10 Cara Meningkatkan Omset Penjualan Produk UMKM

212
12 min read

Tahukah kamu apa itu UMKM? Saat ini tidak sedikit yang memandangnya dengan sebelah mata. Padahal UMKM juga memiliki peran yang besar bagi perekonomian di Indonesia. Pasalnya, melalui UMKM akan membentuk lapangan kerja baru dan juga meningkatkan devisa negara lho.

Semakin banyak lho yang memiliki usaha UMKM ini karena bisa dilakukan dengan modal kecil dengan menghasilkan omset yang tinggi. Namun kerap kali bagi pemilik UMKM merasakan susah-susah-gampang dalam meningkatkan omset. Lalu bagaimana sih cara meningkatkan omset penjualan produk UMKM?

Yuk, simak artikel berikut ini, kita akan membahas secara lengkap tentang UMKM dan tips meningkatkan omset penjualan UMKM untuk Exabytes Friends!

Apa Itu Bisnis UMKM?

Cara Meningkatkan Omset Penjualan UMKM
Ilustrasi Orang Menjalankan UMKM (Sumber: Adobe Photo Stock)

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dari sudut pandang pelaku usaha, UMKM bisa dideskripsikan sebagai bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan usaha ukuran kecil. Penggolongan UMKM lazimnya dilakukan dengan batasan omset per tahun, jumlah kekayaan atau aset, serta jumlah karyawan.

Perbedaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Sebuah usaha bisa disebut UMKM jika memenuhi beberapa kriteria tertentu, diantaranya adalah sebagai berikut:

Usaha Mikro

Pengertian usaha mikro diartikan sebagai usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria usaha mikro. Usaha yang termasuk kriteria usaha mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih mencapai Rp 50.000.000,- dan tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. 

Hasil penjualan usaha mikro setiap tahun nya paling banyak Rp 300.000.000,-. Adapun ciri-ciri usaha mikro di antaranya ialah jenis barang yang dijual tidak selalu sama, tempat usaha tidak menetap, dan belum pernah melakukan dalam hal administrasi keuangan.

Usaha Kecil

Usaha kecil merupakan suatu usaha ekonomi produktif yang independen atau berdiri sendiri baik yang dimiliki perorangan atau kelompok dan bukan sebagai badan usaha cabang dari perusahaan utama. 

Usaha kecil biasanya mendapat keuntungan bersih di bawah Rp 300.000.000,-. per tahun. Usaha ini bisa terdiri dari bisnis informal, seperti industri sepatu rumahan) atau perusahaan dan institusi berskala kecil, seperti toko kecil.

Usaha Menengah

Usaha menengah adalah usaha dalam ekonomi produktif dan bukan merupakan cabang atau anak usaha dari perusahaan pusat serta menjadi bagian secara langsung maupun tak langsung terhadap usaha kecil atau usaha besar dengan total kekayaan bersihnya sesuai yang sudah diatur dengan peraturan perundang-undangan. 

Usaha menengah sering dikategorikan sebagai bisnis besar dengan kriteria kekayaan bersih yang dimiliki pemilik usaha mencapai lebih dari Rp500.000.000,- hingga Rp10.000.000.000,- dan tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Banyak di antara usaha menengah yang sudah memiliki NPWP dan legalitas lainnya. 

Jenis – Jenis UMKM

Seiring dengan berjalannya waktu ke waktu dan semakin berkembangnya teknologi, usaha ini pun juga semakin berkembang. Berikut adalah beberapa jenis bidang usaha yang bisa digolongkan sebagai UMKM:

Usaha Kuliner

Berbekal inovasi dalam bidang makanan dan modal yang tidak terlalu besar, bisnis ini terbilang cukup menjanjikan mengingat setiap hari semua orang membutuhkan makanan. Contoh usaha kuliner UMKM, yaitu jualan cemilan, usaha kafe, jualan makanan, warung makan, catering dan lain sebagainya.

Usaha Fashion

Contoh UMKM bidang fashion
Contoh usaha fashion. Sumber: Adobe Photo Stock

Fashion merupakan salah satu usaha di bidang pakaian. Selain kuliner, usaha di bidang fashion juga sangat menguntungkan. Pasalnya, pakaian menjadi salah satu kebutuhan pokok, yang mana setiap hari orang akan memakainya. Contoh usaha fashion UMKM, yaitu butik batik, kaos brand (distro), baju muslim, toko seragam sekolah, penyewaan kostum dan lain sebagainya.

Usaha Furniture

UMKM juga mencakup usaha di bidang furniture. Contoh UMKM di bidang furniture, yaitu menjual perlengkapan dapur, perlengkapan ruang tamu seperti kursi, meja, lampu, material bangunan, dan lain sebagainya.

Usaha Agribisnis

Salah satu jenis UMKM yang menguntungkan berikutnya ialah agribisnis. Contoh UMKM bidang pertanian, yaitu usaha pertanian jual bibit sayuran, jual bibit buah-buahan, jual bibit bunga, pertanian padi, jagung, sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan lain sebagainya. Umumnya, jenis UMKM satu ini dijalankan di pedesaan yang memiliki lahan pertanian luas.

Usaha Bidang Jasa

Contoh UMKM di bidang jasa, yaitu servis sepeda motor, servis laptop atau handphone, servis mesin cuci, servis televisi, servis AC, tukang bersih-bersih sepeda, tambal ban, fotografer, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Mengapa Digital Marketing Sangat Penting Bagi UMKM?

Kelebihan UMKM

Dibandingkan dengan usaha yang berskala besar, ternyata UMKM memiliki sejumlah kelebihan, diantaranya:

Kecepatan Inovasi

UMKM memiliki kesempatan untuk membuat ide-ide baru dan unik. Berbeda dengan sistem operasional bisnis yang besar, UMKM lebih mudah membuat banyak inovasi yang kreatif. Dengan ide yang baru, pelaku bisnis dapat lebih mudah masuk ke target pasar dan menarik minat konsumen untuk membeli.

Mudah Untuk Memulainya

Alasan utama banyak orang yang tidak memulai usaha adalah karena kurangnya modal. Padahal dengan UMKM, usaha Anda akan tetap berjalan bisa dimulai dengan modal seadanya. Karena itu, siapapun bisa memiliki usaha meskipun modal awalnya tidak terlalu besar.

Fokus Pada Satu Bidang

Kelebihan UMKM lainnya adalah lebih fokus ke bidang yang digeluti. Jika sedang berbisnis kuliner misalnya, Anda bisa fokus, Sehingga akan mendapatkan pelanggan setia dengan cukup mudah.

Modal Tidak Terlalu Besar

Seringkali untuk memiliki usaha bisnis terkendala dengan modal. Pasalnya dengan UMKM tidak perlu memiliki modal yang besar untuk memulainya. Asalkan Anda memiliki tujuan, produk yang ingin dijual hingga target pasar yang tepat pun bisa mulai usaha ini.

Banyak Pelatihan Untuk Meningkatkan Skill

Sekarang banyak sekali pelatihan atau event edukatif yang diadakan untuk memajukan kualitas UMKM. Seperti contoh pelatihan yang dilakukan oleh RT setempat, komunitas seperti ibu-ibu PKK hingga event-event inspiratif yang bisa memajukan usaha yang dimiliki atau bagi yang ingin memulai UMKM. Pasalnya pelatihan ini berguna untuk meningkatkan skill dan kemampuan dalam membuat produk yang diinginkan.

Misalnya pelatihan tentang bagaimana cara mengemas produk agar lebih menarik atau bagaimana cara memasarkan produk secara digital seperti di sosial media atau website. Banyak banget lho pelatihan yang diadakan baik secara online maupun offline yang bisa dilakukan.

Salah satunya Exabytes rutin menggelar event yang berkaitan dengan bisnis online dan UMKM lho. Banyak topik yang inspiratif dan informatif yang akan menambah wawasan. Dan jangan khawatir, event yang diselenggarakan gratis kok.

10 Cara Meningkatkan Omset Penjualan Produk UMKM

Berikut ini akan membahas apa saja cara meningkatkan omset penjualan pada bisnis UMKM Anda yang bisa dilakukan. Simak tips di bawah ini ya

Bersikap Konsisten

Peningkatan omset pada bisnis Anda dimulai dari diri Anda sendiri. Konsisten adalah kunci keberhasilan dari segala aktivitas atau usaha yang dilakukan orang. anda harus konsisten terhadap target yang Anda buat untuk bisnis Anda sendiri. Dengan bersikap konsisten, omset akan lebih mudah didapatkan.

Riset Tren Produk

Sebelum lebih dalam membahas strategi marketing yang akan digunakan, penting untuk mengetahui apakah produk yang akan Anda pasarkan merupakan produk yang dicari banyak orang atau tidak. Hal ini dilakukan untuk menghindari upaya yang sia-sia jika ternyata produk yang Anda pilih tidak ada peminatnya.

Riset bisa dilakukan dengan cara melihat apa yang sedang tren saat ini. Anda bisa melihatnya dari sosial media atau dari rekomendasi teman-teman. Selain itu bisa juga melakukan riset dengan mencari di search engine seperti Google. Misalnya cari saja dengan kata “Cemilan Viral”, maka akan banyak muncul cemilan yang lagi hits yang bisa dijadikan referensi ide berbisnis.

Bisa juga melakukan riset tren pasar dengan menggunakan Google Trends. Selain itu, Anda juga harus bisa mengetahui bagaimana trik dalam mengabadikan foto produk. Anda bisa membaca selengkapnya di artikel tips foto produk berikut.

Mempelajari Pemecahan Solusi Berbisnis

Anda harus mengerti apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu ada permasalahan dalam berbisnis. Dengan demikian, Anda akan lebih siap dan bisa segera menangani apapun permasalahan yang ada. Solusi ini bisa diterapkan di bagian pemasaran, produksi, dan aktivitas bisnis lainnya. 

Menemukan Evaluasi pada Kegagalan Sebelumnya

Melakukan evaluasi produk umkm
Ilustrasi melakukan evaluasi produk. Sumber: Adobe Photo Stock

Jika sebelumnya Anda telah membuat target dan ternyata gagal, Anda harus mengevaluasi hal ini. Catat apa yang kurang maksimal atau kesalahan yang dilakukan ketika berjualan. Apakah ada yang kurang dari segi pengemasan, rasa, pelayanan hingga pengiriman. Setiap detail perlu dilakukan evaluasi secara berkala, bisa tiap minggu atau bulanan.

Semakin banyak evaluasi maka semakin singkat pula waktu yang Anda butuhkan untuk mencapai kesuksesan bisnis atau usaha Anda sehingga bisa meningkatkan omset penjualan UMKM.

Memaksimalkan Kanal Marketplace

Marketplace adalah salah satu wadah terbaik bagi para pemula untuk berbisnis online. Namun, untuk mendapatkan hasil terbaik, terdapat cara-cara yang tepat pula untuk menggunakan marketplace. Gunanya adalah untuk menjangkau calon pelanggan yang lebih luas.

Anda perlu memilih judul penjualan produk yang banyak dicari konsumen untuk meletakkan iklan di marketplace. Hal ini bertujuan ntuk menciptakan brand awareness produk Anda dan bisa membantu mendongkrak penghasilan. Marketplace pun juga sudah beragam saat ini seperti Tokopedia, Blibli, Shopee dan lainnya.

Optimalkan Marketing di Instagram

Sebagai salah satu media sosial terpopuler saat ini, Instagram dapat menjadi wajah bagi bisnis Anda. Terdapat beberapa cara untuk memaksimalkan omset melalui platform Instagram, seperti:

Buat Guidelines Profil Instagram Anda

Guidelines merupakan kerangka acuan yang akan digunakan dalam setiap proses aktivitas. Selain feeds, Anda juga harus membuat guidelines tulisan. Dengan gaya bahasa apa Anda berinteraksi dengan audiens, bagaimana tampilan instastory Anda, berapa hari dalam seminggu Anda akan melakukan promosi, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Kembali Hadir, SME DigitalFest 2021!

Guidelines atau panduan ini bisa dibuat di Instastory juga bisa dibuat dengan memanfaatkan LinkTree. LinkTree merupakan tools untuk memaksimalkan trafik dari sosial media dengan menyediakan satu link yang berisi banyak link. Link ini dapat mencakup banyak link yang bisa ditujukan atau redirect ke website, halaman produk atau katalog, marketplace hingga kontak. Untuk menggunakan LinkTree, selengkapnya bisa dibaca di artikel berikut ini.

Terus Berinteraksi dengan Audiens

Berinteraksi dengan audiens adalah elemen penting dalam Instagram Marketing. Hal ini bertujuan untuk terus memberikan kesadaran tentang eksistensi bisnis Anda kepada konsumen. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan jumlah impression, engagement, dan follower akun Anda, yang juga dapat meningkatkan omset penjualan.

Selalu Menggunakan Caption yang Kreatif

Instagram mungkin berisi konten visual yang memikat, namun jangan mengabaikan caption yang menyertai setiap foto. Caption memberikan peluang besar untuk mengenalkan produk atau layanan bisnis Anda ke pelanggan. 

Kirim Direct Messages (DM) ke Followers

Terkadang, Anda harus melakukan hal-hal yang tidak terhubung secara langsung untuk mengembangkan bisnis Anda. Walaupun mengirim DM kepada ratusan orang bisa menghabiskan banyak waktu, tetapi hal tersebut dapat menghasilkan beberapa hasil yang memuaskan bagi perkembangan bisnis atau usaha Anda.

Berkolaborasi dengan Influencer dan Pihak Lain

Mensponsori atau berkolaborasi influencer dengan produk atau layanan Anda bisa menjadi cara yang baik untuk mengekspos bisnis Anda ke komunitas Instagram yang lebih besar. Meskipun banyak influencer yang memiliki biaya mahal, Anda pasti bisa menemukan influencer dengan memiliki lebih sedikit follower yang masih sesuai dengan budget Anda. 

Menggunakan Tools Instagram

Selain dengan cara-cara di atas, Anda bisa menggunakan tools Instagram yang bisa meningkatkan penjualanmu lho. Mulai dari tools untuk design feed sosial media, tools untuk menganalis performance dan masih banyak lagi. Semuanya sudah dirangkum dalam artikel berikut ini.

Membentuk Strategi Sebelum Membuat Website

Strategi itu mulai dari pencarian nama website yang mudah diingat, memancing calon pengunjung untuk mampir ke website Anda, dan mau memberikan data seperti email atau nomor telepon. Hal ini penting, karena dengan data tersebut, Anda dapat sekaligus menawarkan produk lain tanpa harus mengeluarkan biaya promosi. 

Oleh karena itu, penting sekali untuk memilih domain yang tepat untuk bisnis agar mudah dicari dan bisa membangun engagement yang baik dengan pelanggan. Ingin mengetahui cara memilih nama untuk domain untuk bisnis? Anda bisa membacanya melalui artikel ini.

Selain itu, kecepatan website yang ringan saat dibuka dan kata kunci apa yang ditarget Search Engine Optimization (SEO) dalam artikel website juga penting agar website bisa muncul di halaman pertama Google. 

Memberikan Layanan Terbaik

Hal terpenting dalam meningkatkan omset penjualan adalah memberikan layanan terbaik. Anda bisa mengembangka hal menentukan target awal yang diinginkan.

Dengan memberikan layanan terbaik, dijamin bisnis atau usaha Anda bisa lebih dipilih orang. Pelanggan akan menyukai layanan yang prima daripada bisnis dengan layanan yang buruk. 

Layanan yang terbaik yang diberikan dapat berupa pelayanan jam operasional yang on time, memberikan diskon atau penawaran tambahan kepada pelanggan yang telah melakukan repeat order dan service lainnya yang dapat menyenangkan dan membuat konsumen puas. Dengan ini, mereka akan mau membeli produk UMKM Anda sekaligus meningkatkan penjualan.

Menentukan Kompetitor

Menentukan kompetitor yang produk atau jasanya serupa dengan apa yang Anda tawarkan. Hal ini secara tidak langsung akan membangunkan motivasi Anda untuk melakukan yang lebih baik.

Dengan adanya kompetitor ini pula Anda akan bersikap lebih konsisten terhadap target dan senantiasa meningkatkan target bisnis atau usaha Anda. Nggak mau dong kalau kompetitor Anda lebih unggul dariipada Anda? Tapi ingat, bersaing secara sehat ya.

Mencari Mentor

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah mencari mentor. Dengan adanya mentor, Anda bisa mendengarkan bagaimana pengalaman berbisnis. Dengan demikian Anda bisa memetik pelajaran dan bisa kembali menyusun strategi pasar agar omset bisnis Anda bisa meningkat.

Mentor bisa didapatkan darimana saja. Bisa dari pertemuan pelatihan yang diadakan atau membaca artikel blog, utas / thread sosial media yang bermanfaat, melalui video Youtube hingga influencer yang inspiratif. Orang-orang ini bisa menjadi mentor dalam menjalankan bisnis UMKM yang dijalani.

Demikianlah pembahasan mengenai 10 Cara Meningkatkan Omzet Penjualan Produk UMKM. Untuk Anda yang ingin mengenal lebih jauh tentang bisnis UMKM, mimin memiliki rekomendasi untuk mengikuti event SME DigitalFest 2021!

10 Cara Meningkatkan Omset Penjualan Produk UMKM - 2021
SME DigitalFest 2021

SME DigitalFest merupakan event edukatif, interaktif dan inspiratif yang dimana bertujuan untuk meningkatkan kualitas UMKM agar lebih maju dan mendorong UMKM untuk Go Digital di zaman yang serba maju seperti sekarang. Di event ini akan menghadirkan berbagai ahli di bidang bisnis online dan UMKM lho. Akan banyak banget tips yang bermanfaat yang bisa diterapkan dalam bisnis Anda.

Yuk registrasi sekarang, jangan sampai kelewatan event menarik ini ya!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments