Front End Developer VS Back End Developer, Yuk Simak 3 Perbedaannya!

308
Perbedaan Front End Developer vs Back End Developer
7 min read

Hi Exabytes Friends! Di ranah IT atau developer sendiri, istilah front end dan back end sudah sangat nggak asing untuk didengar. Nah di bidang ini, front end dan back end developer sendiri memegang peranan yang sangat penting di sebuah situs atau aplikasi lho guys. Bahkan banyak banget lowongan pekerjaan di dua bidang ini.

Lalu pertanyaannya adalah kamu tahu nggak sih perbedaan antara front end developer dan back end developer? Atau kamu ada yang mau belajar menjadi developer tapi bingung dan menimbang mana yang lebih penting untuk dipelajari? 

Gambaran besar perbedaan front end dan back end developer adalah front end developer merupakan orang yang berperan mengembangkan tampilan situs atau aplikasi melalui HTML, CSS, dan JavaScript. Sementara seorang back end developer merupakan orang yang berperan agar suatu situs atau suatu aplikasi dapat bekerja dengan baik.

Nah di artikel kali ini, mimin akan membahas beberapa perbedaan yang menarik untuk diketahui antara front end dan back end developer, serta kamu juga dapat memahami tugas dan peran dari keduanya dengan lebih spesifik. Simak sampai selesai ya! 

Apa Perbedaan Front End dan Back End? 

Ilustrasi Back End Developer dan Front End Develooer

Menurut penjelasan yang dikutip dari Career Foundry, front end developer adalah orang yang bertugas untuk menghubungkan suatu situs atau aplikasi dengan para pengguna. Secara umum, front end developer ini membuat gambar, teks, tombol, dan menu serta interaksi antar situs atau aplikasi dengan pengguna. Oleh karena itu, peran ini juga bisa disebut dengan client side. Front end juga memiliki tugas untuk memindahkan desain dari UI designer ke dalam bentuk yang lebih hidup dan interaktif. 

Nah guys, untuk membuat suatu situs atau aplikasi ternyata juga dibutuhkan seorang back end developer lho! Back end developer sendiri bertugas untuk memastikan agar apa yang dibuat oleh seorang front end developer atau sistem dan server di balik situs atau aplikasi dapat bekerja dengan baik dan benar. 

Posisi ini biasa disebut server-side. Back end amat dibutuhkan karena memiliki kemampuan mengolah sebuah situs atau aplikasi. Hal ini dikarenakan pengembangan dan perbaikan situs atau aplikasi akan terus terjadi seiring berjalannya waktu~ Untuk itu, suatu website atau aplikasi membutuhkan seorang back end developer.

Secara umum, perbedaan front end developer dan back end developer terlihat dari apa yang mereka buat, skill yang dibutuhkan, hingga waktu pengerjaan untuk masing-masing peran yang mereka jalani. Untuk perbedaan yang lebih signifikannya, simak dibawah ini ya!

Cara kerja front end dan back end developer 

Ilustrasi front end developer

Pada dasarnya, front end developer bekerja untuk memastikan agar suatu situs atau aplikasi dapat dilihat oleh para pengguna. Mereka bertanggung jawab agar pengguna dapat mendapatkan informasi sampai berinteraksi dengan situs atau web dengan sangat nyaman.

Baca Juga  Mari Menelusuri Lebih Dalam Tentang Flutter Developer

Tugas tersebut membuat front end pada akhirnya harus fokus pada komposisi di dalam situs atau aplikasi. Ia harus memastikan agar isi situs atau aplikasi seperti gambar, tombol, konten, dan sebagainya nggak mengganggu kenyamanan pengguna. Waaah perhatian banget ya front end developer, setuju nggak?

Seorang front end developer harus memikirkan bagaimana tampilan website atau aplikasi agar menarik. Mulai dari gambar yang ditampilkan, tombol, dan lain sebagainya. Karena tampilan memiliki peranan penting untuk menarik perhatian calon pengunjung atau pengguna.

Disamping pentingnya tugas seorang front end developer, ada juga peran seorang back end developer yang bertanggung jawab untuk memastikan agar situs atau aplikasi dapat bekerja semaksimal dan sebaik mungkin. Dengan tugas tersebut, back end wajib memastikan agar semua sistem di dalam situs atau aplikasi dapat bekerja.

Back end developer wajib memikirkan risiko-risiko yang mungkin untuk terjadi. Sebagai contoh ia harus memikirkan dimana muatan situs atau aplikasi disimpan, apakah data akan aman, hingga bagaimana jika pengguna melebihi kapasitas maksimal. Tuh kan guys nggak kalah perhatian nih si back end developer~ 

Skill yang dibutuhkan

Front End Developer VS Back End Developer, Yuk Simak 3 Perbedaannya! - 2021

Untuk menjadi seorang front end developer, dibutuhkan kemampuan dasar dalam 3 bahasa pemrograman yaitu HTML, CSS, dan Javascript. HTML dan CSS adalah bahasa pemrograman dasar yang digunakan dalam membuat suatu situs atau aplikasi. Sementara itu, Javascript dipilih karena bahasa pemrograman ini mampu membuat elemen interaktif seperti menu atau form.

Selain 3 bahasa pemrograman tersebut, untuk menjadi front end dibutuhkan kemampuan mengelola framework dan library. Dua sumber yang sering kali digunakan adalah AngularJs, yang berfungsi untuk mengembangkan aplikasi, dan Reactjs yang digunakan untuk membangun antarmuka pengguna.

Nah bedanya, seorang back end developer diharuskan mahir dalam bahasa pemrograman yang akan ditampilkan di sisi server situs atau aplikasi. Bahasa pemrograman back end yang paling populer adalah PHP, Ruby, dan Python. 

Selain itu, back end juga harus menguasai penggunaan perangkat lunak seperti MySQL, Oracle, dan SQL Server. Perangkat lunak ini penting untuk dikuasai karena digunakan untuk pengembangan berbasis database. Sama halnya dengan seorang front end developer, dalam peran back end developer juga dibutuhkan kemampuan menggunakan framework dan library. 

Kapan front end dan back end developer harus bekerja? 

Front End Developer VS Back End Developer, Yuk Simak 3 Perbedaannya! - 2021

Untuk waktu bekerjanya sendiri, seorang front end developer biasanya bekerja setelah UI designer menyelesaikan desain. Apabila nggak ada perubahan sama sekali, desain tersebut biasanya akan langsung diunggah di sketch dan akan langsung diaplikasikan oleh seorang front end developer ke HTML, CSS, dan Javascript.

Desain yang telah dipindahkan oleh front end biasanya akan langsung diatur sistemnya oleh seorang back end developer. Back end tersebut akan menentukan instruksi-instruksi yang akan dijalankan oleh situs atau aplikasi ini. Fyi, peran seorang back end developer ini berat lho guys karena nggak boleh ada kesalahan logika di setiap instruksi yang dibuat. 

Baca Juga  Ciri-Ciri Developer Yang Disukai Pelanggan

Jadi, penting nggak sih untuk mempelajari tugas keduanya?

Front End Developer VS Back End Developer, Yuk Simak 3 Perbedaannya! - 2021

Hal ini sebetulnya kembali lagi ke diri kamu masing-masing ya guys. Biasanya kedua peran ini hanya fokus melakukan tugasnya masing-masing agar nggak saling memberatkan tugasnya satu sama lain. Jadi, jika kamu ingin belajar menjadi seorang developer, mimin saranin sih fokus ke satu bidang aja ya guys supaya kamu bisa menjadi seorang front end developer atau back end developer yang andal.

Tetapi, nggak menutup kemungkinan kamu bisa mempelajari dan menguasai keduanya dan menjadi full stack developer. Loh, apa tuh full stack developer? Full stack developer adalah pengembang yang bisa merangkap sebagai back end dan front end developer lho. Jadinya double gitu.

Seorang full stack developer bisa bekerja dengan Javascript, PHP, Java dan ilmu back end lainnya. Tetapi juga bisa mengkonversi design dengan kode pemrograman HTML, CSS, dan lainnya yang termasuk dalam front end development nih, friends. Kalau kamu dirasa bisa menguasai keduanya, kenapa nggak mencoba menjadi full stack developer? Banyak banget lho peluang pekerjaan untuk bidang ini juga.

Nah kesimpulannya, unsur-unsur yang ada dalam program back end developer biasanya berupa database, bahasa pemrograman, server website, dan service web. Sederhananya, pengembang back end bertugas di belakang layar memastikan fungsi fitur berjalan lancar menuju sistem atau database yang digunakan oleh situs tersebut. 

Namun, bukan berarti tugas seorang back end developer nggak bisa dilakukan oleh front end developer. Mereka bisa jadi ahli di kedua bidang. Front end dan back end developer bekerja sama mengembangkan sebuah situs atau aplikasi untuk menghadirkan teknologi bisa dinikmati penggunanya.

Itu dia guys pengetahuan seputar front end dan back end developer yang dapat kamu pelajari. Semoga poin-poin diatas membantu kamu dalam mengetahui perbedaan antara front end developer dan back end developer ya. Sekarang udah nggak bingung lagi kan tentang dua peran ini? Jadi jangan sampai salah kaprah yaa.

Nantikan artikel menarik lain seputar dunia developer hanya di Exabytes Blog dan kamu juga bisa memantau event yang diselenggarakan Exabytes yang akan hadir hanya di website Exabytes events! Dan buat kamu para developer, yuk join di group Facebook Exabytes Indonesia di Exabytes Developer Club karena setiap bulannya, kita menggelar event seputar dunia developer lho. Jangan lupa join ya dengan mengklik link go.exabytes.co.id/join-edc ini.

See you, Exabytes Friends! 

Credits : Aisya Damayanti Sumarno

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak