Cara Menggunakan GTMetrix Pada Website & Menganalisanya

638
GTmetrix
8 min read

Bagi pemilik sebuah website bisnis, tentu saja kecepatan website adalah hal yang sangat penting. Karena tidak semua pengunjung memiliki waktu yang cukup banyak untuk menunggu waktu loading dari sebuah website. Website yang lemot akan membuat pengunjungnya enggan untuk kembali lagi karena dirasa membuang-buang waktu. 

Ada banyak pilihan yang dapat digunakan oleh pemilik situs website dalam menjalankan tes kecepatan loading guna memeriksa kinerja website. Salah satu tools online yang cukup populer untuk memeriksa kecepatan website adalah GTmetrix. GTmetrix cukup digemari oleh para pemilik website business karena tersedia secara gratis serta hanya membutuhkan waktu yang singkat dalam pengoperasiannya.

Penasaran tentang GTmetrix? Maka simak penjelasan lengkapnya pada artikel kali ini, ya! Selamat membaca!

Apa Itu GTmetrix?

Tidak banyak yang tahu bahwa kecepatan website dapat berdampak pada search engine optimization (SEO). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Google menunjukkan bahwa hampir 50% pengguna internet akan meninggalkan website tempat mereka berkunjung apabila memiliki load speed melebihi 3 detik.

Hasil lain dari riset tersebut yang cukup mengejutkan adalah hampir 80% pengunjung yang memiliki pengalaman buruk pada suatu website (terutama load speed), maka mereka tidak akan kembali mengunjungi website tersebut.

load speed website termasuk hal yang sangat penting
load speed website termasuk hal yang sangat penting (sumber: iStock Photo)

Pada pembahasan di atas sudah dijelaskan alasan loading website harus cepat. Sudah sangat jelas pula bahwa load speed atau kecepatan dari sebuah website adalah sebuah hal yang krusial. Oleh karena itu, website membutuhkan pengetesan terhadap load speed secara berkala. Ada banyak cara untuk cek kecepatan website. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan tools gratis GTmetrix.

GTmetrix speed test adalah sebuah tools yang menganalisa kecepatan dan kinerja laman situs. Output dari GTmetrix berupa skor halaman website yang diuji dan juga menyediakan rekomendasi untuk mengatasi kelemahan kinerja yang terdeteksi. GTmetrix juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan loading dari website WordPress.

GTmetrix hadir dalam dua pilihan, yaitu versi gratis yang dapat diakses melalui website https://www.gtmetrix.com/. Selain menggunakan GTmetrix melalui versi website, kalian juga bisa menggunakannya dengan cara berlangganan dan mendaftar melalui proses sign up. Tersedia akun gratis bagi yang ingin mencoba terlebih dahulu. Namun akun gratis pada GTmetrix memiliki keterbatasan jumlah pengecekan kecepatan website untuk tiap harinya.

Sekilas mengenai GTmetrix bahwa tools tersebut pertama kali dikembangkan oleh GT.net (sebuah perusahaan yang berbasis di Kanada) sebagai alat bagi pelanggan hosting perusahaan mereka untuk mengetes kinerja website

Dibandingkan dengan tools lainnya yang memiliki kegunaan serupa, GTmetrix cukup mudah digunakan bahkan bagi pemula sekalipun. GTmetrix menggunakan kombinasi cara kerja Google PageSpeed Insights dan YSlow dalam menghasilkan skor kecepatan dan rekomendasinya.

Cara Menggunakan GTmetrix

Berikut akan ditunjukkan cara menggunakan dan membaca hasil skor GTmetrix agar kalian mendapatkan gambaran dalam pengoperasiannya. Silakan disimak, ya!

Laman Awal GTmetrix

Tampilan laman awal dari GTmetrix
Tampilan laman awal dari GTmetrix

Pada laman utama GTmetrix, terdapat dialog box yang dapat kalian isi dengan URL website yang ingin dicek kecepatannya. Selain itu, jika menginginkan fitur tambahan yang lebih lengkap maka kalian dapat melakukan sign up. Klik sign up yang terdapat pada pojok kanan atas website.

Tampilan sign up GTmetrix
Tampilan sign up GTmetrix

Membuat Akun GTmetrix

Apabila ingin membuat akun terlebih dahulu sebelum menggunakan GTmetrix, maka kalian hanya perlu mengisi beberapa biodata seperti nama, email, dan password. Cukup mudah bukan untuk membuat akun pada GTmetrix? Nah, setelah berhasil membuat akun, maka tampilan GTmetrix akan berubah seperti di bawah ini.

Tampilan setelah login pada GTmetrix
Tampilan setelah login pada GTmetrix

Melakukan Cek Kecepatan Website

Setelah proses pembuatan akun dan validasi email telah beres dilakukan, maka kalian dapat langsung mengisi URL website yang ingin diperiksa kecepatannya lalu klik analyze.

Tampilan ketika ingin menganalisa website tertentu melalui GTmetrix
Tampilan ketika ingin menganalisa website tertentu melalui GTmetrix

Hasil Skor Website

GTmetrix membutuhkan waktu beberapa detik untuk menganalisa website kalian. Setelah proses analisa selesai, maka akan muncul tampilan seperti berikut. Tampilan di bawah ini menunjukkan skor dari performa website berdasarkan kecepatannya. Skor yang dihasilkan oleh GTmetrix berkisar antara A (paling bagus) hingga F (paling jelek).

Tampilan skor hasil analisa website Exabytes
Tampilan skor hasil analisa website Exabytes

Cara Menganalisa Hasil Skor GTmetrix

Berikut akan dijelaskan mengenai cara membaca dan menganalisa hasil skor kinerja website yang ditampilkan oleh GTmetrix. Selamat membaca! 

GTmetrix Grade

Contoh tampilan hasil GTmetrix Grade
Contoh tampilan hasil GTmetrix Grade

Hasil skor yang ditampilkan oleh GTmetrix mencakup dua hal, yaitu GTmetrix Grade dan Web Vitals. GTmetrix Grade dihitung berdasarkan dua metrik, yaitu Performance dan Structure.

GTmetrix Performance adalah hasil yang ditampilkan dengan menggunakan alat audit situs website bernama Lighthouse. Sedangkan GTmetrix Structure adalah metrik yang menilai kinerja dari keseluruhan laman website.

Performance

Contoh tampilan performance hasil analisa GTmetrix
Contoh tampilan performance hasil analisa GTmetrix

Pada bagian Performance, ditampilkan metrik-metrik krusial yang sangat mempengaruhi kinerja dari website. Selain LCP, TBT, dan CLS yang ditunjukkan pada summary page GTmetrix, bagian ini juga menunjukkan Speed Index (SI), Time to Interactive (TTI), dan First Contentful Paint (FCP).

Dalam hasil analisis ini pun terdapat penilaian terhadap metrik-metrik yang telah disebutkan di atas. Penilaian yang diberikan yaitu “Good – Nothing to do here” yang berarti bagian metrik tersebut telah memiliki kinerja sangat bagus sehingga tidak memerlukan perbaikan apa pun.

Selain itu, ada pula penilaian “OK, but consider improvement” yang menunjukkan bahwa bagian metrik tersebut masih membutuhkan perbaikan guna mengoptimalkan kinerja website.

Structure

Contoh tampilan structure hasil analisa GTmetrix
Contoh tampilan structure hasil analisa GTmetrix

Bagian Structure pada GTmetrix adalah tempat di mana kalian dapat melihat specific issues yang sangat mempengaruhi terhadap kinerja website. Penilaian yang ditunjukkan pada bagian ini sangat berguna karena memberi informasi yang dapat menjadi masukan terhadap website untuk diperbaiki kedepannya.

Structure dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu Low, Medium, dan High. Yang harus benar-benar diperhatikan adalah jenis High. Di mana issue yang dikategorikan ke dalam High akan dapat meningkatkan kinerja website apabila segera ditangani dan diperbaiki.

Web Vitals

Contoh tampilan Web Vitals hasil analisa GTmetrix
Contoh tampilan Web Vitals hasil analisa GTmetrix

Web Vitals yang juga ditampilkan sebagai hasil skor di GTmetrix mencakup Largest Contentful Paint (LCP), Total Blocking Time (TBT), dan Cumulative Layout Shift (CLS).

Largest Contentful Paint (LCP)

Apabila kalian masih bingung angka apa yang ditunjukkan oleh LCP, maka pada bagian ini akan dijelaskan secara detail. LCP pada Web Vitals GTmetrix menunjukkan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk memuat sebagian besar laman dari website yang diuji. LCP menggunakan satuan “s” yaitu menunjukkan detik (seconds).

Total Blocking Time (TBT)

Total Blocking Time (TBT) adalah jumlah waktu laman website terkunci (blocked) sebelum dapat diakses oleh pengguna. Render-blocking CSS dan JS dapat berdampak pada nilai dari TBT.

Cumulative Layout Shift (CLS)

Cumulative Layout Shift (CLS) mengacu pada pergeseran elemen yang ada di website pada saat halaman dimuat. CLS mengukur pergeseran dari tata letak yang tak tidak terduga pada laman website. 

Pada contoh yang akan dibahas kali ini, menggunakan website dari Exabytes yaitu www.exabytes.co.id. Berikut hasil skor dari website Exabytes yang diperoleh dari GTmetrix. 

GTmetrix Grade – A

GTmetrix Performance – 93%

GTmetrix Structure – 88%

LCP – 1.3s

TBT – 47ms

CLS – 0.01

Tampilan skor hasil analisa website Exabytes
Tampilan skor hasil analisa website Exabytes

Pada hasil penilaian kinerja website yang ditampilkan oleh GTmetrix, terdapat pula speed visualization yang menunjukkan garis waktu selama website sedang dimuat. Speed visualization berisi TTFB, FCP, LCP, waktu onload, waktu interaktif, dan waktu penuh yang dibutuhkan hingga website Exabytes berhasil termuat secara total.

Tampilan top issues hasil analisa website Exabytes
Tampilan top issues hasil analisa website Exabytes

Di bagian bawah setelah speed visualization, terdapat bagian Top Issues dan Page Details. Bagian Top Issues menunjukkan daftar item prioritas tinggi yang harus diperbaiki pada website. Sementara Page Details menunjukkan rincian terhadap persentase dan ukuran file yang terdapat pada website. 

Kesimpulan

Semenjak tahun 2010, Google telah menetapkan kecepatan akses website sebagai salah satu faktor yang berpengaruh dalam hasil pencarian Google. Website dengan kecepatan akses dan load yang lama akan susah untuk menempati peringkat atas pada halaman hasil pencarian di Google.

Alasan tersebut yang menjadi latar belakang banyak pemilik website bisnis mulai rutin melakukan pengecekan terhadap load speed website. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui website speed test GTmetrix.

Sederhananya, GTmetrix dapat memberikan penilaian terhadap kinerja dan performa dari website. Meskipun kecepatan akses website menjadi faktor penilaian utama, tetapi GTmetrix juga bekerja dengan menampilkan hasil skor terhadap metrik lainnya, seperti Total Blocking Time (TBT), Cumulative Layout Shift (CLS), Time to Interactive (TTI), dan First Contentful Paint (FCP).

GTmetrix terdiri dari dua bagian utama, yaitu GTmetrix Grade dan Web Vitals. GTmetrix Grade memiliki dua metrik utama sebagai komponen penilaian, yakni Performance dan Structure. Sedangkan Web Vitals menampilkan metrik Largest Contentful Paint (LCP), Total Blocking Time (TBT), dan Cumulative Layout Shift (CLS).

GTmetrix cukup mudah digunakan dan dipahami. Namun, selain harus memperhatikan kecepatan akses website, pengoptimalan dalam on-page maupun off-page SEO tentu menentukan perkembangan website. Salah satu opsi terbaik adalah menggunakan layanan SEO agar website terus bekerja secara optimal di mesin pencari dan  dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung.

Jika kalian bingung memilih jasa SEO berkualitas yang terpercaya dan bagus, maka jangan khawatir karena Exabytes hadir sebagai penyedia jasa SEO, loh! Untuk info selengkapnya kalian dapat mengunjungi website Exabytes, ya! Dan jangan lupa subscribe agar tak ketinggalan artikel-artikel menarik lainnya. Sampai jumpa!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments