ekspor database dapat dilakukan dari hosting lama ke hosting baru.

Jenis database yang paling populer yaitu MySQL yang bisa diekspor dengan menggunakan aplikasi phpMyAdmin. Cara yang perlu dilakukan yaitu buka phpMyAdmin>>Klik database website>>Klik Export>>Klik Go>>Pindahkan file SQL ke folder yang sama.

Buat Database yang Baru

Langkah selanjutnya yaitu kamu harus membuat sebuah database baru. Database kosong ini bisa dibuat pada akun hosting yang baru. 

  • Log in akun hosting yang baru.
  • Buka MySQL Databases dan membuat database baru dengan menekan tombol “Create New Database”.
  • Buat nama database yang telah ditentukan lalu klik “Create Database”.

Impor Database Website

Selanjutnya yaitu impor database website yang telah disimpan di awal. Kamu dapat membuka aplikasi phpMyAdmin untuk melakukan proses impor database ini. 

  • Klik tanda “+” yang terletak dibawah username dibagian kiri layar.
  • Klik database yang baru dari list. Lalu akan muncul tanda “No tables found in this database”.
  • Klik tab import pada menu.
  • Klik “choose file” lalu pilih file SQL yang telah disimpan sebelumnya.
  • Klik tombol “Go”.

Lakukan Modifikasi Pada File Website

Setelah melewati proses mengimpor database, maka database kamu telah aman untuk dipindahkan ke server hosting baru yang dipilih. Kamu perlu mengganti beberapa kode file terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar file-file tersebut lebih disesuaikan dengan database baru. Modifikasikan nama pengguna dan kata sandi yang akan digunakan untuk file-file pada layanan hosting yang baru. Gunakan aplikasi Joomla atau Drupal untuk memodifikasi. Sebagai contoh sebagai berikut:

Baca Juga  Langkah-Langkah PengamananWebsite Agar Tidak Mengalami Serangan DDoS

Nama database baru: newdatabase

Username: newdb123

Password: Hostingwebsite112

Kamu bisa mengganti data diatas dengan Klik tombol “ctrl+F”, dan pilih “localhost” pada Joomla seperti berikut:

Public $user = ‘newdb123’

Public $password = Hostingwebsite112

Public $db = newdatabase

Mengunggah File Website

Setelah semua proses di atas selesai, saatnya untuk mengunggah file website kamu ke layanan hosting baru yang dipilih. Lakukan cara dibawah untuk mengunggah file tersebut.

  • Buat akun FTP terlebih dahulu dengan hosting yang baru. Klik File dan pilih “FTP accounts”. Lalu buat nama dan password yang mudah diingat. Kamu juga perlu mencatat nomor Port yang diberikan.
  • Sinkronkan FileZilla dengan akun hosting yang baru.
  • Unggah file website ke akun hosting yang baru. Jika berhasil terunggah, maka file tersebut akan pindah ke bagian sisi kanan layar kamu.

Pastikan Fungsi Website Bekerja dengan Baik

Lakukan pengecekan terhadap fungsi website. Perhatikan beberapa konten atau link yang ada di website. Coba lakukan pencarian dengan beberapa kata kunci yang mengarahkan pencarian ke website kamu. Perhatikan apakah website dapat mengakses konten-konten lama, atau gambar, video, dan lainnya. Sehingga apabila terjadi kerusakan dalam pengoperasian tersebut, kamu bisa mencari solusi dengan penyedia layanan hosting baru yang dipilih.

Update Pengaturan DNS

DNS merupakan sistem yang akan menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah nama domain. Update DNS ke server layanan hosting yang baru. Hal ini dilakukan agar DNS domain tersebut akan diarahkan ke server yang baru. Lakukan update DNS pada waktu traffic website sedang sepi agar tidak mengganggu pengunjung yang datang.

Keuntungan Melakukan Migrasi Hosting ke Exabytes

Migrasi hosting dapat dilakukan apabila merasa tidak cocok dengan hosting yang lama. Migrasi hosting harus dilakukan dengan benar agar tidak terjadi masalah atau kerusakan file untuk website kamu. 

Exabytes Indonesia memungkinkan kamu untuk melakukan migrasi hosting dengan mudah dan cepat. Kamu hanya perlu mengisi form yang telah disediakan, konsultasi hosting plan dengan tim berpengalaman dari Exabytes, dan memilih promo menarik untuk hosting kamu. Migrasi hosting akan menjadi sangat efektif dan tidak membuang waktu. Exabytes juga menyediakan promo menarik untuk kamu yang ingin melakukan migrasi hosting yaitu:

  • Gratis perpanjangan hosting hingga satu tahun
  • Mendapat potongan 50% Migrasi Hosting ke Exabytes
  • Mendapatkan garansi 99.9% Network Uptime dan 99.5% Server Uptime, serta garansi 100 hari semua uang kembali pada paket shared hosting

Cara Migrasi Hosting ke Exabytes

Isi Form Exabytes

8 Langkah Yang Harus Dilakukan Saat Migrasi Hosting - 2020

Langkah pertama yaitu mengisi form mengenai data pribadi kamu di website Exabytes seperti pada gambar diatas. Kamu juga bisa memberikan pesan kepada tim Exabytes mengenai data diri atau pertanyaan terkait hosting plan.

Tanyakan pendapat mengenai hosting plan kepada tim Exabytes

8 Langkah Yang Harus Dilakukan Saat Migrasi Hosting - 2020

Langkah selanjutnya yaitu konsultasikan hosting plan yang dibuat agar dapat diproses secara optimal. Tim Exabytes akan membantu kamu memilih hosting plan yang paling sesuai. Exabytes juga akan mendiskusikan migrasi hosting yang akan dilakukan agar berjalan lancar tanpa terjadi kerusakan data.

Kamu bisa menghubungi tim Exabytes melalui:

Whatsapp : +62 822-1546-8046

Telp: 02180625578

Email: [email protected]

Pilih Promo Menguntungkan dari Exabytes

8 Langkah Yang Harus Dilakukan Saat Migrasi Hosting - 2020

Setelah dikonfirmasi, kamu dapat memilih untuk mendapatkan potongan 50% atau menambahkan sisa bulan yang masih dimiliki dari penyedia hosting sebelumnya (maksimum 12 bulan). Misalnya waktu hosting kamu tersisa 6 bulan, Exabytes akan perpanjang tanggal renewal dari Hosting Plan Exabytes untuk mendapat gratis GRATIS 6 bulan lagi.

Kurang lebih seperti itu penjelasan mengenai langkah yang perlu dilakukan dalam migrasi hosting. Perlu diingat bahwa pelanggan adalah segalanya. So, kamu harus memberikan pelayanan terbaik untuk pengunjung website, bukan? Perhatikan layanan hosting yang digunakan agar kinerja website bisa berjalan semaksimal mungkin.

Semoga artikel diatas dapat membantu kamu semakin memahami perihal migrasi hosting ya. Stay healthy and see you di artikel selanjutnya ya, Exabytes Friends!

Credit : Carissa Dea Chrestella Prayudhi