Managed VPS vs Unmanaged VPS, Mana Pilihan Terbaik?

292
9 min read

Apakah Exabytes Friends tahu seberapa penting untuk memilih layanan hosting terbaik bagi website? Layanan hosting dapat dianalogikan sebagai ujung tombak kesuksesan website untuk jangka panjang. 

Apabila Exabytes Friends menggunakan layanan hosting dengan kualitas yang buruk, maka berdampak pada performa server sering mengalami down. Akibat server yang terus-menerus down sehingga pengunjung website pun akan merasa tidak betah dan beralih singgah pada website kompetitor. 

Tentunya kalian tidak ingin kehilangan pengunjung website, bukan? Maka sebaiknya pertimbangkan secara matang sebelum memutuskan menggunakan hosting. Saat ini, layanan hosting dengan jumlah pengguna paling banyak dan sangat direkomendasikan adalah VPS (Virtual Private Server).

VPS sendiri digolongkan ke dalam dua jenis yaitu Managed VPS dan Unmanaged VPS. Lalu, apa sih perbedaan keduanya? Nah, pada artikel kali ini akan membahas secara lengkap kelebihan, kekurangan, hingga perbedaan Managed VPS vs Unmanaged VPS guna mempertajam pertimbangan kalian dalam memilih VPS terbaik.

Mengenal VPS (Virtual Private Server) 

Sebelum membahas lebih detail mengenai Managed VPS dan Unmanaged VPS, akan lebih baik jika Exabytes Friends memiliki pemahaman yang baik tentang apa itu VPS, jenis-jenisnya, hingga harga VPS. 

Apa Itu VPS?

Virtual Private Server (VPS) sebagai pilihan server hosting terbaik untuk menjaga privasi data website. (Sumber: Shutterstock)
Virtual Private Server (VPS) sebagai pilihan server hosting terbaik untuk menjaga privasi data website. (Sumber: Shutterstock)

VPS (Virtual Private Server) merupakan layanan hosting dengan teknologi virtualisasi server sehingga semua data dan file penting website tersimpan pada cloud. Meskipun menggunakan server virtual, tetapi VPS masih memiliki server fisik yang digunakan sebagai Data Center. 

Nah, penjelasan secara sederhananya, VPS adalah layanan server berbasis virtual yang cocok digunakan untuk keperluan website bisnis perusahaan atau perseorangan dan sangat menjamin keamanan data pribadi dari masing-masing penggunanya.

Bagaimana cara kerja VPS? VPS Server bekerja melalui sebuah server fisik sebagai Data Center yang memiliki kapasitas sangat besar. Kapasitas besar yang ada pada server fisik nantinya akan dibagi sama rata pada beberapa server virtual yang akan menjadi VPS dengan kapasitas lebih kecil.

Exabytes Friends tidak perlu risau akan terjadinya kebocoran data jika menggunakan VPS. Karena meskipun para pengguna berada pada satu Data Center yang sama, tetapi antar server virtual VPS tidak akan saling terhubung satu sama lain. Sehingga pengguna lain pun tidak dapat ikut campur atau mengambil data konfidensial website kalian yang tersimpan melalui VPS. 

Berikut akan disuguhkan sebuah analogi sederhana untuk melengkapi pemahaman Exabytes Friends mengenai VPS:

Server fisik atau Data Center yang digunakan pada VPS dianalogikan sebagai bangunan keseluruhan apartemen. Sedangkan VPS diibaratkan sebagai tiap-tiap kamar yang ada pada apartemen tersebut.

Nah, meskipun berada pada gedung apartemen yang sama, tetapi setiap penghuni tidak akan dapat ikut campur serta mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh pengguna lainnya di dalam kamar apartemen mereka. Sehingga penghuni apartemen pun mendapatkan privasi yang aman namun tetap dapat menikmati fasilitas apartemen secara penuh dan bebas. 

Baca Juga  Apa Itu VPS? Pengertian, Kegunaan dan Kelebihannya

Pentingnya VPS untuk website dapat tercermin dari beberapa keunggulan yang dimiliki. VPS memiliki pamor yang tinggi akan kemampuannya dalam mengelola lonjakan trafik yang besar pada website serta memastikan kinerja dan performa website tetap stabil selama 24 jam penuh.

VPS sendiri memiliki empat jenis yang sering digunakan, yakni KVM (Kernel-based Virtual Machine), OpenVZ, HVM (Hardware Virtual Machine), dan Microsoft Hyper V.

Jenis-Jenis VPS

Saat ini jenis VPS yang paling banyak digunakan ada empat yaitu KVM, HVM, Open Vz, dan Microsoft Hyper V. (Sumber: Shutterstock)
Saat ini jenis VPS yang paling banyak digunakan ada empat yaitu KVM, HVM, Open Vz, dan Microsoft Hyper V. (Sumber: Shutterstock)

Sebelum kita beralih pada pembahasan inti mengenai Managed VPS dan Unmanaged VPS, berikut akan dijelaskan secara singkat jenis-jenis VPS yang sering digunakan saat ini sebagai bahan pertimbangan Exabytes Friends dalam menentukan kapan harus menggunakan VPS. 

KVM (Kernel-based Virtual Machine)

VPS KVM adalah layanan hosting yang menggunakan teknologi virtualisasi pada server-nya untuk membagi kapasitas Data Center ke dalam beberapa bagian sehingga dapat digunakan oleh banyak pengguna sekaligus. Output dari KVM berupa resource dedicated.

VPS KVM berjalan di atas Kernel Server yang menggunakan sistem operasi Linux. Sehingga performa dan kinerja website dapat terjamin stabil dan lancar meskipun sedang terjadi lonjakan trafik atau resource.

Open Vz

Sejauh ini, selain KVM, Open Vz adalah jenis VPS yang juga paling banyak diminati oleh punggawa website. Open Vz bekerja dengan menggunakan sistem operasi Shared Kernel Server. Namun sayangnya, Open Vz hanya dapat digunakan untuk sistem operasi Linux.

HVM (Hardware Virtual Machine)

HVM adalah jenis layanan hosting VPS yang paling memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk melakukan upgrade server dan fitur sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing pengguna. 

Microsoft Hyper V

Berkebalikan dengan Open Vz yang hanya dapat bekerja pada sistem operasi Linux, Microsoft Hyper V hanya dapat bekerja pada sistem operasi Windows saja. Keunggulan dari jenis VPS satu ini adalah memiliki GUI (Graphical User Interface) yang user-friendly dan mudah dipahami sehingga sangat memudahkan penggunanya yang awam dengan dunia teknologi website sekalipun. 

Managed VPS vs Unmanaged VPS

Nah, kita telah sampai pada bagian inti dari artikel kali ini nih Exabytes Friends. Yuk, langsung simak saja selengkapnya mengenai perbedaan Managed VPS dan Unmanaged VPS ditilik dari kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Apa Itu Managed VPS? 

Managed VPS adalah sebuah layanan hosting di mana pihak penyedia jasa telah menyediakan dan memfasilitasi semua hal yang berkaitan dengan VPS. Sehingga pengguna tinggal memakai layanan VPS saja tanpa perlu melakukan konfigurasi mandiri.

Apabila ditilik dari cara kerja dan konsep layanan yang disediakan, maka Managed VPS sedikit banyak mirip dengan Shared Hosting. Managed VPS sangat cocok digunakan oleh kalian yang sangat sibuk sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk memantau dan mengelola VPS secara mandiri.

Selain itu, bagi Exabytes Friends yang baru awal terjun di dunia teknologi website sehingga masih sangat awam dengan konfigurasi dan coding VPS, maka jenis layanan Managed VPS sangat direkomendasikan untuk kalian.

Apa saja sih layanan yang sudah ter-cover oleh Managed VPS? Kalian tidak perlu memikirkan tentang masalah instalasi, monitoring, konfigurasi, migrasi, hingga back up VPS karena semua hal tersebut sudah ditangani oleh penyedia jasa layanan VPS. 

Baca Juga  YES! Year End Sale Up To 65%, Promo Melimpah Akhir Tahun Spesial Untukmu

Tidak hanya itu, penyedia layanan VPS juga membantu kalian dalam melakukan pemeliharaan dan juga pemantauan dari sisi maintenance server, sistem operasi, hingga aplikasi. Sehingga para pengguna sudah tidak perlu repot lagi memikirkan hosting dan hanya tinggal menjalankan website saja. 

Namun, tentu saja meskipun Managed VPS dikelilingi oleh berbagai kelebihan, tetapi tetap memiliki celah dan kekurangannya. Kekurangan dari Managed VPS yaitu memiliki biaya berlangganan yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan Unmanaged VPS. 

Untuk saat ini, harga yang dipatok untuk berlangganan Managed VPS berkisar antara Rp200.000 hingga Rp4.400.000 tiap bulannya. Namun tentu saja harga yang dipasarkan tersebut sebanding dengan berbagai kelebihan dan kemudahan yang ditawarkan. 

Kelebihan dan Kekurangan Managed VPS

Berikut disajikan beberapa kelebihan dan kekurangan dari Managed VPS yang dapat menjadi pertimbangan Exabytes Friends dalam memilih layanan VPS Hosting.

Kelebihan

Kekurangan

Menyediakan back up server sehingga semua data dan file yang tersimpan pada website tidak akan hilang.

Pengguna tidak memiliki fleksibilitas untuk melakukan upgrade server.

Memiliki layanan pemeliharaan dan pemantauan server.

Memiliki harga berlangganan yang relatif mahal per bulannya.

Menyediakan layanan update perangkat lunak secara berkala (software update)

 

Penyedia layanan VPS menyediakan dukungan teknis penuh terhadap konfigurasi, sistem operasi, dan hal lainnya. Sehingga pengguna hanya tinggal menggunakannya saja.

 

Monitoring terhadap server selama 24 jam untuk memastikan bahwa server website tetap stabil dan aman.

 

Apa Itu Unmanaged VPS?

Unmanaged VPS adalah kebalikan dari Managed VPS. Pada Unmanaged VPS, penyedia layanan tidak terlibat dalam proses konfigurasi serta pemeliharaan server hosting. Sehingga pengguna yang harus mengurusnya secara mandiri. 

Apa saja yang menjadi tanggung jawab pengguna? Mulai dari konfigurasi software, konfigurasi aplikasi, pemeliharaan server, pemantauan server, backup, konfigurasi sertifikat SSL, pengaturan DNS, pengaturan CMS (Content Management System), hingga LAMP (Linux Apache MySQL dan PHP) menjadi tanggung jawab pengguna. 

Penyedia layanan hosting hanya memfasilitasi platform visualisasi, data center, serta koneksi jaringan saja. Sehingga apabila Exabytes Friends saat ini telah memiliki pengetahuan dan skill yang mumpuni di bidang teknologi website, konfigurasi server, serta layanan VPS, maka dapat memilih untuk menggunakan layanan Unmanaged VPS.

Nah, dikarenakan Unmanaged VPS mewajibkan para penggunanya mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan hosting dan server secara mandiri, maka biaya berlangganan yang ditawarkan pun jauh lebih murah daripada Managed VPS. 

Jika kalian saat ini mencari VPS murah, maka Unmanaged VPS adalah pilihan terbaik. Harga berlangganan per bulan yang dipatok oleh Unmanaged VPS mulai dari Rp50.000 saja. 

Kelebihan dan Kekurangan Unmanaged VPS 

Berikut disajikan beberapa kelebihan dan kekurangan dari Managed VPS yang dapat menjadi pertimbangan Exabytes Friends dalam memilih layanan VPS Hosting.

Kelebihan

Kekurangan

Pengguna memiliki fleksibilitas untuk melakukan upgrade server.

Membutuhkan keahlian khusus dalam melakukan konfigurasi dan menangani layanan VPS.

Pengguna dapat mengatur sendiri kebutuhan kapasitas server dan penyimpanan data sesuai dengan skalabilitas yang dibutuhkan.

Sedikit merepotkan dan menyita cukup banyak waktu karena pengguna harus memantau dan melakukan pemeliharaan server secara mandiri.

Memiliki harga berlangganan yang cukup murah.

 

Jadi, Apa Pilihan Exabytes Friends? Managed VPS atau Unmanaged VPS?

VPS KVM adalah pilihan hosting yang tepat untuk menjamin keamanan dan privasi data. (Sumber: iStock Photo)
VPS KVM adalah pilihan hosting yang tepat untuk menjamin keamanan dan privasi data. (Sumber: iStock Photo)

VPS (Virtual Private Server) merupakan layanan hosting dengan teknologi virtualisasi server sehingga semua data dan file penting website tersimpan pada cloud. Meskipun menggunakan server virtual, tetapi VPS masih memiliki server fisik yang digunakan sebagai Data Center. 

Sebagai layanan hosting dengan jumlah pengguna yang masif saat ini, VPS terbagi menjadi beberapa jenis yaitu KVM (Kernel-based Virtual Machine), OpenVZ, HVM (Hardware Virtual Machine), dan Microsoft Hyper V.

Selain itu, berdasarkan porsi pengguna dalam menggunakan layanan hosting, VPS dikelompokkan menjadi Managed VPS dan Unmanaged VPS. Managed VPS adalah sebuah layanan hosting di mana pihak penyedia layanan telah menyediakan dan memfasilitasi semua hal dan fasilitas yang berkaitan dengan VPS.

Sedangkan pada Unmanaged VPS, penyedia layanan tidak terlibat dalam proses konfigurasi serta pemeliharaan server hosting. Sehingga pengguna yang harus mengurusnya secara mandiri.

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments