8 Strategi Emotional Marketing: Perasaan Bukan Hal Sepele!

225
blog exabytes
12 min read

Sejak awal pandemi Covid-19 mulai merebak di Indonesia, isu mengenai “Mental Health” mulai sering digaungkan dimana-mana. Akibat harus menjalani masa isolasi selama beberapa waktu ketika terjangkit Covid, membuat kondisi psikologis masyarakat sedikit mengalami perubahan. 

Kondisi emosional masyarakat menjadi lebih sensitif dan kurang stabil. Oleh karena itu, sebaiknya pelaku bisnis juga menyesuaikan strategi marketing yang dilakukan terhadap perubahan perilaku dan emosional yang terjadi di masyarakat. 

Nah, supaya bisnis yang dijalankan oleh Exabytes Friends dapat survive di masa-masa pandemi seperti saat ini, maka kalian harus beradaptasi dengan gelombang perubahan yang ada. Strategi marketing yang cocok dilakukan di masa pandemi diantaranya yaitu mengembangkan bisnis ke arah digital, menjalankan strategi digital marketing (meliputi content marketing, social media marketing, Facebook Ads, video marketing), menerapkan prinsip social proof, decoy effect, charm price, Goal Gradient Effect, hingga Emotional Marketing. 

Meskipun beberapa strategi yang telah disebutkan di atas sama-sama penting dalam mengoptimalkan sebuah campaign atau promosi, tetapi khusus pada artikel kali ini akan dibahas secara khusus mengenai Emotional Marketing. Karena strategi Emotional Marketing masih memiliki kaitan yang erat dalam memahami perubahan emosional yang sedang dialami oleh masyarakat akibat masa pandemi seperti sekarang ini. 

Bagi Exabytes Friends yang sudah tak sabar lagi untuk belajar dan menyerap wawasan baru tentang Emotional Marketing, yuk langsung saja simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Emotional Marketing? 

Meskipun istilah “Emotional Marketing” masih jarang digunakan oleh para marketers dibandingkan dengan istilah “Digital Marketing”, namun siapa sangka ternyata jenis strategi promosi satu ini telah banyak dibicarakan oleh para pebisnis dunia.

Menurut Robinette dan Brand, Emotional Marketing yaitu usaha menyeluruh yang dilakukan oleh perusahaan guna mendapatkan hubungan yang membuat konsumen merasa betah, dihargai, diapresiasi, serta diperhatikan sehingga mereka menjadi loyal dan tidak meninggalkan perusahaan.

Secara sederhana, Emotional Marketing dapat diartikan sebagai sebuah upaya memasarkan produk atau jasa dari perusahaan dengan cara memanfaatkan sisi emosional pelanggan agar mereka lebih mudah untuk tertarik, memperhatikan, mengingat, hingga akhirnya membeli produk. 

Prinsip Emotional Marketing dibutuhkan oleh setiap perusahaan untuk menumbuhkan emosi positif dari calon pelanggan bisnis mereka.

contoh strategi emotional marketing campaign dari garnier

Gambar di atas merupakan salah satu bentuk penerapan Emotional Marketing oleh brand Garnier. Brand tersebut berusaha mengajak para calon pelanggan mereka untuk membeli produk sekaligus berdonasi bagi masyarakat yang kurang mampu. Campaign promosi dengan ajakan kebaikan terbukti mampu menggugah sisi kemanusiaan pelanggan sehingga menumbuhkan citra positif terhadap brand.

Sehingga bisnis yang berjalan pun juga akan berkah karena selain mencari laba dan keuntungan, juga mampu menyebarkan energi positif kepada semua pelanggannya melalui aksi ajakan membeli sambil berdonasi. 

Aspek-Aspek Penting Emotional Marketing 

Menurut seorang ahli dalam bidang marketing bernama Susilo, prinsip Emotional Marketing dapat dinilai melalui lima aspek utama. Kelima aspek tersebut yaitu:

Uang (Money)

8 Strategi Emotional Marketing: Perasaan Bukan Hal Sepele! - 2022
Uang termasuk salah satu komponen penting dalam Emotional Marketing karena harga produk dapat mempengaruhi keputusan beli calon pelanggan. (Sumber: Shutterstock)

Tentu saja target utama dari sebuah perusahaan bisnis adalah untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, dalam penerapan strategi Emotional Marketing juga harus tetap diselipi dengan campaign yang menawarkan harga kompetitif. 

Usahakan harga produk atau jasa yang kalian tawarkan tetap terjangkau dan sesuai dengan katong target market namun masih dapat bersaing dengan kompetitor. Jika strategi Emotional Marketing dapat diterapkan dengan baik, tentu saja keuntungan (uang) dan conversion rate yang didapat perusahaan dapat meningkat secara signifikan. 

Produk (Product)

Strategi Emotional Marketing akan lebih mudah sampai kepada calon pelanggan apabila disertai dengan produk atau jasa yang terpercaya dan tidak abal-abal. Selain itu, menyajikan produk yang menjawab berbagai permasalahan serta kebutuhan masyarakat terbukti lebih ampuh. 

Ekuitas (Equity)

8 Strategi Emotional Marketing: Perasaan Bukan Hal Sepele! - 2022
Ekuitas menjadi salah satu aspek penting dalam Emotional Marketing. (Sumber: Shutterstock)

Ekuitas sering dikaitkan dengan kepercayaan. Jika perusahaan mampu menggaet lebih banyak loyal customers melalui strategi Emotional Marketing, maka tingkat kepercayaan dari pelanggan akan semakin baik. Selain itu, brand awareness (citra merek) dan brand identity (identitas merek) juga memiliki andil yang besar dalam membantu untuk membangun ekuitas bisnis perusahaan.

Pengalaman (Experience)

Experience dapat pula dihubungkan dengan user behaviour karena menjelaskan mengenai interaksi pelanggan terhadap brand kita ketika mereka ingin melakukan pembelian produk. Kesan pertama dan pengalaman pelanggan sangat ditentukan oleh customer service, kemudahan dalam membeli produk, copywriting, program loyalitas, diskon dan promo, website, media sosial, serta penggunaan produk itu sendiri. 

Energi (Energy)

Energi yang dimaksudkan di sini adalah mengenai kemudahan pelanggan ketika mereka ingin melakukan pembelian produk. Semakin mudah transaksi pembelian dilakukan, maka semakin ringan tenaga dan energi yang dikeluarkan. Perusahaan harus memastikan bahwa produk yang mereka jual dapat dengan mudah diakses serta menawarkan kenyamanan bagi pelanggan. 

8 Strategi Jitu Optimalkan Emotional Marketing

Akhirnya kita telah sampai pada bagian inti dari artikel berikut. Pada bagian kali ini, Exabytes Friends akan belajar mengenai tips dan strategi jitu untuk menjalankan prinsip Emotional Marketing yang optimal dan efisien.

Buat Narasi Iklan yang Menginspirasi Audiens

Karena kita akan membuat sebuah strategi promosi yang mengandalkan sisi emosional dari audiens, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan narasi pada iklan yang disajikan dapat menginspirasi audiens. 

Biasanya masyarakat dapat lebih mudah memberikan citra positif kepada brand yang mereka anggap dapat menginspirasi dan mengubah banyak orang. Bagaimana caranya? Kalian dapat memulai dengan membuat narasi iklan yang mengangkat kisah-kisah inspirasional, seperti kisah form hero to zero, perjalanan karir pebisnis sukses, proses jatuh bangun dalam membangun bisnis kalian, dan lainnya.

Menggunakan Prinsip Social Proof

8 Strategi Emotional Marketing: Perasaan Bukan Hal Sepele! - 2022
Strategi Social Proof dalam Emotional Marketing dapat dilakukan melalui review dan testimoni pelanggan. (Sumber: Shutterstock)

Social Proof adalah salah satu tindakan psikologis untuk menyita perhatian dan kepercayaan audiens melalui bukti nyata di lingkungan sosialnya. Secara sederhana, Social Proof dapat diartikan sebagai sebuah strategi dengan memanfaatkan testimoni dan review positif dari pelanggan yang telah membeli produk sebelumnya. 

Kebanyakan masyarakat awam jauh lebih mempercayai review dan testimoni teman yang telah mencoba sebelumnya daripada hanya membaca kalimat klaim pada kemasan produk atau banner iklan tanpa adanya bukti yang jelas. 

Selain didapatkan melalui testimoni dan review positif, Social Proof juga dapat terbentuk dari rekomendasi tokoh publik, seperti influencers, public figure, selebgram, atau lainnya. Para tokoh publik yang memiliki banyak pengikut di media sosial serta memiliki citra diri yang positif mampu membuat sebagian besar audiens langsung percaya dengan produk yang mereka rekomendasikan. 

Media sosial dapat menjadi wadah yang sempurna untuk menerapkan prinsip Social Proof. Instagram, Facebook, YouTube, dan Twitter sebagai media sosial dengan jumlah pengguna paling masif saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengunggah berbagai testimoni dan rekomendasi dari pelanggan maupun public figure tanah air.

Menampilkan Lokasi Campaign Untuk Menarik Perhatian Audiens

Ketika perusahaan berkesempatan untuk mengadakan acara campaign lokal secara tatap muka (offline), maka sebaiknya membuat konten yang mencantumkan lokasi acara tersebut diadakan. Karena bisa jadi calon pelanggan kalian yang berasal dari lokasi yang sama menjadi penasaran dan merasa FOMO (Fear of Missing Out) atau takut tertinggal jika tidak ikut serta.

Selain itu, fenomena tersebut juga dapat membangkitkan rasa emosional dari pelanggan. Mereka juga memperoleh benefit yaitu koneksi luas dengan pelanggan lain yang sedaerah dan memiliki preferensi minat yang sama.

Menggunakan Strategi Copywriting yang Tepat

8 Strategi Emotional Marketing: Perasaan Bukan Hal Sepele! - 2022
Strategi copywriting dalam Emotional Marketing diterapkan dalam pemilihan kata-kata persuasif untuk menarik pelanggan. (Sumber: Shutterstock)

Sebuah kata-kata yang tepat dapat menghipnotis audiens. Statement tersebut tidaklah salah. Karena sesuai dengan prinsip Emotional Marketing, manusia lebih mudah terhanyut dan terbawa perasaan jika kata-kata yang mereka baca tepat sasaran dan dan menarik.

Nah, untuk dapat membuat narasi iklan dengan menerapkan prinsip Emotional Marketing yang baik, maka sebaiknya Exabytes Friends perlu menggunakan teknik copywriting. Salah satu Teknik dalam copywriting yang wajib diterapkan adalah menghindari penggunaan kata perintah dalam narasi iklan. Sebagai gantinya, terapkan pendekatan kepada audiens dengan kalimat yang lebih lunak dan terkesan tidak memaksa. 

Berikut disajikan sedikit contoh dalam panduan copywriting yang dapat Exabytes Friends terapkan. Daripada menggunakan kalimat seperti “Segera daftarkan akun kalian sekarang juga untuk mendapatkan diskon 50%”, akan lebih baik untuk dibaca jika kalimat dengan makna yang sama diganti dengan “Manjakan dompet kalian dengan promo 50%. Hanya perlu mendaftarkan akun saja loh untuk klaim promonya”. 

Memahami Tipe-Tipe Calon Pelanggan

Setiap manusia tentu saja memiliki minat, kecenderungan, preferensi, dan kesukaan yang berbeda. Oleh karena itu, sebuah perusahaan wajib untuk mengetahui siapa target pasar mereka serta tipe-tipe calon pelanggan mereka. Prinsip Emotional Marketing yang berkaitan dengan sisi psikologis pelanggan juga dapat diimplementasikan secara optimal jika kita mengetahui behaviour dan segmentasi mereka.

Berdasarkan konsep Psikologi Marketing, pelanggan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu “Spendthrifts”, “Tightwads”, dan “Average Spenders”. Masing-masing jenis pelanggan tersebut memiliki ciri khusus dan sifat tersendiri. 

Sebagai contoh, tipe Tightwads cenderung memiliki sifat yang sangat berhati-hati. Mereka senantiasa merencanakan sesuatu dan berpikir terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Tipe ini juga memiliki kebiasaan untuk tidak boros dan selalu menghemat uang. Guna menghadapi calon pelanggan dengan tipe seperti ini, kalian dapat menggunakan permainan kata seperti “Limited Edition” dan “promo besar-besaran” untuk menarik perhatian mereka agar melakukan pembelian produk.

Kirimkan Newsletter Secara Berkala

8 Strategi Emotional Marketing: Perasaan Bukan Hal Sepele! - 2022
Newsletter dapat berguna untuk meningkatkan Customer Engagement. (Sumber: Shutterstock)

Newsletter adalah buletin yang rutin dikirimkan kepada audiens perusahaan untuk membagikan promo, iklan, campaign, maupun hanya sekadar berbagai informasi penting. Newsletter sangat bermanfaat untuk menjalin hubungan dekat dengan calon pelanggan.

Exabytes Friends juga dapat menjembatani interaksi timbal balik antara perusahaan dengan pelanggan melalui feedback serta review yang dilakukan menggunakan newsletter.

Untuk membangkitkan gairah positif pada sisi psikologis audiens, maka kalian dapat memulai dengan membagikan newsletter secara rutin dan berkala. Isi dari newsletter dapat berupa promosi produk dan event terbaru, ajakan untuk mendaftar menjadi member, pemberitahuan launching produk, kolom untuk melakukan testimoni, feedback, maupun hanya sekadar berisi informasi penting yang mungkin belum diketahui audiens. 

Newsletter juga sangat bermanfaat untuk menciptakan kedekatan dengan para pelanggan kalian. Mereka akan merasa dispesialkan dan diperhatikan oleh perusahaan dengan adanya newsletter ini. 

Gunakan Warna yang Tepat 

Pernahkah Exabytes Friends mendengar tentang Psikologi Warna? Psikologi Warna adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi yang membahas dan mengkaji mengenai pengaruh warna terhadap perasaan, perubahan emosi, dan suasana hati audiens. 

Para ahli di bidang psikologi telah melakukan penelitian dan eksperimen selama bertahun-tahun untuk menemukan kaitan akurat antara warna dan kondisi psikologis seseorang. Dan faktanya adalah warna dapat mempengaruhi kinerja dan keseimbangan dari sistem saraf otonom pada manusia (saraf yang mengatur otot polos, kelenjar, organ dalam, otot jantung, serta pembuluh darah).

Fakta tersebut membuktikan jika penggunaan warna yang tepat pada banner iklan dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan emosional audiens kita. Oleh karena itu, untuk dapat menerapkan prinsip Emotional Marketing dengan optimal, Exabytes Friends juga harus memperhatikan tentang padu padan serta penempatan warna yang tepat.

Sebagai contoh, warna biru yang menurut psikologis warna memiliki arti kesetiaan dan kejujuran sangat cocok digunakan dalam banner iklan guna meningkatkan kepercayaan audiens terhadap brand kalian.

Menerapkan Strategi Clickbait

8 Strategi Emotional Marketing: Perasaan Bukan Hal Sepele! - 2022
Clickbait adalah pemilihan judul dan narasi iklan yang persuasif dan memancing rasa ingin tahu calon pelanggan terhadap produk. (Sumber: Shutterstock)

Strategi Clickbait dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan Emotional Marketing. Clickbait adalah judul atau narasi pada iklan yang dibuat persuasif sehingga menarik dan memancing audiens untuk membuka iklan tersebut.

Narasi iklan yang mengandung clickbait dapat memancing sisi emosional audiens, seperti kaget, tertarik, penasaran, antusias, dan lainnya. Berikut disajikan sedikit tips jika Exabytes Friends ingin menerapkan Clickbait pada judul atau narasi iklan. Kalian dapat membubuhkan klaim pada judul iklan. Beberapa klaim menarik yang dapat ditambahkan seperti “terlengkap”, “termurah”, “terlaris”, atau lainnya. 

Melalui klaim tersebut, diharapkan audiens menjadi lebih tertarik untuk mengunjungi iklan kalian daripada milik kompetitor. Namun perlu diperhatikan juga bahwa materi dan narasi klaim yang disampaikan pada iklan harus sesuai dengan kondisi nyata produk agar audiens tidak merasa tertipu dan angka Churn Rate tidak meningkat. 

Kesimpulan

8 Strategi Emotional Marketing: Perasaan Bukan Hal Sepele! - 2022
Menerapkan strategi dan prinsip Emotional Marketing dalam bisnis dapat membantu untuk mempermudah mendapatkan calon pelanggan. (Sumber: Shutterstock)

Perasaan bukan hal yang dapat disepelekan. Karena sisi emosional dan perasaan calon pelanggan dapat mempengaruhi mereka dalam mengambil keputusan ketika akan membeli sebuah produk.

Selain memperhatikan digital marketing metric sebagai acuan dalam melakukan metode promosi secara daring, sebaiknya Exabytes Friends juga menjalankan strategi pemasaran yang mengedepankan sisi psikologis pelanggan melalui Emotional Marketing. 

Emotional Marketing adalah sebuah upaya memasarkan produk atau jasa dari perusahaan dengan cara memanfaatkan sisi emosional pelanggan agar mereka lebih mudah untuk tertarik, memperhatikan, mengingat, hingga akhirnya membeli produk. 

Beberapa strategi jitu yang direkomendasikan oleh Exabytes guna mengoptimalkan prinsip Emotional Marketing yaitu membuat narasi iklan yang dapat menginspirasi audiens, menggunakan konsep Social Proof, menampilkan lokasi campaign untuk menarik perhatian audiens yang berada di lokasi sama, menggunakan strategi copywriting yang tepat, memahami tipe-tipe calon pelanggan (Spendthrifts, Tightwads, dan Average Spenders), mengirimkan newsletter secara berkala, menggunakan warna yang tepat pada iklan, serta menerapkan strategi Clickbait. 

Nah, cukup sekian pembahasan kali ini mengenai strategi Emotional Marketing! Semoga bermanfaat, ya!

Bagi Exabytes Friends yang ingin membaca artikel-artikel menarik lainnya mengenai website dan tips pembuatan konten, maka dapat mengunjungi blog Exabytes. Selain itu, Exabytes sebagai perusahaan Web Hosting Indonesia juga menyediakan jasa Facebook Ads, loh! Dan jangan lupa subscribe agar tak ketinggalan konten artikel up-to-date lainnya. Sampai jumpa!

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments