Sama Tapi Tak Serupa, Intip Perbedaan Online Shop, Marketplace dan E-Commerce

337
Perbedaan Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce
6 min read

Hai Exabytes Friends,

Apakah kamu sudah mengenal perbedaan Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce? Ketiganya merupakan kegiatan bisnis online, tetapi memiliki pengertian yang berbeda loh.

Kini, membangun Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce bisa sangat menguntungkan. Contohnya saja Amazon, sebuah online retailer (eceran) yang menghasilkan 19,4 miliar US dollar per bulan. Kemudian ada LinkedIn, sebuah Marketplace untuk para jobseeker, yang menghasilkan lebih dari 8,05 miliar US dollar di tahun 2020.

Nah, lalu apa kamu berminat untuk membangun bisnis online sendiri? Tentukan bisnismu sekarang. Apakah Online Shop, Marketplace, atau E-Commerce? Supaya tidak bingung, mari simak dulu perbedaannya.

Di artikel ini, kita akan lebih mengenal tentang perbedaan Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce agar kamu bisa membedakan ketiganya secara lengkap!

Pengertian Online Shop

perbedaan online shop
Perbedaan Online Shop, Marketplace, dan Ecommerce

Kamu pasti sudah tak asing dengan istilah Online Shop. Lalu apa sih Online Shop itu? Online Shop adalah sebuah aktivitas bertemunya penjual dan pembeli melalui internet. Pembeli tidak bertemu langsung dengan penjualnya, melainkan mengunjungi platform Online Shop milik penjual.

Keuntungan dari berbelanja Online Shop adalah pembeli tidak perlu repot-repot keluar rumah untuk bertemu dengan penjual, sehingga sang pembeli dapat menghemat waktu. Ini transaksi pembelian yang menguntungkan bagi orang-orang yang sibuk dalam kesehariannya. Pembayaran juga dapat dilakukan dengan fitur layanan payment gateway sehingga lebih menyingkat waktu.

Selain itu, Online Shop juga sangat menguntungkan dari sisi para pembeli yang ingin mencari sebuah produk yang susah ditemukan di sekitar lingkungannya atau berada di luar jangkauan. Hanya dengan mengetik sebuah produk di mesin pencarian, pembeli dapat bertemu dengan situs platform penjual yang menjual produk yang diinginkannya. Kemudian, pembeli hanya tinggal menunggu sampai penjual mengirimkan produknya.

Ciri-Ciri Online Shop

Kamu harus mengetahui bagaimana ciri-ciri Online Shop yang membedakannya dengan E-Commerce dan Marketplace:

  • Memiliki platform sosial media khusus untuk menjual produk dari brand sendiri. Misalnnya menggunakan Instagram, Facebook atau WhatsApp.
  • Bisa memiliki toko fisik sendiri
  • Lebih banyak menggunakan sosial media untuk memasarkan produk
  • Digunakan oleh bisnis kecil untuk memasarkan barang jualannya
  • Mempromosikan lewat website milik sendiri
  • Dapat menjual produknya juga ke Marketplace

Apa Itu Marketplace?

Sama Tapi Tak Serupa, Intip Perbedaan Online Shop, Marketplace dan E-Commerce - 2022
Perbedaan Online Shop, Marketplace, dan Ecommerce

Marketplace diibaratkan seperti sebuah Mall. Di dalam sebuah Mall, ada banyak toko-toko yang berasal dari brand berbeda. Mereka menyewakan toko itu di dalam gedung Mall. Begitu juga dengan Marketplace. Di dalam situs Marketplace, terdapat banyak penjual yang akan dipertemukan kepada pembelinya melalui internet.

Baca Juga  25+ Contoh Website E-Commerce Terbaik Untuk Bisnis [2022]

Bisa dikatakan bahwa Marketplace adalah tempatnya para pemilik Online Shop untuk memasarkan produk-produk jualan mereka karena situs website Marketplace itu sendiri memiliki traffic yang lebih tinggi dibandingkan platform Online Shop milik penjual, sehingga akan jauh lebih menguntungkan untuk berjualan di lapak milik Marketplace tersebut karena Marketplace membantu mereka terhubung langsung dengan calon pembeli.

Contoh Marketplace yang bisa kamu temukan adalah LinkedIn, yaitu sebuah platform di mana para jobseeker memasarkan profil resumenya untuk dilihat oleh perekrut. Selain itu, Marketplace yang paling terkenal di dunia adalah Amazon, yang bergerak di bidang penjualan eceran online.

Ciri-Ciri Marketplace

  • Memiliki situs website atau aplikasi
  • Terdapat banyak seller yang bisa ditemui di dalam Marketplace
  • Tidak menjual produknya sendiri
  • Tempat bagi para penjual terhubung kepada konsumen
  • Platform yang lebih besar dan memiliki traffic jauh lebih tinggi
  • Memiliki fitur layanan yang lebih lengkap
  • Contoh marketplace terkemuka yaitu Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli dan masih banyak lainnya.

Pengertian E-Commerce

Sama Tapi Tak Serupa, Intip Perbedaan Online Shop, Marketplace dan E-Commerce - 2022
Perbedaan Online Shop, Marketplace, dan Ecommerce

Berbeda dari Marketplace yang bersifat multiple shop, E-Commerce sendiri bersifat single shop. E-Commerce tidak berdiri untuk menjual produk-produk dari berbagai penjual, tetapi fokus pada penjualan produk sendiri.

Contoh E-Commerce yang bisa kamu temukan adalah WooCommerce, yaitu situs yang menyediakan plugin khusus untuk pemilik E-commerce.

Ciri-Ciri E-Commerce

  • Merupakan single shop yang menjual produk/jasa sendiri
  • Membangun website untuk brand sendiri
  • Website digunakan tak hanya untuk penjualan saja, tetapi untuk mengenalkan profil perusahaan kepada audiens
  • Menarik perhatian audiens dengan mengisi konten-konten menarik dan bermanfaat di websitenya
  • Memiliki traffic yang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan Marketplace

Tujuan Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce

Seperti yang kita sudah ketahui, teknologi informasi yang semakin berkembang semakin memudahkan manusia. Sehingga, saat ini para penjual tidak lagi kesulitan untuk mencari pelanggan yang ingin membeli produknya. Sekarang hampir semua kegiatan berhubungan dengan aktivitas daring. Ini sangat menguntungkan.

Ini adalah tujuan dibangunnya Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce, yaitu memudahkan penjual bertemu dengan pembeli dalam waktu yang singkat, menghemat biaya, dan saling menguntungkan.

Kita ambil contoh dari Marketplace LinkedIn. Para jobseeker di zaman Industrial Internet of Things (IIoT) seperti sekarang tidak perlu lagi repot-repot mencari iklan lowongan kerja melalui koran atau surat kabar seperti zaman dahulu. Saat ini, orang-orang mengisi profil LinkedIn dengan tujuan membangun personal branding untuk membangun karir mereka, untuk kemudian ditawarkan kepada para perekrut yang sedang mencari seorang kandidat. Jadi, para jobseeker tidak perlu lagi repot-repot menyalin kertas resume berkali-kali. Mereka hanya tinggal mengunggah resume ke dalam profil LinkedIn. Ini juga bermanfaat dalam penghematan penggunaan kertas.

Baca Juga  10 Hal Ini Perlu Diperhatikan Ketika Membuat Website E-Commerce

Selain itu, ada beragam Marketplace penjual eceran yang beredar saat ini. Tujuannya untuk memudahkan pembeli mencari barang yang mereka inginkan. Teknologi Artificial Intelligence (AI) yang canggih membuat seseorang hanya tinggal mengetik nama produk di mesin pencarian melalui devices miliknya, maka dia akan menemukan sebuah toko yang menjual barang tersebut.

Ada banyak ide-ide bisnis yang beredar di sekitar kita saat ini. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana menjalankan dan memajukan bisnis online tersebut agar menjadi bisnis yang berkelanjutan, dan juga membangun bisnis online yang dapat menguntungkan bagi orang-orang ataupun bisnis lainnya.

Tujuan lainnya dari membangun Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce untuk bisnismu adalah:

  • Membangun awareness kepada orang lain
  • Membantu meningkatkan penjualan
  • Sangat menguntungkan pendapatan
  • Menghemat biaya operasi
  • Bisnis online akan terus dibutuhkan oleh karena perkembangan teknologi yang semakin cepat
  • Tidak memerlukan toko fisik
  • Menjangkau pembeli lebih luas

Kesimpulan

Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce memang terdengar serupa tapi tak sama. Online Shop adalah sebuah toko online yang mengusahakan bisnisnya sendiri melalui sebuah platform seperti sosial media Instagram dan Facebook dan mungkin memiliki toko fisik.

Sementara itu marketplace merupakan situs di mana seseorang bisa bertemu dengan banyak penjual dan memiliki traffic lebih tinggi dibandingkan Online Shop dan E-Commerce. Sedangkan E-Commerce berbeda dengan Marketplace yang bersifat multiple shop, yaitu bersifat single shop yang menjual produknya sendiri dan memiliki satu penjual saja.

Nah, itu dia perbedaan Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce. Sekarang kamu sudah bisa membedakan ketiganya. Manakah yang jadi pilihanmu untuk menentukan arah bisnismu?

Sekarang kamu sudah dapat menentukan jenis bisnis online apa yang ingin kamu jalankan. Jika kamu ingin membuat Online Shop, Marketplace, atau E-Commerce, kami menyediakan layanan Web Hosting profesional berkapasitas besar untuk membuat website toko online. Selain itu, kamu juga bisa memasarkan bisnis lewat Facebook menggunakan Layanan Facebook Ads dan Jasa Digital Marketing dalam mengelola bisnis menjadi lebih profesional.

Semoga artikel ini memberikanmu insight baru tentang perbedaan online shop, marketplace dan e-commerce ya. Jangan sampai ketukar karena ketiganya berbeda lho!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments