Target Market: Intip Rahasia Kenali Audience dengan Tepat!

303
11 min read

Kegiatan komersial atau bisnis ibarat pisau bermata dua. Karena apabila berjalan lancar, bisnis dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan serta membuka lapangan kerja untuk orang sekitar. Namun bisnis juga bagaikan undian yang tidak dapat diprediksi kondisi pasar dan persaingan di dalamnya. 

Oleh karena itu, dalam menjalankan bisnis diperlukan strategi yang matang mulai dari branding perusahaan, jenis digital marketing yang digunakan, target market yang dituju, produk yang dihasilkan, hingga strategi Retargeting dan Lead Generation yang diterapkan.

Dari semua aspek penting dalam berbisnis, Target Market menggenggam kunci krusial untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan dapat sesuai dan diterima oleh calon potensial pelanggan. Target Market juga memiliki andil cukup besar dalam memastikan cara membangun strategi digital marketing sudah cukup baik dan sesuai.

Sebuah bisnis yang telah memiliki Target Market dengan goals serta objective perusahaan yang baik, maka strategi promosi juga dapat dijalankan dengan lebih mudah dan terarah. Nah, topik pembahasan di artikel kali ini akan seru nih Exabytes Friends. Karena akan membahas secara komprehensif mengenai Target Market sebuah bisnis. Yuk, simak selengkapnya!

Mengenal Target Market

Sebelum kita membahas secara detail dan rinci mengenai Target Market, sebaiknya Exabytes Friends berkenalan terlebih dahulu dengan apa itu Target Market serta contoh dan manfaatnya.

Apa Itu Target Market?

Menurut ahli ekonomi bernama Kotler & Amstrong, Target Market adalah sekelompok pembeli atau konsumen yang memiliki kebutuhan atau karakteristik yang sama yang menjadi tujuan dari promosi perusahaan.

Secara harfiah, Target Market adalah sekelompok orang yang menjadi target perusahaan untuk memasarkan produk sesuai dengan karakteristik, spesifikasi, dan bobot yang dimiliki produk itu sendiri.

Jadi sederhananya, Target Market dapat juga diartikan sebagai para calon potensial pelanggan yang dapat diprospek dan cocok menggunakan produk yang dipasarkan. 

Target Market memegang peranan penting dalam meningkatkan konversi penjualan bisnis. (Sumber: Shutterstock)
Target Market memegang peranan penting dalam meningkatkan konversi penjualan bisnis. (Sumber: Shutterstock)

Untuk menentukan Target Market yang sesuai dengan perusahaan kalian, maka dapat mempertimbangkan beberapa hal termasuk psikologi marketing, visi misi, goals and objective, jenis produk atau layanan, serta Unique Selling Point (USP) dari perusahaan tersebut. 

Seperti yang telah disampaikan pada awal pembahasan artikel ini bahwa Target Market memiliki pengaruh yang berkelindan dengan strategi pemasaran. Strategi pemasaran dapat dijalankan dengan optimal apabila perusahaan telah menentukan terlebih dahulu Target Market yang potensial.

Lalu, sebenarnya apa sih manfaat lain dari Target Market? Yuk, simak pada pembahasan selanjutnya berikut ini!

Manfaat Target Market 

Berikut akan dipaparkan beberapa manfaat utama dari Target Market sebagai sebuah strategi untuk mengenali audience atau potential consumer dengan tepat.

Meningkatkan Konversi Penjualan

Dengan memiliki Target Market yang tepat dan sesuai, maka tingkat penjualan produk pun akan semakin meningkat. Hal tersebut dikarenakan produk dipromosikan dan dipasarkan kepada kelompok konsumen yang tepat dan benar-benar membutuhkan produk tersebut. 

Selain itu, dengan memiliki Target Market maka perusahaan akan lebih mudah dalam mengembangkan produk yang benar-benar disukai oleh pelanggan mereka. Tidak hanya itu, Target Market juga dapat meningkatkan jumlah loyal consumers sehingga keuntungan perusahaan pun akan secara signifikan bertambah.

Hal tersebut diperkuat oleh fakta bahwa 65% profit atau keuntungan penjualan produk berasal dari consumer loyalty (kelompok pelanggan setia yang terus berlangganan produk secara berkala).

Memaksimalkan Anggaran Biaya Perusahaan

Apabila produk dipasarkan dengan tepat sasaran, maka tentu saja dapat menghemat budget perusahaan. Selain itu, biaya pemasaran tidak akan terbuang percuma karena Target Market cenderung akan membeli produk karena sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Kegiatan pemasaran yang dilakukan tanpa Target Market membuat perusahaan menyasar promosi kepada semua orang. Hal tersebut dapat membuat anggaran membengkak dan terbuang sia-sia.

Menciptakan Komunikasi yang Seimbang dengan Konsumen

Perusahaan yang memiliki Target Market tidak akan menyasar komunikasi ke semua orang. Sehingga komunikasi dengan potensial pelanggan pun dapat terjalin secara privat dan seimbang.

Kalian dapat menjalin komunikasi melalui newsletter, feedback, testimoni, survey, wawancara, hingga metode lainnya. Melalui data-data Target Market pelanggan yang kalian miliki, maka perusahaan pun dapat mengetahui siapa saja potensial pelanggan yang dapat dilibatkan dalam metode komunikasi tersebut. 

Mempermudah dalam Menentukan Strategi Pemasaran

Tingkat keberhasilan dari kegiatan pemasaran bergantung kepada para audiens yang disasar. Dengan mengetahui Target Market, maka konten promosi (content marketing) yang dijalankan pun dapat terukur dan terarah. 

Sebagai contoh, apabila Target Market kalian adalah para Gen Z dengan rentang usia di bawah 20 tahun, maka strategi pemasaran yang cocok digunakan adalah melalui konten-konten di media sosial Instagram dan TikTok.

Berbeda lagi jika Target Market kalian merupakan ibu-ibu rumah tangga, maka strategi pemasaran dapat dijalankan melalui Facebook dan WhatsApp. Hal tersebut sesuai dengan sebuah hasil survei dari The Asian Parent, di mana para ibu rumah tangga di Indonesia sebagian besar mengakses Instagram (95%) dan WhatsApp (96%) . 

Dapat Bersaing dengan Kompetitor

Melalui Target Market, kalian dapat melihat secara spesifik kompetitor mana saja yang menawarkan produk serupa dan menyasar pelanggan yang sama dengan kalian. Maka langkah selanjutnya adalah mencoba untuk mengetahui dan menggali apa yang ditawarkan oleh kompetitor. Lalu, ciptakan Unique Selling Point serta keunggulan produk kalian yang belum mampu diberikan oleh kompetitor. 

Pada intinya, melalui Target Market kalian dapat lebih mudah untuk terlihat unggul dan mengetahui kelemahan dari kompetitor di pasar.

Mencegah Churn Rate

Selain digital marketing, Churn Rate adalah strategi krusial untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis. (Sumber: iStock Photo)
Selain digital marketing, Churn Rate adalah strategi krusial untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis. (Sumber: iStock Photo)

Bagi Exabytes Friends yang masih awam dengan istilah Churn Rate, berikut penjelasan singkatnya. Churn Rate merupakan persentase konsumen yang berhenti berlangganan terhadap sebuah produk dari perusahaan selama periode waktu tertentu.

Semakin tinggi angka Churn Rate, maka akan semakin merugikan perusahaan. Oleh karena itu, melalui Target Market, diharapkan jumlah loyal customers semakin bertambah sehingga angka Churn Rate dapat ditekan secara signifikan.

Contoh Target Market

Nah, kita telah sampai pada pembahasan yang seru nih Exabytes Friends. Pada bagian kali ini akan disajikan sebuah study case tentang bagaimana menentukan Target Market yang pas dan sesuai. Berikut contohnya:

Study Case

Contoh

Produk yang Ditawarkan

Sebuah aplikasi berbasis android untuk home workout atau yoga dengan versi gratis (trial) dan berbayar (mulai dari Rp50.000 hingga Rp300.000 tiap bulan).

Distribusi Produk

Dipasarkan melalui Google Play dengan strategi ASO (App Search Optimization), Gateway Download pada media sosial, serta mobile billboard banner pada website olahraga yang populer.

User Behaviour

– Para pria dan wanita dengan usia produktif yang gemar berolahraga.
– Senang berinteraksi dengan media sosial seperti Facebook atau Instagram (karena nantinya aplikasi tersebut juga dipasarkan melalui Gateway Download pada media sosial).
– Para pria dan wanita dengan berat badan di atas normal.
– Para pria dan wanita yang sibuk dan tidak sempat mengunjungi gym atau olahraga di luar rumah.

Daya Beli Users

Users menengah ke atas dengan daya beli mulai Rp50.000 – Rp 300.000 per bulannya.

Target Market yang Sesuai

– Pria dan Wanita usia 17-40 tahun.
– Pria dan Wanita dengan berat badan >60kg.
– Mahasiswa, pebisnis, pria dan wanita yang sudah bekerja dan memiliki keterbatasan waktu untuk berolahraga di luar rumah.
– Pria dan Wanita yang menggunakan gadget high-end (RAM 4GB ke atas) karena aplikasi yang tersedia memiliki size lumayan tinggi.

Cara Menentukan Target Market

Nah, kita sudah sampai pada pembahasan inti nih Exabytes Friends. Pada bagian kali ini akan diulik secara komprehensif mengenai cara jitu agar memiliki Target Market yang tajam sesuai sasaran. Yuk, simak! 

Menerapkan Marketing Funnel

Marketing Funnel berguna untuk memahami kebiasaan pelanggan sebelum membeli produk. (Sumber: iStock Photo)
Marketing Funnel berguna untuk memahami kebiasaan pelanggan sebelum membeli produk. (Sumber: iStock Photo)

Cara menentukan Target Market yang pertama yaitu melalui Marketing Funnel. Apabila kalian masih menerka-nerka apa itu Marketing Funnel, berikut akan dijelaskan pengertian sederhananya. 

Marketing Funnel merupakan sebuah konsep yang menjelaskan tiap-tiap tahapan yang dilalui oleh pelanggan sebelum akhirnya mereka melakukan pembelian produk. Melalui Marketing Funnel, tiga hal penting dalam bisnis dapat terselesaikan. 

Pertama, Marketing Funnel dapat meruntutkan customer journey secara rinci dan deskriptif. Kedua, Marketing Funnel dapat mengidentifikasi penyebab customer membatalkan pembelian produk. Dan ketiga, Marketing Funnel sekaligus dapat menjelaskan jumlah Target Market (aspek kuantitas) secara rinci.

Menerapkan Aspek Marketing Mix

Dalam Marketing Mix 4P, terdapat empat komponen utama yang meliputi Product, Price, Place, dan Promotion. Diantara keempat komponen Marketing Mix 4P tersebut, terdapat dua komponen yang cocok dijadikan patokan dalam menentukan Target Market, yaitu “Place” dan “Promotion”.

Place                                 

Place merupakan strategi terhadap penempatan atau distribusi produk guna menjangkau para calon konsumen. Dengan memahami aspek Place pada Marketing Mix, maka Exabytes Friends dapat memiliki gambaran Target Market yang dapat disasar dengan tepat.

Komponen “Place” sendiri terbagi menjadi empat bagian utama, yaitu:

Intensive distribution

Intensive Distribution adalah sebuah strategi yang menempatkan produk di sebanyak mungkin toko (baik kecil maupun besar) agar lebih mudah menjangkau pasar secara luas. 

Exclusive distribution

Exclusive Distribution adalah sebuah strategi distribusi dengan menjual produk melalui jasa distributor resmi yang ditempatkan di setiap daerah atau kota-kota besar. 

Selective distribution

Selective Distribution adalah sebuah strategi distribusi dengan menjual produk hanya pada beberapa tempat tertentu saja yang telah disepakati.

Franchising

Yang terakhir yaitu Franchising. Franchising adalah strategi distribusi dengan menjual produk melalui proses kerja sama dengan pihak lain. Sistem pembagian hasil dilakukan dengan membagi keuntungan sesuai porsi dan kesepakatan sebelumnya. 

Promotion

Komponen lain dari Marketing Mix 4P yang dapat membantu dalam menentukan Target Market adalah promosi. Strategi promosi terdiri dari beberapa bagian kunci, yaitu sales organization, public relation, advertising, dan sales promotion. 

Dengan memahami seluruh aspek yang mendukung sebuah strategi promosi, maka kalian dapat lebih mudah menentukan Target Market. Sebagai contoh, jika produk yang kalian jual lebih cocok dipromosikan melalui media sosial kekinian seperti Instagram dan TikTok, maka kalian dapat menggunakan jasa endorsement influencers agar produk yang ditawarkan dapat sampai pada Target Market yang lebih terarah. 

Menggunakan Analytics Tools

Semakin berkembangnya teknologi digital menghasilkan banyak analytics tools yang canggih dan mumpuni untuk menentukan Target Market. Salah satu analytics tools yang populer saat ini adalah Google Analytics. 

Google Analytics memiliki beragam fitur dan metrik yang dapat mengidentifikasi behaviour serta demographic para pelanggan kalian. Melalui Google Analytics kalian juga dapat mengetahui gender dan age yang mendominasi sehingga proses dalam menentukan Target Market lebih mudah dan tepat sasaran. 

Mengetahui User Behaviour dan User Persona 

User Behaviour merupakan strategi untuk memperoleh dan memahami data perilaku konsumen yang berguna untuk pengembangan produk. User Behavior dapat dianalisis melalui Marketing Funnel yang menggambarkan kebiasaan konsumen ketika mereka melakukan pembelian produk.

Sedangkan User Persona memiliki kaitan dengan User Demographic yaitu menggambarkan calon konsumen berdasarkan pada usia, jenis kelamin, tempat tinggal, pekerjaan, gaya hidup, dan lainnya. Data mengenai User Persona dapat Exabytes Friends temukan melalui tools Google Analytics. 

Diharapkan dengan mengantongi data-data mengenai User Behaviour dan User Persona, kalian dapat lebih mudah mengidentifikasi Target Market guna meningkatkan konversi penjualan bisnis.

Menciptakan Brand Positioning

Brand Positioning dinilai memegang peranan utama dalam menjalankan bisnis karena branding merupakan first impression yang dapat menciptakan persepsi pelanggan terhadap produk dari perusahaan.

Selain itu, Brand Positioning yang matang juga dapat membantu perusahaan dalam memposisikan brand­­-nya agar disukai dan dilirik oleh para potensial pelanggan. Apabila sebuah perusahaan mampu menyajikan Brand Positioning yang baik, maka Target Market akan semakin mudah terbentuk.

Kesimpulan

Target Market yang terarah dapat menghadirkan berbagai manfaat bagi perusahaan. (Sumber: Shutterstock)
Target Market yang terarah dapat menghadirkan berbagai manfaat bagi perusahaan. (Sumber: Shutterstock)

Target Market adalah para calon potensial pelanggan yang dapat diprospek dan cocok menggunakan produk yang dipasarkan. Target Market sangat dibutuhkan dalam bisnis karena dapat membuat strategi pemasaran berjalan dengan lebih optimal. Selain itu, Target Market yang tepat sasaran dapat meningkatkan konversi penjualan, brand identity, loyal customers, hingga menekan angka churn rate. 

Agar memiliki Target Market yang sesuai, maka kalian perlu mengerahkan beberapa strategi seperti menerapkan Marketing Funnel, Menerapkan Aspek Marketing Mix (Place dan Promotion), memanfaatkan metrik dan fitur pada Google Analytics, Mengetahui User Behaviour dan User Persona, serta menciptakan Brand Positioning. 

Nah, cukup sekian pembahasan kali ini mengenai Target Market. Semoga bermanfaat bagi Exabytes Friends, ya! Bagi kalian yang ingin membaca artikel-artikel menarik lainnya mengenai website dan tips pembuatan konten, maka dapat mengunjungi blog Exabytes. Selain itu, Exabytes sebagai perusahaan Hosting Indonesia juga menyediakan jasa Facebook Ads Indonesia, loh!

Jangan lupa pula untuk subscribe agar tak ketinggalan konten artikel up-to-date lainnya. Sampai jumpa! 

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments