3 Langkah Mudah Melakukan Redirect 301

105
10 min read

Hi Exabytes Friends!

Beberapa dari Exabytes Friends pernah mengubah alamat website atau URL? Biasanya kita mengubahnya karena beberapa alasan. Salah satunya adalah ingin mengupdate dari URL yang lama ke URL yang baru. Tetapi jika melakukan update, pengunjung website mungkin akan kebingungan mencari halaman tujuan yang dimaksud karena perubahan yang tidak diberitahu sebelumnya.

Oleh karena itu, perlu adanya pengalihan atau redirect dari URL halaman lama ke URL halaman baru. Caranya adalah dengan menggunakan Redirect 301. 

3 Langkah Mudah Melakukan Redirect 301

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari apa itu redirect 301, kenapa harus melakukan redirect 301 hingga langkah untuk melakukan redirect 301.

Apa itu Redirect?

Sebelum mengetahui tentang redirect 301, ada baiknya kalau Exabytes Friend paham dahulu tentang redirect. Redirect atau pengalihan adalah cara bagi website kamu untuk mengirim pesan cepat ke browser pembaca dan memberi tahu bahwa halaman yang ingin mereka kunjungi telah dipindahkan. Sehingga browser yang kita akses dapat secara otomatis mengarahkan ke halaman baru.

Ada beberapa jenis redirect yang disertai dengan kode khusus. Kode khusus ini berbeda-beda, tergantung dari kode status yang mempengaruhi metode program yang digunakan untuk mengakses lokasi baru. Jenis-jenis redirect antara lain redirect 301, redirect 302, redirect 303, redirect 307 dan redirect 308.

Dalam artikel ini akan membahas lengkap tentang redirect 301. Simak sampai bawah, friends!

Apa itu redirect 301?

Redirect 301 adalah perintah pengalihan yang digunakan untuk memberitahu search engine bahwa suatu halaman telah dipindahkan secara permanen ke halaman yang lain. 

Artinya URL website beserta semua kontennya telah pindah secara permanen ke lokasi lain. Jadi kamu bisa gunakan pengalihan ini jika kamu yakin tidak akan menggunakan URL lama lagi.

3 Langkah Mudah Melakukan Redirect 301

Redirect 301 mengacu pada kode status HTTP untuk jenis pengalihan ini. Dalam sebagian besar kasus, redirect 301 adalah metode terbaik untuk menerapkan pengalihan di situs web. Kode status 301 biasanya menjadi pilihan pertama yang paling aman untuk pengalihan demi mempertahankan SEO. 

Hal ini karena redirect 301 membantu meneruskan semua tautan dan otoritas peringkat yang telah dikumpulkan URL lama ke URL baru website kamu. Dengan cara ini, upaya SEO sebelumnya untuk meningkatkan peringkat pencarian di search engine tidak hilang

Kapan harus melakukan 301 redirect?

Pengalihan 301 digunakan untuk tujuan memberitahu visitor untuk dialihkan ke URL yang baru, mencegah jalan buntu dalam suatu website dan untuk menjaga ekuitas tautan. Secara umum, 301 pengalihan dilaksanakan ketika Anda ingin memindahkan semua konten yang terdapat nilai SEO ke URL tujuan.

Penggunaan redirect 301 ini dilakukan ketika :

Mendesain ulang website

Kamu bisa melakukan pengalihan ini ketika ingin mendesain ulang atau merombak website. Perubahan ini membuat beberapa URL pun berubah sehingga kamu perlu menggunakan redirect.

Konten Telah Habis Masa Berlakunya

Kamu bisa memberikan instruksi kepada pengunjung untuk mengarahkan ke halaman yang baru bila konten telah habis masa berlakunya atau expire.

Menggabungkan dua website

Jika kamu ingin menggabungkan atau merging dua website menjadi satu website, kamu bisa menggunakan redirect 301.

Mengubah permalink

Tak jarang pemilik website ingin merubah permalink. Permalink adalah URL yang mengikuti nama domain dengan tambahan keterangan seperti tahun, judul, kategori dan sebagainya dalam sebuah halaman tertentu. Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengubah permalink adalah dengan melakukan redirect 301. 

Mengganti nama sebuah posting 

Terkadang WordPress bisa menangani kasus ini tetapi tidak selalu atau sesuai dengan keinginan pemilik website.

Baca Juga  17 Istilah dalam Dunia Hacking yang Wajib Anak IT Ketahui 

Mengganti CMS baru

Misalnya kamu ingin menggunakan WordPress

Migrasi ke HTTPS

Ketika kamu ingin mengganti protokol website misalnya dari non HTTPS ke HTTPS.

Sebaiknya tidak menggunakan redirect 301 jika…

Tidak selamanya redirect 301 dapat digunakan setiap waktu. Biasanya tidak disarankan untuk menggunakan redirect 301 ketika melakukan caching karena ini dapat menyebabkan hasil yang tidak terduga, seperti dalam contoh berikut:

Penargetan Geografis

  • Jika pengalihan Geo-IP melarang situs dirayapi secara alami, maka pengguna mungkin dialihkan secara tidak benar.
  • Jika 301 redirect di-cache secara default di browser, setelah pengguna diarahkan sekali, mereka selalu diarahkan ke URL yang sama.
  • Jika pengguna tidak selalu berada di lokasi yang sama pada satu waktu, pengalihan ini akan mengikat mereka ke wilayah pertama di mana mereka mengunjungi situs tersebut.
  • Jika bot dan crawlers memiliki server di banyak negara, mereka akan mengikuti pengalihan IP berdasarkan lokasi mereka, dan mungkin tidak dapat merangkak varian lain dari situs web. Akibatnya, pengalihan yang ditargetkan secara geografis tersebut dianggap praktik yang buruk.

Penargetan perangkat

  • Arahan ulang untuk meneruskan pengguna ke URL khusus perangkat harus bersifat sementara dan tidak dapat di-cache.
  • Pengguna mungkin lebih suka versi desktop dari URL dan tidak akan dapat mengaksesnya jika redirect cacheable diimplementasikan.

Testing A / B

  • Google merekomendasikan untuk menggunakan pengalihan sementara untuk pengujian A / B karena ini akan berlaku selama menjalankan percobaan.
  • URL asli harus disimpan dalam indeks daripada halaman pengujian.

Berapa lama bisa mempertahankan redirect 301?

Menurut Senior Webmaster Trend Analyst dari Google, John Mueller merekomendasikan redirect 301 tetap ada setidaknya satu tahun setelah diterapkan. 

Hal ini karena Google bisa meluangkan waktu untuk menyadari bahwa halaman telah dipindahkan secara permanen ke versi yang baru dan mungkin masih ada pengunjung ke versi lama jika masih ada tautan ke sana. 

John mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan mempertahankan redirect 301 secara permanen dan terus menerus, namun ini tidak direkomendasikan.

Kenapa harus melakukan 301 redirect?

3 Langkah Mudah Melakukan Redirect 301

Ada beberapa alasan kenapa perlu melakukan redirect 301 khususnya untuk kamu yang menjadi marketer yang memiliki website bisnis online. Alasannya sebagai berikut : 

Untuk mengasosiasi web umum di satu URL

Pengalihan ini digunakan untuk memaksimalkan otoritas domain. Hal ini karena redirect bisa memastikan SEO website seakurat mungkin, membantu migrasi konten dan membantu pengunjung serta search engine menemukan website kamu lebih cepat. 

Mengaitkan konvensi web umum dengan satu URL

Pengalihan 301 atau redirect 301 ini membantu kamu mengaitkan konvensi web umum (http: //, www dan lainnya) dalam satu URL. Ini berguna untuk memaksimalkan otoritas domain. Selain itu, pengalihan ini bisa memastikan SEO yang kamu terapkan seakurat mungkin. Hal ini bisa membantu dalam migrasi konten website dan membantu audiens serta search engine untuk menemukan website lebih cepat. 

Untuk mengubah nama website demi kebutuhan rebranding

Ketika sebuah brand memutuskan untuk mengganti nama secara otomatis nama website pun ikut berubah. Redirect 301 merupakan bagian integral untuk mempertahankan tautan masuk ke URL asli pada domain baru yang di migrasi. Dan yang terpenting adalah untuk memberitahu pengunjung dan mengalihkan pengunjung ke website yang baru.

Traffic website dari URL lain dimiliki oleh perusahaan yang sama

Brand terkadang membeli domain yang memiliki nama atau subjek yang mirip dengan brand mereka untuk menghasilkan lebih banyak traffic pencarian ke website. Pengalihan pun dibutuhkan untuk memastikan bahwa domain asli brand mempertahankan otoritas pencarian.

Perbaikan Cepat

Misalnya saja kamu tidak sengaja membuat kesalahan pada postingan sehingga kamu memposting tautan yang rusak. Untuk memperbaiki ini, kamu bisa menggunakan redirect 301 dengan menggunakan file .htaccess.

Pelacakan iklan

Jika kamu memiliki banner ads, kamu bisa melacak responnya dengan menggunakan URL di ads tersebut. Dengan menerapkan redirect 301, kamu bisa memperoleh traffic yang diperoleh dari ads tersebut.

Langkah untuk melakukan redirect 301

Ada beberapa langkah untuk melakukan redirect 301 yaitu dengan 

Memasukkan instruksi redirect 301 ke header URL lama

Jika halaman lama menggunakan PHP, Java, atau bahasa pemrograman lain, kamu bisa memasukkan instruksi redirect 301 di header setiap halaman. Cara ini akan mengarahkan lalu lintas ke lokasi baru yang kamu sertakan dalam instruksi tersebut. Pastikan kamu memasukan URL halaman tujuan di halaman URL lama yang nantinya secara otomatis pengunjung akan dialihkan ke URL tujuan yang baru. 

Menggunakan pengaturan file .htaccess

Untuk menggunakan langkah ini, kamu harus memastikan bahwa kamu memiliki akses ke server dan konfigurasi Apache sehingga kamu dapat menggunakan file .htaccess. 

Baca Juga  Mengenal Google UTM, Tool Jitu Untuk Analisa Traffic dengan Mudah

.htaccess adalah file teks biasa yang dapat Anda gunakan untuk membuat perubahan konfigurasi yang memengaruhi cara server website mengirimkan halaman kamu. Server website yang dimaksud adalah server web Linux / Apache. Kamu bisa menjalankan Apache jika paket hosting yang digunakan adalah paket Linux.

Situs web dapat memiliki lebih dari satu file .htaccess, tetapi biasanya ada satu yang terletak di root (tingkat atas, sering disebut public_html) dari situs web. Jika kamu menginstal WordPress di subdirektori, seperti / blog, .htaccess mungkin ada di sana.

Untuk membuat redirect 301 dengan file .htaccess bisa dilakukan tetapi sebaiknya kamu perlu membuat salinan cadangan / backup sebelum melakukan redirect. Karena jika kamu salah ketik dalam .htaccess di website, kamu akan mendapatkan pesan 500 Server Internal Error.

Untuk mulai menggunakan file .htaccess untuk mengalihkan halaman di website, buka FTP dan masuk ke website kamu. Saat kamu mengedit file, kamu bisa menggunakan text editor UNIX dibanding Notepad. 

Berikut adalah beberapa kode untuk menambahkan redirect 301 melalui .htaccess:

Redirect dari halaman lama ke halaman baru

Jika kamu ingin mengubah URL halaman dari laman lama ke laman baru seperti contoh http://websitekamu.com/blog.html ke laman baru http://websitekamu.com/blog , kamu bisa menggunakan kode seperti di bawah ini

Kode :

Redirect 301 /blog.html https://.websitekamu.com/blog

Redirect dari domain lama ke domain baru

Jika kamu ingin merubah domain lama ke domain baru seperti contoh misalnya dari websiteanda.com ke websitekamu.com, kamu bisa menggunakan kode seperti di bawah ini

Kode : 

RewriteEngine on

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^websiteanda.com [NC,OR]

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.websiteanda.com [NC]

RewriteRule ^(.*)$ https://websitekamu.com/$1 [L,R=301,NC]

Redirect untuk Menghilangkan www

Jika kamu ingin menghilangkan www pada URL website, kamu bisa menggunakan kode seperti di bawah ini 

RewriteEngine on

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.websitekamu.com [NC]

RewriteRule ^(.*)$ http://websitekamu.com/$1 [L,R=301,NC] 

Jika ingin menambahkan www, kamu bisa mengubah kode sebaliknya.

Redirect domain dari HTTP ke HTTPS

Jika kamu ingin merubah domain dari HTTP ke HTTPS makan gunakan kode seperti berikut ini :

RewriteEngine On

RewriteCond %{HTTPS} off

RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]

Catatan : kamu harus memiliki sertifikat SSL yang terinstal di website kamu agar redirect ini bisa berfungsi. Jika tidak, kamu akan mendapatkan pesan peringatan “Not Secure”

Redirect dari non www ke www dan dari HTTP ke HTTPS

Jika kamu ingin mengubah dari non www ke www dan dari HTTP ke HTTPS gunakan kode seperti di bawah ini :

RewriteEngine On

RewriteCond %{HTTP_HOST} !^www\. [NC]

RewriteRule ^ https://www.%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]

RewriteCond %{HTTP:X-Forwarded-Proto} !https

RewriteCond %{HTTPS} off

RewriteRule ^ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]

Menggunakan Plugin Redirect 301

Jika kamu menggunakan WordPress, kamu bisa menggunakan plugin untuk cara yang lebih efisien dan mudah. Kamu perlu mengunduh dan menginstall plugin bernama Redirection.

Dengan plugin Redirection, kamu tak perlu melakukan coding lagi. Hanya dengan memasukkan URL lama dan URL baru lalu klik tombol Add Redirect. Contohnya seperti pada gambar berikut

3 Langkah Mudah Melakukan Redirect 301
3 Langkah Mudah Melakukan Redirect 301

Tetapi, plugin ini hanya bisa digunakan untuk redirect 301 ke halaman lama ke halaman baru website dalam satu domain web.

Selain menggunakan redirection, ada beberapa plugin redirect 301 lagi yang bisa digunakan di WordPress seperti Simple 301 Redirects, Easy Redirect Manager, SEO Redirection, 301 Redirects, Easy HTTPS Redirection dan lainnya.

Kesimpulan

Redirect 301 adalah perintah pengalihan yang digunakan untuk memberitahu search engine bahwa suatu halaman telah dipindahkan secara permanen ke halaman yang lain. Pengalihan ini digunakan ketika ingin mendesain ulang website, konten telah habis masa berlaku, untuk menggabungkan dua website, mengubah permalink, mengganti nama sebuah posting, mengganti CMS baru hingga migrasi ke HTTPS. 

Alasan melakukan redirect 301 terutama untuk marketer adalah untuk mengaitkan konvensi web umum dengan satu URL, untuk mengubah nama demi kebutuhan rebranding, traffic dari URL lain dimiliki oleh perusahaan yang sama, perbaikan cepat dan pelacakan iklan.

Ada 3 cara yang bisa dilakukan untuk melakukan redirect 301 yaitu dengan memasukkan instruksi redirect 301 ke header URL lama, menggunakan pengaturan file .htaccess dan terakhir menggunakan plugin redirect 301. Jika kamu menggunakan pengaturan file .htaccess, kamu perlu menjalankan Apache jika web hosting yang digunakan adalah paket Linux.

Semoga artikel ini memberikan wawasan seputar redirect 301 dan bisa bermanfaat untukmu ya.

Credit to Audina Chairun Nisa

View her LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/audina-chairun-nisa-760303158

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here