Mengenal Long Tail Keywords: Kunci Meningkatkan Traffic

62
Mengenal Long Tail Keyword
6 min read

Sudah pernah mendengar kata long tail keywords? Hanya karena kamu sudah memiliki website bukan berarti semua tugas sudah selesai. Ada aktivitas yang mengharuskan kamu mengoptimasi mesin pencari atau yang biasa disebut dengan Search Engine Optimization atau SEO.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan ranking tinggi di hasil pencarian. Salah satu upaya dalam Search Engine Optimization (SEO) adalah pemilihan keyword yang tepat seperti long tail keywords.

Perlu diketahui bahwa keyword memiliki peranan penting agar kamu tahu target dari keberadaan website. Ini juga yang kemudian membuat website atau blog bisa mendapatkan posisi tinggi di search engine dengan berkompetisi dengan website lainnya.

Lalu mengapa harus long tail keywords? Apakah short keyword tidak cocok untuk optimasi mesin pencari dan meningkatkan traffic? Yuk kita cari tahu bersama jawabannya melalui artikel ini!

Pengertian Long Tail Keywords

Pengertian Long-tail Keywords
Apa itu long-tail keywords (sumber: flickr)

Agar bisa menentukan keywords mana yang sesuai dan potensial, maka kamu bisa mulai mencari tahu pengertian long tail keyword. Long tail keyword adalah keyword atau kata kunci yang spesifik yang memiliki volume kecil. Alhasil persaingan dalam mendapatkan ranking juga lebih rendah.

Long tail keyword bisa meski hanya terdiri dari 2 kata. Yang terpenting adalah keyword tersebut spesifik dan memiliki tingkat persaingan yang rendah. Meskipun volumenya rendah tetapi bisa tepat sasaran.

Bagaimana bisa? Karena keyword ini benar-benar spesifik, maka keyword ini bisa menargetkan kata kunci yang spesifik. Itulah kenapa kemungkinan untuk berada di hasil pencarian Google teratas juga lebih besar.

Contoh Long Tail Keywords

contoh long tail keyword
Contoh long-tail keywords di mesin pencari

Masih bingung? Mari kita coba mencari contoh long tail keywords agar kamu memiliki gambaran yang lebih. Jika “harga laptop” masih terdengar seperti kata kunci yang umum, maka kamu bisa menggunakan “harga laptop terbaik 2021”.

Mari coba menggunakan kata kue sebagai ilustrasi. Saat kamu mencari produk atau informasi di Google hanya dengan mengetikkan kata kunci “Kue”, akan ada begitu banyak hasil yang ditampilkan sedangkan kamu mencari informasi seputar kue ulang tahun.

Sebagai gantinya, akan lebih baik kamu menggunakan kata kunci “kue ulang tahun” sehingga hasil yang ditampilkan juga lebih spesifik.

Perbedaan Long Tail Keyword dan Short Tail Keyword

Jika masih banyak pertanyaan di benak kamu atau masih bingung membedakan long tail vs short tail keywords, kamu bisa melihat beberapa perbedaan pada keduanya.

Untuk melihat perbedaannya kamu bisa memperhatikan kompetisi, volume pencarian, serta kualifikasi. Jika dibandingkan dengan short tail keyword, volume pencarian long tail keywords tentu lebih sedikit atau rendah.

Akan tetapi, kompetisinya lebih sempit dikarenakan penggunaan keyword yang lebih spesifik. Apabila kamu ingin menargetkan keyword yang lebih spesifik tentu long tail keyword adalah pilihan yang tepat.

Karakteristik Long Tail Keywords

Karakteristik long tail keywords
Karakteristik long-tail keywords (sumber : flickr)

Seperti apa membedakan penggunaan long tail keywords dari short tail keywords? Agar lebih mudah memilih keyword yang tepat sesuai kebutuhan, kenali beberapa karakteristik dari long tail keyword itu sendiri.

  • Volume pencarian rendah
  • Terdiri dari 3 hingga 5 kata
  • Persaingan yang rendah
  • Tingkat konversi yang tinggi

Cara Terbaik Mendapatkan Long Tail Keywords

Memang betul kalau keyword membantu meningkatkan traffic website. Akan tetapi, pencarian atau riset keyword tidak boleh dilakukan asal-asalan. Saat hendak mencari long tail keywords, gunakan beberapa alat bantu agar kamu bisa menganalisa persaingan, jumlah pencarian, dan pilihan keyword.

1. Ubersuggest

Neil Patel dikenal sebagai pakar SEO atau Search Engine Optimization di dunia. Ia mengembangkan ubersuggest yang bisa membantu menemukan Latent Symantec Index (LSI) dengan mudah. Tentunya ini sangat berguna untuk mendapatkan long tail keywords yang kamu butuhkan.

Meskipun tersedia dalam versi gratis, namun fitur yang diberikan terbatas. Jadi, akan lebih baik untuk menikmati paket premium sehingga kamu lebih leluasa menggunakan tools satu ini.

2. Google Keyword Planner

Pernah menggunakan tools yang satu ini sebelumnya? Google Keyword Planner disediakan oleh Google untuk para pengiklan. Akan tetapi, kamu juga bisa memanfaatkannya untuk mencari kata kunci dengan persaingan yang rendah.

Data yang diberikan sangat akurat dan kamu bisa mendapatkan rekomendasi kata kunci. Tool satu ini bisa digunakan secara gratis tanpa harus menjadi pengiklan Google Ads.

Setelah memiliki akses masuk, cari keyword yang kamu targetkan. Ketikkan keyword atau kata kunci utama dan pilih keyword yang memiliki 3 hingga 5 kata dari hasil pencarian yang ditampilkan.

3. Fitur Google Autocomplete

Apakah fitur satu ini begitu asing di telinga? Meskipun kamu bukan pakar dalam optimasi mesin pencari, tidak ada larangan untuk menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh Google. Salah satunya adalah fitur Google Autocomplete. Fitur ini memberikan penggunanya kemudahan dalam menemukan keyword.

Karena cara menggunakannya sangat mudah, kamu tidak perlu keahlian khusus. Ketikkan keyword utama di kolom pencarian lalu ikuti dengan penambahan huruf atau kata untuk mendapatkan saran pencarian.

4. Wordstream Free Keyword Tools

Masih butuh cara lain untuk menemukan long tail keywords? Alat lain yang bisa dicoba adalah wordstream free keyword tools. Selain hasil yang ditampilkan tidak sedikit, volume pencarian juga bisa diketahui serta tingkat kompetisinya masing-masing.

Manfaat Penggunaan Long Tail Keywords

tujuan dan manfaat long-tail keywords
Manfaat Long-tail keywords (sumber : pixabay)

Penggunaan long tail keywords bukan semata-mata didasarkan pada tren atau hanya sekedar ikut-ikutan saja. Kamu tentu mempunyai tujuan dalam penggunaannya, kan? Secara umum, ada beberapa tujuan dan manfaat dari long tail keywords, seperti:

Konversi yang Lebih Tinggi

Saat pengguna Internet menuliskan kata kunci yang lebih panjang, traffic website kamu juga bisa bertambah dengan bertambahnya pengunjung. Beberapa orang mungkin lebih suka menggunakan kata kunci umum tapi yang lainnya lebih suka melakukan pencarian menggunakan keyword yang spesifik dan lebih panjang.

Mengoptimalkan Strategi Website dan Blog

Membuat blog menjadi salah satu cara yang paling mudah untuk mendapatkan ranking bagi website. Long tail keywords bisa membantu kamu dengan memberikan wawasan tentang apa yang sering dicari oleh target audiens. Kemudian, kamu bisa membuat konten berharga yang juga bisa memenuhi kebutuhan audiens.

Membantu Mempersonalisasi Konten

Long-tail keyword bisa digunakan untuk membuat berbagai konten yang mendukung berbagai kategori dan layanan yang kamu tawarkan. Alhasil, kemungkinkan untuk mencapai target dengan strategi konten yang digunakan bisa lebih tinggi.

Mengoptimalkan Penggunaan Short-tail Keywords

Saat menggunakan long-tail keyword, kamu juga menyertakan short-tail keyword yang juga ingin kamu optimasi agar mendapatkan posisi tertinggi di hasil pencarian Google. Dengan demikian, kamu bisa mencapai dua tujuan sekaligus dengan lebih mudah.

Kesimpulan

Jadi, masih ragu untuk menggunakan long tail keywords? Seperti halnya short tail keywords, long tail keyword juga memiliki peran penting dalam upaya kamu mengoptimasi website agar bisa dengan mudah ditemukan di hasil pencarian teratas. Long tail keyword adalah kata kunci yang spesifik dengan volume pencarian rendah

Memang benar prosesnya tidak mudah dan bisa memakan waktu terutama bagi para pemula untuk meningkatkan SEO. Agar lebih praktis dan efisien, kamu bisa memanfaatkan jasa SEO dari pakar seperti Exabytes lho. Jika kamu membutuhkan untuk meningkatkan traffic website dengan layanan SEO, silahkan kunjungi Exabytes Indonesia ya.

Semoga artikel ini dapat membantu kamu ya teman-teman Exabytes!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments