Apa Itu Domain: Panduan Lengkap Bagi Pemula

236
10 min read

Saat hendak membuat website untuk pribadi maupun bisnis, kamu membutuhkan domain. Akan tetapi, bagi sebagian orang, istilah tersebut masih terdengar begitu asing. Sama seperti rumah atau kantor, website juga memerlukan alamat dan itulah peran domain bagi sebuah website.

Apa sih sebenarnya domain? Untuk mengetahuinya, kamu bisa membaca artikel yang kali ini akan dibagikan. Agar bisa memilih nama domain yang unik, kamu juga harus tahu beberapa jenis domain dan apa saja fungsi domain.

Penasaran? Yuk cari tahu di sini!

Apa Itu Domain?

Mengenal apa itu domain
Domain dibutuhkan untuk mengakses website. (Sumber: freepik)

Jika website tidak lagi asing bagi banyak orang, bagaimana dengan domain? Tentunya kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan karena website tidak mungkin ada tanpa adanya domain. 

Domain adalah alamat yang digunakan untuk mengidentifikasikan website dengan nama yang lebih mudah diingat dibandingkan dengan IP address yang rumit.

Domain dibutuhkan agar pengguna internet bisa membuka serta mengakses website. Nama domain terdiri dari dua elemen utama yaitu nama website dan ekstensi. 

Sebenarnya, terdapat banyak ekstensi domain namun kita tahu bahwa ekstensi COM adalah yang paling sering digunakan.

Apa Fungsi Domain?

Apa sebenarnya fungsi domain? Domain memiliki fungsi penting dalam sebuah website dan salah satunya adalah sebagai alamat unik penghubung server. Sejatinya, domain merupakan nama alias dari ip address komputer server yang akan menghubungkan antara server dengan klien.

Tanpa domain, pengguna atau klien tidak bisa mengakses website yang disimpan pada web server. Sehingga mereka harus menghafal baris kode beberapa digit angka. Fungsi lain dari domain adalah menjadi perwakilan identitas pemilik website.

Domain menjadi bagian penting dari proses branding karena nama domain yang dipilih mencerminkan visi serta misi bisnis yang kamu jalankan.

Pada dasarnya, setiap domain memiliki siklus atau masa aktif. Hal tersebut juga mengharuskan kamu mencari tahu lebih dalam tentang domain life cycle. Jangan lupa untuk memperhatikan kapan domain expired agar domain tetap berfungsi sehingga website kamu tetap bisa diakses pengguna internet. 

Cara Kerja Domain

Cara kerja domain
Domain menghubungkan pengguna dengan server. (Sumber: Pixabay)

Karena memiliki peran penting, tentunya domain memiliki cara kerjanya tersendiri. Saat seseorang memasukkan nama domain pada web browser, browser tersebut akan mengirimkan permintaan kepada jaringan server global yang membentuk DNS atau Domain Name Server.

Kemudian, name server yang ada di jaringan global tersebut akan mencari di mana website yang dikaitkan dengan nama domain tersebut berada. Server dalam jaringan DNS tentunya memiliki nama yang berbeda-beda. Hal tersebut tergantung pada perusahaan atau pihak yang mengelolanya.

Setelah browser menemukan lokasi website yang dikaitkan dengan nama domain, server kemudian akan mengirimkan data kembali yang kemudian ditampilkan di browser pengguna. 

Kita bisa mengibaratkan domain bekerja sebagai shortcut yang membantu menghubungkan pengunjung dengan server tanpa harus mengetahui alamat IP komputer.

Hal penting lain yang harus kamu tahu adalah bahwa nama domain tidak akan berubah meskipun kamu mengubah server yang menghosting website kamu. Akan tetapi, kamu harus memberi tahu DNS perihal penggantian server tersebut.

Nama domain adalah nama unik yang berfungsi untuk mengidentifikasi nama server komputer. Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan dalam mengakses website

Selain nama domain, kamu juga memerlukan web hosting apabila hendak membuat website agar domain bisa digunakan serta diakses melalui internet. 

Jenis-Jenis Domain

Jenis-jenis domain
Pilih jenis ekstensi domain yang paling sesuai dengan kebutuhan website kamu. (Sumber: flickr)

Tahukah kamu jika .COM bukanlah satu-satunya ekstensi domain yang tersedia? Hingga saat ini, tersedia tidak kurang dari 500 ekstensi nama domain yang bisa digunakan untuk kepentingan publik maupun private khusus instansi saja.

Apabila memiliki kebutuhan untuk membuat website atau blog, pilih jenis domain yang paling sesuai. Harga domain juga menjadi hal penting lain yang harus kamu pertimbangkan sebelum memilih domain yang tepat.

Penasaran dengan jenis-jenis domain? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Top Level Domain (TLD)

Top Level Domain adalah jenis domain yang paling banyak digunakan secara publik baik untuk keperluan perorangan maupun perusahaan karena mudah diingat. TLD merupakan ekstensi domain yang terletak di akhir sebuah domain. Beberapa contoh TLD yang banyak digunakan adalah .COM, .NET, .ORG, dan .INFO.

Baca Juga  10 Kesalahan Memilih Nama Domain yang Harus Kamu Hindari

Pasalnya Top Level Domain atau TLD TLD juga bisa menjadi penanda jenis serta asal negara website. Misalnya, website dengan ekstensi domain .ID merupakan website yang dikelola dan berada di Indonesia. 

Pemilihan ekstensi domain bisa menjadi salah satu cara agar optimasi SEO (Search Engine Optimization) lebih maksimal.

Lalu, siapa saja yang bisa menggunakan ekstensi domain TLD .COM, .NET, .ORG, dan .INFO? Uraian berikut bisa membantu menjawab pertanyaan tersebut:

  • .COM: bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin membuat website yang ingin websitenya diakses oleh pengguna tanpa batasan jangkauan lokasi.
  • .ORG: digunakan untuk keperluan organisasi.
  • .NET: dapat dimiliki oleh siapa pun yang memiliki keperluan internet atau network seperti provider seluler atau internet.
  • .INFO: banyak digunakan untuk keperluan website yang bersifat informatif atau blog pribadi.

Country Code Top Level Domain (ccTLD)

ccTLD merupakan singkatan dari Country Code Top Level Domain yaitu domain yang menunjukkan identitas negara sebuah website. Biasanya, domain ccTLD digunakan untuk warga negara tersebut.

Ekstensi ccTLD umumnya menggunakan inisial negara, misalnya ID untuk Indonesia, UK untuk United Kingdom, dan lain sebagainya.

Jika kamu menjalankan bisnis dengan target pasar di Indonesia, maka kamu bisa memilih domain Indonesia. Dengan kata lain, kamu akan menggunakan nama domain dengan ekstensi id.

Agar kamu mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang ccTLD, berikut adalah beberapa contohnya:

  • .CO: ekstensi yang digunakan oleh negara Kolombia yang banyak digunakan sebagai situs komersial sebagai alternatif dari .COM.
  • .ID: adalah ekstensi domain untuk Negara Indonesia.
  • .AC: digunakan oleh mereka yang berada di Negara Ascension Island, tetapi juga digunakan untuk website akademik seperti universitas.
  • .SG: merupakan ekstensi nama domain yang digunakan oleh Negara Singapura.
  • .AU: ekstensi domain untuk pemilik website di Negara Australia.

Generic Top Level Domain

Pada awalnya, gTLD atau Generic Top Level Domain merupakan domain yang ditujukkan khusus untuk instansi. Contoh domain adalah EDU untuk website dengan konten seputar pendidikan atau mil untuk website militer.

Ekstensi gTLD juga menjadi ekstensi domain yang paling umum digunakan di dunia. Dalam hal ini, domain COM juga merupakan salah satu contohnya. 

Selain harga yang relatif terjangkau, domain jenis ini juga tidak memerlukan dokumen identitas khusus untuk mendaftarkan nama domain.

Namun sayangnya, banyak nama domain yang sudah terdaftar sehingga kamu tidak bisa menggunakan domain yang diinginkan menggunakan ekstensi gTLD. Alhasil, kamu harus mencari pilihan lain. 

Berikut adalah beberapa contoh dari ekstensi domain gTLD yang bisa kamu pilih untuk nama domain yang kamu inginkan.

  • .COM: yaitu ekstensi yang digunakan untuk keperluan komersial baik individu maupun perusahaan.
  • .ORG: merupakan ekstensi yang digunakan oleh organisasi. 
  • .Net: adalah ekstensi yang banyak digunakan oleh provider internet.
  • .BIZ: merupakan ekstensi domain yang digunakan untuk kepentingan bisnis.
  • .INFO: menjadi ekstensi yang banyak digunakan untuk website dengan konten seputar informasi.
  • .NAME: adalah ekstensi yang bisa kamu gunakan untuk website pribadi.
  • .PRO: adalah ekstensi domain untuk keperluan profesional.

Kamu juga bisa mengandalkan tips memilih nama domain agar mendapatkan alternatif domain yang sesuai dengan website atau brand yang ingin kamu buat.

Premium TLD

Domain premium adalah domain berkualitas tinggi yang sering investor beli dan jual dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Nama domain tersebut memiliki berbagai kualitas yang bisa membuat mereka lebih unggul dari domain lain dalam fungsi kunci domain. 

Jika dilihat dari namanya, kita bisa menyimpulkan bahwa ekstensi domain ini hadir dengan penamaan yang premium. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan domain tersebut sebagai identitas spesifik sebuah website. Penggunaan domain tersebut bisa membantu pengguna internet menemukan website yang mereka cari.

Domain premium sebenarnya sudah terdaftar namun tersedia di pasaran untuk dijual kembali. Domain premium dinilai berkualitas karena biasanya namanya pendek, sering dicari, serta berkaitan erat dengan layanan atau industri aktual. Sehingga nama domain akan lebih mudah diingat.

Domain tersebut umumnya menggunakan ekstensi seperti .COM, .NET, .OR, dan .ORG. Ada juga beberapa contoh ekstensi domain premium TLD populer lainnya, di antaranya adalah store, site, travel, dan masih banyak lagi. 

Baca Juga  Apa Itu Domain Forwarding: Definisi dan Cara Settingnya

Sayangnya, domain ini hadir dengan harga yang relatif tinggi namun bisa digunakan sebagai pilihan domain karena tidak hanya unik tetapi juga masih jarang digunakan.

Ingin memiliki domain premium tapi masih bingung nama domain apa yang bisa kamu pilih? Berikut adalah beberapa contoh nama domain premium yang bisa kamu beli di Exabytes:

  • Move.my
  • Couponboss.my
  • Easier.my
  • Only.my
  • Laptopmurah.my
  • Clothes.store
  • Branded.site

Second Level Domain

SLD atau Second Level Domain merupakan turunan dari Top Level Domain (TLD) agar bisa digunakan lebih spesifik lagi. 

Beberapa contoh dari SLD adalah sebagai berikut:

  • .CO.ID: digunakan oleh perusahaan yang berada di Indonesia.
  • .AC.ID: digunakan oleh lembaga atau organisasi yang  mendapatkan izin resmi untuk  menyelenggarakan pendidikan tinggi.

Domain Gratis

Selain beberapa jenis domain di atas, ada juga domain gratis yang bisa kamu dapatkan dari website builder seperti WordPress, Weebly, dan sebagainya. Nama domain yang tersedia di sana mirip dengan subdomain karena domain utamanya adalah nama website builder yang kamu pilih. 

Mengenal Subdomain, Parked Domain, dan Addon Domain

Selain domain, kamu juga mungkin membutuhkan subdomain, parked domain, atau addon domain untuk alasan tertentu. Jika belum pernah mendengar istilah-istilah tersebut, berikut adalah uraian lengkapnya!

Apa Itu Subdomain?

Subdomainmerupakan turunan dari domain utama yang ditambahkan di awal nama website utama yang ditandai dengan dot (.). 

Misalnya, jika kamu memiliki website majuterus.com, dan kamu ingin membuat halaman blog untuk website tersebut, kamu bisa menggunakan subdomain blog.majuterus.com. 

Sayangnya, jenis domain ini kurang cocok untuk bisnis atau website yang ingin memiliki branding yang unik. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih nama domain yang unik melalui promo domain yang tersedia. 

Pola penggunaan jenis domain satu ini sangat fleksibel sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pemilik website.

Ingin tahu apa perbedaan domain dan subdomain? Coba cari tahu melalui artikel ini!

Apa Itu Parked Domain?

Parked domain merupakan istilah yang digunakan untuk nama domain yang sudah dimiliki tetapi belum digunakan. Domain tersebut merupakan alias dari domain utama, di mana kamu bisa memiliki banyak domain untuk website yang sama.

Contohnya, jika kamu memiliki tokobaju.com sebagai website utama, maka kamu bisa membeli domain tokobaju.net atau tokobaju.store. Dengan menghubungkan kedua domain tersebut ke website utama, pengunjung akan diarahkan ke domain utama yaitu tokobaju.com saat mengunjungi kedua domain yang kamu hubungkan tersebut.

Pada umumnya, ada banyak alasan kenapa seseorang, bisnis, atau organisasi melakukan parked domain. Salah satu alasannya adalah untuk mengamankan nama domain tersebut agar tidak dimiliki oleh orang lain.

Domain yang unik, bagus, dan berkualitas banyak diminati atau dicari. Dengan melakukan parked domain, seseorang bisa menjual domain tersebut di kemudian hari dengan harga yang lebih tinggi. Tentunya, ini akan sangat menguntungkan, terutama bagi mereka yang terbiasa berinvestasi.

Apa Itu Addon Domain?

Membeli domain berarti kamu juga harus terbiasa dengan berbagai istilah yang ada. Salah satunya adalah addon domain. Addon domain adalah domain yang ditambahkan setelah kamu memiliki domain utama. 

Misalnya, jika kamu memiliki domain utama namadomain.com, kamu bisa menambahkan domain tanpa harus membeli domain baru yang melalui addon domain. Untuk addon domain, kamu bisa menggunakan nama.domain2000.com, panel.nama.domain.com atau lainnya.

File addon domain kemudian akan ditambahkan ke sub-direktori domain utama yang ada di folder public_html web hosting kamu.

Addon domain seolah membuat kamu memiliki domain baru namun tersimpan dalam domain utama. Salah satu keuntungan yang bisa didapatkan dari domain ini adalah pemiliknya bisa membangun website dengan konten yang berbeda dari konten pada domain utama mereka. Dengan begitu, mereka tidak perlu membeli hosting baru.

Kesimpulan

Sudah menentukan nama domain serta ekstensi yang cocok untuk bisnis kamu? Dengan banyaknya pilihan jenis dan ekstensi domain yang ada, kamu bisa mulai mencari tahu kira-kira pilihan mana yang paling sesuai.

Ada jutaan orang di dunia yang mungkin ingin menggunakan nama domain seperti yang kamu pilih, segera beli domain unik tersebut sebelum digunakan oleh orang lain. Hubungi Exabytes untuk mendapatkan nama domain sekaligus layanan hosting terbaik. 

Tunggu apa lagi? Cek domain pilihanmu sekarang juga ya!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments