9 Perbedaan Content Writer, Copywriter dan UX Writer

35
Perbedaan Content Writer
17 min read

Hi Exabytes Friends! Sekarang sedang populer profesi content writer, copywriter dan UX writer. Meski kesemuanya ’menulis’ ternyata tidak sama lho. Simak yah artikel ini untuk memahami apa sih perbedaan content writer, copywriter dan UX writer. Lalu kamu bisa tentukan ingin menjadi writer yang seperti apa.

Sebelumnya, mengenai profesi Content Writer, Copywriter dan UX Writer pernah dibahas loh di Event Exabytes: Talk With The Expert In Content Writing, Copywriting & UX Writing.

Content Writer

Jenis profesi writer yang pertama ada content writer. Mimin akan membahas siapa-siapa saja yang disebut content writer dan bagaimana tugas content writer.

Siapakah Content Writer Itu?

Di zaman sekarang, konten merupakan bagian penting dari internet, dapat menampilkan informasi yang dicari-cari orang di search engine seperti misalnya Google. Konten dapat berupa foto, video, atau tulisan.

Dari ketiga jenis konten tersebut, konten berupa tulisan lah yang bisa memungkinkan muncul di Search Engine Page Result (SERP) ketika dicari orang di search engine Google dengan mengetikkan beberapa kata kunci pertanyaan yang mereka tulis di search bar.

Nah, content writer ialah seorang yang melakukan content writing tersebut yaitu menulis di media digital, disebarkan secara online dan biasanya bentuknya itu adalah blog atau artikel. 

Profesi content writer.
Ilustrasi Content Writer (Source: Adobe Stock)

Kini tidak hanya media online atau seorang blogger yang menulis di internet. Perusahaan yang bergerak terutamanya di bidang startup sudah banyak membuat website dan mempunyai yang namanya blog. 

Jadi di dalam blog, perusahaan bisa lebih detail menjelaskan mereka bergerak di bidang apa, layanan atau produk apa yang mereka tawarkan, atau sekadar berbagi informasi kepada pembaca yang tentunya relevan dengan bidang perusahaan mereka.

Dan jika penulisan konten dalam blog perusahaan dilakukan dengan benar, maka dapat membuat si pembaca menjadi pembeli hingga pelanggan loyal.

Maka dari itu, di beberapa perusahaan, content writer ada yang berada di divisi editor, yaitu menulis dan mengedit konten-konten tulisan di halaman website agar penjelasan mengenai produk bidang perusahaan kamu yang kompleks dapat dimengerti dan menarik perhatian orang awam.

Namun ada juga yang berada di divisi marketing. Content writer akan menulis konten berupa tulisan dan mengoptimalkan tulisan mereka agar bisa memasuki peringkat di mesin pencarian Google. Sehingga nantinya orang bisa menemukan artikel/blog perusahaan dan kemudian tertarik dan berlanjut menjadi pembeli.

Jenis Content Writer

Seorang content writer.
Ilustrasi Content Writer (Source: Adobe Stock)

Meskipun content writer hakikatnya adalah seorang penulis, tapi ternyata terbagi menjadi beberapa jenis content writer. Berdasarkan tema yang ditulis ada educational content writer, travelling content writer hingga beauty content writer. Namun, ada juga dibagi berdasarkan tujuan penulisan.

SEO Content Writer

Jika kamu pernah mengetikkan beberapa kata kunci untuk suatu produk dan melihat ada artikel dari suatu perusahaan di halaman satu hasil pencarian Google, maka itu hasil tulisan dari seorang SEO writer yang menerapkan prinsip SEO.

Seorang SEO writer khusus membuat artikel dengan kata kunci yang sedang tren atau yang relevan terhadap layanan produk/jasa/bidang perusahaan mereka sehingga artikel mereka bisa muncul ketika dicari oleh pengguna di mesin pencarian. 

Ketika artikel berhasil muncul di peringkat atas, kemungkinan besar orang-orang akan mengklik artikel mereka sehingga bisa mendatangkan traffic yang tinggi ke website.

Jurnalis

Berita-berita tentang informasi, isu terkini, tren lifestyle yang sedang hits hingga tulisan menghibur yang dikemas santai dan lucu yang kerap kamu temukan di internet ialah hasil penulisan para jurnalis yang diterbitkan di media online. 

Karena zaman sekarang sudah mengarah ke digital, maka media cetak hingga televisi pun banyak yang menerbitkan media online versi mereka. Tujuannya agar selalu bisa menjaga interest audiens hingga menarik audiens baru.

Generalist

Jenis writer yang ini biasanya membuat konten berupa tulisan atau artikel sebanyak-banyaknya tanpa ditentukan kata kunci, tema atau gaya penulisan khusus. Biasanya generalist writer menulis untuk menaikkan kesadaran merek (brand awareness) suatu website. 

Jika suatu website sering menciptakan konten-konten yang unik dan menarik perhatian masyarakat maka lambat laun orang-orang mulai sadar akan keberadaan website/brand/perusahaan tersebut.

Technical Writer

Nah, technical writer tentunya menuliskan hal-hal untuk menjelaskan istilah-istilah yang bersifat teknis dalam bidang industri perusahaan kamu agar orang awam dapat memahaminya. 

Sebagai contoh technical writer biasanya menuliskan guide book untuk menginstall suatu software, cara pemakaian produk, istilah-istilah kompleks akan diinterpretasikan ke bahasa yang lebih mudah dimengerti.

Social Media Writer

Kamu pernah melihat caption beserta post instagram yang menarik? Sebuah tweet yang lucu dan bikin penasaran? Itulah tugas social media writer. Mereka lebih berfokus menuliskan untuk konten yang akan diupload ke media sosial.

Konten-konten yang dibuat baik itu caption, foto, video haruslah menarik, engaging dan mengikuti tren terkini yang sedang banyak orang bicarakan agar orang-orang tertarik berinteraksi dengan media sosial kamu.

Tugas Content Writer

Tugas content writer menulis blog.
Ilustrasi Tugas Content Writer (Source: Adobe Stock)

Tugas content writer tentu yang paling utama adalah menulis. Tetapi, tidak asal menulis saja lho Exabytes Friends. Banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan seorang content writer sebelum menulis, ketika menulis bahkan hingga selesai menulis.

Melakukan Riset Terhadap Tren

Pertama-tama, tugas content writer ialah melakukan riset akan tulisan yang mau mereka buat. Content writer harus mengetahui jelas target audiens/pembaca mereka. Apa saja masalah yang kira-kira dimiliki pembaca dan informasi menarik apa yang ingin diketahui pembaca.

Hal ini bisa didapat dari berbagai hal. Content writer bisa melihat dari survey yang telah dilakukan orang lain yang tentunya harus relate ke bidang industri perusahaan mereka atau pembaca mereka, mengidentifikasi masalah, lalu menuliskan solusinya dalam artikel. 

Content writer bisa juga mendapatkan ilham dari tren media sosial saat ini. Kebanyakan orang akan menuliskan kata kunci terkait tren atau isu yang sedang banyak dibicarakan di mesin pencarian untuk mendapatkan informasi terkini.

Menulis Berdasarkan Kata Kunci

Setelah melakukan riset dan mendapatkan kata kunci yang sedang tren dan banyak diketikkan orang-orang di mesin pencarian untuk mendapatkan informasi, maka para content writer diminta untuk menuliskan artikel seputar kata kunci tersebut. 

Content writer harus tangkas dan cepat menulis. Karena setiap orang sekarang sudah bisa mempublish konten mereka sendiri maka kamu jangan sampai kalah cepat dengan yang lain. Tujuannya agar artikel website kamu isa muncul ketika dicari orang di mesin pencarian Google misalnya dan mendatangkan traffic.

Mempraktikkan Prinsip SEO Pada Konten

Melakukan riset dan menuliskan konten berdasarkan kata kunci termasuk langkah-langkah praktik SEO. Saat menulis pun, seorang content writer harus berpegang teguh pada prinsip SEO hingga konten tulisan yang dibuat bisa optimal di website, mendapatkan peringkat di mesin pencarian dan mendatangkan traffic yang tinggi ke website.

Selain melakukan basic SEO pada tulisan, kamu juga bisa menambahkan trik-trik SEO terkini yang kamu ketahui. 

Membuat, Mempublikasikan, Mengelola Konten Di Website 

Tulisan yang dibuat oleh content writer merupakan bagian dari konten-konten yang akan mengisi website baik milik perusahaan ataupun klien. 

Seorang content writer membuat secara rutin rencana serta strategi akan konten-konten yang ingin dibuat. Lalu mulai memproduksinya baik itu bentuknya artikel, infografik, video. 

Usahakan membuat konten yang mempunyai kualitas baik. Jangan membuat judul yang clickbait pembaca, karena sekali pembaca merasa terbohongi dia tidak mau lagi menikmati kontenmu. Pilihlah diksi yang baik, tidak hiperbola dan yang terpenting tidak plagiat. Karya yang original lebih menarik perhatian audiens karena mereka baru pertama kali melihatnya.

Setelah diedit sedemikian rupa sehingga dirasa optimal baru content writer mempublikasikannya secara online di berbagai platform, tidak hanya di website tetapi juga di media sosial

Setelah konten dipublish, tidak langsung selesai begitu saja tugas content writer. Content writer masih harus mengelola seluruh konten-konten yang telah dibuat, memastikan konten terutama artikel yang dibuat memiliki performa yang baik dan mendatangkan traffic ke website.

Copywriter

Profesi writer yang kedua ada copywriter. Simak siapakah seorang copywriter dan tugas copywriter.

Siapakah Copywriter Itu?

Copywriter adalah orang yang melakukan tugas copywriting yaitu penulisan yang membantu sebuah brand atau kamu sendiri sebagai brand dalam hal promosi dan mengajak target audiens untuk mengenal produk kamu, mengikuti kampanye yang kamu buat hingga membeli produk kamu. Singkatnya copywriter yang menulis materi iklan.

Contoh iklan.
Ilustrasi Ragam Iklan (Source: Adobe Stock)

Tulisan serta tagline yang bikin lucu di billboard atau banner, script serta jingle catchy pada video iklan yang tayang di YouTube, televisi hingga videotron, iklan di FB dan IG Ads, email promosi, kesemuanya dibuat oleh seorang copywriter. 

Tugas Copywriter

Tugas copywriter.
Ilustrasi Copywriting (Source: Adobe Stock)

Copywriter memang tugasnya ‘menulis’. Namun ‘menulis’ yang dimaksudkan di sini bukan hanya sekedar menulis yang biasa saja. Berikut penjabaran tugas copywriter yang biasa mereka jalani.

Menentukan Target Audiens

Sama halnya dengan content writer, seorang copywriter juga malahan harus lebih paham dengan siapa mereka akan berbicara atau menyampaikan iklan. Jika copywriter mengetahui dengan jelas siapa saja orang yang akan ditargetkan untuk mengajak membeli produk secara demografis maupun behavioral (perilaku), maka bisa ditentukan strategi menyampaikan pesan yang tepat, jenis iklan yang akan dibuat hingga penentuan tempat dan waktu.

Melakukan Riset Dan Pengamatan

Setelah menentukan kepada siapa saja pembuat iklan akan berbicara maka dilakukan riset serta pengamatan. 

Di target audiens telah ditentukan usia, jenis kelamin, lokasi, bahkan hingga hobi. Nah, copywriter bisa menyusun strategi dengan menyesuaikan data-data yang diketahui. Dalam menyusun strategi, jangan lupa memposisikan diri juga sebagai target audiens.

Misalnya target audiens adalah remaja maka buatlah materi iklan yang sesuai dengan tren yang sedang dibicarakan remaja, bahasa yang lebih fun dan familiar didengar remaja, hingga pemilihan tokoh dengan idola yang sedang digandrungi remaja.

Selain itu juga diperlukan mengecek kompetitor untuk melihat apa yang belum pernah dilakukan pada materi iklan mereka. 

Memikirkan Ide Kreatif

Setelah semua data didapat, sudah menyusun strategi yang tepat maka dimulailah proses memikirkan ide-ide kreatif untuk dituangkan dalam iklan. Copywriter menyusun teks serta visual yang akan ditampilkan dalam iklan yang nantinya akan dipresentasikan ke direktur kreatif di perusahaan mereka atau bahkan ke klien.

Jangka waktu yang diberikan untuk copywriter memikirkan ide kreatif juga tidak lama. Copywriter tentunya memiliki deadline deadline tertentu.

Menyajikan Iklan yang ‘One Of A Kind’

Jika ide-ide kreatif sudah disetujui berbagai pihak, para copywriter sudah bisa menuliskan materi untuk iklan. 

Misalnya untuk di billboard, menulis kata-kata yang singkat, kreatif dan bisa menarik perhatian dalam waktu singkat, serta visual yang mendukung. Untuk iklan penayangan di YouTube atau TV bahkan hingga radio, menuliskan script atau jingle yang bisa diingat terus-menerus oleh banyak orang.

Menulis untuk materi iklan Facebook dan Instagram Ads hingga email promosi seperti newsletter rutin. Dalam kesemua jenis iklan, copywriter harus menggabungkan kemampuan menulis yang baik, persuasi, menarik sisi empati manusia untuk membuat audiens menjadi mau melakukan aksi seperti mendaftar membership, menandatangani kampanye, hingga membeli produk.

Mengawasi Pra-Produksi, Produksi Hingga Pasca-Produksi

Copywriter tidak hanya bekerja pada saat merencanakan iklan namun juga saat banner dicetak untuk memeriksa apakah iklan sudah sesuai hingga setelah iklan diproduksi untuk melihat apakah iklan yang dibuat sudah memiliki performa yang baik atau masih ada yang harus diperbaiki.

UX Writer

Selanjutnya mimin akan bahas profesi writer yang ketiga nih, Exabytes Friends, yaitu UX writer. Profesi UX writer memang sedang populer sejak kemunculannya yang baru-baru ini dan banyak dicari oleh perusahaan. Mengapa demikian? Sebelumnya yuk kita simak siapa sih UX writer ini dan apa tugas UX writer.

Siapakah UX Writer Itu?

Contoh ux writing.
Contoh UX Writing (Source: Adobe Stock)

UX writer ialah orang yang melakukan UX writing yaitu menyusun dan menuliskan copy di dalam interface (antarmuka) suatu aplikasi atau website yang berguna untuk menuntun user mencapai tujuan, berinteraksi dengan produk digital tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami. UX sendiri merupakan singkatan dari user experience.

Sebagai contoh ketika ingin melakukan video call via Zoom Meeting tentunya user harus mendaftar, login hingga masuk ke ruang meeting dengan serangkaian tombol atau button dan form yang harus diisi. Di situlah UX writer berperan membuat pengalaman user dengan suatu produk menjadi menyenangkan.

Mengapa profesi UX writer mulai banyak dikenali dan dicari? Karena semakin berkembangnya teknologi, maka banyak dari perusahaan sekarang membuat website hingga aplikasi di handphone untuk memberi informasi tentang produk hingga melakukan transaksi jual beli.

Tugas UX Writer

UX writer yang berkolaborasi.
UX Writer yang sedang berkolaborasi. (Source: Adobe Stock)

Untuk membuat user mempunyai pengalaman menyenangkan dengan aplikasi atau website maka ada serangkaian tugas UX writer yang biasa dilakukan.

Kolaborasi Dengan Tim Lain

UX writer biasanya harus berkolaborasi dengan tim lain seperti UX researcher, UX designer hingga engineer. Dari proses perencanaan, riset, penyusunan hingga melakukan test, akan banyak diskusi-diskusi yang dilakukan. 

Melakukan Riset

UX writer melakukan riset bersama para researcher untuk mengetahui product requirement yang dibutuhkan user di sebuah website atau aplikasi. Harus mengenal lebih dalam masalah apa yang dimiliki user hingga memberikan solusi kemudahan.

Lalu, melalui target audiens, bisa disusun kira-kira desain seperti apa yang cocok untuk user dan pastinya harus menarik dan mudah dipahami oleh user.

Menulis Copy

Setelah desain sudah ditentukan maka UX writer mulai membuat arsitektur informasi. Informasi apa saja yang akan didahulukan dalam sebuah page atau halaman. Berapa banyak informasi yang harus diberikan. 

Tulisan harus dalam kata-kata yang mudah dimengerti orang awam dan dapat menimbulkan perasaan senang ketika user menggunakannya. Memilih kata yang tepat serta efektif karena mempunyai space yang kecil seperti di tombol, UX writer harus eksplorasi copy dan harus memiliki banyak kandidat calon copy yang akan dipakai di desain akhir.

Setelah ditest menggunakan tools oleh tim, dilihat kembali apakah diperlukan perbaikan atau penambahan.

9 Perbedaan Content Writer, Copywriter dan UX Writer

Perbedaan content writer, copywriter dan UX writer
Ilustrasi Seorang Writer (Source: Adobe Stock)

Nah, kamu sudah mengetahui masing-masing mengenai siapa content writer serta tugas content writer, siapa copywriter serta tugas copywriter dan siapa UX writer serta tugas UX writer. Selanjutnya mimin akan menjabarkan lebih jelas apa saja perbedaan content writer, copywriter dan ux writer dilihat dari berbagai aspek?

Sifat Pesan yang Disampaikan

Berdasarkan sifat komunikasi dan pesan, yang disampaikan oleh content writer mengarah ke informatif serta edukatif. Lewat artikel orang-orang menjadi paham akan produk mereka, suatu tema/berita/informasi terbaru.

Copywriter lebih bersifat persuasif. Karena materi iklan yang mereka tulis harus berisi ajakan untuk orang berinteraksi dengan brand mereka bak itu membeli produk atau berpartisipasi dalam campaign.

UX writer bersifat informatif. Karena UX writer menuntun user mencapai tujuan dalam pengalaman menggunakan suatu website atau aplikasi.

Tujuan Penulisan

Perbedaan content writer, copywriter dan ux writer dilihat dari tujuan penulisan adalah pada content writer memiliki tujuan untuk memberikan informasi kepada orang agar menjadi lebih paham tentang perusahaan, produk atau jasa yang ditawarkan melewati soft selling.

Para copywriter mempunyai tujuan membuat para pembaca dan calon pembeli mau engage dengan brand baik itu menandatangani campaign, mendaftar keanggotaan, hingga membeli serta meningkatkan penjualan produk atau jasa melalui hard selling.

Sedangkan untuk UX writer, tujuan penulisan mereka ialah untuk membuat user memiliki pengalaman menyenangkan ketika mengakses website atau aplikasi termasuk diantaranya membantu user mencapai yang mereka inginkan.

Karakteristik Penulisan

Dilihat dari karakteristik penulisan, terdapat perbedaan content writer, copywriter dan ux writer.

Karakteristik content writing ialah storytelling. Content writer dapat lebih dalam menggali masalah yang sekiranya dipunyai pembaca dan turut serta memberikan solusi di akhir artikel. Artikelnya biasanya panjang dan berisi informasi lengkap serta runut.

Karakteristik copywriting adalah menulis pendek-pendek dan to the point. Karena pengiklan hanya mempunyai waktu sedikit untuk menarik perhatian orang diawal, seperti contohnya orang melewati billboard hanya 3 detik di jalanan.

Pada UX writing justru karakter penulisannya lebih pendek lagi dari copywriting. Karena space yang kerap terbatas seperti menulis di tombol-tombol, maka karakteristik UX writing harus jelas, concise dan membantu user. 

Tipe Skill Menulis

Melihat perbedaan content writer, copywriter dan ux writer.dari karakteristik penulisan maka berbeda pula lah tipe skill menulisnya.

Untuk content writer diperlukan skill menulis dengan berbagai gaya penulisan, bahasa, topik atau tema. 

Pada copywriter diperlukan skill menulis yang bisa menggunakan kalimat efektif dan persuasif dalam menyampaikan iklan agar penerima pesan bisa melakukan apa yang kita inginkan.

Sedangkan pada UX writer dibutuhkan skill terbiasa menulis di space yang sempit seperti tombol. Mampu menyampaikan maksud jelas hanya dengan satu atau dua kata saja.

Penerapan SEO

Dalam penulisan konten, seorang content writer harus mengaplikasikan prinsip SEO pada tulisan mereka agar artikel optimal di website, mendapatkan peringkat di mesin pencarian dan mendatangkan traffic.

Pada copywriting, copywriter menerapkan SEO hanya ketika menuliskan di media digital dan disebarkan secara online. Misalnya di Facebook atau Instagram ads, landing page website perusahaan atau artikel yang bersifat hard selling.

Sedangkan UX writer sama sekali tidak perlu menerapkan prinsip SEO dalam penulisannya.

Media Placement

Perbedaan content writer, copywriter dan ux writer selanjutnya dilihat dari peletakkan tulisannya.

Content writer membuat konten tulisan biasanya berupa format blog atau artikel yang akan disebarkan secara online baik di website, email, sosial media dan di aplikasi.

UX writer membuat tulisan hanya untuk antarmuka website dan aplikasi mobile. Biasanya di tombol-tombol.

Sedangkan copywriter media placementnya lebih luas lagi termasuk media cetak dan elektronik. Dalam bentuk cetak ada billboard, banner, brosur. Di elektronik bisa iklan di televisi dan iklan di radio. Ada juga yang yang berupa digital dan disebarkan secara online seperti video YouTube, FB dan IG ads, banner di aplikasi dan website, postingan di media sosial.

Ruang Lingkup Kerja

Seorang content writer dalam ruang lingkup kerja bisa bekerja sendiri. Content writer dituntut untuk secara mandiri bisa menjadi editor dan melakukan pengeditan pada artikel sendiri. 

Copywriter biasa bekerja sama dengan tim-tim kreatif lain seperti desain grafis untuk mendiskusikan visual yang tepat dalam iklan.

Sedangkan seorang UX writer tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai banyak pihak agar dapat menciptakan produk yang sesuai dengan user. Dimulai dari researcher, UX designer hingga engineer.

Proses Riset

Saat content writer melakukan riset, yang tentunya dengan memerhatikan data dan tren terkini, maka mereka akan mendapatkan hasil dan menulis berdasarkan kata kunci, tema atau topik.

Pada copywriter dan ux writer, ketika melakukan riset berdasar data target audiens dan tren maka mereka akan mendapatkan dan menawarkan sebuah solusi untuk pembacanya.

Proses Kerja

Antara content writer, copywriter dan ux writer mempunyai perbedaan di proses kerja yang unik, meski secara garis besar terdapat riset di pra-produksi, memproduksi tulisan hingga memonitor pasca-produksi. 

Content writer memiliki proses menerapkan prinsip SEO pada artikel dan memastikan artikel di blog website perusahaan dapat mencapai ranking di mesin pencarian serta mendatangkan banyak traffic ke website.

Pada copywriter memiliki proses berpikir kreatif untuk menuangkan ide berupa teks atau script video maupun visual yang ciamik di dalam iklan, dan tentunya memiliki deadline karena harus dipresentasikan.

Sedangkan pada ux writer, mereka memiliki proses kolaborasi dengan tim lain untuk membentuk kesatuan produk yang berguna bagi user.

Penutup

Nah, bagaimana Exabytes Friends, sudah jelas? Sekarang kamu sudah mengetahui perbedaan content writer, copywriter dan ux writer lebih dalam. Kelihatannya serupa tetapi berbeda lho ya.

Dari penjabaran sosok masing-masing jenis writer, paparan tugas hingga perbedaan di antara ketiganya diharapkan kamu bisa memilih dengan tepat ingin menjadi writer seperti apa, sesuai dengan skill yang kamu miliki.

EDD Copywriter
EDD Talk With The Expert

Kamu juga bisa tonton webinar Exabytes Digital Day : Talk Talk With The Expert In Content Writing, CopyWriting & UX Writing di Facebook Exabytes Indonesia supaya kamu tahu lebih banyak tentang 3 bidang kepenulisan ini agar bisa dapat insight baru lho!

Semoga artikel ini dapat membuat kamu lebih paham lagi ya mengenai copywriting, content writing dan UX Writing Jadi, kamu tertarik menguasai yang mana nih?

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak